INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 172 : PENCAPAIAN YANG TELAH DICAPAI


__ADS_3

"orang itu gila... Dia benar-benar tidak tahu apa yang sudah dia capai"


Anto mengamati layar komputer di depannya setelah di tinggal Riski yang telah memasuki Device-nya untuk kembali memainkan INK START FANTASI. Dirinya mengamati dan mencari tahu informasi-informasi apa saja yang ada di INK START FANTASI disekitar wilayah Riski terafiliasi dalam game.


Mengumpulkan informasi atas penyesuaian dari cerita Riski yang telah di dengar dan menghubungkannya dengan segala sesuatu yang ada di Lorena serta Onteral baru-baru ini. Apa yang telah dicapai Riski dari karakter Impian dan pengaruhnya untuk game dari sekitar wilayah dirinya berada.


Anto baru saja melihat informasi mengenai kerajaan Lorena dan informasi atas cerita Riski. Apa yang telah dicapainya benar-benar terpana karenanya.


Dalam informasi itu, khususnya kerajaan Lorena, karakter Riski, yaitu Impian, memiliki posisi sebagai Ksatria suci Saintess. Pencapaian itu benar-benar besar, karena posisi itu adalah posisi tinggi.


Hanya ada tujuh orang saja yang menempati posisi itu diseluruh kerajaan suci Lorena. Menjadi salah satunya, merupakan pencapaian yang sangat tinggi, tidak hanya bagi para NPC, tetapi juga bagi seluruh pemain.


Anto merasa curiga untuk hal itu pada awalnya, tetapi mendengar penjelasan Riski, Anto menerimanya.


"kamu mendapatkan posisi itu begitu saja setelah Saintess langsung menawarkan padamu?"


"ya"


Anto bertanya kepada Riski dan dibalas langsung olehnya.


"bukankah itu sedikit mencurigakan?"


"aku juga merasa seperti itu, tetapi ada beberapa pertimbangan pada awalnya. Pertama, itu karena title yang telah akundapatkan, Chosen One, menyelesaikan menara persidangan seutuhnya dan hanya aku seorang. Kedua, adalah pertandingan melawan ksatria suci Saintess pemegang posisi pertama-"


"ya, itu pencapaian besar, tetapi langsung diberikan posisi tinggi seperti itu? Akan lebih masuk akal kalau diberikan posisi tinggi, tetapi tidak setinggi posisi seperti itu"


Riski menjelaskan kepada Anto, tetapi langsung dipotong oleh Anto yang tidak percaya.


"ya, karena itu masih diberikan sebagai 'magang' di depannya, atau bisa dikatakan 'calon'. Hal yang masih harus dibuktikan setelah mendapatkan pencapaian besar sebelum benar-benar menjadi ksatria suci Saintess sepenuhnya"


Riski menjelaskan dengan lebih detail kepada Anto.


"..tetapi, kamu telah menjadi ksatria suci Saintess sepenuhnya saat ini"


"karena itu, pasti karena alasan ketiga. Apa kamu tahu kemampuan Saintess saat aku memberitahumu beberapa kejadian sebelumnya?"


Riski balik bertanya kepada Anto, dan Anto memandang Riski dengan lebih serius, seakan menunjukan untuk memberi tahu Riski untuk berbicara lebih lanjut.


"saat sergapan perampok pada anak baron, setelah aku memberitahu Saintess secara tiba-tiba, dirinya seakan tahu apa yang terjadi. Itu juga dibuktikan dengan kedatangan Phelipe diwaktu yang tepat. Ah, Phelipe juga memberitahu bahwa Saintess yang menyuruhnya datang disaat itu"


"baik...?"


"Saat kembali kerombongan, setelah kami berhasil menangkap perampok, tidak ada penjelasan lebih lanjut dan Lara memberitahu bahwa Saintess dapat mengetahui hal yang ada disekitarnya. Itu menjelaskan mengapa Saron dan Ardan menyerbu base camp bandit tanpa mengetahui informasi sebelumnya, karena kejadian itu baru saja terjadi"


"jika masalah Phelipe dapat dimengerti, tetapi base camp bandit... bisa saja mereka telah mengetahuinya dari informasi intelegent mereka. Saron adalah pemimpin ksatria suci, tidak mungkin dia tidak tahu"


Riski menjelaskan dari kejadian sebelumnya, tetapi beberapa hal disangkal oleh Anton.


"lalu bagaimana dengan ini, saat serbuan monster ditengah jalan. Pertama, aku sempat berdiskusi akan pergerakan monster dari banyaknya monster yang tidak biasa. Aku mengetahui itu karena kemampuan mata-ku, skill yang didapat dari kelas yang diberikan Origin. Saintess mengatakan beberapa hal yang menjelaskan bahwa dirinya juga melihat pergerakan dari banyaknya monster yang tidak biasa. Kedua, Ardan datang karena diperintah Saintess, padahal aku dan Togay bergerak tanpa pemberitahuan sebelumnya"


"itu hanya penjelasan yang menyimpulkan bahwa Saintess dapat melihat dalam jarak yang luas"


"kamu melupakan kebenaran tentang Saintess sendiri"


"apa yang aku lewatkan? Katakan lebih lanjut"

__ADS_1


Riski mengatakan kepada Anto beberapa hal yang dirinya lewati dengan ekspresi main-main dan Anto menanggapi dengan sedikit kesal untuk segera mengatakannya.


"Pertama, Saintess merupakan seseorang yang berhubungan secara langsung dengan dewi Lorena, lalu bagaimana dengan-ku sendiri?"


"ah, kamu adalah avatar dari Origin, jadi kamu mencurigai bahwa kemampuan mata Saintess tidak jauh berbeda dengan kemampuan matamu karena Saintess merupakan orang yang berhubungan dengan dewi Lorena secara langsung, seperti kamu yang berhubungan dengan Origin"


"benar! Jika Saintess juga dapat melihat secara jauh, ada kemungkinan bahwa matanya juga dapat melihat kebenaran dari kelas-ku"


"...tapi itu masih kemungkinan"


"hal yang bisa dicurigai, karena saat pertemuan para pemimpin, raja elf dapat merasakan keberadaan-ku yang berhubungan dengan Origin karena mirip dengan kehadiran Pine, pohon kehidupan yang para elf puja"


Itu adalah pertemuan pertama Impian dengan raja elf, dan raja elf sendiri yang mengatakan bahwa kehadiran Impian mirip dengan Pine sendiri. Hal yang berhubungan karena Pine merupakan entitas sebuah pohon dan Origin yang juga merupakan sebuah pohon.


"karena raja elf yang berhubungan langsung dengan entitas yang dapat dikatakan seorang dewa dapat mengetahui kebenaran dirimu, tidak menutup kemungkinan bahwa Saintess juga tahu?"


"yup, itu sebabnya aku mencurigai Saintess memberikanku posisi calon ksatria suci"


"meski begitu, tidak menjelaskan mengapa dirimu mendapatkan posisi Ksatria Suci dengan cepat. Yang bahkan kamu bilang sendiri bahwa masih ada quest yang menyertainya"


"jika itu, aku mencurigai beberapa hal"


"karena beberapa pencapaian yang telah kamu berikan? Menurtku hal itu saja masih terdengar kurang... Tunggu!-"


Beberapa pencapaian Impian, karakter game Riski, tentu saja sangat besar.


Mulai dari tindakan yang menyelamatkan anak dari pemimpin kota, sehingga keberadaan kelompok bandit besar di sekitarnya dapat terungkap, berperan aktif dan sangat besar dalam melindungi rombongan iring-iringan Saintess dari gerombolan besar monster dan kelompok bandit yang menyerang, mengawal kepergian Saintess hingga sampai tujuan, menjadi sosok yang memegang kota perdamaian setelah perang antara kerajaan Moscard melawan kerajaan Onteral dan aliansinya, kembali sukses dalam pengawalan Saintess dan rombongannya dalam perjalanan pulang, menjadi delegasi Lorena karena undangan raja elf secara langsung, dan yang terakhir adalah berperan besar dan menjadi sosok krusial dalam perang besar melawan kelompok gelap dan makhluk dunia Chaos.


Meskipun pencapaian-pencapaian itu sangat besar, Anto masih merasa bahwa hal tersebut masih kurang untuk menaikan posisi karakter Impian dari calon menjadi ksatria suci sepenuhnya.


"itu juga merupakan kemungkinan, tetapi Saintess yang merupakan sosok tertinggi dalam kerajaan Lorena, bukan seorang entitas yang sama dengan Origin yang disejajarkan dengan dewa. Jadi hal itu masih belum bisa dibuktikan"


"ya, jadi itu hanya memungkinkan dirinya dapat melihat melalui-mu sepenuhnya, begitu bukan?"


"itu yang aku pikirkan. Menjadi Chosen One, orang yang memiliki hubungan dengan entitas seperti dewa, dan yang terakhir, hubungan dengan raja elf dan dewanya. Menimbang hal itu, bukankah kamu sendiri akan merangkul orang yang memiliki latar belakang seperti itu?"


"tidak bisa dipungkiri... Tunggu! Apa kamu tidak bertanya secara langsung!?"


Anto yang mendengarkan Riski karena dapat menyimpulkan hal-hal tersebut sampai seperti itu, dirinya tidak menyampaikan kecurigaan kepada pihak yang memberinya posisi tinggi, apalagi mempertanyakan secara langsung.


"hehehe, awalnya aku merasa aneh, tetapi melihat dari keuntungan awal karena aku baru memulai permainan dan telat dibandingkan pemain lain, aku menerimanya karena ini.."


Riski menunjukan sign tangan yang mengartikan istilah uang kepada Anto.


"dasar... tapi, itu setelah kamu mengetahui bahwa ksatria suci juga diberi pesangaon. Apa kamu berpikir bahwa kamu bisa mendapatkan gaji pada awalnya!?"


"hahaha, tidak, yang aku pikirkan pada awalnya hanya kelas bagus yang bisa di dapat... Tapi bukankankah akhirnya malah bagus?"


"..ugh.. Benar-benar kamu banget. Kamu tidak mencurigai sedikitpun dan menerima begitu saja. Setelah kejadian kamu baru memikirkannya bahkan dapat menyimpulkan beberapa kemungkinan seperti itu"


"hehehe. Tidak masalah apapun yang terjadi, setidaknya aku mendapatkan ini"


Riski memberikan kembali simbol uang pada jarinya.


Kembali pada Anto saat ini. Mengingat penjelasan Riski sebelumnya kepada Anto yang saat ini memandangi informasi mengenai kerajaan Lorena dilayar komputernya, Anto benar-benar terpana karenanya.

__ADS_1


"tidak hanya menjadi salah satu ksatria tertinggi sebuah kerajaan, tetapi juga berhungan dengan beberapa dewa. Pondasi yang 'ia miliki benar-benar sangat bagus untuk memulai mendapatkan pendapatan"


Anto tersenyum dengan penuh arti saat dirinya melihat berbagai informasi di depan layar komputernya dan mengingat cerita Riski.


...----------------...


Impian meninggalkan Anto yang sedang mencari berbagai informasi game dan menyusun rencana kedepannya. Memasuki kembali permainan, Impian langsung menghubungi Togay untuk menanyakan keberadaannya.


"selamat siang tuan ksatria Saintess"


Seseorang yang terbukti bahwa dirinya adalah pemain dari dot hijau di atas kepalanya menyapa Impian. Pemain itu mengenakan armor berat berwarna campuran putih dan biru dan di sampingnya terdapat dua pemain lain yang memakai pakaian pendeta.


"Nick name-ku Holive, kami dari guild Blue Protocol, sebelah-ku adalah Avile, wakil kapten Blue Protocol-"


Orang yang diperkenalkan oleh Holive menundukan kepalanya.


"..dan yang disebelah sini adalah Jojo, Kapten kepala pengembangan dan perencanaan guild Blue Protocol"


"Saya Jojo"


Dan orang yang diperkenalkan selanjutnya oleh Holive memperkenalkan dirinya.


"saya sendiri adalah pemimpin Blue Protocol. Bisakah kami meminjam waktu anda sebentar? Kami ingin berbicara dengan anda"


"hey, tunggu, tunggu, kami juga ingin berbicara dengan anda. Dapatkah kami meminta waktu anda?"


Saat Holive memperkenalkan diri dan anggotanya, serta menyampaikan keinginannya, tiba-tiba seseorang datang bersama dengan 4 orang lainnya dan berbicara, memotong Holive.


"seperti biasa, Blue Protocol sangat cepat dalam hal ini"


"kalian..."


Setelah menyampaikan keinginannya kepada Impian, orang itu langsung mengomentari anggota Blue Protocol yang telah datang duluan.


Impian tidak membalas dan hanya memandangi orang yang baru saja datang dan tiba-tiba berbicara. Memandang dengan ketidak senangan terhadap anggota-anggota itu.


Mereka membutuhkan Impian, tetapi kemudian seperti langsung mengabaikannya dan terjebak dengan kedua kubu. Seakan persaingan mereka lebih bergengsi ketimbang urusan dengan yang lainnya. Seseorang yang mereka butuhkan, tetapi penuh akan urusan mereka sendiri.


"ah, maafkan aku karena belum memperkenalkan diri. Anda bisa memanggilku dengan Volvik, ketua guild dari guild Meteorid"


"kami yang lebih dahulu datang dan meminta waktu saat ini"


"ah, ah, ah, tetapi belum dijawab olehnya atas permintaan kalian"


Atas perkenalan mereka, akhirnya Impian mengetahui latar belakang dari kedua grup ini. Mereka berasal dari dua guild pemain terbesar dikerajaan Lorena.


Tidak hanya itu, kedua ketua guild dari masing-masing guild hadir dan langsung menghampiri Impian. Seharusnya, prioritas utama mereka saat ini adalah Impian, tetapi dengan persaingan antar guild yang selalu hadir disetiap pemain, membuat mereka yang awalnya memprioritaskan Impian di awal, menjadi saling sindir dengan satu sama lain.


"kalau begitu, kami juga bisa meminta waktu dari tuan disini karena belum ada jawaban untuk kalian, benar?"


Kelompok pemain lainnya datang berjumlah 7 orang dan salah satu dari ketujuh orang tersebut langsung berbicara.


Mereka adalah Bolang dan teman-temannya. Melihat Impian yang tidak bisa didekati beberapa waktu kebelakang, sepertinya mereka mengejar hanya untuk bertemu Impian hingga ke Kerajaan Lorena.


Sekarang menjadi tiga kelompok pemain yang mendekati Impian dan meminta waktu kepada Impian. Ketenarannya sudah sangat besar, apalagi di kerajaan Lorena saat ini untuk seorang pemain.

__ADS_1


Dirinya sudah tidak dapat disebut sebagai rookie yang baru bermain karena berbagai pencapaian yang telah dirinya dapatkan. Pemain seperti itu, tentu saja menjadi incaran bagi pemain-pemain disekitar, entah itu dalam hal negatif maupun positif.


__ADS_2