
NOTE : Aku lupa memasukan cerita dari keberadaan empat pendeta Lorena yang berlari mengikuti Impian yang berteriak-teriak di medan tempur pada chapter sebelumnya.
Mereka terlihat seperti karakter badut saat Impian berbicara dengan Gerald karena tidak muncul.
Jadi aku rubah sedikit dichapter ini.
Selamat menikmati :)
...----------------...
"hmm, sihir gelap, dari enam arah sekaligus, dan membiarkan monster-monster yang ada tetap meski pengendalian mereka terhadap monster telah terlepas..., jangan bilang, Necromancer!? ...ini berbahaya, semakin banyak yang terbunuh, semakin banyak pasukan mereka!"
Gerald menebak apa yang dipikirkan Impian atas tindakan dan kata-katanya yang diucapkan. Semua itu memang cukup terhubung jika melihat petunjuk-petunjuk yang ada.
"Necromancer!? apakah itu benar tuan Impian?"
Aderai memotong pembicaraan. Sebagai seorang pendeta Lorena, yang memiliki 'tag' sebagai orang yang menjunjung hal-hal suci dan mendengar kata-kata necromencer dimana seorang necromancer lebih dekat dengan hal berbau kematian, dirinya tidak bisa diam begitu saja.
Begitu pula dengan ketiga pendeta Lorena yang berada didekatnya. Sikap mereka langsung terusik dengan kata necromancer yang keluar.
Impian sedikit memiringkan kepalanya mendengar semua ini-
"..paman Gerald yang menyimpulkan. Aku tidak tahu hubungannya dengan Necromancer, tapi jika itu necromancer sama dengan apa yang aku tahu, mungkin semua itu benar?"
"tidak, aku memiliki pengalaman dengan necromancer. Dimana arah terdekat?, aku akan perfi kesana"
Gerald langsung mengatakan dengan pasti kepada Impian. Tidak ada kompromi lagi baginya dalam urusan necromancer.
"biarkan beberapa dari kami mengikutimu tuan Gerald"
Salah satu pendeta mengutarakan keinginanya.
"benar, tolong bawalah dua dari kami bersamamu, mana suci kami dapat sangat membantu"
Aderai juga mengatakan pendapatnya kepada Gerald.
"baiklah, dua dari kalian ikut bersamaku. Dimana yang terdekat dari sini bocah?"
"1,8 km dari sini ke utara paman"
"kalau begitu kita pergi!"
Gerald memandang para pendeta dan langsung berlari ketempat yang ditunjuk Impian. Dua pendeta Lorena mengikuti Gerald dari belakang.
Hanya tersisa Impian, Aderai dan satu pendeta Lorena lagi ditempat ini.
"kenapa kalian seperti sangat membenci Necromancer? padahal kemampuannya bisa sangat berguna dalam pertempuran jika ada satu teman kita yang menjadi salah satunya"
Sedikit memiringkan kepalanya, Impian tidak mengerti dengan pola pikir orang-orang ini. Sebagai seorang pemain, Necromancer dapat memanggil pasukannya sendiri dan dengan semakin banyaknya makhluk-makhluk yang tumbang, maka semakin banyak pula dirinya dapat menambah pasukannya.
Satu orang Necromancer bisa disebut dengan satu pasukan sendiri. Mereka bertempur dengan jumlah dan jumlah merupakan hal yang sangat krusial dalam sebuah pertempuran.
Tidak ada titik singgung atau soal emosi yang dilibatkan. Seorang pemain akan selalu mencari kekuatan apapun itu karena ini adalah dunia permainan dan bukan dunia nyata mereka.
"tuan Impian!-"
__ADS_1
"tuan Impian! seorang necromancer adalah seorang bidat yang mempermainkan kehidupan! Mereka tidak membiarkan orang mati kembali kepelukan dewi dengan tenang, bagaimana kami bisa tidak membenci mereka!"
"mereka adalah simbol dari keburukan. Anda akan mengerti begitu melihat mereka"
Memang benar, tidak sepatutnya mempermainkan makhluk yang telah tiada, apalagi menjadikan mayat menjadi bawahannya hanya untuk berperang. Impian akan merasakan hal yang sama dengan mereka jika ini adalah dunia nyata, sayangnya dunia ini dianggap oleh Impian yang seorang pemain hanyalah dunia game.
Tidak ada sentimentil mengenai itu, dan Impian tidak berusaha membalas mereka dengan berdebat.
"baiklah, lupakan soal itu. Ayo kita lanjutkan memperingatkan yang lain"
""kami tepat dibelakang anda""
...----------------...
Sisi IKILUA dengan kedua penatua elf.
Setelah kedua dark sorcerer berhasil mengaktifkan sihir mereka, muncul pilar cahaya gelap yang menembus langit. Begitu pilar cahaya gelap itu terbentuk, dari ke-lima arah yang ditunjuk Impian mulai muncul pilar cahaya gelap yang sama dengan yang berada disini.
"apa yang terjadi tuan penatua?"
IKILUA mendekati kedua penatua untuk mempertanyakan pilar cahaya gelap dihadapan mereka.
"ini rangkaian sihir dari pemanggilan mayat hidup. Kami berdua akan me-nonaktifkan-nya. Lindungi kami, karena kami membutuhkan waktu"
"tidak masalah"
[Quest From Two Elders]
[Lindungi mereka saat sedang dalam proses penonaktifan sihir dari dark sorcerer.
Hingga kedua elder dari kerajaan Onteral menyelesaikan tugas mereka.
Hadiah Quest :
Buku Kelas Tammer
Exp : 65000
Kepercayaan Para Elder Onteral Bertambah Tinggi
Ketenaran Kerajaan Onteral : 450
Penalti Quest :
Lehilangan Kesempatan Mendapatkan Buku Kelas
Lvl -1]
Karena hal itu merupakan permintaan dari kedua elder elf yang merupakan seorang NPC, sistem menyimpulkan hal tersebut sebagai quest kepada pemain. Begitu kata-kata elder selesai diucapkan, layar transparan menunjukan quest yang ada.
Tidak ada siapapun disekitar sini setelah orang-orang berkerudung jubah hitam dikalahkan. Meskipun permintaan melindungi mereka berdua diberikan, IKILUA hanya bersantai karena sepinya tempat ini dan tidak ada ancaman nyata sepanjang mata melihat.
Satu orang dari kerudung jubah hitam yang tubuhnya tergeletak ditanah dari kedua temannya yang lain, dikarenakan efek racun yang diterimanya tiba-tiba setelah pilar cahaya hitam menjulang kelangit. Hal itu kemungkinan adalah sistem pencegahan yang mereka lakukan kepada anggotanya dari kelompok mereka.
Hanya saja, ketimbang menghilang menjadi butiran cahaya seperti makhluk lainnya ketika tiada, atau berubah menjadi serpihan pasir yang sama dengan kedua temannya, tubuh orang itu masih utuh dan tergeletak ditanah. Dikarenakan orang ini memiliki kelas tamer pada dirinya, kemungkinan hadiah quest yang tertera pada layar adalah buku darinya dan IKILUA memeriksa tubuh orang ini untuk mengamati.
__ADS_1
...----------------...
Pilar cahaya hitam tidak hanya tercipta ditempat IKILUA saja, tetapi diseluruh tempat tepat dimana Impian katakan. Saat pilar-pilar cahaya itu tercipta, hal tersebut menggemparkan setiap orang yang melihatnya.
Begitu pula dengan yang terjadi tepat di mata Gerald dan kedua pendeta yang mengikutinya di belakang. Mereka berhenti karena melihat pilar cahaya hitam yang muncul dari keenam arah.
"apa yang terjadi!?"
"sudah dimulai, kita harus cepat!"
"kami dibelakangmu tuan!"
Sempat beehenti karena sihir telah dimulai, Gerald mengajak kedua pendeta untuk sesegera mungkin untuk menuju lokasi.
Kemudian mereka kembali berlari. Menemukan kelompok di depan mereka dengan gumpalan mana hitam yang ada disekitar mereka.
"hawa keberadaan ini..."
Salah satu pendeta yang berlari bersama Gerald merinding dan mengatakan sesuatu.
"keberadaan paling dibenci oleh makhluk hidup, penyihir hitam tingkat tinggi, Lich"
Gerald menegaskan kepada dua pendeta Lorena.
"tuan Gerald, kita tidak bisa membiarkannya"
"tentu saja! memang apa lagi tujuan kita kesini"
Sembari berlari ketempat yang mereka duga dimana disana terdapat keberadaan Lich berada, dua pendeta Lorena langsung memberi berbagai berkah dan buff dari kemampuan mereka kepada Gerald. Cahaya putih langsung menyinari tubuh Gerald dari sihir-sihir suci yang di keluarkan oleh kedua pendeta.
Entah bagaimana, secara kebetulan, mereka bertiga menuju tepat kearah paling krusial dari keenam arah yang dikatakan Impian. Contohnya saja tempat dimana IKILUA dan kedua penatua berada, tidak ada satupun keberadaan yang meng-indikasikan akan keberadaan seorang lich.
...----------------...
"Huahaha! lihat! benar bukan keputusan kita mengikuti Gerald!? Lihat keberadaan mengerikan didepan kita itu!"
Tartar tertawa sambil berkata pada teman-temannya. Kelompok mereka memutuskan untuk mengikuti Gerald dan menemukan sosok yang dituju Gerald adalah penyihir gelap lich.
"tepat 1,8 km, bagaimana orang itu bisa tahu keberadaan musuh sejauh itu?"
"Bolang benar. Itu hanya berarti pemain itu bukanlah pemain biasa"
"atau dia memiliki koalisi dengan orang-orang itu? bagaimana dia bisa tahu dari jarak sejauh itu? aku diberitahu oleh kenalanku yang mengikuti prajurit elf lainnya ditempat berbeda, tidak ada keberadaan lich disana, hanya tempat yang dituju oleh Gerald"
Pembicaraan itu mulai muncul atas kecurigaan mereka terhadap Impian. Mereka hanya mengetahui orang itu adalah pemain biasa yang sama seperti mereka, tetapi dia dapat mengetahui berbagai hal seperti dirinya mengetahui segalanya.
"tidak mungkin, pemain itu yang membantu event ini dengan siaran langsungnya. Jika dia memiliki hubungan dengan orang-orang yang mencari masalah atas seluruh kejadian ini, untuk apa dia bertindak dengan penuh usaha seperti itu?"
"berarti hanya ada satu kemungkinan, dia memiliki skil yang tidak biasa atau otak yang sangat cerdas. Hampir semua omongan prediksinya benar dan tindakannya yang selalu tepat"
"urusan itu nanti saja! kita memang harus memiliki hubungan dengannya, tapi saat ini ada hal seru di depan kita!"
Tartar memotong pembicaraan mereka dan mengingatkan kepada yang lainnya.
"Tartar benar, kita selesaikan dulu urusan kita disini"
__ADS_1
"ayo!"