INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 82 : LANTAI SEBELUM RUANG BOS


__ADS_3

Penjelajahan di lakukan dengan lancar. Lantai dua seperti hamparan rumput setinggi pinggul, terlihat di setiap mana-pun mata memandang. Monster yang dapat di temui menyerupai seekor satyr, tikus tanah, dan monster yang berbentuk seperti gumpalan rumput yang menjadi satu.


"Terlalu banyak Impian!!!"


"hey, hey, hey! jangan banyak mengeluh gendut! bertahanlah!"


"jangan pancing semua monster Impian!"


"arrrgggghhhh.... [Shield Crush]!"


Kedua tanker terlihat kesulitan menahan berbagai monster yang datang. Togay yang hanya memiliki lvl 60an, harus mati - matian menahan banyaknya monster yang datang secara bersamaan. Bahkan Sarah mengeluh kepada Impian.


Banyaknya monster yang di hadapi, berarti banyaknya pukulan yang mendarat pada tanker di depan. Begitu banyaknya serangan, berarti banyaknya kesehatan yang akan berkurang. Tugas Sarah sebagai seorang penyembuh, akan di uji dalam situasi seperti ini.


"Uarrrggghhhh!!! [Wirll Wind Crusser]!!!"


Redbullos melakukan serangan berputar. Dengan kapak besarnya sebagai senjata yang di gunakan, berbagai belahan tubuh monster berterbangan akibat terbelah.


Serangan itu terlihat sangat kuat, dengan tubuh besar dan senjata besar, begitu serasi dengan serangan brutal itu. Monster yang berdatangan di hadapi oleh para damage dealler.


*BOOM!


*Crash!


*Duar!


Berbagai sihir dari Alice dan Reynold silih berganti, berterbangan dan menghantam para mob monster.


*shu!


*shu!


*shu!


*wing!


Anak panah juga menghiasi serangan beruntun pada monster di sekitar. Semua orang terfokus pada monster - monster yang berdatangan dan menyerang anggota party.


Berbeda dengan lantai satu, monster jarang di temui di sana. Seperti area - area tertentu di huni oleh para monster.


Lantai dua, monster yang ada semakin mudah di temukan. Hanya berjarak beberapa meter, perkumpulan monster yang berkelompok di temukan dengan mudahnya.


Impian yang awalnya hanya memancing para monster untuk mendatangi kelompok, terjadi efek domino yang memancing monster lain di dekat. Serangan Impian tidak memusnahkan monster yang ada hanya satu kali serang.


Akibatnya, dari kegaduhan yang ada, monster - monster yang mendiami tempat sekitar, terpancing dan ikut menyerang kelompok. Banyak dari monster yang ada, menyerbu sekaligus. Apalagi, level yang di miliki setiap monster di atas 100.


"huh... huh... huft... huft..."


"Impian....!"


"hahaha, maaf, aku juga tidak tahu akan terjadi seperti ini"


Akhirnya, setelah tindakan panjang di lakukan pada monster - monster yang menyerang, kelompok dapat bernafas lega. Tidak ada satu-pun monster terlihat di sekitar saat ini.


"aku perlu istirahat. Mana yang kumiliki tinggal sedikit"


"sama di sini"


Sarah dan Reynold berkomentar setelah pertarungan sengit berakhir. Hanya ada sepuluh dari mereka dan hanya ada dua tanker menahan di depan, apalagi satu tanker masilah level 60-an, dampak yang di terima dari serangan monster cukup tinggi. Pemain penyembuh seperti Sarah, harus siap siaga untuk membantu tanker.


Tim beristirahat sejenak untuk memulihkan diri mereka. Bahkan dari setiap orang yang ada, Impian masih terlihat nampak baik - baik saja. Sementara tang lainnya sudah terlihat ngos-ngosan.


Setelah istirahat sejenak, kelompok melanjutkan penjelajahan mereka. Peti harta karun, bahkan dapat di temukan di sekitar dungeon. Dari tingkah laku mereka, sepertinya mereka telah akrab dengan lingkungan dungeon.


Mereka tampak melakukan dan menjelajahi dungeon dengan halus, seperti mereka telah menghapal susunan jalan yang ada di luar kepala.


Penjaga monster lantai kedua juga di kalahkan dengan mudah. Mereka yang telah terbiasa dengan Impian, atas beberapa instruksi Impian yang memperingati beberapa kali, membuat kelompok cukup mudah menyelesaikannya.


Lantai ketiga adalah lantai yang penuh akan rawa di manapun mata memandang. Terlihat di sinilah sihir sehari - hari, seperti [Clean] sangat berguna. Apalagi saat ke tiga wanita berkali - kali mengerahkan sihir [Clean] setiap saat.


Kotor yang di akibatkan rawa pada pakaian mereka, nampak tidak nyaman untuk mereka menjelajah. Meski begitu, kelompok tetap melanjutkan perjalanan untuk membersihkan lantai ini.


Tidak hanya itu, bahkan Impian dan Togay, sekali lagi menaikan level mereka. Exp yang di dapat dari para monster sangat besar. Membuat level mereka yang masih rendah mendapat suntikan dari pengalaman yang di berikan monster - monster ini.


"kita sampai di tempat penjaga lantai"


"ini adalah penjaga terakhir dari dungeon ini"


"setelah ini, merupakan ruangan bos. Rintangan sebelum menghadapi lawan terakhir"


"bersiaplah!"


"ayo Togay!"


"di belakangmu!"


Atas ucapan dari RonaldoMessi, Togay mengikuti dari belakang. Menyerang untuk membuat perhatian penjaga lantai hanya tertuju kepada mereka, kedua tanker yang di miliki kelompok.

__ADS_1


...Numerous Swamp (Elder)...


...Level 125...


...HP : 15826800/15826800...


Kedua tanker telah bergerak. Hanya Sarah yang bersiaga untuk menjaga kedua tanker itu tetap hidup.


Gumpalan rawa dan ranting yang menjadi satu, membuat tubuh penjaga lantai tampak seperti monster dari dunia mimpi. Tingginya hanya 3 meter, tetapi tubuh itu memiliki luas hingga 10 meter kesamping.


Banyak benturan yang terjadi antara serangan penjaga lantai dan kedua perisai tanker. Meski beberapa kali RonaldoMessi menggunakan skil provoke-nya, tetapi hingga saat ini ia belum mengumumkan keamanan bagi damage dealler untuk menyerang.


Sarah terus - menerus memberikan suntikan sihir penyembuhan kepada mereka yang berdiri gagah di depan tubuh penjaga lantai.


Togay juga sesekali memberikan bantuan kepada RonaldoMessi, tidak hanya sihir dukungan atau penyembuhan, tetapi juga menghalau serangan kecil dari penjaga lantai yang mengarah langsung menuju tubuh RonaldoMessi.


"kalian bisa menyerang sekarang!"


Hingga akhirnya RonaldoMessi memberi sinyal kepada penyerang untuk melancarkan serangan mereka.


Mendengar itu, para penyerang bergerak serempak dan mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki. Kedua penyihir mengerahkan sihir - sihir yang memperlambat dan membatasi pergerakan penjaga lantai.


Berbeda dengan penjaga lantai satu dan dua, penjaga lantai tiga memiliki bagian tubuh yang memiliki elemen air di dalamnya, sehingga sihir api kurang berdampak pada tubuh penjaga lantai saat ini.


Serangan yang di berikan IKILUA pada anak panahnya, telah di aliri dengan elemen petir. Berganti dari anak panah yang memiliki elemen api sebelumnya, anak panah yang di lancarkan membuat efek serangan meningkat.


"[Gorilla Slash]!"


-487906


Redbullos telah mengerahkan skil besarnya dan membuat tubuh penjaga lantai bergeser sedikit dari tempatnya.


"[Cleavage Furrow]"


-8129


-8621


-8412


....


....


Tidak mau kalah, Jackfruit juga melancarkan serangan dengan kecepatan tinggi. Membelah dan memotong dengan kedua dagger yang di pegangnya.


Meski angka kerusakan tidak terlalu tinggi, tetapi serangan beruntun terus - menerus membanjiri tubuh penjaga lantai. Lebih dari jumlah jari yang dapat di hitung, serangan di lancarkan tanpa henti dengan kecepatan tinggi.


Hanya saja, tampak perbedaan ketika Michel menyodorkan ujung tajam tombaknya pada tubuh penjaga lantai. Setiap ujung tombak, seperti memiliki cabang yang membelah beberapa bagian dan menyerang tubuh bos secara beruntun.


"Serangan area!"


Impian berteriak dan memperingati kelompok yang menyerang tubuh bos.


Mendengar itu, setiap orang berlari menjauh dari bos. Meskipun RonaldoMessi masih sama dan bertahan di tempatnya.


Ada yang tampak aneh saat ini. Mereka yang mulai menjauh, tidak melihat seberapa luas area serangan bos. Tidak terlihat Impian ikut menjauh bersama yang lainnya.


Mereka hanya bisa mengira - ngira dengan pengalaman sebelumnya. Serangan area yang akan di lancarkan oleh penjaga lantai pertama kali, adalah serangan memutar tubuhnya seluas kedua tangan penjaga lantai membentang.


Akibatnya, setiap orang hanya bersiaga di tempat untuk menghindari serangan penjaga lantai. Akan tetapi, terlihat angka - angka merah masih melayang dari tubuh penjaga lantai dan bar kesehatan penjaga lantai masih mengurang. Padahal, tidak ada satu-pun dari mereka masih melancarkan serangan terhadap penjaga lantai.


"diatas!"


IKILUA yang memiliki jarak pandang terjauh, menunjuk ke arah atas tubuh penjaga lantai dan menemukan seseorang sedang berada di sana dengan posisi aneh dan tetap berdiri.


"Impian?"


Alice menyadari keberadaan orang tersebut saat IKILUA memberitahu mereka akan keberadaan orang tersebut.


Saat ini, Impian sedang memegang busurnya dan melancarkan serangan tepat ke atas kepala penjaga lantai. Posisi tubuh yang di tunjukan Impian sangat aneh, seakan gravitasi bumi bukan menjadi penghalang.


Impian berdiri di atas dua lingkaran sihir yang tercipta secara vertikal, akibatnya tubuh Impian juga berdiri secara vertikal. Tidak jatuh atau terganggu sedikit-pun akan gravitasi bumi yang menarik tubuh ke bawah.


-167254


-169021


-168700


....


...


Serangan yang di lancarkan tubuh penjaga lantai hanya meluas ke samping, tetapi tidak meluas ke atas. Dari penglihatan Impian yang menunjukan warna merah pada pandangan, tidak sampai lebih dari kepala penjaga lantai.


Melihat hal itu, Impian melompat ke atas dan memutuskan untuk tetap menyerang dari atas kepala penjaga lantai. Anak panah yang telah di lesatkan, juga mengandung pelapisan mana dan menyebabkan serangan masih tampak besar, meski pertahanan yang di miliki penjaga lantai tidak bisa di ambil remeh.

__ADS_1


Akhirnya, serangan area yang di lakukan penjaga lantai berhenti dan menyebabkan tubuh penjaga lantai lemas sesaat. Melihat hal itu, para penyerang mengambil ke sempatan dan mulai menyerang kembali secara membabi buta.


Impian yang masih di atas, mengganti senjatanya dengan pedang besar dua tangan dan memposisikan ujung pedang ke bawah, dimana tubuh penjaga lantai berada. Mengerahkan sihir dan menyebabkan berbagai angin ribut yang berputar dengan tubuh Impian sendiri sebagai pusatnya.


*Swing! Swing! Swing!


Suara angin kencang menderu berputar di sekitar tubuh Impian. Terlihat seperti bor besar dengan angin kencang yang berputar - putar itu.


Dengan sihir gravitasinya yang membuat tubuh menjadi semakin berat, Impian melesat ke bawah!


*DUARRRRRR!!!


Critikal Hit!


-2151209


-67120


-67812


-60912


....


....


Serangan yang berdampak besar dan masih terus mengikis bar kesehatan penjaga lantai secara terus menerus. Hingga beberapa saat hingga angka - angka merah akibat serangan tersebut berhenti.


Tubuh penjaga lantai akhirnya kembali berdiri. Akibat serangan Impian yang barusan, penjaga lantai berbalik dan mengarah ke arah Impian.


Agro yang ada dari para tanker telah berpindah kepada Impian!


"O'o!"


Melihat hal ini, Impian berkomentar dan melayang - layang kembali di udara. Menghindari berbagai serangan penjaga lantai dan tidak membalas menyerang penjaga lantai.


Berharap agar agro kembali kepada kedua tanker. Impian hanya melompat - lompat pada lingkaran sihir yang di ciptakannya.


"Ronaldo!!!"


"aku tahu!"


Impian berteriak dan memohon agar Ronaldo kembali mengambil alih agro penjaga lantai. Mendengar teriakan permohonan Impian, Ronaldo berusaha keras untuk memancing tubuh penjaga lantai kembali kepadanya.


Sayangnya, tubuh penjaga lantai bertindak aneh dan melebarkan kedua tangannya. Berbagai warna merah terlihat di sekitar tubuh Impian.


"Serangan kedua!"


Michel berteriak dan memperingati Impian yang sedang berdiri di udara dengan lingkaran sihir-nya.


"oh sit!"


"[Perlindungan Sang Dewi] [Kasih dan Belaian Malaikat Suci]"


"[Tubuh Keras dan Besi]!"


Sarah dan RonaldoMessi melemparkan sihir pertahanan kepada Impian. Lambang aneh seperti kutukan melayang di atas kepala Impian. Itu adalah skil dari penjaga lantai yang memberikan kutukan kepada pemain.


*Bug!


*Bug!


*Bug!


Kedua tangan penjaga lantai di benturkan pada tubuhnya. Seperti seorang kingkong yang berteriak marah. Suara yang di timbulkan sangat keras.


Hasil dari tindakan itu, berbagai pohon dan tanaman rambat melonjak ke arah Impian. Muncul tiba - tiba dari tanah dan sekitar tempat, membumbung ke tubuh Impian.


-81520


-84901


Meski Impian melompat - lompat dan berusaha menghindari serangan penjaga lantai, tetapi serangan terus - menerus dari pohon dan tanaman rambat mengarah kemana-pun Impian melompat. Mengikuti Impian kemanapun ia berada.


+168000


Sarah juga telah sigap dan menyembuhkan Impian dari sihir penyembuhnya. Tidak membiarkan Impian cedera parah dari serangan penjaga lantai.


Meski Impian berusaha menghindari serangan penjaga lantai, yang lainnya tidak berhenti menyerang tubuh penjaga lantai. Semakin penjaga lantai menyerang Impian terus - menerus, maka akan semakin bahaya Impian kedepannya. Sehingga setiap orang berusaha sekuat mungkin agar penjaga lantai menghentikan serangannya.


Hal itu sangat efektif!


Tubuh penjaga lantai sekali lagi lemas, entah itu akibat serangan beruntun dari yang lainnya, atau karena ia sendiri kecapaian menyerang Impian. Memanfaatkan hal ini, sekali lagi Impian mengerahkan serangan besarnya.


Critikal Hit!


-2098610

__ADS_1


[Numerous Swamp (Elder) di kalahkan]


Pengumuman yang di berikan oleh sistem telah memperjelasnya. Akhirnya Impian dapat bernafas lega dan simbol kutukan yang melayang di atas kepalanya telah menghilang.


__ADS_2