INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 59 : PERTARUNGAN MELAWAN KOMPLOTAN BANDIT


__ADS_3

Pertarungan sengit terjadi antara bandit dan pihak bertahan. Togay dengan perisai yang di bawanya sangat membantu kapten ksatria dan penjaga nona muda tersebut.


Meski masih kalah jumlah, bandit-bandit yang ada tidak mendominasi seperti sebelumnya.


Kedatangan Impian dan Togay telah merubah keadaan. Apalagi anak panah - anak panah yang berdatangan tidak tahu dari mana, menbuat penjagaan para bandit tidak boleh menurun.


Serangan anak panah akan datang tidak tahu dari mana dan saat ini para bandit harus menghadapi tambahan dua orang lagi yang datang.


Bos bandit sedang tertahan oleh Impian sedangkan para bandit yang ada hanya menang jumlah dari ksatria penjaga. Level para bandit sendiri lebih rendah, hanya berkisar 30-40 dari mereka.


Mereka mengandalkan pemimpin mereka dan jumlah yang besar untuk mendominasi perampokan yang mereka lakukan.


Sedangkan saat ini, pemimpin mereka sedang tertahan dan serangan anak panah membunuh dengan satu kali serang.


"Aaaaaaa"


Salah satu bandit berteriak dan melarikan diri. Dengan efek domino, satu persatu bandit yang tersisa mulai mengikuti temannya pergi dari tempat itu.


"BERHENTI! JIKA ADA DARI KALIAN YANG MELARIKAN DIRI! AKU AK-"


Pemimpin bandit berteriak melihat bawahannya yang bertindak seperti pengecut, tetapi bahkan sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, serangan Impian datang kembali dan membuat pemimpin bandit tidak dapat menurunkan penjagaannya sama sekali.


"siapa kau! beraninya mengganggu kami! Argh!!!!"


-25431


Pedang Impian menembus pundak dari pemimpin bandit dan menghasilkan 25 ribu kerusakan.


Bandit-bandit lain tidak lagi memperdulikan ancaman dari pemimpin mereka. Banyak dari bandit-bandit yang ada mulai melarikan diri.


"mereka hanya orang-orang lemah! abaikan mereka!"


*Trang!


*Trang!


Hanya ada empat bandit yang tersisa dan masih menyerang Togay dan penjaga ksatria.


Terlihat seperti berbeda dengan bandit-bandit biasa lainnya, bandit-bandit yang masih berdiri di tempatnya ini terlihat seperti orang yang terlatih.


Pergerakan dan Aura mereka terlihat seperti petarung veteran yang sudah terbiasa dengan pertarungan.


Anak panah terbang ke salah satu bandit yang masih menyerang, meski begitu, anak panah di tangkis oleh senjata bandit itu.


*Dong!


Melihat celah terbuka, Togay memanfaatkannya dan menyerang dengan mendorong tubuh bandit menggunakan perisainya.


Tubuh bandit yang terpental akibat terpukul oleh perisai Togay. Kapten ksatria penjaga yang melihat hal itu, ikut menyerang bandit yang terdorong perisai Togay.


-31623


-30876


-31321


Tubuh bandit yang tertebas dan tertusuk dari pedang kapten penjaga tidak lagi bergerak dan terkulai 'tak bernyawa di tanah.

__ADS_1


*zrash!!


Disisi lain, pertarungan yang terjadi antara dua bawahan kapten penjaga sedang bertarung dengan salah satu bandit.


Satu lagi bandit yang terlihat jatuh terbelah dari serangan beruntun dua bawahan kapten penjaga yang bertarung bersama.


"Kyaaaaa!"


Nona muda yang berada di belakang berteriak tiba-tiba.


"HaHaHaHa jatuhkan senjata kalian dan jangan bergerak! jika tidak, aku tidak tahu apa yang bisa di lakukan tanganku ini di leher nona muda kalian"


Bandit tersebut memegang pisau di tangan kanannya yang berada tepat di leher nona muda itu.


Di sisi lain, terlihat kakek pelayan yang selalu bersama nona muda itu tergeletak di tanah bersimbah darah dari pedang bandit yang lain.


Togay dan kesatria penjaga terdiam 'tak bergerak melihat apa yang terjadi. Sedikit saja mereka salah bertindak, entah apa yang terjadi dengan nona muda yang lagi di sandra itu.


"jangan berani-berani kamu bertindak terlalu jauh!"


"apa!? HeHeHe apa yang akan kamu lakukan kapten...?"


Tangan kiri bandit mengangkat wajah nona muda itu dan lebih menekankan pisau di tangan kirinya pada leher nona muda.


"berhenti!!!"


Kapten penjaga berteriak dan memohon kepada bandit yang menyandra nona mudanya. Pedang yang di pegang kesatria penjaga di lepaskan ke tanah yang di ikuti oleh ksatria penjaga lainnya.


*Trang!


*Trang!


"apa yang kamu lakukan! apa ka-"


*Zrash!


"Kyaaaaa"


Bahkan sebelum bandit menyelesaikan kata-katanya, anak panah lain menembus kepala bandit dari belakang.


Darah yang menyembur dari bandit menyebar ke tubuh nona muda itu dan berteriak atas kejadian yang terjadi.


"Togay!!!!"


Impian berteriak. Togay yang mendengar melaju dan mengangkat perisai yang di pegangnya.


Masih ada satu bandit lagi yang berada di dekat nona muda itu. Meski bandit yang menyandra telah di kalahkan, mereka tidak bisa lengah dari penjagaan.


Bandit yang tersisa bisa saja melakukan tindakan yang tidak di inginkan. Atas teriakan Impian, Togay menyadari hal tersebut dan berlari ke arah nona muda.


Bandit yang tersisa tersadar dan menghunuskan pedangnya ke arah nona muda.


*TRANG!!


Pedang berbenturan dengan perisai Togay dan menghalangi serangan bandit yang tertuju langsung ke arah nona muda.


*Suk

__ADS_1


*Jleb!


*Jleb!


Dua anak panah lain menembus tubuh bandit itu. Bandit tidak mati dan masih dapat bergerak.


*Zrash!!


-8765


Meski angka kerusakan tidak begitu tinggi, pedang Togay menebas tubuh bandit dan membuat bar kesehatan bandit turun menjadi 0.


"beraninya kalian!!"


Bos dari bandit berteriak dan menyerang dengan amarah setelah melihat anak buahnya yang tersisa telah di kalahkan.


"kamu menurunkan penjagaanmu"


Akibat serangan dari pemimpin bandit yang telah di kuasai amarahnya, pemimpin bandit membuka banyak celah pertahanan yang di miliki. Impian merubah senjatanya sekali lagi dan mengganti dengan dua pisau (dagger).


*Zrash!


*Zrash!


*Sing!


*sang!


Dengan kecepatan, Impian menyayat tubuh pemimpin bandit berkali-kali dengan jedua pisau-nya.


"sudah, berhenti"


Tangan Impian di pegang oleh orang yang tiba-tiba berada di sebelahnya.


Dia adalah salah satu calon ksatria suci yang mengawal Saintess bersama Impian. Busur besar dapat terlihat di tangan lainnya saat orang ini menahan tangan Impian dari menghabisi tubuh pemimpin bandit.


Phelipe Vartuin


Light Snipper


Calon Ksatria Suci Saintess


Lvl 198


Meski Impian belum pernah berkenalan dengan orang ini sebelumnya, tetapi nama, kelas, dan lvl dapat terlihat di mata Impian.


"biar aku yang mengurus dari sini, kamu dapat membantu mereka"


"baiklah"


Impian pergi dan menyerahkan tubuh pemimpin bandit yang telah terluka parah dan 'tak berdaya di tanah. Meski belum mati, tetapi bar kesehatan yang di miliki sudah kurang dari 10% dan serangan beruntun Impian telah membuatnya seperti itu.


"[Midle Heal], [Purify], [Mini Blessing]"


Berbagai sihir di lemparkan oleh Impian kepada ksatria penjaga, kakek pelayan, dan terakhir nona muda itu.


Tidak hanya kesehatan mereka yang telah berkurang, tetapi serangan mental telah melukai mereka dari kejadian ini. Maka dari itu, Impian melemparkan sihir penyembuhan dengan sihir lainnya, berharap mental mereka dapat pulih.

__ADS_1


__ADS_2