INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 75 : MEMBUKTIKAN DIRI?


__ADS_3

"kenapa selalu saja ada duel melawan NPC kemanapun kamu berada..."


"mana aku tahu, lagi pula kamu melihat sendiri apa yang terjadi sebelumnya bukan?"


Saat ini, Impian sedang bersiap - siap untuk melakukan pertarungan satu lawan satu. Orang yang akan di hadapinya berdiri di depan sana.


"aku siap 'nak, AYO CEPAT!"


Pria besar dengan tubuh seperti singa telah melepas pakaian resminya dan memakai pakaian casual. Dia berdiri untuk menghadapi Impian dalam pertarungan satu lawan satu.


Pria itu adalah Gerald, orang yang sebelumnya membangga - bangga-kan Impian di hadapan setiap orang di sini. Akan tetapi, apa yang dia katakan sebelumnya, adalah ia yang ingin bertarung melawan Impian, tetapi tidak dengan kekuatannya yang masih kurang, berbanding terbalik dengan apa yang terjadi saat ini.


Mereka berdua saling berhadapan dengan setiap orang kuat di tempat ini tertuju ke arah mereka.


"huh..."


Impian hanya bisa mengeluh dengan apa yang telah terjadi sebelumnya.


Balik ke beberapa menit sebelumnya. Saat di mana keputusan telah di buat.


Pengumuman atas kata - kata Gerald terdengar keras dan orang - orang yang berada di tempat ini memandang ke arah Impian. Atas kata - kata yang telah terucap dari Gerald, perdebatan keras terjadi. Tidak hanya dari ras dwarf dan beastman, tetapi dari ras elf, bahkan manusia yang sedang berselisih dengan aliansi mereka juga ikut berdebat.


Kebanggaan mereka, sebagai orang kuat, tidak menerima atas kata - kata Gerald. Seorang pemula dan Impian yang masih memiliki lvl di bawah seratus, tidak bisa di sebut sebagai salah satu dengan mereka.


Atas kata - kata Gerald sebagai pengakuan akan diri Impian, sistem prom muncul di hadapan Impian.


[anda telah di akui oleh salah satu dari delapan pilar Wildmanor]


[mendapatkan title [orang yang di akui oleh Vainglory Wildminor]]


[orang yang di akui oleh Vainglory Wildminor]


[Kemampuan anda telah di akui oleh Gerald Zarcknov, Vainglory Wildminor.


Ketenaran kerajaan Wildminor +10000


Ketenaran dunia +100]


Tidak ada yang cukup spesial, kecuali ketenaran pertama yang di dapat untuk kerajaan beastman Wildminor dan bertambahnya ketenaran dunia yang di miliki Impian. Meski begitu, perdebatan antar orang - orang yang berkumpul di sini masih tidak memudar.


Masalah posisi tinggi dari Impian yang di dapat di kerajaan suci Lorena karena pengangkatan langsung oleh Sang Saintess, mereka menganggap itu masalah lain. Akan tetapi, berbakatnya seseorang, berbeda dengan kehebatan yang dimiliki saat ini.


Dia berbakat, tetapi masih belum mencapai standar mereka hingga dapat di anggap kuat. Pernyataan Gerald dianggap berlebihan oleh yang lainnya.


Hingga Gerald mengatakan sesuatu yang tidak buasa-


"mudah untuk meyakinkan kalian"


"hmph! bagaimana cara kamu meyakinkan kami!?"


"nak, bertanding denganku! mereka akan melihat seberapa hebat dirimu!"


Kata - kata yang di ucapkan oleh Gerald, membuat gempar seluruh orang yang berkumpul. Seorang dengan kemampuan hebat seperti Gerald, mengajukan tantangan kepada pemula di depannya. Absurd! sungguh konyol-


"jangan berlebihan paman, aku tidak sehebat itu, biarkan mereka menilai seperti yang mereka mau"


Impian tidak ingin mengambil pusing dengan masalah perdebatan mereka. Membalas dengan senyuman dan menolak sehalus mungkin ajakan Gerald.

__ADS_1


berhenti membuat masalah lebih besar.... kenapa aku harus membuang tenaga untuk itu...


Jika ingin bertanding, maka bertanding atas keinginan sendiri, bukan karena terpaksa atau kebanggaan dan memenuhi keinginan atas penasaran mereka. Hal itu adalah apa yang selalu Impian pikirkan, karena hal itu, Impian hanya bisa berkata di dalam hati.


"apa yang kamu bicarakan? terima dan buktikan dirimu! ksatria yang di pilih langsung oleh Yang Mulia, tidak bisa di remehkan begitu saja!"


"aku memang terkejut mendengar ucapan Ardan, tetapi apa yang di katakan Ardan sangat benar. Pergilah dan buktikan Impian... kamu tidak selemah itu!"


Lara yang tidak memiliki pola pikir keras, bahkan menyetujui kata - kata Ardan. Ardan sendiri, yang tidak menyukai Impian karena belum memiliki kemampuan sekuat calon ksatria suci lainnya, bahkan tersinggung dengan mereka yang meremehkan Impian. Tidak hanya itu, Phelipe yang selalu pendiam, menatap tajam kearah Impian, seakan mengatakan bahwa Impian harus melakukannya.


"BUAHAHAHA, kamu dengar sendiri. Bahkan mereka yang seleting denganmu mengatakan seperti itu. Ayo kita lakukan! tenang saja, aku akan bertindak seperti Saron saat mengujimu!"


Gerald yang mendengar perkataan Lara dan Ardan, tertawa keras dan meyakinkan Impian. Mendengar tekanan dan pertaruhan nama dari ksatria yang di pilih langsung oleh Saintess, membuat Impian mau tidak mau harus menerimanya.


"huh~ baiklah..."


Dengan ucapan itu, disinilah keadaan akhirnya menjadi seperti sekarang.


Impian berdiri tidak jauh dengan Gerald. Tanpa senjata satupun yang di pegang olehnya. Dihadapannya sendiri, Gerald telah melepas pakaian resminya dan hanya mengenakan pakaian polos yang memperlihatkan tubuhnya yang besar.


"kamu tidak memakai senjata apapun?"


Melihat Impian yang seperti itu, Gerald mempertanyakan keputusan yang di ambil oleh Impian.


"ya, ini hanya memperlihatkan kemampuan-ku bukan? cukup menggunakan ini"


Sembari berkata, Impian menunjukan tangannya yang di ulur kedepan. Dengan menutup dan membuka tepak lengannya, menyatakan bahwa tinju saja sudah cukup.


"Bahahaha! menarik! menarik 'nak! majulah jika kamu sudah siap!"


Tambahan status yang ada pada senjata, akan menambah kemampuan pemilik. Untunglah dia memutuskan membuangbsenjatanya...


Hal itu, adalah salah satu pengaturan yang ada di dalam permainan seperti ini. Dengan perbedaan level dan status yang sudah sangat besar, Impian tidak menginginkan Gerald menjadi semakin jauh perbedaan status dengan dirinya.


...Gerald Zarcknov...


...Vainglory Wildminor...


...Barbarian Beast...


...Level 398...


Tanpa berbasa - basi dan membalas kata - kata dari Gerald, Impian maju kedepan, berlari kearah Gerald!


Meski sangat cepat dengan ukuran orang yang memiliki level sama dengan Impian, tetapi setiap orang yang melihat tidak tampak terkejut. Mereka adalah orang - orang dengan kemampuan tinggi, sementara pertarungan ini adalah pertarungan untuk membuktikan kemampuan Impian yang telah di akui oleh Gerald sendiri.


Harapan mereka sangat tinggi untuk melihat seberapa kuat Impian, bukan seberapa kuat Impian di kalangan orang - orang yang memiliki level setara dengannya.


Meski begitu, Impian berlari ke arah Gerald. Hingga tiba di depan, tepat dua langkah dari Gerald berdiri, tanah di bawah Impian terangkat dan mendorong Impian kedepan. Dengan pergerakan Impian yang sudah sangat cepat, dorongan tanah yang terangkat, membuat Impian melaju ke arah Gerald dengan lebih cepat lagi.


Sayangnya, gerakan Impian masih dapat di saingi oleh Gerald. Melihat Impian yang tiba - tiba bertambah cepat dan telah tiba di depan mukanya, Gerald mengangkat tangan kanannya untuk bermaksud menahan pukulan yang datang dari Impian.


Impian yang terkenal dengan serangan tipuan, menghentikan serangan pukulannya dan menghentak ke samping tiba - tiba. Memanfaatkan lingkaran sihir yang muncul di udara, di manfaatkan sebagai pijakan.


Melihat hal inj, Gerald tidak terkecoh dan menyimpulkan bahwa Impian yang ingin menyerangnya dari samping, tangan kiri Gerald terangkat dan bermaksud menyerang Impian terlebih dahulu dengan pukulan jab-nya.


Sayangnya, sekali lagi, Impian menghentak kesamping bukan untuk tujuan menyerang Gerald dari samping. Pukulan jab yang telah menghempas, di hindari oleh Impian dengan posisi aneh di udara.

__ADS_1


Ini adalah hasil dari latihan Impian yang menggunakan aliran mana untuk memperkuat dan mempercepat gerakan di waktu yang tepat. Impian tiba - tiba menjadi lebih cepat sesaat dan memperkuat kakinya untuk menghentak lingkaran sihir agar dapat menghindar.


Kakinya menapak pada dua lingkaran sihir yang tercipta di udara. Sesaat menghindari pukulan jab Gerald dengan cara seperti memutar tubuh, kaki kanan Impian teraliri mana dan mengayun ke belakang kepala Gerald!


*BUUUGGGHHHHH!!!


Dampak dari tendangan Impian yang mengenai belakang kepala Gerald terdengar sangat keras. Hembusan udara yang tercipta membumbung dibsekitar. Hasil dari serangan itu, memperjelas seberapa kuat tendangan yang di lancarkan.


Meski begitu, Gerald masih tetap berdiri teguh dan tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya. Kepala yang terlihat miring kedepan, tetapi terlihat bahwa serangan yang sangat keras itu seakan bukan apa - apa bagi dirinya.


"lumayan 'nak!"


Sembari berkata seperti itu, kedua tangan Gerald berusaha menangkap Impian yang masih memiliki pose aneh di udara.


Melihat kedua tangan terangkat yang berusaha menangkap dirinya, Impian menghentakan kakinya sekali lagi pada lingkaran sihir. Sembari menggunakan sihir [Telekinesis Void] pada kedua lengan Gerald.


Sihir itu tidak memberikan dampak besar, tetapi satu setengah detik menghentikan kedua lengan Gerald yang berusaha menangkap Impian. Dalam situasi seperti ini, satu detik sangat berharga, apalagi satu setengah detik yang tercipta.


Dengan hal itu, Impian memanfaatkan situasi dan pergi kearah belakang leher Gerald. Mengunci kepalanya dengan kedua kaki yang di silangkan, Impian mencekik Gerald dengan kakinya.


Tidak berhenti di situ, Impian mengaktifkan kemampuan cincin dan melapisi telapak tangannya dengan mana yang sangat besar. Semua itu terjadi sekejap, seakan terasa seperti hal bernafas, mengalir begitu saja.


*BUK! BAK! BUGH! BAGH! BUGH!


Rentetan pukulan keras mengarah ke kepala Gerald dari tinju Impian. Suara yang di hasilkan sangat keras, bahkan terdengar hingga luar taman.


Setiap orang yang melihat, sangat merasa ngeri dari tindakan yang terjadi. Bagaimana jika mereka terkena serangan langsung berturut - turut seperti itu? apakah mereka akan baik - baik saja?


Sayangnya, yang di pukul secara beruntun adalah Gerald. Seseorang yang terkenal akan kekerasan tubuhnya dari seorang beastman. Tubuh Gerald telah berubah menjadi hitam legam, menyelimuti sekujur tubuh dari dirinya.


Impian yang terlihat bernafsu memukuli kepala Gerald dan terlihat tidak akan berhenti, tiba - tiba tubuhnya melayang di udara. Tubuh Impian telah terlepas dari kepala Gerald!


Menyadari tubuhnya berada di udara, Impian melihat tinju Gerald yang telah melayang ke arahnya. Apa yang terjadi sangat cepat dan Impian merasa tidak akan bisa menghindari hal itu.


Menangkupkan kedua tangannya di depan, Impian berinisiatif untuk menahan pukulan itu. Tidak hanya kedua lengannya yang di tangkup untuk menahan tinju Gerald, tetapi perisai sihir di ciptakan di depan dirinya.


*BANG! BUGH!


Perisai sihir langsung pecah begitu saja akibat pukulan Gerald. Tetap melesat kedepan dan memukul Impian!


Tubuh Impian terhempas jauh beberapa meter hingga akhirnya menabrak salah satu tembok bangunan yang langsung membuatnya hancur. Dapat di pastikan, bahwa pukulan itu sangat keras dari hasil yang di ciptakannya.


"BERHENTI!!"


Seorang elf tiba - tiba berteriak ke arah kerumunan. Pakaian mewahnya dan mahkota kecil yang di pakai di atas kepala, memperjelas siapa dirinya. Ditambah beberapa orang yang ada di sampingnya, memperlihatkan seluruh sosok pemimpin yang menghadiri pertemuan ini.


Dia adalah raja dari kerajaan Onteral, pemimpin dari ras elf yang berada di benua tengah. Sosok yang di anggap tinggi oleh seluruh ras elf yang ada.


Mendengar teriakan tersebut, semua orang melihat sosok itu dan terdiam membeku. Sepertinya, akibat serangan yang terjadi antara Impian dan Gerald, terdengar hingga ke dalam ruangan. Hal itu menunjukan dari seluruh orang yang berada di dalam bangunan berada di sini saat ini.


"jelaskan apa yang terjadi di sini, Gerald Zarcknof!"


Sang raja elf melotot dan berteriak kearah Gerald. Dari raut wajah yang di tunjukan, terlihat bahwa ia sedang marah terhadap Gerald.


"pergi ke tempatnya dan sembuhkan dia"


Sang Saintess berkata kepada seorang yang terlihat seperti pendeta agung di sampingnya. Mendengar perintah dari Saintess, pendeta agung itu pergi ke arah tubuh Impian yang telah tertutup puing - puing reruntuhan.

__ADS_1


__ADS_2