INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 143 : MEMULIHKAN IMPIAN


__ADS_3

"woah... waktu sudah menunjukan jam malam, tetapi masih banyak kegiatan yang dilakukan orang-orang di kota ini"


"tentu saja. Peristiwa kali ini sudah menjadi ancaman dunia. Minster yang muncul sekuat satu ksatria kerajaan"


"ah, karena jalannya pertempuran terlihat lancar, aku melupakan hal itu. Kamu benar dewi Alice, itulah sebabnya orang-orang itu terlihat sibuk, berbeda dengan seseorang yang sedang dibopong dan bersantai disana"


Impian : [berisik, aku juga malu dilihatin orang-orang dalam posisi ini!!]


Kelompok telah sampai di kota Cilvsi dan sedang menuju gerbang teleportasi kota. Orang-orang disini masih dalam kesibukan dengan mensuplay kebutuhan persediaan prajurit yang sedang berperang melawan monster-monster dari dunia Chaos meski waktu sudah menunjukan malam hari.


Penatua Feanor yang membawa Impian dengan memanggil spiritnya dalam mode penuh, membuat perhatian orang-orang menuju kearahnya. Togay yang berkomentar ditengah perjalanan mereka hanya dibalas lewat pesan chating oleh Impian karena malu.


Meski begitu, dengan wujud spirit penuhnya penatua Feanor, membuat orang-orang yang sibuk di kota ini langsung membuka jalan begitu saja bagi mereka. Tidak ada satupun yang berusaha menghambat dan perjalanan menjadi lancar.


"buka gerbang menuju ibu kota"


"baik tuan"


Penggunaan gerbang teleportasi yang selalu sibuk hingga saat ini, tidak menghambat kelompok untuk menunggu dalam penggunaan langsungnya. Tentu saja, yang ingin menggunakan saat ini adalah orang penting bagi elf. Penjaga dan pengelola gerbang teleportasi tidak akan berani menghambat kelompok untuk langsung menggunakannya.


Perjalanan begitu lancar, hingga akhirnya kelompok tiba di istana.


"maaf pendeta dari Lorena. Anda harus berhenti dan berpisah disini"


"aku mengerti, tetapi tolong biarkan aku tetap disini hingga aku mendapat kabar tuan Impian telah pulih sepenuhnya"


"terimakasih dan tentu saja kami akan langsung mengabarkan kepada anda begitu tuan Impian pulih"


Pendeta Lorena tidak dibiarkan masuk ke lingkungan istana, meski begitu, prajurit penjaga gerbang menuntun dirinya untuk menetap sementara pada bangunan yang dekat dengan lingkungan istana. Mereka berjanji akan mengabarkannya langsung begitu kesehatan Impian telah pulih.


Begitu kelompok melewati gerbang istana, tidak jauh dari sana, raja dan beberapa penatua yang tersisa berdiri untuk menyambut mereka.


"bunda alam telah menunggu. Bergerak cepat agar tidak membuat bunda alam menunggu lebih lama"


Sebelum penatua Feanor dan Nowe ingin memberi salam kepada raja mereka, tangan sang raja terangkat dan mengisyaratkan mereka untuk berhenti. Memberitahu mereka untuk segera tanpa penundaan kembali agar tidak membuat dewi mereka menunggu.


"HwaHwaHwa! Keadaanmu sangat buruk bocah!"


Begitu kelompok tiba di lingkungan belakang istana, seekor naga besar tertawa keras setelah melihat kelompok yang membawa tubuh Impian. Itu adalah Diaval yang sudah berada di tempat ini dengan sosok tubuh aslinya.


Tawa menggelegar itu yang keluar dari seekor naga besar, membuat Togay dan Alice sempat membeku ditempat mereka. Tidak hanya penuh akan ke-ngerian dan dominasi akan penampilannya, tetapi juga kekaguman dan keagungan karena dia adalah seekor naga.


"kamu terlihat sangat senang melihat-ku"

__ADS_1


Togay : [woah, kalian sudah saling kenal? apakah naga itu dewi para elf?]


Impian : [dia bukan dewi elf yang dimaksud. Lihat wanita mudah yang ada disebelahnya]


"berhenti mengganggu kakak Diaval!"


Begitu wanita muda itu berbicara, akhirnya kehadiran dirinya diketahui oleh seluruh orang. Begitupula dengan seluruh elf yang langsung bersujud ketika mengetahui sosok wanita muda itu telah tiba dihadapan mereka.


Melihat hal itu, mau tidak mau Togay dan Alice ikut bersujud bersama para elf. Akan canggung jika mereka berdua yang bukan siapa-siapa tidak ikut melakukannya yang bahkan raja elf sendiri bersujud dihadapan sosok ini.


Impian : [lihat, orang inilah dewi mereka]


Togay : [dan apa-apaan itu, panggilannya kepadamu? kakak?]


Alice : [aku tidak melihat dia seorang pengguna, bukankah dia NPC?]


Impian : [yah, ceritanya panjang. Akan aku ceritakan nanti]


Ditengah-tengah sujud mereka berdua yang mengikuti perilaku para elf, Togay dan Alice mencuri-curi pandang untuk melihat penampilan sosok yang dianggap dewi oleh elf.


Alice : [Dia sangat imut!]


Setelah mengatakan itu pada chat, Alice tersadar dan melirik Togay karena khawatir akan sifatnya yang suka berlebihan terhadap wanita cantik. Untung saja Togay masih tetap diam dan tidak bertingkah berlebihan saat ini.


Bukan apa-apa, tetapi sosok gadis remaja dihadapan mereka saat ini adalah sosok yang paling dihormati dan dipuja oleh seluruh elf. Jika tingkah Togay bermasalah saat ini, entah apa yang akan terjadi pada mereka.


"serahkan pemulihan kakak padaku"


"sesuai keinginan bunda alam"


Begitu penatua Feanor menyerahkan tubuh Impian kepada Pine, seperti kemampuan telekinesis, tubuh Impian melayang di atas danau Insania. Kemudian raja elf beserta bawahannya mengundurkan diri dari tempat itu.


Togay dan Alice juga dibawa oleh para elf. Tidak ada satupun ditempat ini kecuali Pine, Diaval, serta Impian.


Mendengar Pine yang langsung memberikan perintah kepada para elf dan bergerak begitu Impian dan yang lainnya baru saja tiba ditempat ini, sepertinya dirinya telah mengetahui semua yang terjadi. Tidak ada kata-kata pertanyaan ataupun meminta penjelasan, Pine langsung bergerak dan mengaktifkan kemampuannya untuk menyembuhkan Impian.


"bukankah aku sudah bilang padamu? kamu mempunyai dua cara, menyerap atau menghilangkan. Dasar makhluk serakah, aku tahu orang seperti kalian tidak terikat akan kematian, tapi serakah juga ada batasnya!"


"baik mam!"


Mungkin sudah bawaannya atau karena terlalu lama mengurus Pine, Diaval memarahi Impian atas tindakannya yang ceroboh.


"sudahlah, lagipula kakak tidak punya pilihan"

__ADS_1


"tahu dari mana kamu!?"


"para elf yang memberitahuku"


Pine membela Impian yang dimarahi oleh Diaval. Mendengar bahwa penekanan pada kata-kata Pine dari para elf yang memberitahunya, Diaval langsung terdiam dan tidak kembali membalas.


Seluruh elf dikerajaan Onteral memang memuja Pine sebagai dewi mereka, sehingga laporan demi laporan akan dikabarkan pada Pine. Seperti halnya terdapat beberapa elf yang terhubung Pine, seluruh elf berusaha mencari kemuliaan untuk menyenangkan hati Pine, sehingga jika Pine memberitahu Diaval bahwa 'para elf' yang memberitahunya, maka 99% itu adalah sebuah kebenaran.


Padahal tidak ada satu kata-pun yang terucap untuk menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana Impian bisa seperti itu saat kelompok dan para elf baru saja tiba di depan Diaval. Dikarenakan Pine-lah yang menjadi dewi mereka dan bukan Diaval, para elf yang melaporkan tanpa sepengetahuan Diaval memang sering terjadi.


Kebenaran Impian sendiri, berbeda dengan apa yang terlihat oleh para elf.


Sebenarnya apa yang dilakukan Impian menyerap mana Ether memang satu-satunya pilihan pada situasi akhir, tetapi menyerap seluruh mana Ether diawal yang mengakibatkan hingga mana Ether meluap pada tubuhnya adalah murni keserakahan Impian seorang diri. Sehingga Impian hanya diam saja saat dimarahi oleh Diaval meskipun sempat dibela oleh Pine.


[Pineval sedang mencoba mengaliri diri anda dengan mana alam]


[Apakah anda ingin menerimanya?]


[Ya/Tidak]


Tubuh Impian melayang tepat diatas tengah-tengah danau Insania. Dirinya terbalit oleh air danau yang membentuk lingkaran penuh.


Saat dalam prosesnya, pengumuman sistem muncul dihadapan Impian dan memberitahu apa yang sedang terjadi.


Tentu saja aku akan memilih 'Ya'!


[Mana alam yang terkandung dalam mana stream sedang menyeimbangkan energi negatif yang meluap pada tubuh anda]


[Proses penyelesaian membutuhkan waktu]


[..1% / 100%..]


Setelah menekan tombol terima pada sistem, jalannya proses yang terlihat sangat lambat. Persentase dari penyelesaian dalam pemulihan hampir tidak terlihat bertambah dan hanya memunculkan angka 1% sedari tadi.


"kugh... apa prosesnya membutuhkan waktu panjang?"


"maaf kakak, hanya ini yang bisa aku lakukan saat ini"


"padahal sudah dibantu, tapi kata terimakasih saja tidak terucap dari mulutmu!?"


"hahaha, maaf.., terimakasih telah membabtuku Pine"


"mmn!"

__ADS_1


Meski jalannya proses penyembuhan tergolong sangat lambat, akan tetapi kenyamanan yang diberikan dalam prosesnya sangat baik. Perasaan hangat dan kesemutan sebelumnya yang dirasakan telah sirna karena kemampuan pemulihan Pine.


Seseorang sekaliber dirinya yang telah turun tangan memang sudah berbeda ketimbang para elf dan pendeta Lorena sebelumnya yang tidak bisa berbuat apa-apa kepada Impian.


__ADS_2