Istri Centil Mas Adi

Istri Centil Mas Adi
Sekeluarga Panik Perihal Kondisi Yusuf


__ADS_3

Malam Hari.


Suhu tubuh Yusuf menjadi sangat dingin dan itu membuat panik Caca. Caca panik hingga ia menangis histeris sementara sang suami akhirnya menghubungi para orang tua agar segera datang ke rumah sakit. Mungkin dengan cara itu keadaan Yusuf jauh lebih baik.


“Dok! Bagaimana keadaan bayi saya? Kenapa bayi saya suhunya selalu berubah-ubah? tadi panas dan sekarang dingin. Bagaimana ini dok?” tanya Caca khawatir.


“Mas dan Mbak Mohon tunggu di luar! kami akan berusaha menangani Yusuf, Mohon pengertiannya!” pinta Sang dokter kepada Adi dan juga Caca agar segera keluar dari ruangan tersebut.


Caca enggan meninggalkan buah hatinya yang terlihat sangat lemah akan tetapi mereka juga harus mengikuti peraturan yang ada. pada akhirnya Caca dan Adi keluar dari ruangan itu.


Caca sangat ketakutan rasa takutnya sama halnya Ketika ia mengetahui sang suami beberapa bulan lalu mengalami kritis dan bahkan dokter sempat mendiagnosa bahwa Adi bisa hidup hanya 10% saja.


“Mas tadi sudah menghubungi Papa Rio, mama ismia dan ibu Puspita. Insya Allah saat ini mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit,” terang Adi kepada istri kecilnya yang nampak putus asa.


“ya Allah kenapa tidak hamba saja yang terjangkit DBD ini Kenapa Harus Yusuf? kenapa harus Putra kami? Yusuf masih sangat kecil ya Allah Tolong pindahkan lah penyakit buah hati kami kepada hamba ya Allah,” ucap Caca memohon agar penyakit Yusuf pindah ke tubuhnya.


“astaghfirullahaladzim Caca sayang kenapa berdoa seperti itu? kenapa tidak berdoa saja supaya kita semua dalam keadaan sehat walafiat. Kenapa harus seperti itu? ayo coba istighfar,” balas Adi kepada istrinya agar kembali istighfar.


“Bukankah hampir setiap ibu berdoa seperti itu jika anaknya sakit begitulah dengan Caca lebih baik Caca saja yang sakit daripada Yusuf Mas,” pungkas Caca yang lebih memilih dirinya sakit ketimbang buah hati mereka.


Pandangan Caca perlahan kabur dan tiba-tiba saja semua menjadi gelap. Saat itu juga Caca pingsan tak sadarkan diri.


“Caca!” Seketika itu Adi panik melihat istrinya pingsan tak sadarkan diri di hadapannya.


Adi belum bisa mengangkat tubuh istrinya bahkan menggendong Yusuf pun Adi masih takut. Akhirnya Adi meminta para perawat atau siapapun yang ada di sekitarnya untuk membantunya membopong sang istri.


Neberapa jam kemudian.


Papa Rio, mama ismia, dan ibu Puspita Akhirnya sampai di rumah sakit. mereka bertiga berlari menghampiri Adi yang tengah duduk sendirian dengan pakaian serta rambut yang acak-acakan.


“Nak Adi Bagaimana keadaan Yusuf? Bagaimana keadaan cucu kami? Apakah Yusuf baik-baik saja? Di mana Caca Kenapa Caca tidak terlihat tanya Mama ismia panjang lebar.


“Yusuf terjangkit demam berdarah mama sementara Caca belum sadarkan diri kemungkinan syok karena Yusuf belum juga membaik,” pungkas Adi.


““Astaghfirullahaladzim,” ucap Papa Rio terkejut.


“innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” tutur Ibu Puspita.


“Ya Allah ujian apalagi ini ya Allah kenapa harus seperti ini? Astagfirullahaladzim, astaghfirullahaladzim, Astagfirullahaladzim,” tutur Mama Ismia.


Mama ismia kemudian meminta Adi menunjukkan ruang di mana Caca tak sadarkan diri.


Adi pun berjalan menuntun Mama mertua masuk ke sebuah ruang tempat di mana Caca sedang beristirahat.


“ Nak Adi tolong tinggalkan kami berdua di sini” pinta mama ismia.


“Baik Mama kalau begitu Adi permisi,” balas Adi dan melenggang pergi meninggalkan mama ismiyah bersama dengan Caca yang belum juga siuman.


Adi, Papa Rio dan juga ibu Puspita sedang duduk sambil terus berdoa memohon agar Yusuf segera membaik.


berjam-jam lamanya mereka menunggu,tetapi belum juga mendapat kabar baik mengenai kondisi Yusuf. sekeluarga pun panik bahkan Papa Rio menangis perihal kondisi cucu pertama mereka.


Dokter yang menangani Yusuf belum bisa memberikan kepastian dan meminta para keluarga untuk terus berdoa karena keadaan Yusuf yang tiba-tiba saja menurun drastis.


Mama ismia kembali menghampiri mereka bertiga karena Caca tak kunjung siuman. penyebabnya adalah Caca kurang beristirahat karena terlalu keras memikirkan kondisi kesehatan bayi Yusuf.


Papa Rio melihat wajah Adi yang nampak pucat karena takut terjadi apa-apa Papa Rio mengajak Adi tidur di hotel.


“Nak Adi, sepertinya Nak Adi sangat kelelahan. Mari ikut papa! Nak Adi harus beristirahat!” ajak Papa Rio yang khawatir dengan Adi yang belum sepenuhnya sembuh.

__ADS_1


“Tidak usah papa biarkan Adi di sini saja sambil menunggu kabar dari dokter mengenai kondisi Yusuf. Dan juga Adi tidak ingin jauh-jauh dari Caca. Saat ini hati Caca sedang terguncang,” terang Adi.


“Kalau begitu Papa minta Adi segera memeriksa kondisi kesehatan Adi. Ayo Papa temani!” ajak Papa agar Adi segera diperiksa keadaannya.


Adi pun mengiyakan dan bersama-sama menuju ruangan lain untuk mengecek kesehatannya.


Setelah dicek oleh dokter ternyata Adi kelelahan dan bahkan tangan kirinya bisa saja mengalami mati rasa untuk sementara waktu jika Adi terus banyak bergerak. Adi tak bisa memungkiri bahwa tangan kirinya ia paksa untuk bergerak lebih keras sehingga hal itu pun terjadi.


“Apa kata dokter, Adi?” tanya ibu Puspita yang penasaran dengan hasil pemeriksaan kondisi kesehatan putra kandungnya.


Adi memilih untuk diam dan pada akhirnya papa Rio lah yang menjawab pertanyaan dari besannya itu. Papa Rio menjelaskan bahwa Adi benar-benar butuh istirahat total karena jika tidak tangan kirinya kembali tidak bisa digerakkan.


“Adi! Bukankah sebelumnya dokter telah memberitahukan kamu kalau tidak boleh banyak bergerak? Jangan membuat kami ketakutan terlebih lagi Caca kasihan Caca,”tutur Ibu Puspita kepada Putra kandungnya.


“Maafkan Adi Bu. Adi akan berusaha untuk tidak banyak bergerak sekali lagi Adi minta maaf karena telah membuat Ibu khawatir,” balas Adi.


Pagi hari.


Semalaman mereka tidak tertidur hanya demi menunggu kabar baik dari dokter. akan tetapi dokter tetap memberikan penjelasan yang sama mengenai kondisi kesehatan Yusuf.


Caca terbangun dan terkejut karena mengetahui bahwa dirinya ada di sebuah ruangan. Perlahan Caca Turun Dari Ranjang tersebut dan berlari menuju ruang di mana bayinya dirawat.


“Ya Allah, Mas. Apa semalaman Caca ketiduran?Kenapa Caca tidak ingat apapun?” tanya Caca ingat bahwa dirinya pingsan tak sadarkan diri.


Mama isinya bangkit dari duduknya dan memeluk Caca yang kelihatan kebingungan.


“Ya Allah, Caca sayang. Kenapa wajah kamu begini?” tanya Mama Ismia yang tidak sanggup melanjutkan ucapannya dan justru menangis Entah berapa banyak air mata yang sudah keluar selama beberapa bulan terakhir ini.


“Mama ke sini kapan datangnya Kenapa Caca tidak tahu lalu gimana Yusuf Apakah Yusuf sudah sembuh tanya Caca seperti orang linglung.


“Dokter belum juga memberitahu keadaan Yusuf. sepertinya kondisi Yusuf menurun,” jawab Mama ismia apa adanya.


Dokter kembali menghampiri mereka dan mengatakan kalau kondisi Yusuf cukup membaik.


“Benarkah Apakah benar dokter ya Allah terima kasih terima kasih ya Allah,” ucap Caca dan seketika itu bersujud atas kondisi Yusuf.


“Allah mendengarkan doa-doa orang yang tulus dan Allah mengabulkan doa-doa itu untuk Yusuf,” ucap sang dokter kemudian pamit karena ada pasien yang harus ia tangani.


Sebelum dokter itu pergi, Caca bertanya apakah iya boleh menemui Yusuf ataukah tidak. dokter tersenyum dan memperbolehkan jika Caca ingin menemui bayinya. Terima kasih dok Sekali lagi saya ucapkan terima kasih ucap.


“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, Dok. ucap Caca.


Caca pun tak sabaran untuk segera masuk menemui buah hatinya yang saat itu Tengah terlelap. Perlahan caca menyentuh pipi buah hatinya dan membisikkan sesuatu kepada bayinya itu.


Ternyata Caca tidak bisa lama-lama berada di ruangan itu karena salah satu perawat meminta Caca untuk segera keluar. dengan berat hati Caca menuruti apa yang dikatakan perawat tersebut dan sebelum pergi Caca mengecup pipi chubby buah hatinya.


““Caca Bagaimana keadaan Yusuf Apakah Yusuf terlihat baik-baik saja, ” tanya Mama ismia sesaat Caca keluar dari ruangan tersebut.


“Caca tidak tahu Mama karena saat Caca di dalam Yusuf sedang tertidur dan Caca tidak bisa membangunkan Yusuf takutnya Yusuf justru kembali rewel.”


““Syukurlah kalau Yusuf baik-baik saja akan tetapi sepertinya untuk beberapa hari ke depan Yusuf akan tetap di rumah sakit,” ujar Papa Rio.


“Mas tidak pergi mengajar?” tanya Caca.


““Sepertinya mas tidak akan mengajar lagi,” jawab Adi dan jawaban itu membuat para keluarga menatap Adi dengan tatapan bertanya-tanya.


pada saat ibu Puspita akan bertanya Adi meminta ibunya untuk tidak membahas apapun padanya pikiran Adi saat itu sangat kacau dan ia merasa bahwa dunia sedang tidak adil pada keluarga kecilnya.


“Mas mau ke mana?” tanya Caca ketika suaminya hendak pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


“Ingin mencari angin Apakah Caca ingin ikut?” tanya Adi.


Tanpa berpikir panjang cacat mengiyakan dan mereka pun berjalan-jalan sekitar area rumah sakit'


para orang tua sama sekali tidak mengejar mereka berdua karena sepertinya Adit dan Caca butuh waktu untuk berduaan saja.


“Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi, ”ucap Ibu Puspita.


“Kasihan sekali mereka berdua. ujian yang Allah berikan kali ini sangatlah berat.” tutur mama Ismia.


Ponsel milik Mama ismia terus saja berbunyi akan tetapi ibu kandung dari Caca tak mengublis panggilan tersebut. Kemudian ponsel milik Papa Rio bbergantian berbunyi dan papa Rio pun tak mau beri panggilan telepon tersebut.


Sebenarnya orang tua Caca akan pergi ke luar kota karena ada bisnis yang sangat penting akan tetapi lagi-lagi mereka membatalkan semua acara penting tersebut karena yang lebih penting bagi orang tua Caca adalah keluarga.


Bahkan terbesit di pikiran mama ismia untuk berhenti dari pekerjaannya dan memberikan pekerjaannya kepada orang kepercayaan yang ia punya.


“mas mbak boleh minta tolong?”tanya ibu Puspita.


“Mbak mau minta tolong apa katakan saja Insya Allah saya bisa bantu,” jawab Mama ismia begitu juga dengan jawaban Papa Rio.


“Tolong pesankan saya ojek online Sepertinya saya harus pulang ke rumah kontrakan jawab.” ibu Puspita.


“Mbak mau pulang ke rumah kontrakan?” tanya mama ismia.


“Iya mbak saya ingin pulang ke rumah kontrakan Caca dan Adi,” jawab ibu Puspita.


Mama ismia tak lagi bertanya dan bergegas memesan ojek online untuk besannya agar bisa segera pulang ke rumah kontrakan.


“Mbak ojek online sudah Saya pesankan mungkin sekitar 5 menit lagi ojek online itu akan sampai,” terang mama'


““baik mbak terima kasih kalau begitu saya pamit pulang ke rumah kontrakan Assalamualaikum.”ucap Mama ucap Ibu Puspita.


““


Waalaikumsalam hati-hati ya mbak. kalau sudah sampai tolong hubungi kami agar kami tidak khawatir di sini pintar Mama


'“Baik mbak Assalamualaikum,” ucap Ibu Puspita sekali lagi


“Waalaikumsalam ”Jawab Papa Rio dan mama ismia.


Ibu Puspita pun pulang ke rumah kontrakan Caca dan juga Adi.


Ibu Puspita tidak perlu meminta kunci rumah Karena ia memiliki kunci cadangan untuk bisa masuk ke dalam rumah tersebut. Ibu Puspita sengaja pulang ke rumah karena ingin bersih-bersih rumah sekaligus ingin membuat Caca tidak banyak pikiran.


“Ya Allah semoga dengan ujian ini tidak ada ujian-ujian lain yang sangat berat Ya Allah tolong ya Allah kabulkanlah hambaMu ini Ya Allah tolong ya Allah amin ya robbal alamin.(Batin Ini Puspita)


Ibu Puspita sangat menyayangi Adi, Caca dan juga Yusuf. maka ketika ia mendengar kabar tersebut hatinya sangat terguncang namun Ibu Puspita menyimpan baik-baik rasa kesedihannya dan berharap persoalan keluarga merekasegera terselesaikan.


ibu kandung dari Adi Akhirnya telah sampai di depan rumah. seketika itu Ibu Puspita turun dan cepat-cepat masuk ke dalam rumah.


Hal pertama yang ia lakukan adalah membersihkan kamar menantunya karena itu yang paling penting.


Setelah itu Ibu Puspita membersihkan bagian dapur karena ia tahu bahwa Caca kurang teliti dalam membersihkan dapur. sedikitpun Tidak ada rasa kesal ataupun marah kepada Caca, karena Ibu Puspita sangat-sangat memaklumi menantu kesayangannya itu.


tiba-tiba saja Ibu Puspita terdiam mengingat kembali kenangannya Bersama sang suami yang telah meninggal dunia, Beberapa bulan yang lalu. ibu Puspita merindukan kehadiran almarhum Ayah Faizal. suami yang sangat baik dan juga pengertian suami yang tidak jauh berbeda dengan Adi.


“Ya Allah lindungilah keluarga kami ini ya Allah berkahilah kesejahteraan untuk keluarga kecil Putra kami amin Allahumma Amin,” tutur Ibu Puspita.


Setelah membersihkan bagian Dapur Ibu Puspita menyapu dan mengepel lantai. wanita paruh baya itu berharap sesampainya di rumah mereka segera beristirahat dan tidak melakukan pekerjaan apapun di rumah.

__ADS_1


__ADS_2