Istri Centil Mas Adi

Istri Centil Mas Adi
Ajakan Leo Membuat Adi Cemburu


__ADS_3

Pulang dari wisuda kelulusan, Caca dengan semangat menagih janji suaminya yang telah berjanji untuk memenuhi semua keinginannya.


Permintaan Caca tentu saja tidaklah sulit, Caca ingin Sang suami membawanya pergi ke suatu tempat yang menjadi tempat favorit suaminya.


Setelah mengetahui permintaan Sang istri, Adi mulai berpikir keras. Pria 28 tahun itu berusaha mengingat tempat favoritnya ketika masih kecil.


“Mas kenapa lama sekali mikirnya? Cepat bawa Caca ke tempat favorit Mas!” pinta Caca.


“Dengan memakai kebaya begini?” tanya Adi dengan tatapan terheran-heran.


Caca terkekeh geli ketika baru saja dirinya masih mengenakan Kebaya acara wisuda kelulusan.


“Jadi, kita pulang dulu nih?” tanya Caca seraya mendengus kesal karena ingin cepat-cepat pergi ke tempat favorit Sang suami.


“Kita pulang dulu, sekalian sholat dzuhur,” balas Adi dan mengajak istrinya masuk ke dalam mobil.


Ketika Caca hendak masuk ke dalam mobil, Leo dari kejauhan berteriak memanggil namanya.


“Caca!” panggil Leo.


Caca tak jadi masuk ke dalam mobil dan segera berbalik badan begitu mendengar namanya di panggil.


Leo tersenyum lebar seraya berlari menghampiri Caca.


“Ca, malam ini kamu ada waktu, 'kan? Aku ingin mengundang kamu makan malam di rumahku,” tutur Leo mengajak Caca untuk makan malam di rumahnya.


Caca tersenyum kaku sembari melirik kecil ke arah suaminya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.


“Leo, aku tanyakan dulu sama Mas Adi ya,” balas Caca.


Leo dengan berani mengetuk jendela mobil seraya meminta Adi keluar dari mobil.


“Ada apa?” tanya Adi yang sebenarnya sudah mendengar ajakan Leo kepada istrinya.


“Pak Adi, izinkan Caca datang ke rumah saya untuk makan malam bersama keluarga saya,” terang Leo yang terlihat jelas bahwa remaja laki-laki tidak menghiraukan status pernikahan Caca dan Adi.


“Tidak boleh,” balas Adi singkat.


“Kenapa memangnya? Hanya mengundang Caca makan malam kenapa tidak boleh?” tanya Leo yang bersikukuh ingin mengajak Caca datang ke rumah.


“Apakah Bapak boleh ikut?” tanya Adi tanpa ekspresi.


“Tidak boleh. Lagipula, saya mengundang Caca dan bukan Bapak,” tegas Leo.


“Ya sudah, itu artinya Caca tidak boleh pergi,” pungkas Adi dan meminta Sang istri untuk segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Caca dengan patuh masuk ke dalam mobil, tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Leo.


“Pak Adi ada masalah apa sama saya? Saya dan Caca berteman dari kelas 1” ujar Leo yang cukup kesal dengan sikap Adi yang meminta Caca untuk masuk ke dalam mobil.


“Leo, Bapak ini suami Caca. Apa hak kamu?” tanya Adi yang mulai terpancing emosi karena Leo.


“Ya jangan egois dong, Pak. Saya hanya ingin mengajak Caca makan malam bersama keluarga saya. Sebagai acara kelulusan saya dan juga Caca,” terang Leo yang masih ngotot ingin mengajak Caca makan malam di rumahnya.


“Masalahnya kamu hanya mengajak Caca,” tutur Adi yang masih dengan nada pelan.


“Ya, terus masalahnya apa? Yang lulus itu kami dan bukan Pak Adi!”


Adi memutuskan untuk segera masuk ke dalam mobil. Dikarenakan, Leo terus saja membuatnya kesal.


“Pak!” panggil Leo ketika Adi sudah masuk ke dalam mobil seraya menghidupkan mesin mobil untuk bergegas pergi.


Leo belum ikhlas dan ingin sekali memisahkan Caca dari Adi. Leo merasa bahwa yang pantas memiliki Caca hanyalah dirinya dan bukan Adi yang umurnya jauh di atas mereka.


“Mas cemburu ya?” tanya Caca menggoda suaminya.


“Sudah sangat jelas, kenapa masih di tanya?” tanya Adi seraya menatap lurus menghadap ke depan.


“Hhmm.. Kalau Caca pergi tanpa sepengetahuan Mas, bagaimana?” tanya Caca yang ingin mendengar respon Sang suami.


Ternyata seram juga ya kalau Mas Adi cemburu begini. (Batin Caca)


Adi merasakan kecemburuan yang cukup dalam karena ajakan Leo. Tidak ada seorang suami pun yang tidak cemburu jika istrinya diajak oleh pria lain, terlebih lagi pria itu menyukai istrinya.


“Caca cuma bercanda, Mas. Tidak bersungguh-sungguh dalam mengatakannya,” pungkas Caca meluruskan ucapannya.


“Iya, Mas tahu. Selanjutnya, Caca sebisa mungkin menjaga jarak dari Leo!” pinta Adi.


“Mas tenang saja. Lagipula, Caca cintanya cuma sama Mas,” balas Caca.


***


Sesampainya di rumah, Adi dan Caca bergegas menggantikan pakaian mereka. Kemudian, sholat dzuhur berjama'ah di kamar.


Sesudah sholat dzuhur, Adi mengajak istrinya untuk makan siang terlebih dahulu sebelum pergi ke tempat favoritnya.


“Apa Mas tidak bosan makan sayur terus?” tanya Caca penasaran ketika melihat sayur-mayur di meja makan.


“Kenapa memangnya? Kamu bosan makan sayur terus? Sayur itu sangat bagus untuk pencernaan dan juga kesehatan kita,” jawab Adi seraya mengisi piring istrinya dengan sayur bayam.


“Bukan begitu, Mas. Caca pengen sekali-kali kita makan ayam atau seafood,” tutur Caca.

__ADS_1


“InsyaAllah besok kita pergi ke pasar dan membeli ayam!”


“Horee! Terima kasih, Mas!” seru Caca dengan semangat.


Usai makan siang bersama, mereka berdua bergegas pergi ke tempat dimana Caca belum pernah mendatanginya.


“Mas, Caca benar-benar penasaran dengan tempat yang akan kita kunjungi,” tutur Caca begitu antusias.


“Mas tidak tahu apakah Caca suka tempatnya atau tidak. Yang jelas, tempat itu memiliki banyak kenangan untuk Mas,” ujar Adi.


Caca tersenyum bahagia dan mengirim pesan kepada Mama Ismia.


Ketika Caca ingin mengirim pesan singkat pada Mama Ismia, secara kebetulan ada panggilan masuk dari Leo.


“Siapa?” tanya Adi yang cukup terkejut mendengar nada dering Caca.


“Leo,” jawab Caca singkat yang tak berniat untuk menerima panggilan dari Leo.


“Angkat saja, siapa tahu memang ada hal penting yang ingin disampaikan Leo!” perintah Adi yang penasaran alasan Leo menghubungi Caca.


Caca menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Kemudian, ia menerima panggilan Leo.


“Wa’alaikumsalam, ada apa kamu menelpon aku?” tanya Caca.


Caca mengernyitkan keningnya terheran-heran setelah mendengar jawaban Leo.


“Leo, aku sibuk,” ucap Caca dan mematikan sambungan telepon secara sepihak.


Caca akhirnya tak jadi mengirim pesan kepada Mama Ismia dan malah menonaktifkan ponselnya agar Leo tidak bisa menghubunginya.


“Kenapa wajah kamu langsung lesu begitu?” tanya Adi penasaran.


Caca menghela napasnya dan menjelaskan alasan Leo menghubunginya.


“Apakah kalian sebelumnya sangat dekat?” tanya Adi yang terus mengendarai mobil menuju ke tempat favoritnya.


Caca tak langsung menjawab pertanyaan Adi.


“Kok diam?” tanya Adi semakin penasaran.


“Kalau dipikir-pikir sepertinya kami cukup dekat. Tapi, dari dulu Caca menganggap Leo sebagai teman biasa. Lagipula, dari dulu yang Caca sukai adalah Mas,” ungkap Caca.


Adi tersenyum penuh kemenangan. Ia sangat senang mendengar jawaban istri kecilnya.


“Cieee..” Caca tertawa melihat suaminya yang tersenyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2