
Malam Hari.
Ibu Puspita datang menghampiri Adi dan Caca di ruang tamu dengan membawa dua cangkir teh hangat untuk putra kandungnya serta menantu kesayangannya.
Adi menatap ibunya dengan tatapan bertanya-tanya dan Adi tahu bahwa ada sesuatu yang ingin ibunya katakan.
“Ada apa Bu? tanya Adi penasaran dan ingin mengetahui apa yang hendak disampaikan oleh ibu kandungnya.
“Maaf karena Ibu harus mengataka sesuatu hal malam ini kepada kalian berdua. Ibu ingin besok pagi pulang ke rumah,” ujar Ibu Puspita pada Adi dan juga Caca.
Caca tertunduk lesu dan terlihat jelas bahwa cacat tak setuju dengan keinginan Ibu mertuanya. Akan tetapi, Caca juga paham dirinya tidak bisa memaksakan keinginannya agar ibu mertuanya tetap berada di rumah kontrakan mereka.
“Apakah harus besok pagi, ibu?” tanya Adi.
“Iya Adi, ibu ingin segera pulang ke rumah. Ibu harap kalian bisa memahami keinginan Ibu ini,” jawab ibu Puspita.
Caca bangkit dari duduknya dan berpindah duduk tepat di samping Ibu mertuanya. Kemudian Caca menggenggam tangan Ibu mertuanya dan mengucapkan terima kasih karena sudah sangat banyak membantu dirinya maupun suaminya.
“Kalian berdua janganlah sedih, lagi pula ibu akan tinggal di sini lagi,” pungkas Ibu Puspita.
Caca mengiyakan apa yang dikatakan oleh ibu mertua dan meminta ibu mertuanya untuk selalu menjaga kesehatan selama berada di rumah orang tua dari Adi tersebut.
1 Jam Kemudian.
Tak terasa Setelah berbincang-bincang cukup lama, Caca merasa sangat mengantuk dan kebetulan Yusuf menangis di dalam kamar. Adi maupun Caca pamit masuk ke kamar dan saat itu juga Ibu Puspita bergegas masuk ke dalam kamar untuk mempersiapkan pakaian yang akan ia bawa besok pagi.
Sesampainya di dalam kamar, Caca mengambil Yusuf yang berada di ranjang bayi dan kemudian menyusui buah hatinya itu.
Adi terkejut, menyadari bahwa istrinya ternyata Tengah menangis dan saat itu juga Adi menghapus air mata istrinya. Kemudian memberikan kecupan di bagian kening sang istri.
__ADS_1
“Sudah jangan nangis, Ibu pasti sangat sedih kalau kamu menangis sayang,” tutur Adi dengan berbisik.
Caca mengangguk kecil dan mencoba tersenyum dengan apa yang suaminya katakan. Caca berharap Ibu mertuanya selalu dan terus sehat Selamat tinggal seorang diri di rumah.
Setelah menyusui Yusuf, Caca kembali meletakkan buah hati mereka ke dalam ranjang bayi dan setelah itu Caca merapikan tempat tidurnya Bersama sang suami agar nyaman untuk ditiduri.
“Biar mas aja,” ucap adik yang hendak menyapu sprei kasur agar tidak ada debu yang menempel di tempat tidur mereka.
“Biarkan Caca saja mas, Caca bisa melakukannya,” ucap Caca.
Tak sampai 10 menit, mereka sudah berada di tempat tidur dan bersiap-siap untuk beristirahat karena besok pagi masih banyak pekerjaan yang menanti mereka.
Keesokan Paginya.
Mobil yang sebelumnya telah dipesan oleh Caca akhirnya datang juga untuk mengantarkan Ibu Puspita ke tempat tujuan.
“Ibu harus sehat terus dan jangan sakit selama tinggal di sana. Caca akan terus mendoakan ibu dari sini,” tutur Caca sambil memberikan pelukan hangat kepada ibu mertua.
Setelah mereka saling berpelukan, Ibu Puspita masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkannya pulang ke rumah tempat di mana ia menghabiskan banyak waktu bersama almarhum suaminya.
Setelah Ibu Puspita pergi dan tak terlihat lagi. Caca hanya bisa meneteskan air matanya dan sebagai suami Adi mencoba untuk menenangkan hati istrinya agar tak lagi sedih.
“Sudah jangan menangis, lebih baik kita melakukan persiapan untuk membuka warung dan juga laundry kita. bagaimanapun, kita harus mengumpulkan uang agar nantinya bisa bermanfaat untuk Mama, Papa, Ibu, Yusuf dan juga kita,” tutur Adi pada sang istri tercinta.
Caca pun menghapus air matanya dan mengucapkan terima kasih karena suaminya telah membuatnya tenang.
Pagi itu masih jam 07.00 pagi dan tentu saja Lastri belum juga datang karena ia akan datang satu jam kemudian yaitu jam 08.00 pagi.
Belum juga membuka warung, sudah ada tetangga yang datang untuk membeli bahan-bahan kue dan tanpa pikir panjang lagi Adi bergegas membuka warung tersebut untuk segera melayani pembeli.
__ADS_1
Saat Adi sedang sibuk membuka warung, Caca masih fokus untuk memompa ASI agar Yusuf lebih mudah untuk disusui.
Caca mencium perlahan kening Yusuf Yang tengah tidur di tempat tidurnya Bersama sang suami.
“Yusuf sayang, untuk beberapa hari ke depan Yusuf tidak bisa digendong oleh nenek Puspita. Jadi, Yusuf harus menurut pada ayah dan juga bunda. Yusuf tidak boleh rewel ataupun menangis lama, Yusuf mengerti?” tanya Caca lirik sambil memainkan dagu buah hatinya yang sangat menggemaskan seperti biji salak.
Saat Caca sedang memompa ASI miliknya, tiba-tiba saja ia merasakan kantuk yang cukup berat dan Caca pun tidur begitu saja tepat di samping buah hatinya.
Sekitar setengah jam lamanya, Caca belum juga datang ke warung dan tentu saja Adi merasa sedikit aneh karena istrinya tak kunjung juga datang menghampirinya. Tanpa pikir panjang lagi, Adi bergegas masuk ke dalam rumah untuk melihat istrinya yang entah sedang apa.
“Ternyata Istriku tidur,” ucap Adi melihat sang istri yang tengah terlelap.
Adi Tentu saja tidak tega membangunkan istrinya yang terlihat sangat kelelahan. melihat istri tidur, Adi tersenyum dengan penuh kekaguman karena Caca telah berhasil menjadi istri idamannya.
“Dengan pelan, Adi kembali menutup pintu dan bergegas pergi ke warung untuk menjaga warung sambil menunggu Lastri datang.
Ketika baru saja sampai di warung, ponsel Adi berbunyi dan ternyata ada sebuah pesan dari Lastri yang mengatakan bahwa Lastri tidak bisa bekerja hari itu. Dikarenakan bayinya yang berumur 1 tahun tengah sakit dan akan dibawa ke rumah sakit untuk berobat.
Adi memaklumi hal tersebut dan berharap bahwa buah hati dari Lastri segera sembuh. Adi bahkan mentransfer uang sebesar Rp500.000 untuk biaya berobat buah hati Lastri.
Sekitar jam 09.00 pagi, Caca terbangun dari tidurnya dan terkejut ketika tahu bahwa ia ketiduran.
“Ya Allah, kenapa malah ketiduran seperti ini?” tanya Caca bermonolog dan buru-buru bangkit dari tempat tidur untuk menghampiri suaminya yang berada di warung.
Akan tetapi sebelum pergi ke warung, Caca lebih dulu pergi ke dapur untuk melihat Lastri. akan tetapi Lastri tak ada dan saat itu juga Caca berlari menghampiri suaminya untuk menanyakan keberadaan Lastri.
“Mas, Maaf Caca ketiduran,” ucap Caca meminta maaf kepada suaminya karena telah tertidur tanpa sengaja.
“Sudah tidak apa-apa, Mas juga tahu Caca sangat kelelahan,” jawab Adi dengan santai dan memberikan kecupan kecil di pipi kiri sang istri.
__ADS_1