
Leo tak terima dengan apa yang ia lihat antara Caca dan Guru olahraga itu. Terbesit di pikiran Leo untuk menemui Caca dan memberitahukan bahwa kedekatan Caca serta Adi adalah kesalahan besar.
Leo tidak ingin para murid yang lainnya tahu bahwa Adi memacari murid SMA, terlebih lagi gadis itu adalah Caca Lestari.
“Aku harus menemui Om dan juga Tante. Akan aku beritahu kedekatan Caca dan Pak Adi,” gumam Leo.
Leo pun bergegas menuju area parkir untuk segera melajukan motornya menuju kediaman orang tua Caca.
Caca tersenyum bahagia seraya memeluk pinggang suaminya dengan cukup erat.
“Bagaimana pelajaran di kelas tadi?” tanya Adi penasaran.
“Caca tidak bisa fokus, Mas. Karena posisi duduk Caca tidak nyaman,” jawab Caca yang kala itu dagunya berada di pundak Sang suami.
“Maafkan Mas ya Caca, karena semalam terlalu bersemangat,” tutur Adi meminta maaf.
Tiba-tiba saja Caca ingin mampir ke rumah orang tuanya, saat itu juga Caca meminta Sang suami untuk mampir ke rumah. Adi mengiyakan permintaan istrinya untuk mampir sebentar ke rumah mertuanya.
Tak berselang lama, Adi dan Caca akhirnya tiba di kediaman orang tua Caca.
“Assalamu'alaikum!” Adi dan Caca kompak mengucap salam.
Mama Ismia berlari kecil setelah mendengar suara menantu dan juga putri kesayangannya.
“Wa’alaikumsalam, Ya Allah akhirnya kalian datang juga. Mama baru saja membicarakan kalian berdua kepada Bibi Ningrum,” sahut Mama Ismia yang sangat senang dengan kedatangan Adi dan Caca.
Adi dan Caca bergantian mencium tangan Mama Ismia.
“Ma, Papa mana?” tanya Caca penasaran.
“Papa masih berada di Bali, kemungkinan 2 hari lagi Papa pulang,” jawab Mama Ismia.
Mama Ismia memanggil Bibi Ningrum dan meminta asisten rumah tangga nya itu untuk membuatkan minum serta cemilan.
“Kalian sepertinya tidak membawa baju, apakah kalian berdua hanya sekedar mampir?” tanya Mama Ismia yang sedikit kecewa.
“Besok hari sabtu, inshaAllah Caca dan Mas Adi tidur di sini,” balas Caca seraya menoleh ke arah suaminya.
Adi mengangguk setuju dengan keinginan Caca yang ingin tidur di rumah mewah itu.
“Alhamdulillah,” ucap Mama Ismia penuh syukur.
Ketika Mama Ismia tengah berbincang-bincang dengan putri kesayangannya, tiba-tiba saja Leo datang.
__ADS_1
“Assalamu'alaikum,” ucap Leo dengan raut wajah terheran-heran karena ada Adi di rumah keluarga Caca.
Mama Ismia, Adi dan juga Caca tentu saja terkejut dengan kedatangan Leo yang tiba-tiba.
“Wa’alaikumsalam,” jawab mereka bertiga.
Mama Ismia yang masih terkejut hanya bisa tersenyum pada salah satu teman putri kesayangannya.
“Kamu ngapain ke sini, Leo?” tanya Caca penasaran.
“Leo, masuk lah dulu!” Adi mempersilakan Leo untuk masuk ke dalam rumah.
Remaja itu menatap jengkel Guru olahraganya dan memilih duduk tepat di samping Caca.
“Nak Leo ke sini ada keperluan apa?” tanya Mama Ismia penasaran.
“Kedatangan Leo ke sini karena ada sesuatu hal penting yang ingin Leo sampaikan, mengenai Caca dan juga Pak Adi,” jawab Leo.
Adi dan Caca saling tukar pandang setelah mendengar jawaban Leo.
“Memangnya ada hal penting apa mengenai aku dan Mas Adi?” tanya Caca.
“Apa? Mas Adi? Caca, Pak Adi itu Guru olahraga kita. Kamu jangan sembarangan panggil Mas dong,” ujar Leo yang tak terima dengan panggilan tersebut.
Mata Leo mendelik tajam ketika melihat perilaku Caca yang tak sopan dan tak punya etika.
“Caca, kamu ajak suamimu ke dalam dulu. Biar Mama yang menjelaskannya pada Leo,” ujar Mama Ismia.
Caca dengan senang hati pergi bersama Sang suami menuju kamarnya.
“Suami? Maksud Tante apa ya?” tanya Leo penasaran.
“Maaf sebelumnya, maksud kedatangan Leo ke sini kenapa ya?” tanya Mama Ismia seraya tersenyum ramah.
“Sebenarnya Leo suka sama Caca, Tante. Leo tidak ingin Caca dekat-dekat dengan Pak Adi yang usianya jauh lebih tua,” terang Leo.
Mama Ismia mengangguk kecil dan menepuk pelan bahu Leonardo.
“Leo mau Tante beritahukan sebuah rahasia? Tapi, Leo janji untuk tidak membocorkan rahasia ini!” pinta Mama Ismia.
Leo yang sangat penasaran, seketika itu berjanji dan tidak akan membocorkan rahasia apapun yang akan diceritakan oleh Mama Ismia kepada Leonardo.
“Jadi begini, sebenarnya Caca dan Pak Adi sudah menikah. Itu artinya Caca dan Pak Adi harus selalu berdekatan, Leo paham maksud Tante?”
__ADS_1
Perasaan Leo seketika itu hancur lebur, melihat Caca dekat dengan Adi sudah membuatnya sedih. Ditambah lagi, mengetahui fakta yang sebenarnya mengenai hubungan Caca dan Adi.
“Tante pasti berbohong, 'kan?” tanya Leo yang nampak tak percaya dengan ucapan Mama Ismia.
“Leo, Tante sama sekali tidak membohongi kamu. Caca dan Pak Adi sudah menikah. Tante mohon dengan sangat pada Leo supaya tidak membocorkan rahasia ini!” pinta Mama Ismia.
Mama Ismia mengenal baik orang tua Leonardo, bahkan dulu pernah terbesit di pikiran Mama Ismia untuk menjodohkan Caca dan Leo. Namun takdir berkata lain, Caca justru menikah dengan pria yang usianya jauh di atasnya.
“Tante Ismia tidak perlu khawatir. Kalau memang Caca dan Pak Adi sudah menikah, Leo turut berbahagia dan Leo berjanji tidak akan membocorkan rahasia ini,” pungkas Leo.
Leo tidak bisa membendung air mata kesedihannya, saat itu juga Leo bergegas pamit kepada Mama Ismia.
Leo pun mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan pada airnya ia menangis di motor.
Hati siapa yang tidak sedih, ketika tahu gadis yang ia cintai telah bersuami.
Apakah aku bisa ikhlas, Ca? Apakah aku bisa tetap tersenyum ketika melihatmu? (Batin Leo)
Di saat yang bersamaan, Caca dan Adi sedang bermesraan di dalam kamar. Saat itu, Adi tengah menggendong istrinya seraya menciumi bibir manis Sang istri.
Tok! Tok! Suara ketukan pintu.
Adi yang kala itu sedang menggendong istrinya, reflek melepaskan gendongannya dan untung saja Caca tidak apa-apa.
“Maaf,” ucap Adi dan mengecup lembut kening Caca.
Caca yang sebelumnya ingin marah, mendadak tenang setelah mendapatkan kecupan lembut dari Sang suami.
“Caca!” panggil Mama Ismia yang sudah mengetuk pintu kamar berulang kali.
“Sebentar, Ma!” seru Caca dan berlari kecil.
“Caca, Mama sudah menjelaskan kepada Leo. InsyaAllah semuanya aman terkendali,” terang Mama Ismia.
“Leo masih di depan, Ma?”
“Leo sudah pulang sekitar 5 menit yang lalu, sepertinya dia agak sedih mendengar penjelasan Mama,” pungkas Mama Ismia.
Caca reflek menoleh ke arah suaminya yang saat itu sedang duduk di tepi ranjang sembari minum air.
“Caca sayang, cepat ajak suami kamu ke ruang makan!” ajak Mama Ismia.
Setelah menyampaikan ajakan untuk makan bersama, Mama Ismia pun memutuskan menunggu mereka di ruang makan.
__ADS_1