
Keesokan Paginya.
Setelah melaksanakan sholat subuh, Adi dan Caca memutuskan untuk berbelanja di pasar. t Tentu saja mereka pergi dengan menggunakan mobil Papa Rio yang terparkir di depan rumah. Awalnya Papa Rio ingin mengantarkan mereka berdua, akan tetapi Adi tidak ingin merepotkan Papa mertuanya dan mengatakan bahwa ia bisa membawa mobil tersebut.
“Mas yakin bisa membawa mobil milik papa?” tanya aja sama mastikan karena Caca masih khawatir dengan kondisi suaminya.
“Tnang saja, Insya Allah Mas bisa mengendarai mobil ini sampai kita pulang dengan selamat,” jawab Adi sambil menyentuh pipi istri kecilnya.
Caca tersenyum kecil dan yakin dengan ucapan suaminya. Kemudian, mereka berdua bergegas pergi ke pasar untuk berbelanja bahan-bahan kue serta kebutuhan dapur yang akan mereka jual.
Sebelum mereka masuk ke dalam mobil, mama ismia meminta mereka untuk berbelanja buah-buahan. mama ismia ingin isi kulkas dipenuhi dengan buah-buahan segar.
“Ingat, jangan lupa buah-buahan untuk mengisi kulkas,” tutur Mama ismia kepada Adi dan juga Caca.
“Siap, pokoknya mamah yang tenang. Caca akan membelikan buah-buahan untuk kita semua!” seru Caca pada Mama kesayangannya.
“Ibu ingin kami belikan apa?” tanya Adi pada ibu kandungnya yang berdiri tepat disamping Mama Ismia.
Ibu Puspita menggelengkan kepalanya, Iya tidak menginginkan apapun dan berharap keduanya pulang dengan selamat.
“Ibu tidak ingin apa-apa. Kalian berhati-hatilah dan setelah selesai berbelanja, cepatlah untuk pulang!” pinta Adi.
“Ibu tenang saja, setelah membeli kebutuhan warung, kami berdua akan langsung pulang!” seru Adi.
Caca tersenyum manis sambil mengangguk-angguk kepalanya berulang kali.
1 jam kemudian.
Caca dengan penuh semangat memasukkan buah-buahan yang ia beli. senyumnya terlihat sangat indah dan membuat Adi menjadi salah tingkah Karena kecantikan istrinya saat itu benar-benar membuatnya menjadi gugup.
Caca menatap suaminya dengan tatapan terheran-heran, dikarenakan suaminya terlihat malu-malu kucing.
“Mas Kenapa melihat Caca seperti itu? Apa ada yang aneh dengan Caca?” tanya Caca penasaran sambil mendekat dan menyentuh bibir suaminya.
“Caca sayang, Jangan melakukan hal yang aneh-aneh di sini. Bagaimana kalau ada yang melihat kita berdua?” tanya Adi penuh Waspada karena istri kecilnya cukup menakutkan.
“Memangnya siapa yang mau melihat kita, mas? lagi pula kita ada di dalam mobil dan tidak akan ada orang yang bisa melihat kita,” tutur Caca dengan santai yang sangat ingin menggoda suaminya terus-menerus.
__ADS_1
“Pokoknya jangan di sini, di rumah saja balas,” Adi dan memutuskan untuk menyalakan mesin mobil.
Caca tertawa geli melihat tingkah suaminya yang begitu Salah Tingkah. ingin sekali Caca menggigit bibir suaminya dan merayu suaminya dengan penuh kecentilan.
Adi tidak bisa berlama-lama berada di daerah tersebut, karena istri kecilnya semakin genit padanya.
“Mas jangan tegang dong, santai saja,” tutur Caca sambil menahan tawanya ketika melihat raut wajah gusar sang suami tercinta.
Adi hanya membalas ucapan istrinya dengan sebuah senyuman dan perlahan mengendarai mobil tersebut menuju rumah kontrakan mereka.
Di saat yang bersamaan, Yusuf bangun dari tidurnya dan merengek saat itu juga.
Mendengar Yusuf menangis di dalam kamar, Ibu Puspita dan mama ismia saat itu juga berlari masuk ke dalam kamar untuk menghampiri Yusuf Yang tengah menangis.
“cucu Oma sudah bangun,” tutur mama ismia sambil menggendong Yusuf Yang masih saja menangis meskipun sudah berada di gendongan Mama Ismia.
Karena Yusuf sudah berada di gendongan besarnya, Ibu Puspita pun memutuskan mengambil stok ASI di kulkas untuk cucu kesayangan mereka.
““Yusuf sebentar ya sayang, nenek Puspita sedang mengambil susu untuk Yusuf,” tutur Ibu Puspita sambil terus menimang cucu pertamanya.
“Terima kasih nenek Puspita,” tutur mama ismia yang saat itu Tengah memberikan susu untuk Yusuf.
Tak Butuh waktu lama, Yusuf kembali tertidur di dalam gendongan Omanya.
“Alhamdulillah,” ucap mama ismia sambil meletakkan kembali Yusuf ke dalam ranjang bayi.
Mama ismia dan ibu Puspita dengan serius memandangi raut wajah Yusuf Yang tengah tertidur pulas.
“Cucu kita sangat lucu ya mbak tutur, ”Ibu Puspita pada pesannya.
“Iya mbak Puspita, Alhamdulillah,” balas mama ismia.
Karena Yusuf sudah kembali tidur, keduanya memutuskan untuk keluar dari kamar.
“Mana Yusuf? bukan kata dia menangis?” tanya papa Rio yang tak melihat cucu kesayangannya.
“Cucu kita sudah kembali tidur, Pa!” seru Ibu Puspita sambil mendaratkan bokongnya ke kursi ruang tamu.
__ADS_1
Ibu Puspita memutuskan untuk pergi ke dapur karena sebentar lagi Caca maupun Adi tiba di rumah.
Ibu Puspita sangat senang karena Ia merasa bahwa hidupnya jauh lebih baik dan berharap kedepannya keluarga mereka selalu diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Ibu Puspita tersenyum lega karena telah membuatkan sarapan untuk keduanya dan berharap masakannya bisa membuat Adi maupun Caca semakin harmonis.
Papa Rio dan mama ismia sedang asyik berbincang-bincang di ruang tamu, saking asyiknya mereka sampai lupa untuk membuka pintu warung.
Tak berselang lama, Adi dan Caca tiba di rumah dan cukup terkejut melihat Papa Rio yang tertidur di dalam warung.
papa kenapa tidur di sini? tanya Caca terheran-heran. apa Papa dan Mama sedang ribut? tanya Caca semakin penasaran asal menebak.
Papa Rio tertegun beberapa detik dan setelah itu Papa kandung dari Caca tertawa lepas mendengar pertanyaan putri kesayangannya.
“Apakah Papa terlihat seperti suami yang suka mencari ribut?” tanya Papa Rio terheran-heran.
Caca tertawa puas melihat raut wajah Papanya yang tak terima dengan pertanyaan darinya.
“Papa sangat lucu, pantas saja Mama suka dengan papa Rio,” tutur Caca.
Papa Rio hanya tersenyum dan memutuskan untuk mengangkat barang-barang yang telah Adi maupun Caca beli di pasar.
“Caca, kalian belanja sebanyak ini? Lalu, Siapa yang mengangkat ngkat barang belanjaan seberat ini?” tanya Papa Rio penasaran.
Karena yang Papa Rio tahu, Adi belum mampu mengangkat beban berat.
“Papa Yang santai dong. Di pasar banyak anak-anak yang suka mengangkut barang-barang seperti ini terang Caca.
Papa Rio tak banyak bertanya dan malah mengangkat barang-barang belanjaan Adi dan Caca masuk ke dalam rumah..
Setelah semuanya tertata rapi, Adi memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan harus segera meluruskan kakinya yang cukup sakit.
“Kalian berdua bersantailah di sini, Papa akan ke dalam sambil mengobrol,” ujar Papa Rio.
“Papa, Terima kasih sudah membantu kami,” ucap Adi mengucapkan terima kasih kepada Papa mertua.
“Santai saja, kalau begitu papa langsung ke dalam ya,” ujar Papa Rio.
__ADS_1