
“Lalu, apakah aku harus diam sayang?” tanya Adi mencoba membuat istri kecilnya semakin kesal dengannya.
“Mas jangan membuat Caca kesal ya! Atau, Mas tidak boleh tidur sama Caca di sini,” tutur Caca dan saat itu juga Adi menutup mulutnya rapat-rapat.
Adi perlahan menyentuh punggung istri kecilnya dengan tatapan penuh keinginan.
“Sabar ya Mas,” ucap Caca sambil menyentuh pipi suaminya.
“InshaAllah Mas akan terus bersabar,” balas Adi.
Tak berselang lama, Adi kembali turun dari tempat tidur untuk siap-siap pergi ke Masjid bersama Papa Mertua.
“Mas pergi ke masjid dulu ya sayang!”
“Hati-hati ya Mas,” balas Caca sambil mencium punggung tangan suaminya.
Papa Rio telah menunggu menantunya di teras depan rumah.
“Sudah siap? Ayo kita berangkat ke Masjid!” ajak. Papa Rio sambil memegang tangan Adi.
“Papa, Adi bisa berjalan sendiri,” tutur Adi.
“Sudah tidak apa-apa. Biarkan Papa menuntun Adi,” sahut Papa sambil terus menggandeng tangan Adi.
“Terima kasih, Papa,” balas Adi mengucapkan Terima kasih kepada Papa Mertua.
Beberapa Jam Kemudian.
Yusuf tidur dengan sangat pulas, bahkan saking pulasnya Yusuf tidak bangun ketika hendak disusui oleh Bundanya tercinta.
“Mas sepertinya anak kita tidurnya sangat nyenyak ya. Caca sangat senang sekaligus bersyukur karena Yusuf telah sembuh,” ucap Caca pada sang suami tercinta yang saat itu telah tidur di paha Caca.
“Iya sayang, Alhamdulillahirobbilalamin semua atas izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sekarang kita harus lebih menjaga Yusuf agar Yusuf tidak sakit lagi,” tutur Adi sambil terus menatap wajah cantik istrinya.
““Iya Mas Sekali lagi maafkan Caca ya Mas karena telah membuat Yusuf sakit!” pinta Caca agar segera di maafkan oleh suaminya.
“Sudah, Caca tidak boleh menyalahkan diri Caca seperti itu. ayo tidur Mas sudah sangat mengantuk dan besok ada sesuatu yang ingin Mas sampaikan,” pungkas Adi pada sang istri.
__ADS_1
“Apa Mas? Sepertinya sangat penting. Kenapa tidak malam ini saja? tanya Caca sangat penasaran.
“Tidak sayang, besok saja. Sekarang Mas ingin cepat tidur jawab Adi.
“Baik Mas. Caca juga sudah sangat mengantuk dan ingin cepat tidur,” tutur Caca.
Tak berselang lama, mereka tertidur dengan posisi menghadap ke kanan dan Adi memeluk istri kecilnya.
Keesokan paginya.
Caca sedang mengajak Yusuf menikmati hangatnya sinar matahari di pagi hari. Yusuf terlihat sangat senang bahkan ia tertawa pada saat bundanya mengajak bercanda.
Sementara Adi duduk di kursi teras depan rumah sambil terus memperhatikan istri dan buah hati mereka.
“Mas Kenapa masih di situ? ayo ke sini Mas!” Panggil Caca agar sang suami ikut bergabung menikmati hangatnya sinar matahari pagi.
Adi hanya tersenyum dan tetap duduk di kursi tersebut.
“Mas kenapa?” tanya Caca dan berjalan menghampiri suaminya sambil menggendong bayi Yusuf.
“Tidak kenapa-kenapa sayang,” jawab Adi sambil membelai rambut sang istri.
“Ya bisa dibilang begitu,” jawab Adi dan mengajak sang istri untuk duduk di kursi ruang tamu.
Tidak hanya Caca di ruang tamu itu. Ada Papa Rio, mama ismia, dan juga Ibu Puspita. Yang penasaran dengan ajakan Adi supaya duduk di ruang tamu
“Sebelumnya Adi minta maaf kepada kalian semua terutama kepada ibu dan juga Caca,”tutur Adi yang akan mengungkapkan keputusannya mengenai dirinya yang akan berhenti mengajar di sekolah.
Ibu Puspita terheran-heran Begitu juga dengan Caca. Caca menghela nafas dan menyentuh erat tangan suaminya.
“Mas mau bicara apa? mas tidak berbicara yang aneh-aneh,'kan?” tanya Caca memastikan.
Tidak sayang. Tidak sama sekali untuk apa Mas bicara hal yang aneh-aneh kepada keluarga kita jawab Adi.
“Lalu, Mas ingin menyampaikan apa kepada kami? sehingga kami dikumpulkan di ruang tamu,” tutur Caca semakin penasaran.
““Mas memutuskan untuk berhenti mengajar,” terang Adi apa adanya.
__ADS_1
Ibu Puspita terkejut Begitu juga dengan Caca yang sangat sok mendengar apa yang suaminya katakan.
““Mas yakin? Apakah Mas sudah memikirkannya dengan matang? coba Mas pikirkan kembali keputusan Mas itu. setelah Mas pikirkan kembali dengan matang, segeralah putuskan Apakah Mas ingin tetap berlanjut atau berhenti di sini. apapun jawaban Mas Adi Caca akan terima,” terang Caca pada sang suami tercinta.
Ibu Puspita masih terdiam, ibu kandung dari Adi itu sepertinya cukup terkejut dengan keputusan Adi yang tiba-tiba itu.
““Ibu, untuk sekarang ini Adi sangat membutuhkan Do'a Ibu. Dalam beberapa bulan terakhir ini, banyak sekali cobaan yang datang dan pergi. silih berganti dan Adi kehilangan banyak waktu untuk berkumpul dengan Caca maupun Yusuf. maka dari itu Adi memilih untuk berhenti menjadi guru dan fokus dengan keluarga serta usaha warung kami terang Adi panjang lebar.
Ibu Puspita lagi-lagi terdiam, sepertinya wanita paruh baya itu tidak bisa langsung memutuskan Apakah Ia setuju ataukah tidak.
. Bu Puspita tetap diam dan bangkit dari duduknya sambil menepuk-nepuk bahu.
“Semuanya, maaf. Saya permisi mau ke belakang ucap Ibu Puspita.
Tak berselang lama Ibu Puspita kembali dan duduk tepat di samping Caca.
Bagaimana? Apakah ibu sudah memutuskan mengenai pembicaraan Mas Adi tadi,” tanya Caca.
Ibu Puspita menarik nafas panjang-panjang dan mengeluarkannya secara perlahan.
kemudian ibu Puspita menyentuh tangan kiri putranya dan meminta putranya itu untuk tetap bersemangat.
“Adi, apapun keputusan Adi Ibu sangat berharap Adi selalu bahagia dan dilindungi Allah dan jangan lupa untuk selalu salat lima waktu tutur, ” Ibu Puspita kepada putra kesayangannya.
Mama ismia dan papa Rio dengan kompak mengiyakan serta menghargai keputusan Adi. mereka sangat yakin bahwa Adi adalah sosok suami yang tidak ingin direpotkan oleh siapapun termasuk istri kecilnya.
Mereka terus saja berbincang membicarakan kapan Adik akan berhenti dari sekolah tersebut.
“ na Adi jadi kapan nak Adik berhenti dari sekolah? Tanya Mama ismia penasaran.
“Lebih cepat lebih baik mbak. kami akan berusaha merintis pekerjaan kami dari nol lagi dan berharap bahwa Allah memberikan kami rezeki halal serta berkah,” jawab Adi.
“Baiklah terserah Mas aja, yang paling penting Caca akan mengurus Mas Adi dengan baik dan lebih baik dari sebelumnya pungkas, ”Caca kepada sang suami tercinta nya itu.
Adi tersenyum bahagia mendengar perkataan istrinya yang memang sangat perhatian kepadanya.
“Papa Rio memberi kode isyarat mata kepada istrinya dan juga biasanya agar sedikit menjauh dari mereka berdua.
__ADS_1
Mau ke mana Kenapa tidak di sini saja?” tanya Caca kepada kedua orangtuanya dan Ibu mertuanya tercinta.
“Kalian harus mengobrol 4 mata dengan serius,” balas Papa Rio.