
Beberapa hari kemudian.
Adi, Caca, Mama ismia, Papa Rio dan ibu Puspita sedang menunggu kabar dari dokter mengenai hasil tes DBD Yusuf.
Mereka berharap Yusuf bersih dari virus nyamuk aedes aegypti dan bisa membawa Yusuf pulang ke rumah. para orang tua sangat merindukan keceriaan Yusuf karena Yusuf adalah malaikat kecil yang sangat menggemaskan.
“Mas kok lama sekali ya? Caca berharap Yusuf telah sembuh dan bisa kita bawa pulang segera mungkin,” ucap Caca pada sang suami yang sedang duduk tepat di sampingnya.
“Tidak hanya Caca kita semua pun berharap bahwa Yusuf benar-benar sembuh dan dapat segera pulang ke rumah,” sahut Adi sambil terus menggenggam jemari tangan sang istri tercinta.
Dokter Akhirnya Datang dan memberitahu tes DBD Yusuf yang memberitahukan bahwa Yusuf benar-benar telah sembuh dari virus nyamuk aedes aegypti. Seketika itu juga mereka kompak mengucapkan syukur alhamdulillah dan berterima kasih kepada dokter yang telah menangani bayi Yusuf. bahkan hari itu juga Yusuf diperkenankan untuk pulang ke rumah.
“Mas, Alhamdulillah ya Yusuf sudah sembuh Caca sangat senang akhirnya setelah lebih dari 10 hari Yusuf akhirnya benar-benar sembuh,” tutur Caca yang sangat senangnya bukan main.
“Iya Caca sayang Alhamdulillah Allah mengabulkan kembali doa kita untuk bayi kita,” sahut Adi.
“Ayah sudah waktunya kita pulang membawa Yusuf pulang dari rumah sakit ini. Yusuf Pasti sangat senang karena kita semua bisa berkumpul kembali di rumah.” pungkas Caca.
Ibu Puspita menangis terharu biru dan berharap bahwa kedepannya tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini.
“Ibu nanti malam tidur di rumah ya! Caca ingin Ibu tidur di rumah!” pinta Caca pada ibu mertua.
“Baiklah malam ini ibu akan tidur di rumah bersama kalian sahut,” Ibu Puspita kepada Menantunya tersayang.
“Terima kasih ibu! ibu Memang Terbaik,” Puji Caca dan didengar langsung oleh Mama ismia.
Entah kenapa Mama ismia seperti di nomor 2 kan oleh putrinya sendiri. Mama ismia merasa bahwa Caca semakin dekat dengan besannya. ada rasa cemburu Di hati Mama ismia dan lagi-lagi mama ismia berusaha untuk tetap tenang karena kedekatan Mereka berdua adalah keuntungan Untuk Mama ismia. meskipun mama ismia merasakan sakit yang cukup mendalam.
Beberapa saat kemudian.
Mereka telah sampai di rumah kontrakan dan betapa terkejutnya Caca mengetahui kamar yang sebelumnya cukup berantakan tiba-tiba menjadi sangat rapi. Saat itu juga Caca tahu bahwa yang membereskan kamarnya adalah ibu mertua. Karena selama di rumah sakit, hanya Ibu Puspita yang keluar masuk rumah.
“Ibu kenapa membersihkan kamar Caca? Ibu tidak boleh seperti ini bagaimanapun ibu itu adalah mertua Caca dan sepatutnya Caca yang merawat ibu,” terang Caca merasa bersalah.
“Ibu ingin Setelah kalian sampai di rumah kalian bisa langsung beristirahat, Ibu tahu kalian sangat lelah lelah tenaga perasaan jiwa semuanya terkuras karena apa yang telah terjadi kepada kalian. jadi untuk Caca jangan sungkan kepada ibu selama Ibu masih hidup ibu akan melakukan yang terbaik untuk kalian jelas,” Ibu Puspita.
Caca menangis terharu Ibu mertuanya Memang ibu yang sangat baik. Bahkan saking baiknya Caca lebih sayang Ibu pusdita daripada Mama isnya.
Saat itu Mama ismia tidak tahu mengetahui percakapan keduanya dikarenakan mereka berdua berada di kamar. sementara Mama Ismia berada di ruang tamu sambil menggendong cucu pertamanya yaitu Yusuf Hidayatullah.
Saat Adi hendak masuk ke dalam kamar Adi melihat adegan di mana ibu kandungnya dan istri kecilnya saling berpelukan satu sama lain dan bahkan menangis bersama. Adi pun memutuskan mengurungkan niatnya untuk tidak masuk ke dalam kamar itu sampai ibu kandungnya dan istri kecilnya keluar.
“Nak Adi Kok belum ganti baju?” tanya Mama ismia pada menantu kesayangannya.
“Sebentar lagi mama,” jawab Adi singkat.
Adi kemudian melangkahkan kakinya menuju teras depan dan duduk di samping Papa mertua.
“Apakah kamusungguh ingin berhenti mengajar?” tanya Papa Rio yang penasaran dengan ucapan Adi Beberapa hari yang lalu.
“Setelah Kejadian ini Adi pikir lebih baik Adi berhenti mengajar. Adi ingin menghabiskan waktu Adi bersama keluarga dan membuka usaha di rumah seperti berjualan,” terang Adi yang sudah bulat untuk berhenti mengajar.
Papa Rio tidak bisa memaksa kan keinginan Adi itu. bagaimanapun itu adalah pilihan Adi dan risiko tentu saja ditanggung oleh Adi.
Mama ismia tertawa melihat tingkah menggemaskan Yusuf yang sudah sembuh dari DBD.
“Masya Allah kesayangan Oma sudah sehat ya sekarang Yusuf sudah bisa tertawa,” tutur mama ismiyah dan mengecup pipi Yusuf berulang kali.
Yusuf tertawa lepas dan membuat mereka semua berkumpul di ruang tamu saat itu juga.
“Alhamdulillah sepertinya Yusuf sudah benar-benar sembuh. Terima kasih ibu karena telah membuat Yusuf tertawa,” ucap Caca berterima kasih kepada mama Ismia.
__ADS_1
“Yusuf ganteng kesayangan siapa? tanya Mama ismia dan saat itu juga Yusuf kembali tertawa lepas.
Ibu Puspita mencoba melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Mama ismiyah akan tetapi, Yusuf sama sekali tidak tertawa dan malah menangis. Mama ismia kembali mencoba melakukannya lagi dan ternyata Yusuf kembali tertawa lepas.
“Sepertinya Yusuf senang dengan Mama,” celetuk Caca.
Mama Ismia tersenyum bangga karena ia bisa membuat cucu pertamanya tertawa.
“Coba Papa juga ingin melakukannya seperti yang Mama lakukan,” ucap Papa Rio.
Papa Rio mencoba melakukan apa yang dilakukan oleh istrinya akan tetapi Yusuf sama sekali tidak merespon dan justru menangis.
Mama ismia berbangga diri karena Yusuf bisa tertawa lepas karena dirinya.
sore hari.
Yusuf baru saja mandi dan kini Caca sedang mencoba memakaikan pakaian untuk bayi kecilnya. akan tetapi Yusuf justru menangis tidak ingin dipakaikan pakaian. Mama ismia kali ini turun tangan memakaikan pakaian untuk cucu pertamanya.
“Kesayangannya Oma pakai baju ya kalau sudah pakai baju nanti kita main lagi,” tutur Mama Isya.
lagi-lagi Yusuf menurut. Yusuf sama sekali tidak menangis dan justru sangat nyaman dengan Omanya tercinta.
Ibu Puspita tersenyum lebar karena senang melihat kedekatan antara Yusuf dan besan nya itu.
“Caca sayang, tolong bantu Mas mengoleskan salep ke lengan Mas ini!” pinta Adi.
Caca beranjak dari tempat tidur dan mendekat ke arah sang suami tercinta. kemudian Caca mengoleskan salep kalangan kiri suaminya.
“Apakah tidak apa-apa Mas? Apakah tidak sakit?” tanya Caca penasaran.
“Tidak. sama sekali tidak sakit justru lengan Mas terasa sangat hangat,” jawab Adi apa adanya.
“Sekarang Yusuf sudah pakai baju waktunya makan,” tutur Mama ismia Yang akan menyuapi Yusuf.
Mama ismia meletakkan Yusuf di kereta bayi dan mengajak Yusuf untuk berkeliling sekitar area rumah. saat itu Yusuf mengenakan pakaian panjang untuk berjaga-jaga agar tidak ada satu nyamuk pun yang menggigit tubuh kecilnya.
“Halo Yusuf!” sapa seorang wanita salah satu Tetangga.
“Halo juga!” seru Mama Ismia membalas sapaan dari wanita tersebut.
“Saya dengar kemarin Yusuf sakit ya demam berdarah?” tanya wanita itu kepada Mama ismia.
“Oh iya Bu Alhamdulillah cucu Saya sekarang sudah sembuh,” jawab Mama ismia.
“Benarkah? Kira-kira habis berapa ya Bu biaya rumah sakit?” tanya wanita itu sangat penasaran.
Wanita itu terus memberikan pertanyaan kepada Mama ismia dan mama ismia merasa tak nyaman mendapatkan pertanyaan yang menurutnya sangat sensitif. karena tidak nyaman Mama ismia memutuskan untuk segera pergi menjauhi wanita itu.
“Permisi ya Bu, saya mau keliling,” tutur mama ismia dan melenggang pergi secepat mungkin sambil mendorong kereta bayi Yusuf.
“ Oh begitu ya? Padahal masih banyak yang ingin saya tanyakan kepada Ibu Siapa tahu kita bisa saling berbagi gitu hehehe. ..”
Mama ismia akhirnya tak jadi mengajak Yusuf berkeliling karena tidak ingin bertemu tetangga yang ingin tahu segalanya mengenai keluarga kecil putrinya.
“Mama kenapa sudah pulang itu makanan Yusuf belum habis,” tutur Caca pada Mama isinyaisinya
“Ya mau bagaimana lagi habisnya ada tetangga super kepo,” balas mama ismia dan pada akhirnya menyuapi cucunya di ruang tamu.
Setelah Yusuf menghabiskan makanannya Papa Rio mengambil Yusuf dari pangkuan istrinya dan menggendong dengan hati-hati cucu pertamanya itu.
Papa Rio bisa dikatakan cukup kaku dalam menggendong Yusuf mungkin karena Papa Rio sibuk sehingga jarang ada waktu untuk memohon Caca ketika masih bayi dan hasilnya papa cukup kaku menggendong Yusuf.
__ADS_1
“Papa, sini biar Caca saja yang menggendong Yusuf Bukankah Papa tadi sedang ngopi sama Mas Adi di warung?” tanya Caca.
Papa mengiyakan perkataan putrinya dan kembali masuk ke dalam warung menikmati kopi bersama menantu kesayangannya. Sementara Yusuf bermain dengan Bundanya neneknya dan juga Omanya.
“Yusuf kesayanganbunda, Yusuf kesayangan nenek, Yusuf kesayangan Oma, tutur Caca dengan sedikit memberikan nada lagu.
Caca mencoba menghibur buah hatinya dan hasilnya Yusuf terus saja tertawa seperti tidak pernah merasakan sakit.
Mama ismia dan ibu Puspita duduk berdampingan di kursi sambil memperhatikan Caca yang tengah mengajak cucu mereka bercanda.
Sungguh. melihat dan mendengar tawa Yusuf membuat mereka berdua sangatlah senang terlebih lagi, Caca kini kembali ceria seperti sedia kala. seperti tidak ada beban yang dirasakan sebelumnya oleh Caca.
“Alhamdulillah ya mbak tutur,” Ibu Puspita kepada Mama ismia.
““Iya mbak Alhamdulillah Allah mengabulkan do'a-do'a kita,” jawab mama ismia.
mengetahui Mama dan ibu sedang berbincang-bincang, Caca pun memutuskan untuk masuk ke kamar bersama dengan Yusuf.
Kini, hanya ada mereka berdua di ruang tamu.
“keseharian Mbak di rumah ngapain saja?”
tanya Mama ismia kepada Ibu Puspita.
““Saya beres-beres rumah sesekali mengobrol dengan tetangga yang letaknya bersebelahan dengan rumah kami,” jawab ibu Puspita.
“Daripada Mbak tinggal di rumah sendirian lebih baik mbak tinggal saja di sini lumayan ada Adi Caca dan juga Yusuf Yang bisa mencairkan suasana di rumah ini,” pungkas Mama ismia.
“Insya Allah mbak setelah keadaan mulai membaik saya akan tinggal di sini bersama mereka!”
kedua besan itu saling mengobrol dan akhirnya Adi dan papa Rio kembali masuk ke dalam rumah.
“Permisi Adi mau langsung ke kamar,” tutur Adi yang bergegas masuk ke dalam kamar.
Adi masuk ke dalam kamar dan ternyata Caca Tengah menyusui buah hati mereka.
“Mas Adi dan papa membahas apa saja di dalam warung? tanya Caca penasaran.
Adi belum siap memberitahu istrinya mengenai dirinya yang akan berhenti mengajar di sekolah. mungkin butuh waktu beberapa hari bagi Adi memberanikan diri berbicara kepada istrinya.
“Mas Adi Kenapa diam saja Mas Adi sakit? tanya Caca khawatir.
“Hanya sedikit pusing saja Mungkin setelah minum obat dan beristirahat rasa pusing di kepala mas akan segera menghilang,” jawab Adi.
Saat itu juga Caca meminta suaminya untuk segera naik ke tempat tidur.
“Setengah jam lagi magrib Caca sayang,” tutur Adi mengingatkan istri kecilnya bahwa setengah jam lagi akan memasuki waktu salat maghrib.
“Memangnya kenapa Caca hanya meminta Mas untuk berbaring saja dan bukannya tidur,” pungkas Caca yang sedikit sebal dengan suaminya.
“Maafkan mas ya sayang. Bila perkataan Mas tadi menyinggung Caca, Caca mau kan memaafkan Mas?” tanya Adi serius.
“ya Caca maafkan. Asal Mas naik ke kasur dan berbaring di sini!” pinta Caca sambil menepuk lembut tempat tidur mereka.
Adi mengangguk kecil dan perlahan naik ke tempat tidur bersama dengan istri dan buah hati mereka.
Caca tersenyum lebar melihat suaminya yang tengah berbaring sambil menggenggam erat tangannya.
Adi pun tersenyum dan mengucapkan kata-kata cinta kepada istri kecilnya.
“Jangan banyak bicara!” pinta Caca yang takut terbang melayang dengan ucapan suaminya itu.
__ADS_1