Istri Centil Mas Adi

Istri Centil Mas Adi
Adi Cemburu


__ADS_3

Caca datang menghampiri suaminya dan meminta maaf karena membuat suaminya datang menunggu. Suasana hati Adi kala itu sedang tidak baik, ditambah tas ransel milik Caca nampak sangat penuh. Yang artinya, bahwa Caca menerima perasaan Adi. Begitulah kira-kira isi kepala dari seorang Adi Hidayatullah.


“Mas, maafin Caca ya,” ucap Caca sambil memegang tangan suaminya.


“Cepat naik!” perintah Adi tanpa ingin melihat wajah istrinya.


“Mas Adi marah ya gara-gara Caca membuat Mas menunggu lama?” tanya Caca memastikan.


“Cepat naik, keburu hujan!” perintah Adi.


Caca pun bergegas naik dan tak lupa melingkarkan tangannya ke pinggang Adi.


Jika biasanya Adi akan meminta Caca untuk tidak memeluknya, lain halnya dengan kali ini. Adi hanya diam dan sembari terus mengendarai motornya.


Caca merasakan sesuatu yang berbeda dari suaminya, namun Caca memilih untuk tetap diam. Karena mungkin sifatnya yang manja semakin terlihat dan membuat Sang suami tak nyaman.


Adi mencoba untuk tetap entah ketika melihat isi tas milik istrinya nampak penuh. Akan tetapi, semakin Adi mencoba untuk tenang, tetap saja ucapan Leo membuat hatinya tersiksa.


“Mas Adi!” teriak Caca ketika melihat seorang wanita hendak menyebrang jalan dan suaminya malah terus melajukan motor.


Citttttt!!!! Adi mengerem mendadak dan nyaris saja menabrak wanita di depannya.


“Sontolo!” pekik wanita yang hampir saja di tabrak oleh Adi.


Adi menganggukkan kepalanya dengan terus meminta maaf. Wanita itu tetap mengoceh sambil terus berjalan dengan tatapan sinis.


“Mas kenapa sih tidak fokus begini?” tanya Caca yang hampir saja jantungan.


Adi melirik Caca dari sudut matanya dan kembali melajukan motornya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Ada apa dengan Mas Adi? Kenapa menjadi dingin seperti ini? (Batin Caca)


Sampai mereka tiba di rumah pun, Adi tak berbicara sama sekali kepada Caca. Hal itu membuat Caca semakin bingung dengan sikap cuek suaminya.


“Mas kalau ada masalah cerita dong! Kenapa Caca merasa kalau Mas sengaja mendiamkan Caca,” ucap Caca yang kini sudah berada di dalam kamar.


Adi melepaskan pakaiannya di depan Caca sambil menghela napasnya.


Caca segera memalingkan pandangannya ketika Sang suami melepaskan cel*na.


“Kenapa memalingkan pandangan?” tanya Adi yang sudah berpakaian lengkap.


Gadis itu menggelengkan kepalanya dan berlari ke luar dari kamar mereka.


Adi semakin kesal karena biasanya Caca agresif, namun hari itu Caca justru menghindarinya.

__ADS_1


“Apakah Caca benar-benar menerima cinta dari Leo?” gumam Adi.


Karena penasaran, Adi akhirnya memeriksa isi tas istrinya dan betapa terkejutnya Adi ketika melihat banyak snack serta cokelat di dalam tas sekolah istrinya.


“Mas Adi ngapain bongkar-bongkar isi tas Caca?” tanya Caca memergoki suaminya.


“Ini semua Caca yang beli?” tanya Adi memgetes kejujuran istrinya.


“Oh itu semua pemberian dari Leo,” jawab Caca dengan jujur.


Deg! Seketika itu juga Adi merasa sedih sekaligus kecewa.


“Kenapa Mas?” tanya Caca ketika melihat raut wajah Sang suami.


“Apakah kamu menyukai Leo?” tanya Adi memastikan.


Caca tersenyum dan mengiyakan pertanyaan suaminya.


“Tentu saja, lagipula Leo sudah....”


Belum sempat Caca meneruskan ucapannya, Adi malah pergi meninggalkan Caca di kamar seorang diri.


“Mas Adi!” panggil Caca.


“Kenapa sih tidak mendengarkan dulu apa yang Caca katakan? Lagipula, Leo memberikannya secara gratis,” ucap Caca bermonolog.


Adi memutuskan mencari angin di teras depan rumah sambil berusaha menenangkan hatinya.


Perlahan, Adi menyentuh dadanya dan mulai memahami arti dari kata cemburu.


“Jadi, ini yang dinamakan cemburu?” tanya Adi dengan terus menyentuh dadanya.


Akhirnya Adi menyadari bahwa ia telah cemburu kepada Leo atas pernyataan cinta Leo kepada istrinya. Adi tidak bisa memungkiri perasaannya itu dan bingung harus bagaimana.


“Mas Adi, ayo masuk ke dalam!” pinta Caca yang ternyata sudah ada di dekat Adi.


Adi terkejut sampai-sampai ia hampir jatuh dari kursi plastik yang ia duduki.


“Mas kenapa sih?” tanya Caca terheran-heran ketika Sang suami menatapnya dengan tatapan aneh.


Adi menggigit bibirnya sendiri dan memutuskan untuk segera masuk ke dalam rumah.


“Mas sakit ya?” tanya Caca memastikan.


“Jawab dengan jujur, tadi kenapa Caca lama sekali di dalam kelas?” tanya Adi penasaran.

__ADS_1


“Kita duduk dulu ya Mas!” ajak Caca agar suaminya duduk terlebih dahulu sebelum ia menjawab.


“Sudah,” ucap Adi dengan terus memandangi Caca.


“Jadi begini, Caca lama di kelas karena ada urusan sama Leo,” balas Caca yang ragu untuk menjelaskan secara detail mengenai pernyataan cinta Leo.


“Urusan apa? Apakah kalian benar-benar sedekat itu?” tanya Adi dengan raut wajah kesal.


Caca tertegun melihat ekspresi suaminya yang nampak jelas sedang cemburu.


“Alhamdulillah,” ucap Caca penuh syukur.


Caca memang tidak peka dalam urusan percintaan, akan tetapi raut wajah Sang suami menunjukkan dengan sangat jelas bahwa suaminya itu sedang cemburu.


“Apanya yang Alhamdulillah?” tanya Adi kebingungan.


Gadis itu memilih berpura-pura tidak tahu dan memutuskan untuk membuat suaminya semakin cemburu. Dengan itu, Caca dapat melihat apakah suaminya sudah jatuh cinta dengan dirinya ataukah belum.


“Ya Alhamdulillah. Caca senang karena Leo memberikan Caca banyak cemilan,” terang Caca.


“Hanya cemilan saja kamu senang? Mas juga bisa membelikan lebih banyak dari yang Leo berikan pada kamu,” pungkas Adi yang entah kenapa kecemburuan semakin terlihat jelas.


“Benarkah? Leo tidak hanya memberikan Caca banyak cemilan,” celetuk Caca sambil tersenyum bahagia.


“Caca!” Adi tak suka jika Caca terus saja menyebut nama Leo dengan tersenyum.


“Apanya yang salah dengan Leo, Mas? Leo baik dan juga idola di sekolah. Tentu saja Caca sangat senang mendapatkan perhatian dari Leo,” ucap Caca yang sengaja memancing emosi suaminya.


Adi tak bisa menahannya lagi, saat itu juga Adi mencium bibir Caca dengan harapan Caca berhenti menyebut nama Leo.


Caca tentu saja berlagak jual mahal. Gadis itu mendorong tubuh suaminya dan berlari secepat mungkin masuk ke dalam kamar.


“Caca!” Adi mengejar istrinya yang sengaja kabur darinya.


Di dalam kamar, Caca melompat kegirangan karena berhasil membuat suaminya cemburu.


“Akhirnya aku berhasil juga membuat Mas Adi cemburu. Kalau begitu, apakah sekarang Suamiku sudah mencitai ku?” gumam Caca dengan hati yang berbunga-bunga.


“Caca, ayo buka pintunya. Mas ingin mengatakan sesuatu kepada kamu,” ucap Adi dengan terus mengetuk pintu kamar.


“Mas mau bicara apa? Bicaralah saja sekarang! Caca tidak mau membuka pintu untuk Mas Adi,” balas Caca dari dalam pintu.


“Caca, ini sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi. Cepat buka pintunya!” pinta Adi berharap Caca segera membukakan pintu kamar untuknya.


“Tidak. Lagipula, Mas selalu mencium Caca tanpa alasan. Mas apa tidak tahu bagaimana tersiksa nya hati Caca ketika Mas tarik ulur perasaan Caca?” tanya Caca serius.

__ADS_1


__ADS_2