
Beberapa Hari Kemudian.
Adi terbangun dari tidurnya dengan tersenyum lega, pria 29 tahun itu akhirnya resmi keluar dari SMA cendekiawan. Adi berharap dengan keputusannya itu, Allah memberikan rezeki serta keberkahan untuk keluarganya.
Adi akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari biaya kehidupan sehari-hari mereka. Adi yakin Allah akan memberikan rezeki untuknya dan keluarga kecilnya.
“Bismillahirohmanirohim,” ucap Adi ketika bangun dari tidurnya.
Setelah itu Adi turun dari tempat tidur dan mengambil handuk untuk segera membersihkan diri. klKemudian bergegas pergi menuju masjid untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid.
Caca bangun dari tidurnya dan meminta sang suami untuk mengecup keningnya terlebih dahulu.
“Sudah ya, sekarang Mas harus mandi karena sebentar lagi waktu subuh akan tiba,” ujar Adi pada sang istri setelah mengecup kening istrinya.
“Caca sekalian ikut mandi ya Mas!” seru Caca.
“Ayo kalau begitu kita mandi bersama!” seru Adi.
Adi pun bergegas mengambil handuk milik istri. Kemudian memberikan handuk tersebut kepada sang istri.
Mereka pun dengan kompak pergi ke kamar mandi untuk mandi bersama.
Beberapa jam kemudian.
Adi mengucapkan basmallah Begitu juga dengan Caca.
Pagi itu mereka akan berjualan dan berharap penjualan hari itu dan seterusnya Laris Manis.
“Bismillahirohmanirohim,” ucap Adi dan juga Caca.
“Keduanya pun masuk ke dalam warung dan kompak membersihkan warung sebelum berjualan.
Sementara Yusuf sedang bermain dengan nenek, Oma dan juga Opanya.
“Bismillah, Semoga hari ini jualan kita lancar,” ucap adik pada sang istri tercinta.
“Amin, Insya Allah hari ini dan seterusnya jalan kita lancar,” sahut Caca dengan penuh keyakinan.
Baru saja membuka warung, sudah ada Beberapa pelanggan yang datang mengerumuni warung untuk membeli bahan-bahan kue.
__ADS_1
Mereka berbelanja dengan cukup banyak dan salah satu dari mereka menanyakan perihal Adi yang tidak berangkat mengajar.
“Pak Adi hari ini libur?” tanya seorang wanita yang usianya sekitar 40 tahun.
Adi tersenyum dan mengatakan bahwa ia kini sudah tidak mengajar. Adi menjelaskan bahwa ia akan fokus berjualan dan fokus berada di dekat keluarga kecilnya.
Mendengar jawaban Adi, wanita itu terkejut Begitu juga dengan beberapa orang yang tengah berbelanja di warung tersebut. Mereka terheran-heran dan sangat menyayangkan keputusan Adi untuk berhenti mengajar.
Adi lagi-lagi tersenyum dan menjelaskan bahwa dengan tidaknya menjadi guru ia yakin Allah akan memberikan rezeki yang lainnya.
“Oh begitu, semoga saja Pak Adi tidak menyesal ya dengan keputusan Pak Adi yang cukup aneh menurut saya,” tutur wanita berdaster biru.
Adi membalas ucapan wanita itu dengan penuh kesabaran, Adi tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada wanita terdaftar biru yang sudah sangat peduli padanya.
Satu-persatu Mereka pergi setelah selesai berbelanja dan ketika semuanya sudah pergi, saat itu juga tadi memeluk istrinya.
Adi menghela nafasnya yang terasa sangat berat dan meminta sang istri untuk selalu ada serta selalu menyemangatinya.
“Mas yang tenang, Caca akan selalu berada di sisi Mas dan akan selalu ada di setiap langkah Mas. Mas Adi tidak perlu khawatir,” tutur Caca pada sang suami tercinta.
Caca semua sekali tidak marah, kesal ataupun kecewa terhadap keputusan suaminya. karena sebenarnya Caca pun butuh sosok suaminya yang ada dekat dengannya.
“Mas jangan bilang begitu, kita itu sama-sama memiliki kelemahan dan sama-sama memiliki kelebihan. Untuk itu kita bersatu dan untuk saling melengkapi satu sama lain,” terang Caca pada Adi.
Di saat yang bersamaan, Ibu Puspita datang dengan membawa tempe goreng.
“Caca, Adi. Ibu telah membuatkan tempe goreng untuk kalian, ini makanlah dan jangan lupa dihabiskan,” ucap Ibu Puspita sambil meletakkan tempe goreng tersebut di atas etalase.
Caca dan Adi mengucapkan terima kasih kepada Ibu Puspita. Ibu Puspita mengiyakan dan memutuskan untuk kembali bermain dengan cucu pertamanya di ruang tamu.
Setelah ibu masuk ke dalam rumah, Adi maupun Caca bergegas menikmati tempe goreng yang kelihatannya sangat menggoda.
“Bagaimana rasanya?” tanya Adi penasaran karena Caca terlihat sangat bersemangat menghabiskan tempe goreng yang berada di tangannya itu.
“Sangat enak, sepertinya Caca harus banyak belajar lagi dari ibu,” jawab Caca apa adanya.
““Kenapa harus seperti itu? tempe goreng buatan Caca juga tidak terlalu buruk,” tutur Adi pada sang istri.
“Mas tidak perlu berbohong, karena Caca tahu bahwa tempe goreng yang cocok buat tidak memiliki rasa. sangat hambar dan tidak pantas untuk dimakan,” terang saja yang sangat sedih karena ia masih belum bisa menggoreng tempe dengan baik.
__ADS_1
“Sudah Jangan pikirkan hal seperti itu, intinya tempe goreng yang Caca buat ataupun masakan yang lainnya Mas pasti akan memakannya sampai habis,” pungkas Adi.
Caca tersenyum lebar dan mengucapkan terima kasih kepada Adi yang selalu berusaha untuk membuatnya nyaman.
30 menit kemudian.
Caca mendapatkan sebuah pesan yang isinya mengenai bahan-bahan kue.
“Alhamdulillah,” ucap Caca yang sangat senang ketika membaca pesan tersebut.
“Ada apa sayang?” tanya Adi penasaran.
Caca dengan semangat memberikan ponselnya memperlihatkan isi pesan tersebut.
“Alhamdulillah ya Allah, Terima kasih banyak untuk rezeki hari ini,” ujar Adi setelah membaca isi pesan tersebut.
isi pesan tersebut rupanya catatan bahan-bahan kue yang akan dibeli oleh salah satu tetangga yang jika ditotalkan sekitar satu juta rupiah.
Tentu saja itu nominal yang sangat besar bagi Adi maupun Caca.
“Mas tidak perlu melakukannya. biar Caca saja yang melakukannya, pokoknya Mas duduk saja,” tutur Caca.
Satu persatu Caca mengumpulkan bahan bahan kue yang berada di catatan pesan tersebut.
Tak Butuh waktu lama, pembeli yang memesan pesanannya lewat pesan Akhirnya Datang Juga.
“Neng Caca dan Aa' Adi, saya ucapkan banyak terima kasih karena telah menyiapkan semua keperluan bahan-bahan kue saya. Insya Allah saya akan langganan di sini dan mungkin kedepannya belanjaan saya lebih banyak lagi,” tutur wanita bernama Arumi.
Caca mengucapkan terima kasih begitu juga dengan Adi karena Arumi telah membeli bahan-bahan kue dengan nominal yang cukup banyak.
Arumi mengiyakan dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada mereka berdua.
Setelah berhasil melakukan transaksi, Arumi bergegas pulang ke rumahnya karena dia akan sibuk membuat kue ulang tahun serta kue lainnya.
“Terima kasih ya saya pulang Assalamualaikum,” ucap Arumi.
“Waalaikumsalam,” balas Adi dan juga Caca.
Setelah Arumi pergi, keduanya mengucapkan Alhamdulillah dan Bismillahirohmanirohim.
__ADS_1
Mereka yakin dengan cara tersebut akan ada pembeli selanjutnya yang datang untuk membeli jualan mereka.