Istri Centil Mas Adi

Istri Centil Mas Adi
Sulit Untuk Tidur


__ADS_3

Caca sebelumnya ingin tidur bersama Mama Ismia pada akhirnya mengurungkan keinginannya itu. Caca merasa bahwa malam itu akan berlalu dengan sangat lambat.


“Mama, Caca tidak jadi tidur dengan Mama malam ini. Caca ingin tidur bersama Mas Adi,” ucap Caca yang saat itu sudah berada di kamar bersama dengan Mama Ismia.


Mama Ismia mengiyakan apapun yang Caca inginkan, ia tidak keberatan dengan keinginan Caca tersebut.


“Iya sayang, tidak apa-apa. Ayo Mama temani kamu ke kamar kalian!” seru Mama Ismia.


Caca perlahan bangkit dari tempat tidur untuk pergi menuju kamarnya dan suami.


“Sayang, kok keluar?” tanya Adi ketika melihat istri kecilnya keluar dari kamar bersama dengan Mama Mertua.


“Mas, Caca tidak jadi tidur sama Mama. Caca mau tidur sama Mas,” terang Caca.


Adi tersenyum lega atas keputusan Caca malam itu yang ingin tidur dengannya.


“Ya sudah, Mama mau tidur. Kalian juga harus segera beristirahat,” tutur Mama Ismia dan bergegas masuk ke dalam kamar.


Papa Rio kebetulan saat itu masih terjaga karena sedang sibuk menonton acara pertandingan bola idolanya.


“Mas, ayo tidur!” ajak Caca sembari merangkul lengan suaminya untuk segera masuk ke dalam kamar mereka.


Adi mengiyakan dengan patuh ajakan istri kecilnya.


“Akhh....” Caca merintih kesakitan manakala ia kembali merasakan sakit dari tendangan bayi yang dikandungnya.


“Sayang, apakah sangat sakit? Kita ke rumah sakit ya,” ucap Adi yang sedih melihat kesakitan yang dirasakan oleh istri kecilnya.


Caca hanya diam sambil menahan sakit yang sedang ia rasakan. Tak berselang lama, rasa sakit itu hilang.


“Tidak perlu, Mas. Sepertinya ini kontraksi palsupalsu seperti tadi,” balas Caca dan meminta suaminya untuk membantu membaringkan dirinya.


Setelah berhasil membantu istri kecilnya berbaring, Adi memutuskan untuk membuatkan teh hangat agar Sang istri dapat rileks.


“Tunggu sebentar ya sayang, Mas akan kembali,” ucap Adi.


Caca mengiyakan menunggu suaminya kembali masuk ke dalam kamar.


Beberapa menit kemudian.


Adi datang dengan membawa secangkir teh hangat dengan sedikit gula untuk istri kecilnya.


“Sayang, ini Mas buatkan teh hangat dengan sedikit gula. Semoga dengan meminum teh hangat ini, Caca bisa rileks dan tidur menjadi nyenyak,” ucap Adi.

__ADS_1


“Mas kenapa sih suka sekali direpotkan oleh Caca?” tanya Caca.


“Kok malah kenapa? Siapa juga yang merasa direpotkan?” tanya Adi dan mencubit gemas pipi chubby istri kecilnya.


Caca tertawa kecil karena cubitan suaminya sama sekali tidak sakit dan justru menimbulkan rasa geli.


“Mas, sudah ah Caca malah tidak bisa tidur kalau Mas selalu mencubit pipi ini,” ujar Caca sambil menyentuh kedua pipinya.


“MashaAllah, istriku ini semakin cantik saja. Membuat Mas gemas ingin setiap saat menyentuh pipi kamu sayang!”


“Mas bisa saja,” celetuk Caca.


Caca pun meminta Adi untuk membantunya duduk agar bisa segera menghabiskan teh hangat tersebut.


Setelah menghabiskan secangkir teh buatan Adi, Caca memutuskan untuk tidur dipelukan Sang suami tercinta.


Di saat yang bersamaan, Papa Rio masih asik menonton pertandingan bola dan akan tidur bila pertandingan bola usai.


“Papa, belum mau tidur?” tanya Mama Ismia menghampiri suaminya di ruang tamu.


“Masih seru nih, Ma. Mumpung ada waktu untuk menonton pertandingan bola,” jawab Papa Rio.


Mama Ismia tidak nyaman tidur sendirian, ia akhirnya memutuskan untuk tidur di ruang tamu menemani suaminya menonton pertandingan.


Caca terbangun dari tidurnya karena kebelet ingin buang air kecil. Dilihatnya Sang suami yang nampak nyenyak, membuat Caca tak tega membangunkan suaminya.


“Lebih baik aku sendiri saja, lagipula ada Mama dan Papa,” gumam Caca dan perlahan bangkit dari tempat tidurnya.


Ketika Caca hendak keluar dari kamar, Adi tiba-tiba saja terbangun dan buru-buru bangkit dari tempat tidur manakala melihat Caca yang baru saja keluar dari kamar.


“Sayang!” panggil Adi dan segera merangkul pinggang istri kecilnya.


“Mas kok bangun?” tanya Caca.


“Kamu mau kemana sayang?” tanya Adi.


Mama dan Papa rupanya baru akan masuk ke dalam kamar. Mereka berdua terkejut melihat Adi dan Caca yang tengah berdiri tepat di depan kamar mereka.


“Kalian kenapa belum tidur?” tanya Papa Rio.


“Papa dan Mama sendiri kenapa belum tidur?” tanya Caca.


“Oh, Papa tadi nonton bola dan Mama kamu tadi ketiduran di kursi. Ini kami berdua mau tidur,” terang Papa Rio.

__ADS_1


“Caca dan Mas Adi mau ke kamar mandi, Pa,” ungkap Caca.


Papa Rio mengangguk paham dan bergegas masuk ke dalam kamar bersama Mama Ismia yang nampak sangat mengantuk.


“Ayo sayang!” ajak Adi yang ingin segera mengantarkan istri kecilnya untuk buang air kecil.


Setelah selesai dari kamar mandi, Adi dan Caca kembali ke kamar mereka.


“Mas, Caca tiba-tiba saja tidak ingin tidur. Sepertinya malam ini akan menjadi malam panjang untuk Caca,” tutur Caca dengan raut wajah murung.


“Untuk kita, sayang,” jelas Adi karena dirinya juga memutuskan tidak akan tidur sampai istrinya benar-benar terlelap.


“Terima kasih banyak, Mas,” ucap Caca.


Karena Caca belum juga dilanda ngantuk, ia memilih untuk membaca buku. Namun, bukannya mengantuk justru ia merasa jenuh dengan buku yang ia baca.


“Mas, Caca mau ke kamar mandi lagi,” tutur Caca dan meminta Adi untuk menemaninya pergi ke kamar mandi.


***


Adi menoleh ke arah jam di dinding yang telah menunjukkan pukul 2 pagi. Akan tetapi, istrinya belum juga mengantuk sementara Adi sudah sangat mengantuk dan ingin segera tidur.


“Mas, tidur saja ya. Caca sampai sekarang belum mau tidur, bukankah besok Mas harus mengajar?”


Sekeras apapun Adi mencoba untuk tetap terjaga menemani istri kecilnya, pada akhirnya ia terlelap dengan posisi terduduk sembari bersandar di kepala ranjang.


Caca menatap wajah suaminya yang sudah terlelap dengan rasa bersalah sekaligus kasihan.


“Maafkan Caca ya Mas, Caca tidak bermaksud membuat Mas ikut terjaga,” ucap Caca dan perlahan mengubah posisi tidur suaminya agar bisa berbaring.


Melihat wajah suaminya yang nampak kelelahan, membuat Caca semakin yakin bahwa suaminya sangat mencintai dirinya.


“Pada akhirnya Pak Guru yang menjadi cinta pertama ku, sekarang benar-benar menjadi suamiku. Entah kenapa, sampai detik ini aku merasa bahwa ini adalah mimpi indahku,” gumam Caca.


Tak terasa waktu terus berjalan, hingga mendekati waktu subuh. Adi pun bangun karena sudah menjadi kebiasaannya bangun sebelum waktu subuh.


“Ya Allah, sayang. Kamu belum tidur dari semalam?” tanya Adi terkejut melihat Caca yang sedang duduk di kursi sambil membaca buku.


“Mas sudah bangun ternyata,” ucap Caca dan menjelaskan bahwa dirinya sulit untuk tidur.


“Sayang, kalau kamu terus begini Mas juga yang khawatir. Nanti Caca jangan tidur siang ya, mungkin saja tidur malam kamu nyenyak,” tutur Adi meminta Caca untuk tidak tidur siang.


“Caca akan mencoba saran dari Mas,” balas Caca.

__ADS_1


Adi pun turun dari tempat tidur untuk segera mandi sebelum berangkat pergi ke masjid menjalankan sholat subuh berjama'ah.


__ADS_2