Istri Centil Mas Adi

Istri Centil Mas Adi
Menjenguk Buah Hati Lastri


__ADS_3

“Mas, Lastri ke mana? kok di belakang tidak ada?” tanya Caca yang tak melihat Lastri.


“Lastri hari ini tidak masuk karena bayinya sakit dan Mas mentransferkan uang ke rekening sebesar Rp500.000,” pungkas Adi.


Caca tak peduli dengan uang tersebut dan malah mengajak suaminya untuk pergi menjenguk buah hati Lastri yang sedang sakit.


“Mas tahu di mana anak Lastri?” tanya Caca pada suaminya.


“Belum tahu, nanti siang saja kita tanyakan Lastri. saat ini Lastri pasti sedang sibuk membawa bayinya ke rumah sakit,” ujar Adi.


“Mas, Malam ini kita ke rumah sakit ya menjenguk bayinya Lastri. Bagaimanapun kita harus datang untuk memberikan semangat kepada Lastri,” ucap Caca.


Adi mengiyakan dan saat itu juga mengajak istrinya untuk mencuci pakaian karena pelanggan akan kecewa jika pakaian mereka belum juga kering.


“Kalau Mas ikut mencuci pakaian di dalam, Bagaimana dengan warung kita?” tanya Caca karena jika suaminya ikut membantu mencuci pakaian di dalam, Tentu saja tidak ada yang menunggu warung.


“Sudah tidak apa-apa, hari ini warung kita tutup dan fokus dengan pakaian kotor,” pungkas Adi.


Beberapa jam kemudian.


Caca sudah tidak kuat lagi untuk menyetrika pakaian karena tangannya sudah tak sanggup lagi untuk mengangkat setrika. melihat istrinya yang nampak kelelahan, Adi pun mengambil alih untuk menyetrika pakaian yang jumlahnya cukup banyak.


Sementara Caca diminta untuk beristirahat sambil menemani Yusuf di dalam kamar yang tengah terlelap.


“Mas yakin?” tanya Caca memastikan kembali ucapan suaminya.


“Iya sayang, Pergilah ke kamar dan beristirahat bersama Yusuf. biar pakaian ini mas yang mengerjakan,” ucap Adi.


Caca tersenyum lebar dan memeluk suaminya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kamar.


“Mas, kapan kita bisa melakukannya lagi? apakah kaki dan tangan masih terasa sakit?” tanya Caca penasaran.


Adi tertawa mendengar pertanyaan istrinya dan menjawab bahwa ia sudah sehat 100%.


“Benarkah? Apa artinya kita sudah bisa melakukannya?” tanya Caca dengan tatapan centilnya.


“Iya Caca sayang, bagaimana kalau nanti malam?” tanya Adi.


Caca terdiam sejenak dan tersenyum lebar ketika mengingat bahwa nanti malam adalah malam jum'at.


“Ada apa sayang? kok malah senyum-senyum?” tanya Adi penasaran.


Caca tersenyum malu-malu dan berlari masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Tadi tertawa kecil dan kembali melanjutkan pekerjaannya sambil menantikan malam tiba.


Di dalam kamar, Caca perlahan naik ke tempat tidur untuk sekedar meluruskan pinggangnya yang terasa pegal. Ketika akan memejamkan mata, Yusuf terbangun dari tidurnya dengan rengekan kecil.


“Yusuf sayang,” ucap Caca sambil bangkit dari tempat tidur dan berjalan menghampiri Yusuf.


Yusuf berhenti merengek manakala Sang Bunda menggendongnya dan membawanya ke tempat tidur kedua orang tuanya.


“Yusuf mau tidur di kasur Bunda dan Ayah?” tanya Caca pada buah hatinya.


Yusuf hanya diam sembari menatap wajah Bundanya tercinta.


Caca tersenyum dan perlahan menyusui Yusuf yang terlihat masih mengantuk.


2 Jam Kemudian.


Adi baru saja kembali dari masjid setelah melaksanakan shalat dzuhur berjama'ah di Masjid.


Adi mengucapkan salam dan Caca membalas salam suaminya. kemudian mencium punggung tangan suaminya dengan wajah berseri-seri.


“Bagaimana dengan Lastri? Apakah Lastri sudah memberitahu alamat rumah sakit tempat bayinya dirawat?” tanya Adi.


“Sudah, Mas. Ayo kita siap-siap!” seru Caca mengajak suaminya mengganti pakaian.


Tak berselang lama, mereka sudah siap untuk pergi ke rumah sakit dan sedang menunggu mobil online datang.


“Benar, saya Caca Lestari,” jawab Caca dan saat itu juga mereka masuk ke dalam mobil.


***


Rumah Sakit.


Adi dan Caca akhirnya sampai di depan ruang khusus anak. Mereka pun masuk ke dalam dan melihat Lastri yang tengah menangis sambil menatap wajah bayi kecil berusia 1 tahun.


Lastri masih belum menyadari bahwa Adi dan Caca sedang memperhatikan dirinya yang tengah menangis.


“Lastri,” ucap Caca lirih sambil menyentuh pundak Lastri.


Lastri menoleh dan saat itu juga beranjak dari duduknya dengan tersenyum lebar. Senyum yang menunjukkan seakan-akan dirinya baik-baik saja.


Caca meminta Lastri untuk kembali duduk dan menanyakan perihal sakit dari buah hati Lastri.


“Bayi kamu sakit apa, Lastri?” tanya Caca.

__ADS_1


“Dokter bilang kalau Ali sakit tipes, Mbak Caca.”


“Ya Allah, kasihan sekali. Kamu banyak-banyak bersabar dan berdo'a ya Lastri. InshaaAllah Ali bisa segera sembuh. Masalah pekerjaan, kamu tidak usah khawatir. Setelah Ali sembuh, kamu boleh kembali bekerja,” ucap Caca.


Lastri mengucapkan kerima kasih berulang kali kepada Caca dan juga Adi yang sudah datang menjenguk buah hatinya.


“Ini ada sedikit rezeki untuk biaya pengobatan Ali. Mohon diterima,” ucap Caca sambil memberikan sebuah amplop.


Lastri menolak pemberian Caca, dikarenakan sebelumnya Adi telah mengirimnya uang Rp500.000.


“Lastri, sudah terima saja pemberian dari kami,” ujar Caca.


Lastri akhirnya menerima uang pemberian Caca dan sekali lagi mengucapkan terima kasih dengan air mata yang terus mengalir deras di pipinya. Lastri sangat bersyukur karena Allah mengirimkan sepasang suami-istri yang memiliki hati seperti malaikat.


“Sudah dong, jangan nangis. Ini ada makanan untuk kamu, kami tahu bahwa kamu pasti belum makan,” ucap Caca menyerahkan makanan beserta air mineral untuk Lastri.


Beberapa Saat Kemudian.


Siang telah berganti sore, saatnya bagi keluarga kecil Adi untuk kembali pulang ke rumah. Masih banyak cucian yang menunggu untuk segera diselesaikan.


“Lastri, kami pamit pulang ya. Kamu dan Ali baik-baik lah di sini,” ucap Caca.


Adi dan Caca pun mengucap salam sebelum pergi meninggalkan rumah sakit.


Lastri kembali mengucapkan terima kasih dan berharap Allah membalas semua kebaikan yang telah keluarga kecil itu berikan kepadanya serta buah hatinya.


***


Di Rumah.


Setibanya di rumah, Adi bergegas membersihkan diri untuk segera berangkat ke masjid melaksanakan sholat ashar. Sementara Caca, sibuk mengurus Yusuf yang sedikit rewel.


Setelah Adi selesai mandi, kini giliran Caca yang masuk ke dalam kamar mandi untuk memandikan buah hati mereka.


Saat Caca sedang sibuk memandikan Yusuf, Adi datang menghampiri Caca yang masih di dalam kamar mandi untuk pamit pergi ke masjid.


“Caca sayang, Mas pergi ke masjid dulu ya,” ucap Adi tanpa mengucapkan salam.


“Iya Mas,” balas Caca.


Caca pun kembali melanjutkan aktivitasnya memandikan Yusuf.


“Yusuf kesayangan siapa?” tanya Caca yang sudah selesai memandikan Yusuf dan bergegas pergi dari kamar mandi.

__ADS_1


Yusuf tertawa lepas sambil terus menggerakan kakinya ketika Sang Bunda meletakan tubuhnya ke atas tempat tidur.


“Kesayangannya Bunda kelihatannya senang sekali. Kalau begini terus, Bunda ingin menambah bayi lagi,” ucap Caca sambil mengeringkan tubuh buah hatinya yang masih basah.


__ADS_2