
Adi pun menyadari sikapnya yang egois karena selalu mencium istrinya tanpa tahu perasaannya. Akan tetapi, kini dirinya sudah tahu dan akan mengungkapkan rasa cintanya itu kepada Sang istri.
“Caca, Mas minta maaf ya! Mas janji tidak akan sembarangan mencium Caca. Sekarang buka pintunya untuk Mas!” pinta Adi.
“Boleh. Asal Mas memenuhi permintaan Caca,” sahut Caca yang masih berada di balik pintu.
“Baiklah, apapun itu Mas akan memenuhi permintaan Caca. Asal Caca tidak meminta dibuatkan seribu candi,” balas Adi.
Caca tertawa kecil mendengar ucapan suaminya yang terdengar sangat geli. Meskipun sedang tertawa, Adi sama sekali tidak bisa mendengar tawa istrinya.
“Katakan apa permintaan Caca yang harus Mas penuhi?” tanya Adi penasaran dengan terus menempelkan daun telinganya ke pintu.
“Pertama, Caca lapar dan ingin makan masakan yang Mas Adi masak. Kedua, Caca ingin disuapi. Dan Ketiga, Caca ingin berkeliling naik motor sekitaran daerah sini,” terang Caca.
Adi dengan cepat mengiyakan dan akan memenuhi 3 permintaan istrinya. Setelah itu, Adi akan mengungkapkan isi hatinya kepada Sang istri.
“Mas yakin bisa memenuhi 3 permintaan Caca?” tanya Caca memastikan kembali.
“InshaAllah, Mas akan memenuhi 3 permintaan Caca. Sekarang Mas akan memasak makanan untuk Caca,” balas Adi.
Adi kemudian bergegas ke dapur untuk melihat isi di dalam kulkas.
Caca sangat senang karena ia berhasil membuat suaminya cemburu.
“Mas Adi cemburu kira-kira alasannya apa ya? Apa mungkin karena Leo?” gumam Caca penasaran.
Di dapur, Adi berusaha keras memasak makanan untuk istrinya. Sekaligus, memikirkan cara untuk mengungkapkan isi hatinya.
“Pokoknya aku harus bisa mengungkapkan isi hatiku pada Caca. Aku tidak boleh kalah dari Leo,” gumam Adi.
Suami mana yang tidak cemburu bila istrinya di dekati oleh pria lain. Apalagi pria itu adalah salah satu muridnya yang terkenal pintar dan juga tampan.
Belum lagi Leo jauh lebih muda darinya dan itu cukup membuatnya merasa tersaingi.
***
Malam hari.
Caca tersenyum bahagia sembari memeluk erat suaminya yang sedang mengendarai motor. Mereka berdua saat itu sedang asik menikmati indahnya malam jum'at.
“Mas, kita mampir minum susu hangat dulu ya!” pinta Caca karena memang udara malam saat itu cukup dingin dan Caca tentunya butuh sesuatu yang bisa menghangatkan tubuhnya.
“Mampir ke mana?” tanya Adi yang tidak mendengar dengan jelas apa yang istrinya katakan.
“Mampir ke cafe, Mas Adi,” jawab Caca memperjelas ucapannya.
Kebetulan di depan mereka ada sebuah cafe dan tanpa pikir panjang, Adi bergegas masuk ke area cafe.
“Kamu minum apa?” tanya Adi sesaat mereka tiba di area parkir cafe.
__ADS_1
“Susu hangat, kalau Mas mau minum apa?” tanya Caca.
“Sama deh,” jawab Adi.
Adi membantu istrinya melepaskan helm dan berinisiatif menggandeng tangan istrinya. Caca tentu saja terkejut dengan sikap suaminya yang tiba-tiba saja menjadi so sweet tanpa diminta.
“Ada yang salah?” tanya Adi ketika melihat raut wajah istrinya yang terkaget-kaget.
Caca hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum malu-malu.
“Ayo masuk!” ajak Adi dengan terus menggandeng tangan istrinya.
Mereka berdua masuk dan memilih untuk duduk di meja yang dekat dengan kaca.
Di saat yang bersamaan, seorang pelayan datang untuk mencatat menu minuman yang ingin dinikmati oleh sepasang pengantin baru itu.
“Permisi, mau pesan minuman apa?” tanya pelayan.
“Saya dan istri pesan susu hangat. Untuk cemilannya ada roti tawar?” tanya Adi.
Deg! Caca merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika Adi menyebut dirinya istri.
“Caca! Caca!” Adi berulang kali memanggil istrinya yang asik dengan lamunannya.
Caca tersadar dan sama sekali tidak menyadari bahwa pelayan sebelumnya telah pergi.
“Kamu sedang melamunkan apa?” tanya Adi penasaran.
Usai minum susu hangat dan roti tawar, Adi bergegas mengajak istrinya untuk pulang ke rumah. Caca yang memang sudah mengantuk seketika itu mengiyakan ajakan suaminya.
“Terima kasih, Mas Adi!” Caca mengucapkan Terima kasih dengan memberikan senyum terbaiknya.
Adi pun tersenyum sembari menyematkan helm di kepala Sang istri.
“Caca merasa bahwa Mas malam ini sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya,” ucap Caca yang sudah duduk di motor.
“Maksudnya?” tanya Adi penasaran.
“Kalau boleh jujur, Mas malam sedikit romantis,” jawab Caca malu-malu.
“Benarkah? Mau Mas tunjukkan yang lebih romantis lagi?” tanya Adi.
“Mau!” seru Caca dengan antusias.
Adi tersenyum tipis dan bergegas mengendarai motornya untuk segera pulang ke rumah kontrakan mereka.
****
Tak berselang lama, mereka pun sampai dan Caca lebih dulu masuk ke dalam rumah. Kemudian, disusul oleh Adi yang saat itu tengah mendorong motor masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Caca yang sangat mengantuk, bergegas masuk ke kamar untuk segera tidur.
Adi masih fokus memasukkan motor ke dalam rumah dan setelah itu, ia mengunci pintu rumah dan memastikan bahwa semua pintu dan jendela sudah dalam keadaan terkunci.
“Caca!” panggil Adi dan terkejut melihat istrinya yang ternyata sudah terlelap.
Pria 28 tahun itu menghela napasnya yang terasa berat dan memutuskan untuk mengganti pakaiannya dengan piyama.
Ketika Adi ingin masuk ke dalam kamar mandi, Caca tiba-tiba bangun dari tidurnya karena ia lupa menggosok gigi.
“Mas, gantian dong!” pinta Caca sambil terus mengetuk pintu kamar mandi agar Sang suami segera ke luar.
Tak berselang lama Adi ke luar dan tak disangka pria itu langsung menyerang Caca dengan sebuah ciuman.
Caca yang awalnya memberontak, pada akhirnya Caca larut dengan apa yang suaminya lakukan.
Cukup lama mereka berciuman. Sampai akhirnya, Adi menyudahinya dan mengecup lembut kening istrinya.
“Maksudnya apa ini?” tanya Caca.
“Apakah Mas harus memberikan jawaban yang pasti? Bukankah Caca bisa langsung tahu maksud dari ciuman kita tadi?” tanya Adi.
Seberapapun Caca mencoba memikirkan maksud suaminya, tetap saja gadis itu tak memahami maksud tersebut. Mungkin, karena suaminya selalu tarik ulur perasaannya dan itu membuat Caca takut berpikiran terlalu jauh.
“Sekarang Caca tatap mata Mas!” pinta Adi sambil menyentuh wajah Caca agar Caca menatap matanya.
Deg!!!!! Jantung Adi berdebar sangat cepat ketika ia dan istrinya saling bertatapan satu sama lain.
Adi menatap istrinya dengan penuh cinta dan tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.
“Mas kenapa menangis?” tanya Caca dengan bingung.
“Maaf, karena baru menyadari bahwa sebenarnya Mas mencintai kamu, Caca.”
Akhirnya Adi menyadari dan berhasil mengungkapkan rasa cintanya kepada Sang istri, Caca Lestari.
Gadis itu tak bisa berkata-kata, ia menangis terharu karena akhirnya Sang suami jatuh cinta padanya. Caca bersyukur karena penantiannya selama ini membuahkan hasil yang luar biasa indahnya.
“Coba katakan sekali lagi!” pinta Caca dengan suara gemetar.
“Aku mencintaimu, istriku!” teriak Adi dan menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
Mereka berdua menangis terharu karena akhirnya mereka saling mencintai satu sama lain.
Caca tidak henti-hentinya mengucap syukur dalam hatinya atas karunia dari Allah yang telah memberikan cinta suaminya untuk dirinya seorang.
“Caca, sekarang kamu tahu isi hati Mas yang sebenarnya. Mas ingin Caca bisa menjaga fitrah Caca sebagai seorang istri dan Mas pun akan menjaga fitrah Mas sebagai seorang suami,” tegas Adi.
“Iya, Mas Adi. Caca akan berusaha menjaga fitrah Caca sebagai seorang istri. Mohon bimbing Caca ya Mas!” pinta Caca yang terus menangis di pelukan Sang suami.
__ADS_1
“Kita sama-sama belajar, istriku. Semoga Allah meridhoi rumah tangga kita,” ucap Adi penuh harap.
Caca mengaminkan ucapan suaminya dan kembali mengucap syukur atas karunia cinta yang Allah berikan pada rumah tangganya.