
Adi menghela napasnya dan tersenyum lepas pada Caca yang terus saja menatapnya dengan serius.
Sudah. Mas Adi yang tenang saja, apapun keputusan Mas Adi sekarang atau kedepannya Insya Allah Caca akan menghargai keputusan tersebut. Mas Adi yang semangat ya dan Caca pun akan semangat tutur Caca.
“Terima kasih sayang. “Terima kasih karena selalu menghargai keputusan Mas dan Caca juga harus semangat,”” balas Adi dan mengecup kening sang istrinya.
“Iya Mas sama-sama. kita harus saling menguatkan, saling menyemangati dan saling memiliki satu sama lain,” pungkas Caca.
“Mas sangat beruntung karena memiliki istri seperti Caca entah apa jadinya Kalau itu bukan Caca,” tutur Adi.
““Mas ini bisa saja. Ayo Mas tidur, Caca sangat mengantuk dan ingin segera tidur. peluk Caca yang erat ya Mas agar cacah bisa tidur dengan nyenyak di pelukan Mas,” pinta Caca pada sang suami.
“Ya sudah ayo kita tidur!” seru Adi.
Mereka berdua beranjak dari kursi ruang tamu dan bergegas masuk ke dalam kamar.
Ibu Puspita dan mama isnia tidur di kamar. sedangkan Papa Rio tidur di ruang tamu.
Setelah Adi dan Caca meninggalkan ruang tamu, barulah Papa Rio kembali ke ruang tamu dan tak lupa menggelar tikar untuknya tidur.
Papa Rio bisa memaklumi hal tersebut, dikarenakan di rumah itu hanya ada dua kamar dan tidak mungkin bila papa Rio ikut tidur bersama dengan besannya.
Keesokan paginya.
Adi pergi ke sekolah diantar oleh Papa mertua, sekaligus menemani Adi untuk pamit kepada kepala sekolah serta rekan lainnya.
Adi sudah yakin 100% mengenai dirinya yang berhenti mengajar. awalnya memang berat, tapi Adi yakin semuanya bisa ia lalui bersama dengan keluarga yang selalu mendukungnya.
““Mas kelihatan tegang. Apakah Mas baik-baik saja? tanya Caca yang saat itu sedang memeluk lengan suaminya.
“Insya Allah Mas baik-baik saja. tolong Doakan ya !pinta Adi pada Caca.
Pasti mas, Caca. akan mendoakan Mas Adi dan Caca berharap Mas Adi bisa kuat tutur Caca.
Adi tersenyum lega sambil membelai rambut panjang Caca dan kemudian Adi pamit kepada istri, ibu kandungnya dan mama mertua. setelah berpamitan Adi pun bergegas masuk ke dalam mobil dan papa Rio lah yang menyetir mobil menuju sekolah di mana menantunya mengajar.
__ADS_1
Caca terus Melambaikan tangannya Seraya tersenyum lebar. dengan cara itulah ia sedikit bisa menyembunyikan kesedihannya.
Di dalam mobil, Adi terus menerima banyak pesan dari pihak sekolah. terutama dari pak kepala sekolah yang sudah sangat cocok dengan kinerja seorang Adi Hidayatullah.
“Nak Adi sudah siap?” tanya papa Rio.
““Insya Allah papa. Adi percaya doa Caca, ibu, mama dan papa akan membuat semua nya menjadi lebih mudah,” balas Adi kepada Sang Papa Mertua.
Beberapa saat kemudian.
Adi akhirnya tiba di sekolah dan saat itu juga Adi pergi menuju ruang guru, untuk memberitahukan kemundurannya sebagai seorang guru. Adi bahkan siap jika keputusannya itu membuat kepala sekolah serta guru yang lainnya kecewa padanyapadanya
Bagaimanapun, itu adalah pilihan dari Adi dan semua resiko tentu saja akan ditanggung oleh Adi.
“Pak Adi, Apa benar isi di dalam grup tadi? Pak Adi pasti sedang bercanda kepada kami ya kan?” tanya Kevin yang masih belum percaya dengan pesan Adi di grup yang ditujukan untuk guru sekolah.
“Iya Pak Kevin. Untuk lebih jelasnya lagi kita sebaiknya berkumpul di ruang rapat,” tutur Adi.
Kevin menatap Adi dengan tatapan terheran-heran dan saat itu juga Adi menepuk bahu Kevin.
Satu-persatu para guru datang dan memenuhi kursi yang sebelumnya kosong. sementara Adi sudah duduk bersebelahan dengan Pak Nugroho selaku kepala sekolah di SMA cendekiawan.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, pertama-tama saya ucapkan banyak terima kasih kepada guru semua yang telah hadir dalam rapat yang cukup mendadak ini. Saya selaku kepala sekolah akan mempersilahkan kepada Pak Adi untuk menyampaikan hal yang ingin Pak Hadi sampaikan kepada kita semua,” ujar Pak Nugroho.
“Sebelum memberitahukan alasan mereka semua berkumpul di ruang rapat, Adi terlebih dulu meminta maaf sebesar-besarnya kepada para guru yang sangat baik padanya terutama Pak Nugroho selaku kepala sekolah,” ucap Adi.
Setelah meminta maaf, Adi pun memberitahukan bahwa dirinya tidak akan mengajar di sekolah tersebut karena ingin fokus dalam penyembuhannya sekaligus keluarga kecilnya.
Hampir semua guru menyayangkan keputusan Adi itu. akan tetapi mereka juga tidak memaksa Adi Karena itu adalah pilihan Adi sendiri.
***
Sore Hari.
Adi dan papa Rio telah kembali dari sekolah setelah obrolan yang cukup panjang.
__ADS_1
melihat suaminya telah kembali saat itu juga Caca berlari menghampiri suaminya Seraya tersenyum manis. Caca sama sekali tidak bertanya dan justru bersikap manja kepada suaminya.
“Mas Adi sudah makan belum? Caca belum makan dan ingin makan bersama Mas Adi. Ayo Mas kita makan bareng!” pinta Caca mendesak suaminya untuk makan bersama di ruang makan
“Kenapa belum makan?” tanya Adi penasaran.
“Iya karena menunggu Mas pulang. tidak salah kan menunggu suami pulang!” tanya Caca.
Adi menggelengkan kepalanya dan mengajak istrinya untuk masuk ke dalam. sebelum masuk ke dalam Adi mencium punggung ibu dan mertuanya. setelah itu barulah Adi masuk ke dalam kamar Bersama sang istri.
Pada saat baru memasuki kamar, rupanya Yusuf telah berdiri di dalam ranjang bayi.
Melihat tingkah Yusuf, membuat kedua orang tuanya merasa khawatir takut bila sesuatu terjadi kepada Yusuf.
“Yusuf sayang kenapa berdiri seperti itu?” tanya Caca dan menggendong bayinya untuk diletakkan di tempat tidur.
Ketika hendak diletakkan di tempat tidur, Yusuf justru menangis dan malah menggerakkan tangannya ke arah ayahnya.
“Tadi tersenyum lebar dan perlahan menggendong buah hati mereka.
Yusuf kenapa Bangun Nak?” tanya Adi yang Tengah bayinya dengan sangat hati-hati.
“Bangun dong Ayah. Yusuf itu tidur dari tadi siang,” jawab Caca dengan menirukan suara anak kecil.
Adi tertawa kecil dan mencubit gemas pipi istrinya.
“istriku semakin cantik saja,” Puji Adi ketika melihat Caca yang memang sangat cantik berkali-kali lipat.
“Kenapa memangnya!? Apakah mas baru sadar sekarang kalau Caca itu cantik?” tanya Caca pada sang suami sambil memasang ekspresi kesal.
“Tidak dong. Mas sudah sadar dari dulu dan sekarang ini Caca terlihat sangat cantik berkali-kali lipat, yang artinya dulu Caca juga sangat cantik seperti saat ini,” balas Adi.
Caca memanyunkan bibirnya Dan meletakkan Yusuf di tempat tidur mereka. kemudian Caca mengambil handuk dan memberikannya kepada sang suami agar sang suami segera mandi.
“Sbaiknya Mas Adi mandi saja dulu, biar Caca yang menyiapkan pakaian untuk Mas,” tutur Adi dan saat itu juga Adi bergegas pergi ke kamar mandi.
__ADS_1