Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #99


__ADS_3

" Begini, kita telfon dady minta dady untuk kemari besok dan minta dady untuk membawa bunga dan juga kue ulang tahun untuk momy, mungkin saja itu akan membuat momy dan dady menjadi berbaikan. "(Ucap Alfa kepada sang adik.)


" Ide mu bagus kakak, tetapi bagaimana kita menelfon dady? "(Ucap Abel kebingungan.)


" Itu gampang, setelah momy tidur, kita tinggal ambil ponsel momy dan menghubungi dady. "(Ucap Alfa santai.)


" Bodoh, apa kau gila? Itu namanya mencuri dan apa kau yakin momy akan memiliki nomer ponsel dady? "(Ucap Abel memukul kepala Alfa.)


"Aw, kepala ku sakit sekali, kau ini benar-benar jahat. " (Ucap Alfa memegang kepala nya.)


"Aishhh, maaf, tetapi yang aku katakan itu adalah benar. " (Ucap Abel memanyun kan bibir nya.)


"Begini saja, jika ponsel momy tidak ada nomernya dady, kita minta saja om Dimas untuk mengirimkan nomer dady. " (Ucap Alfa tersenyum.)


"Apa kau yakin itu akan berhasil? " (Ucap Abel menaikan satu alis nya.)


"Sudah lah, kau jangan memikirkan itu, yang penting kau bantu aku untuk menjalani rencana kita." (Ucap Alfa bersemangat.)


"Baik lah aku setuju. " (Ucap Abel menatap kakak nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.)


"Lalu sekarang tunggu apa lagi? Copat ke kamar momy dan ambil ponsel momy. " (Ucap Alfa memerintah sang adik.)


"Aishh, baik lah tunggu di sini. " (Ucap Abel turun dari ranjang nya dan berjalan kekuar dari kamar.)


Abel pun berjalan mengendap-endap keluar dari kamar nya.


Ia tidak tau jika Diva masih duduk di ruang tamu.


"Abel? Sayang kau meu kemana? " (Ucap Diva saat melihat Abel.)


Abel pun kaget mendengar suara momy nya yang memangil nya.


"Aduh gawat, ketahuan. " (Batin Abel.)


"Sayang, apa kau mendengar momy? " (Tanya Diva kembali.)


Abel pun membalikkan badan nya dan menghadap Diva.


"Momy, aku... em... aku tidak bisa tidur, boleh kah aku meminjam ponsel momy sebentar? "(Ucap Abel mendekati Diva.)


" Tidak bisa tidur? Meminjam ponsel? "(Ucap Diva menaikan satu alisnya.)


" Iya, aku ingin mendengar lagu anak-anak mengunakan ponsel momy, agar aku bisa tidur. "(Ucap Abel begitu pintar berbohong.)

__ADS_1


" Astaga sayang, yasudah ini, ambil dan masuk ke kamar sekarang ya ingat setelah mendengar lagu tidur lah dengan nyenyak. "(Ucap Diva tampa ada rasa curiga.)


" Yey, Terima kasih momy, emuach. "(Ucap Abel mencium pipi Diva kemudian berlari masuk ke dalam kamar nya.)


" Bagaimana? Dapat? "(Ucap Alfa melihat adik nya yang naik ke atas ranjang.)


" Tentu saja, dan bukan dengan cara mencuri seperti yang kau saran kan. "(Ucap Abel bangga.)


" Lalu?"(Tanya Alfa penasaran.)


"Aku meminjam nya dengan alasan ingin mendengar lagi anak-anak, dan sekarang itu tugas mu. " (Ucap Abel memberikan ponsel itu kepada Alfa.)


"Baik lah, aku akui kau memang pintar. " (Ucap Alfa agar sang adik tidak menjadi kesal.)


"Terima kasih. " (Ucap Abel bangga sambil tersenyum manisnya.)


Alfa pun mencari kontak Aziel, tetapi sama sekali tidak ada, lalu ia pun SMS Dimas dengan menyamar sebagai momy nya.


Isi pesan


Dimas bisa kah kau kirim kan nomer Aziel? (Isi pesan yang di kirim Alfa.)


Tampa curiga Dimas pun mengirimkan nya, karena Dimas berfikir karena Diva akan menyelesaikan masalah nya dengan Aziel.


"Yes, aku dapat nomernya dady. " (Ucap Alfa senang.)


Smentara Abel hanya melirik kelakuan kakak nya yang nakal.


Di sisi lain


Aziel dan yang lain baru saja tiba di mansion.


"Hati-hati pah. " (Ucap Aziel menurunkan tuan Baylor dari mobil.)


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam mansion suasana saat itu menjadi hening, semua wajah tidak ada satu pun yang tersenyum, mungkin masih bersedih karena kejadian di taman hiburan tadi.


"Pah, istirahat lah. " (Ucap Aziel membantu tuan Baylor naik ke ranjang nya.)


"Terima kasih Ziel. " (Ucap tuan Baylor.)


"Aku keluar dulu pah. " (Ucap Aziel berlaku keluar dari kamar tuan Baylor.)


Sementara tuan Baylor hanya mengangguk kan kepala nya, ia tau saat ini semua orang di rumah bersedih, termasuk dirinya sendiri karena tak bisa berlama-lama dengan kedua cucu nya, tetapi yang paling terpuruk saat ini adalah Aziel.

__ADS_1


Aziel pun masuk ke dalam kamar nya, kemudian mengunci pintu kamar.


Dring... dring... dring. (Ponsel Aziel berbunyi menandakan ada telpon masuk.)


Call onn.


"Hallo, siapa ini? " (Ucap Aziel.)


"Dady."(Lirih Alfa.)


" Al.. Alfa? "(Ucap Aziel kaget.)


"Sayang, nomer siapa ini? Mengapa kau belum tidur? Dan dari mana kau mendapatkan nomer dady? " (Tanya Aziel kebingungan.)


"Dady, maaf aku mengangu, dady tidak perlu tahu itu semua yang jelas aku dan Abel ingin mengajak dady berkerja sama. " (Ucap Alfa di sebrang telfon.)


"Bekerja sama? " (Tanya Aziel semakin di buat kebingungan oleh sang anak.)


"Iya, besok adalah uang tahun momy, datang lah kemari dengan surprise, dady siapa tau momy tidak akan marah lagi sama dady. " (Ucap Alfa begitu pintar.)


Aziel terdiam dan menatap arah kalender nya, ternyata memang benar besok adlaah hari ulang tahun Diva.


"Dady, kenapa dady diam apa dady tidak setuju? " (Ucap Alfa lagi.)


"Tidak sayang dady malah sangat setuju, bilang sama Abel kita akan bekerja sama untuk merebut hati momy kemabli. " (Ucap Aziel semangat.)


"Benar kah? Terima kasih dady atas kerja sama nya, kalau begitu aku tutup telfon dulu sebelum momy datang. " (Ucap Alfa kemudian mematikan telpon secara sepihak.)


Aziel tersenyum hangat, saat kedua anak nya begitu pintar, tetapi ia bingung tidak tahu apakah rencana itu akan berhasil atau tidak untuk meluluhkan Diva.


Hampir semalaman Aziel memikirkan kado apa yang harus ia berikan kepada Diva.


Setelah begitu lama berfikir akhirnya ia pun menemukan kado yang cocok untuk Diva, ia pun menyuruh asisten baru nya untuk segera menyiapkan kado tersebut untuk ia bawa besok pagi.


Nah buat yang nanya kenapa Aziel pake asisten baru, karena sekarang David sudah menjadi suami dari adik sepupu nya, ya itu Sela. Mana mungkin David masih menjadi asisten tentu nya David sekarang di tempat kan ke jabatan yang lebih tinggi.


Setelah merasa tenang karena sudah menemukan kado yang cocok Aziel pun memejamkan mata nya dan mulai larut di alam mimpi.


Sementara di sisi lain


Diva tidak bisa tidur karena ucapan Dimas yang menyebut dirinya egois telah memisahkan anak-anak dari Aziel, Kata-kata itu terus teriang di kuping nya, sehingga susah untuk tidur.


Dan Diva juga masih tidak menyangka jika ia masih bergelar status istri sah dari Aziel buana.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2