
Aziel menghentikan langkah nya saat melihat Diva dan Dimas di depan mata nya.
"Hay, beby momy mu tidak mau boneka kecil ini kalau begitu om akan memberikan nya kepada mu. " (Ucap Dimas.)
Meskipun Luna dan Aziel berjarak tidak jauh dari Diva dan Dimas tetap mereka tidak bisa mendengar apa pun yang di katakan Dimas dan Diva karena suasana ricuh nya taman hiburan tersebut.
Tampa berkata apapun Aziel kembali melangkah kan kaki nya menuju Diva dan Dimas.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini? " (Tanya Aziel bingung.)
Dimas pun kembali berdiri.
"Memang nya ada yang salah? Bukan kah ini tempat umum? " (Ucap Dimas.)
"Dimas sudah, aku lelah ayo kita pulang saja. " (Ucap Diva.)
"Yasudah ayo. " (Ucap Dimas mengengam tangan Diva.)
"Diva tunggu! " (Ucap Aziel ingin mengejar Diva.)
"Aziel kau mau kemana? " (Ucap Luna menahan tangan Diva.)
Diva tidak mempedulikan Aziel yang memangil nya, yang jelas ia begitu takut saat bertemu Aziel di dalam fikiran nya ia masih saja berfikir jika Aziel akan mengambil bayi nya meskipun itu belum lahir.
Diva dan Dimas pun akhirnya masuk kedalam mobil dan pulang.
"Dimas, apa kau tidak mau masuk dulu? " (Tanya Diva turun dari mobil Dimas.)
"Tidak usah, aku masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai, ingat kau jangan tidur terlalu larut, ini mangga muda mu. " (Ucap Dimas memberikan mangga Diva dari jendela mobil nya.)
"Baik lah, aku mengerti, Terima kasih banyak. " (Ucap Diva mengambil mangga muda tersebut.)
"Sama-sama kalau begitu aku permisi dulu. " (Ucap Dimas mulai menyalakan mesin mobil nya.)
"Hati-hati." (Ucap Diva melambaikan tangan.)
Dimas pun kembali melajukan mobil nya.
Di sisi lain
"Luna, kita pulang saja. " (Ucap Aziel.)
"Lah, bukan nya ini masih belum terlalu malam." (Ucap Luna bingung.)
"Baik lah kalau begitu tingal lah di sini hingga pagi tiba. " (Ucap Aziel pergi meninggalkan Luna.)
"Aziel! Tunggu! " (Ucap Luna berlari menyusul Aziel.)
"Apa lagi? Bukan kah kau ingin tinggal di sini? " (Ucap Aziel malas.)
__ADS_1
"Aziel, sebenarnya ada apa dengan mu? " (Ucap Luna menahan emosi.)
"Aku baik-baik saja. " (Ucap Aziel masuk kedalam mobil.)
"Kurang hajar, seperti nya Aziel benar-benar masih mencintai Diva. " (Batin Luna.)
"Masuk jika ingin pulang. " (Ucap Aziel dingin.)
"Mengapa kau begitu dingin kepada ku?! " (Bentak Luna kesal.)
"Sudah lah jangan menilai pertengkaran. " (Ucap Aziel melakukan mobil nya.)
Luna yang tidak ingin hubungan nya dan Aziel semakin memburuk pun memilih diam karena jika ia terus melawan makan itu akan berpengaruh kepay rencana nya.
Saat dalam perjalanan pulang, tiba-tiba Aziel menghentikan mobil nya.
"Kenapa berhenti? " (Tanya Luna bingung.)
"Apa kau lihat itu. " (Tunjuk Aziel kepada rumah yang memiliki pohon mangga.)
"Iya, lalu kenapa? " (Tanya Luna tidak mengerti.)
"Lihat lah, itu ada pohon mangga, aku merasa kembali ingin memakan nya. " (Ucap Aziel turun dari mobil.)
"Aziel, apa yang kau lakukan ini sudah malam, apa tidak bisa besok saja? " (Ucap Luna masih di dalam mobil.)
"Tunggu lah di sini. " (Ucap Aziel pergi menghampiri rumah tersebut.)
"Permisi." (Ucap Aziel sambil mengetuk pintu rumah tersebut.)
Tidak lama kemudian keluar lah wanita paruh baya yang tak lain adalah bik Maryam.
"Iya, maaf anda siapa? " (Tanya bik Maryam.)
"Maaf, telah menganggu malam-malam seperti ini buk. " (Ucap Aziel sopan.)
"Tidak mengapa nak, pangil aku bibi saja. " (Ucap bik Maryam.)
"Ouh iya bik, apakah anda menjual buah dari pohon mangga itu? " (Tanya Aziel menunjuk pohon mangga tersebut.)
"Tidak nak, karena itu masih muda, dan jika matang pun aku tidak menjual nya, tetapi jika kau ingin ambil lah sebanyak yang kau mau. " (Ucap bik Maryam sambil mengucek mata nya yang mengantuk.)
"Benar kah bi, Terima kasih banyak aku akan mengambil nya beberapa saja. " (Ucap Aziel.)
"Iya, apakah istri mu sedang mengidam? " (Ucap bik Maryam sambil tersenyum.)
"Bukan bi, bukan istri ku tetapi aku." (Ucap Aziel tertawa malu.)
"Kau? Woah aku tau biasanya jika lelaki mengidam ingin makan sesuatu yang tidak biasa itu pertanda jika istri nya sedang hamil. Kebetulan sekali satu jam lalu non Diva dan juga suami nya datang ke sini untuk memetik mangga muda seperti nya banyak istri-istri yang hamil bulan ini. (Ucap bik Maryam panjang lebar.)
__ADS_1
"Diva? " (Ucap Aziel kaget.)
"Iya nak, ouh iya kenapa kau tidak mengajak istri mu kemari? " (Ucap bik Maryam yang melirik Luna yang berada di dalam mobil.)
"Anu bik, dia bukan istri ku, dia adik ku. " (Ucap Aziel berbohong.)
"Ouh begitu, yasudah ambil lah, kasian jika dia menunggu mu begitu lama. " (Ucap bik Maryam kepada Aziel.)
Aziel pun mengambil beberapa buah mangga muda lalu berterima kasih dengan bik Maryam.
"Ziel kenapa lama sekali? " (Tanya Luna.)
Aziel tidak menjawab sepatah kata pun, ia hanya diam dan diam di fikiran nya sekarang hanya ada Diva dipeduli dengan Diva.
"Ziel pelan kan mobil mu! " (Teriak Luna kepada Aziel.)
"Diam! " (Bentak Aziel.)
Seketika Luna membungkam mulut nya.
Pikiran Aziel menjadi kacau sekarang ia mengerti kenapa Dimas memegang perut Diva saat di taman hiburan tadi, dan mengapa Diva mual-mual, berjalan sambil memegang perut nya. Sungguh Aziel merasa dirinya bodoh sekarang ketika ia mengetahui jika Diva sedang hamil.
Beberapa saat kemudian Aziel pun tiba di mansion.
"Turun." (Ucap Aziel kepada Luna.)
"Apa kau tidak ikut turun? " (Tanya Luna bingung.)
"Aku masih ada urusan. " (Ucap Aziel datar.)
"Kalau begitu aku ikut dengan mu. " (Ucap Luna bersikeras.)
"Tidak perlu sekarang turun lah cepat! " (Ucap Aziel menatap tajam Luna.)
Luna bingung dengan apa yang terjadi ia tidak tau mengambil Aziel tiba-tiba menjadi seperti itu, yang jelas itu menjadi ancaman untuk nya.
"Apa yang kau piki kan? Apa kau tidak mendengar? Aku bilang turun! " (Ucap Aziel emosi.)
"Aziel! Cukup membentak ku seperti itu! Hiksss. " (Ucap Luna mulai menangis.)
"Ah, kepala ku pusing sekali. " (Ucap Luna mulai menjalani ekting nya. )
Tiba-tiba saja Luna memegang kepala nya dan berpura-pura pingsan.
"Astaga, Luna bangun lah, maaf aku lupa jika kau tidak bisa di bentak. " (Ucap Aziel bodoh.)
Aziel pun mengandung Luna keluar dari mobil dan membawa Luna masuk ke kamar nya, sementara rumah sudah begitu sunyi.
"Mengapa Luna harus pingsan di saat sekarang? Padahal aku ingin menemui Diva. " (Gumam Aziel menaruh kuna di atas kasur.)
__ADS_1
Sementara itu Luna yang berpura-pura pingsan mendengar perkataan Aziel.
Bersambung ....