Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode 110


__ADS_3

"Nah selesai. " Ucap Diva saat ia selesai mengobati luka tersebut.


"Terima kasih. " Jawab Aziel berbalik dan menatap Diva sambil tersenyum.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu. " Ucap Diva kesal.


"Kenapa? Apa tidak boleh? Aku ini masih suami mu. " Jawab Aziel yang selalu mengandalkan kata suami.


"Berhenti bilang seperti itu karena aku sudah tau. " Jawab diva kesal.


"Bagus jika kau tau dengan begitu jangan membantah ucapan suamimu lagi. "Ucap Aziel dengan wajah nakal nya.


" Hey, menjauh lah dari ku. "Ucap diva memundurkan duduk nya dari Aziel.


" Menjauh? Yang benar saja? Ini kan ranjang ku. "Jawab Aziel semakin mendekati Diva.


" Aziel apa yang akan kau lakukan? Jangan macam-macam, aku di sini hanya untuk merawat mu demi anak-anak, bukan yang lain"Ucap diva semakin memundurkan posisi nya.


"Lalu jika aku mau yang lain, bagaimana? " Ucap Aziel menarik tangan Diva hingga Diva menjadi lebih dekat kepada nya.


"Aziel lepas kan aku, jangan seperti ini ingat urusan kita belum selesai. "Ucap Diva mengancam Aziel.


"Karena itu aku ingin menyelesaikan nya sayang. " Ucap Aziel mendekap Diva ke dada nya.


Sontak Diva terdiam dan mencerna baik-baik perkataan Aziel barusan.


"Bukan kah kau kemarin bilang, jika kau tidak bisa mengurus anak-anak ku yang nakal itu sendiri. " Ucap Aziel memegang kedua pipi Diva.


"Tapi, tapi aku hanya bercanda. " Ucap Diva gugup.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku mengangap itu serius. " Ucap Aziel menatap wajah Diva.


Diva hanya diam dan menundukkan kepala nya karena ia tidak sanggup untuk menatap wajah suaminya itu.


Jujur saja setelah kejadian Aziel yang melindungi nya dari pisau penculik itu ia tak bisa melupakan Aziel sedikit pun bahkan hati nya kini merasa ingin terus dekat dengan Aziel.


"Aku memang pernah menyakiti mu, bahkan itu tak sebanding dengan apa yang aku rasa kan saat aku di tusuk, maaf kan aku karena terlalu bodoh, telah melepaskan mu hanya demi wanita jahat itu. Dan aku tau karena perbuatan ku itu kau menjadi benci terhadap ku dan tidak pernah bisa memaafkan aku, kau berjuang sendiri melawan sakit mu, membesarkan anak-anak kita, tetapi aku tidak ada di sisi mu, aku tau Dimas lah yang selalu ada di sisi mu Dimas lelaki yang baik tidak seperti aku, yang seorang bajingan ini, tetapi ketahuilah sejak kejahatan Luna terbongkar aku sangat menyesali perbuatan ku dan saat itu lah aku berusaha mencari mu tetapi aku tidak menemukan mu. "Ucap Aziel menatap mata Diva sambil terus memegang kedua pipi Diva.


Sementara Diva hanya diam dan menatap wajah suaminya yang terlihat begitu menyesal akan perbuatan nya.


" Dan sekarang aku tidak akan lagi memaksa mu untuk kembali padaku, kau wanita tanguh yang pernah aku temui, kau berhak mendapatkan kebahagiaan mu, aku akan merelakan mu jika kau ingin lepas dari ku. "Ucap Aziel tersenyum hambar.


Perlahan bulir bening turun dari mata Diva dan membasahi wajahmukus nya itu ia tidak tau harus bicara apa karena jujur saja hati nya masih benar-benar mencintai Aziel. Yang namanya manusia pasti lah ada berbuat kesalahan dan kesalahan yang telah di lakukan Aziel padanya di masa laku telah di cukup di balas selama empat tahun ini, kini. saat nya ia mengatakan yang sesungguhnya kepada Aziel jika ia tidak akan mencintai siapa pun kecuali suaminya itu.


Aziel menghapus air mata Diva dengan jari nya sambil tersenyum.


"Sudah lah, jangan menangis, aku tidak suka jika air mata mu terbuang sia-sia hanya untuk lelaki seperti ku. " Ucap Aziel terus menghapus air mata Diva yang berjatuhan.


"Hiksss, hentikan bicara mu itu, aku tidak ingin mendengar nya lagi, kau ingin bertindak bodoh dan melepaskan aku? Lalu buat apa kau mencari ku selama ini lalu kau akan berpisah dengan Alfa dan Abel apa kau sudah gila? " Marah diba sambil memeluk erat Aziel dan menangis.


"Aku hanya tidak ingin kau menderita jika terus bersama ku. " Gumam Aziel.


"Kau mengambil keputusan tampa bertanya dulu bagaimana isi hati ku dan apa keputusan dari ku dasar bodoh. " Ucap Diva di sela isak tangis nya.


"Buat apa itu semua, aku sudah tau jawabannya kau pasti akan lebih memilih Dimas dari pada diriku bukan? " Jawab Aziel pelan.


"Dasar bodoh! Bagaimana kau bisa berkata seperti itu sedeang kan aku dan Dimas hanya sahabat. " Ucap Diva memukul punggung Aziel.


"Karena Dimas mencintaimu. " Ucap Aziel.

__ADS_1


"Aku tau, tetapi dia tidak egois seperti mu, mengambil keputusan sendiri, dia hanya mencintai ku tapi aku adalah istri mu bagaimana mungkin dia akan merebut ku dari mu kecuali kau yang bodoh ini melepaskan aku. " Ucap Diva sambil terus menerus menangis di pelukan sangat suami.


"Kalau begitu aku akan melepaskan mu, agar kau bisa bahagia bersama nya aku sudah cukup membuat mu menderita dan sekarang saat nya kau untuk bahagia. " Ucap Aziel menahan sakit hati nya yang begitu sakit.


"Dasar bodoh, kau bodoh, bagaimana mungkin aku bahagia jika aku masih sangat mencintai mu! " Ucap Diva menaikan nada suara nya.


Mata Aziel membelalak ia tidak pernah menyangka jika Diva akan bicara seperti itu ia pikir Diva akan meninggalkan nya karena kesalahan masa lalu nya kepada Diva.


"Apa? Katakan sekali lagi? Aku ingin mendengar nya dengan jelas. " Ucap Aziel melepaskan pelukan Diva dan menatap wajah Diva penuh harapan.


"Apa pendengaran mu sudah rusak? " Ucap Diva kesal.


"Aku mohon. " Ucap Aziel menatap Diva.


"Aku masih mencintai mu! Apa kau puas? Ucap Diva sambil memegang pipi Aziel.


" Kalau begitu apa kau mau balik ke dalam hidup ku? Menjadi istri ku yang tidak akan pernah meninggalkan aku? Dan menjaga anak-anak kita bersama? "Ucap Aziel memegang kedua pipi Diva.


" Iya aku mau. "Jawab Diva sambil menyeka air mata nya.


Reflek Aziel begitu bahagia dan memeluk Diva, bukan hanya memeluk bahkan ia menciumi setiap Inci wajah Diva sehingga Diva mejadi tidak bisa bernafas.


Plok.. plok.. plok. Suara tepuk tangan yang tiba-tiba saja terdengar dari luar kamar Aziel.


Sontak saja Aziel dan Diva menoleh ke arah suara tepuk tangan tersebut, dan ternyata itu adalah tuan Baylor, David, Sela, Marisa, Alfa, Abel dan juga Reza.


"Kalian." Ucap Diva kaget.


"Yey, akhirnya momy, dady baikan yeyy! " Jwrit Abel dan Alfa sambil berlari memeluk Diva dan Aziel.

__ADS_1


Sungguh suasana mansion sekarang begitu bahagia sekali.


Bersambung ....


__ADS_2