Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #102


__ADS_3

"Astaga, bagaimana ini? Aku rasa tadi itu adalah penculikan sungguhan, sekali aku minta kau cari mereka berapapun yang kau ingin kan aku akan menbayar mu tolong bawa kembali keponakan ku ke mansion. " (Ucap Sela mulai berderai air mata.)


"Sela ada apa ini? " (Ucap tuan Baylor kaget.)


"Iya Sela mengapa kau menangis, di mana mereka dan kepada mereka belum. tiba?" (Tanya Marisa khawatir.)


"Mah, om, ternyata orang ku sama sekali belum menculik Alfa dan Abel. " (Ucap Diva panik.)


"Lalu, siapa yang membawa mereka? " (Ucap tuan Baylor tak kalah panik nya.)


"Aku tidak tau om, mungkin itu penculik sunghuhan. " (Ucap Sela menangis.)


"Astaga Sela, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang? " (Tanya Marisa ikut menangis.)


Sementara itu di sisi lain.


"Yaampun, sekolah sudah sepi, di mana Alfa dan Abel? " (Batin Diva saat melihat kursi tunggu yang sudah kosong.)


Di saat yang bersamaan Aziel juga tiba di sana.


"Aziel? Mau apa dia kemari? " (Batin Diva kemudian turun dari mobil nya.)


Diva pun bergegas menuju penjaga sekolah yang masih sedang sibuk membersihkan sampah bekas cemilan anak-anak.


. "Pak, apakah bapak melihat dua anak ku? " (tanya Diva kepada penjaga tersebut.)


"Dua anak? Ciri-ciri nya seperti apa ya buk. " (Ucap penjaga sekolah tersebut.)


"Ini pak. " (Ucap Aziel tiba-tiba datang menghampiri Diva dan penjaga sekolah itu dan menujukan foto Abel dan Alfa di layar ponsel nya.)


"Ouh yang ini, tadi saya lihat mereka pergi naik mobil berwarna hitam, dengan seorang wanita sebaya dengan ibu ini. " (Ucap penjaga sekolah tersebut.)


"Apakah ada anak lain selain mereka? " (Tanya Aziel.)


"Ada pak, dia juga seperti nya seumuran mereka. " (Ucap penjaga sekolah tersebut.)


"Baik lah Terima kasih. " (Ucap Aziel.)

__ADS_1


"Sama-sama Pak. " (Ucap penjaga sekolah tersebut bejalan kekuar dari gerbang sekolah dengan membawa kanting sampaah.)


"Kau sengaja menyuruh Sela untuk membawa anak-anak ku? " (Ucap Diva menatap Aziel.)


"Diva, aku sama sekali tidak tau jika mereka ikut Sela, aku saja berniat untuk menjemput mereka. " (Ucap Aziel membela diri.)


"Dengar, aku tidak pernah menyuruh mu untuk menjemput mereka, karena aku bisa menjemput anak-anak ku sendiri. " (Ucap Diva kemudian berjalan masuk ke mobil dan melajukan mobil nya ke arah mansion buana.)


"Sampai kapan kau akan membenci ku? Sakit sekali rasanya melihat kau begitu jijik terhadap ku seperti ini Diva, jujur saja aku sangat mencintaimu. " (Ujar Aziel kemudian mengikuti mobil Diva pulang ke mansion.)


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di mansion bersama.


"Abel, Alfa ayo pulang sayang momy jemput kalian nih! " (Teriak Diva masuk kedalam mansion.)


Smentara itu, Sela, tuan Baylor dan Marisa panik mendengar suara Diva yang datang mereka tidak tau apa yang harus mereka katakan kepada Diva.


Diva pun tiba di ruang tamu.


"Maaf, aku tidak sopan, language masuk, aku ingin menjemput anak-anak ku. " (Ucap Diva tersenyum paksa.)


"Kakak ipar, hikss, Maaf kan aku. " (Ucap Sela berdiri dan memeluk Diva.)


"Sela, ada apa ini? Di mana Alfa dan Abel. " (Ucap Diva mulai panik.)


"Diva, Abel dan Alfa di culik. " (Ucap Marisa mendekati Diva.)


"Apa?! Anak-anak ku di culik? " (Ucap Diva kaget.)


"Iya, sbenarnya Sela hanya ingin berpura-pura agar Alfa dan Abel di culik agar kalian berdua bisa bersatu kembali tetapi Sela tidak tau jika yang menculik Alfa dan Abel adalah penculik asli. " (Ucap Marisa menangis.)


"Kakak ipar, maaf kan aku, aku tidak bermaksud seperti ini? Maaf kan aku aku hanya ingin Alfa dan Abel hidup bahagia dengan keluarga yang utuh dan aku membuat rencana itu tetap siapa sangka jika orang yang menculik Abel dan Alfa adalah penculik asli. " (Tangis Sela pecah karena ia merasa begitu bersalah.)


"Astaga, Sela hiksss kau tidak perlu berbuat seperti itu hikss sekarang apa yang harus kita lakukan? " (Ucap Diva menangis memeluk Sela.)


"Hikss kakak ipar aku bersalah, jika mereka sampai kenapa-kenapa, Aku lah yang bertanggung jawab. " (Ucap Sela di Sela isak tangis nya.)


"Sudah semua sudah terjadi jangan bicara seperti itu, sekarang pikir kan bagaimana kita bisa menemukan Alfa dan Abel. " (Ucap Diva yang tidak mau membuat Sela semakinerasa bersalah karena ia tau Sela begitu menginginkan dirinya kembali kepada Aziel.)

__ADS_1


Di sisi lain.


"Om lepas kan kami? Mengapa kami di ikat? Dan di bawa ke tempat menjijikkan seperti ini? " (Ucap Alfa memberontak.)


"Hahaha, melepaskan kalian? Enak saja, kalian itu akan menjadi peluang untuk kami agar mendapatkan uang yang banyak. " (Ucap bos preman itu.)


"Kakak, ternyata benar, mereka bukan lah anak buah bibi Sela. " (Bisik Abel di telinga kakak nya.)


"Iya aku tau, sekarang kita harus berusaha melepaskan ikatan ini." (Gumam Alfa pelan.)


"Hey, apa kalian ingin kabur? Tidak semudah itu, lihat lah pisau ini, jika salah satu dari kalian ingin kabur maka aku akan menusuk kalian dengan ini. " (Ucap anak buah penculik tersebut.)


"Lepaskan kami! Jika dady ku tau kau berbuat kasar pada kami ku pastikan kalian mendapatkan hukum yang luar biasa! " (Ucap Abel melotot.)


"Woah woah woah, ternyata kau begitu brani? baik lah, lihat ini! " (Ucap anak buah penculik itu mengeluarkan pisau nya dan menodong kan ke leher Alfa.)


"Singkirkan tangan mu dari kakak ku! " (Jerit Abel sambil menangis.)


"Aku akan menyingkirkan nya, kecuali kau mengatakan nomer ponsel orang tua mu. " (Ucap anak buah penculik itu.)


"Jangan Abel, jangan momy akan khawatir. " (Ucap Alfa.)


"Tidak kakak, nyawa mu dalam bahaya, baik lah aku akan mengatakan nya. " (Ucap Abel menatap penculik tersebut.)


"Bagus sekali, boss catat. " (Ucap anak buah penculik itu melirik boss nya.)


"08**********" (Ucap Abel dengan bibir mungil nya yang gemeteran.)


Memang Abel sangat cepat dalam menghafal nomer momy nya karena dulu Diva sudah mengajarkan mereka agar menghapal nomer nya untuk berjaga-jaga jika mereka terpisah.


"Bagus sekali anak baik. " (Ucap anak buah penculik tersebut menyimpan kembali pisau itu.)


Sementara di mansion suasana begitu panik Diva yang terus menangis sementara Aziel menghubungi anak buah nya agar segera melacak keberadaan Abel dan Alfa.


Tak lama kemudian ponsel Diva pun berbunyi menandakan bahwa ada telfon masuk.


Diva pun bergegas mengambil ponsel nya dari dalam tas yang ia bawa.

__ADS_1


Diva menatap layar ponsel nya ketika melihat tidak ada nama di nomer tersebut, ia menyeka air mata nya dan kemudian mengeser tombol hijau di ponsel nya.


Bersambung ....


__ADS_2