Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #98


__ADS_3

"Lepas kan aku. " (Ucap Diva melepas pelukan Aziel.)


Diva berlari menuju Alfa dan Abel.


"Sayang ayo ikut momy pulang sekarang. "(Ucap Diva memegang tangan Abel dan Alfa.)


" Tidak momy Abel masih mau main sama opa. "(Ucap Alfa.)


" Diva, jangan bawa mereka. "(Ucap tuan Baylor.)


"Pah, papa masih bisa ketemu sama mereka kok lain waktu. " (Ucap Diva menarik Abel dan Alfa masuk ke mobil Dimas yang telah parkir tepat tak jauh dari sana.)


"Opaaa! Hikssss. " (Tangis Abel.)


Sementara tuan Baylor memegang dada nya yang terasa sakit.


"Aziel, papa mu! " (Teriak Marisa.)


"Pah, papa baik-baik saja? " (Ucap Aziel khawatir sambil sesekali menatap mobil Dimas yang kian menjauh.)


"Kak Ziel sudah sekarang kita bawah om Baylor pulang saja. " (Ucap Sela.)


Mereka pun memutuskan untuk pulang karena kondisi tuan Baylor yang tiba-tiba saja menjadi memburuk karena tidak mau berpisah dengan kedua cucu nya.


Di sisi lain


"Momy jahat. " (Ucap Abel.)


"Sayang momy minta maaf. " (Ucap Diva serba salah.)


"Apa yang terjadi Diva? " (Tanya Dimas bingung sambil menyetir mobil.)


"Nanti aku cerita di rumah. " (Ucap Diva kepada Dimas.)


20 Menit berlalu, kini Dimas pun memberhentikan mobil nya tepat di depan rumah Diva.


Tampa berkata sepatah kata pun Alfa dan Abel berlari masuk kedalam rumah.


Sementara Dimas hanya menatap mereka dengan kebingungan.

__ADS_1


"Diva, apa yang sebenarnya terjadi? " (Tanya Dimas semakin bingung.)


"Dimas, aku menarik Alfa dan juga Abel yang sedang bermain bersama papa Baylor, saat aku tau ternyata aku ini masih istri sah Aziel. " (Ucap Diva memegang kepala nya yang terasa sakit akibat terus menangis.)


Mendengar ucapan Diva, hati Dimas seakan di panah oleh sejuta anak panah, terasa perih dan begitu sakit, harapan nya untuk memperistri Diva seakan musnah.


"Be.. benarkah? Bagaimana mungkin? " (Tanya Dimas menahan sakit di hati nya.)


"Empat tahun lalu, saat aku menanda tangani surat cerai yang di berikan Aziel, ternyata itu palsu. "(Ucap Diva menangis sambil menutup wajah nya.)


" Benar kah? Aku rasa itu bagus, kau dan Aziel masih suami istri, dan itu kabar baik untuk kedua anak mu. "(Ucap Dimas berusaha tegar.)


"Tidak Dimas, dia telah mempermainkan aku selama empat tahun, hanya demi wanita itu. " (Ucap Diva menatap kosong.)


"Diva, buang lah sifat egois mu, pikir kan anak-anak mu, mereka sangat membutuhkan sosok seorang ayah di masa kecil ini Diva. Aku senang jika kalian tidak berpisah. " (Ucap Dimas memegang pundak Diva.)


"Tidak Dimas, aku tidak mau, dia telah menyakiti ku dan anak-anaku, aku tidak bisa kembali pada nya. " (Ucap Diva.)


"Diva, yang kau tau hanyalah dia yang membuat kesalahan di masa lalu hingga membuat mu sakit hati dan menderita, tetapi lihat lah sisi lain dari Aziel selama empat tahun dia selalu mencari mu, dan aku tau itu karena dia pernah beberapa kali mendatangi ku, asal kau tau sudah cukup selama 04 tahun dia menebus kesalahan nya Diva, coba lah buka pintu hati mu. " (Ucap Dimas membujuk Diva.)


"Tapi Dimas, aku benar-benar tidak bisa. " (Ucap Diva menatap Dimas.)


"Baik lah, Hati-hati, dan Terima kasih. " (Ucap Diva menatap Dimas yang masuk kembali ke mobil nya.)


"Sama-sama." (Ucap Dimas tersenyum tipis kemudian mulai melajukan mobil nya.)


Diva kembali masuk ke dalam rumah, ia berjalan menuju kamar Alfa dan Abel.


"Abel, Alfa, boleh momy masuk sayang? " (Ucap Diva mengetuk pintu kamar Abel dan Alfa.)


Tetapi tidak ada satu pun jawaban dari kedua anak nya.


Diva pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar kedua anak nya tersebut.


Terlihat Alfa dan Abel yang sudah tertidur lelap dengan mata yang sembab


"Sayang, maafin momy ya, bukan maksud momy untuk memisahkan kalian dari dady, namun kalian masih terlalu kecil untuk tau bagaimana sakit nya perasaan momy saat ini. " (Ucap Diva mengelus rambut Alfa dan Abel.)


Tampa Diva sadari, Alfa dan Abel hanya pura-pura tidur.

__ADS_1


"Good night sayang. " (Ucap Diva mencium kening Alfa dan Abel.)


Diva merasakan begitu bersalah kepada kedua anak nya, ia pun memutuskan keluar dari kamar Alfa dan Abel karena tidak ingin keduanya sadar akibat suara tangisan nya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? " (Batin Diva sambil duduk di kursi ruang tamu sendiri.)


Smentara Alfa dan Abel mereka membu ka mata dan saling pandang.


"Aku rasa, aku salah bilang jika momy jahat. " (Ucap Abel membenarkan posisi nya menjadi duduk.)


"Abel, sudah lah, seharusnya kita bisa mengerti keadaan momy. " (Ucap Alfa memegang tangan sang adik.)


"Kakak, katakan apa sebenar nya yang momy alami? Mengapa momy bilang jika kita masih terlalu kecil untuk mengerti apa yang momy rasakan di hati nya. " (Ucap Abel kepada Alfa.)


"Aku juga tidak tau, yang jelas, momy terlihat membenci dady, mungkin ada suatu kesalahan yang dady perbuat saat di masa lalu, adiku dengar kan aku, apapun yang terjadi kepada momy dan dady di masa lalu jangan lah membenci mereka dan kita tidak pantas ikut campur, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana caranya agar kita bisa menyatukan keduanya kembali. "(Ucap Alfa begitu bijak sana terhadap adik nya.)


" Kau benar, mengapa tiba-tiba kau bisa jadi sebijak ini? "(Ucap Abel memeluk Alfa.)


" Karena kau tidak pernah melihat sisi baik ku, kau selalu melihat sisi buruk ku. "(Canda Alfa sambil membalas pelukan sang adik.)


" Kau ini bisa saja. "(Ucap Abel melepaskan pelukan nya kemudian menatap manja sang kakak.)


" Nah gitu dong, baru adiku yang manis, kau jangan terlalu memikirkan hal itu lagi ya, berjanji lah padaku jangan membuat momy sedih atau pun berkata kasar kepada nya. "(Ucap Alfa memegang kedua pipi Abel.)


" Baik lah aku mengerti dan aku berjanji. "(Ucap Abel.)


" Tunggu, apa kau ingat? Besok adalah hari ulang tahun momy. "(Ucap Alfa mlihat kalender di dinding kamar nya.)


" Astaga benar, laku apa yang harus kita lakukan? "(Ucap Abel membelalakan mata nya.)


" Tentu nya memberikan kejutan untuk momy. "(Ucap Alfa menatap sang adik.)


" Iya aku tau, tetapi bagaimana cara nya? "(Ucap Abel bingung.)


" Sebenarnya aku punya ide, tetapi aku tidak tau apakah akan berhasil atau tidak. "(Ucap Alfa menaruh jari telunjuk ke bibir nya.)


" Kata kan saja aku akan siap membantu. "(Ucap Abel bersemangat.)


Apakah rencana yang akan di lakukan oleh dua anak pintar itu untuk merayakan ulang tahun sang momy? Next episode berikut nya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2