Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Sakitnya Pras


__ADS_3

Mobil yang Pras dan Maylinda kendarai sampai di rumah tepat pukul 11 malam. Badannya yang sudah terasa remuk dari hari kemarin kini serasa makin ngilu.


" Istirahat Pras, kamu pucet gitu " Ucap Maylinda.


" Iya bun, ini juga Pras mau langsung istirahat gak enak banget kepala udah keleyengan gini. " Pras pun langung melangkah kan kaki nya menuju kamar.


Mitha sudah terlelap, mereka sempat berkirim pesan dan Mitha meminta ijin tidur duluan. Pras membuka pintu perlahan, jika biasanya Pras akan mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur, maka kali ini Pras hanya sanggup untuk mencuci muka dan menggosok gigi nya saja.


" Udah pulang mas ? " Tanya Mitha dengan mata yang masih tertutup.


" Iya yang, ga usah bangun tidur lagi aja " Pras mengusap rambut Mitha lembut.


" Mass .. " Mitha seketika membuka matanya.


" Kamu panas banget " Di raihnya tangan Pras yang berada di kepala Mitha.


" Gak papa yang, mas cuman butuh istirahat " Pras berbaring memeluk Mitha.


Panas dari tubuh Pras membuat rasa tidak nyaman pada Mitha, namun Mitha berusaha menahannya membiarkan Pras untuk beristirahat. Semakin lama Pras malah merasa tubuhnya semakin remuk, ngilu, demam dan menggigil. Pras sampai mengigau beberapa kali sampai Mitha membangunkannya.


" Mas .. " Mitha menggoyangkan tubuh Pras.


" Kita ke rumah sakit aja ya mas " Ajak Mitha saat Pras perlahan membuka matanya.


Pras hanya mengangguk pelan, rasanya memang sudah tidak bisa di tahan lagi, dirinya butuh pertolongan sesegera mungkin.


Mitha menghubungi Jonathan mengabarkan keadaan Pras sebelum akhirnya memanggil Maylinda, penjaga dan supir untuk membantu membawa Pras ke IGD. Mobil melaju kencang di tengah malam buta, Jonathan menyusul bersama Vidya dari kediamannya. Sedang Maylinda terpaksa tidak bisa menemani karena harus menjaga cucu cucunya.


" Siapkan bed di depan, Presdir drop sekarang sedang menuju IGD. " Ucap Jonathan melalui sambungan telpon.


" Baik Pak " Segera IGD menjadi riuh, menerima keluarga Presdir yang jadi pasien itu sudah biasa. Namun kini Presdir langsung yang sakit, sontak hal ini menimbulkan kepanikan.


" Jangan khawatir berlebihan, anggap pasien biasa. Presdir butuh pertolongan kita, kalo kita bersikap berlebihan justru bisa saja kita membuat kesalahan " Ucap Dinda yang kebetulan saat itu sedang piket IGD.

__ADS_1


Hanya berselang lima menit Pras pun sampai di halaman IGD, segera para perawat melakukan tindakan. Mitha hanya mengikuti dari belakang, merelakan suaminya itu di periksa oleh Dinda. Terserahlah siapa yang merawat suaminya, yang pasti dirinya hanya ingin suaminya segera tertolong.


" Selain demam tinggi ads keluhan lain ? " Tanya Dinda.


" Cuman flu, dia dari kemarin flu tapi maksain buat ikut meeting pagi sampe sore. Malem nya makin parah " Jelas Mitha.


" Kayanya gak mungkin flu biasa, saya udah infus dan kasih obat untuk menurunkan demamnya. Kita akan lakukan pemeriksaan lengkap. Jangan khawatir ya bu " Dinda ramah menjelaskan.


Seramah apapun sulit bagi Mitha untuk lupa bahwa wanita di depannya ini menoreh luka sangat dalam di hidupnya. Jonathan datang di tengah perbincangan mereka.


" Siapa dokter penanggung jawabnya ? " Tanya Jo.


" Saya pak. " Jawab Dinda.


" Kenapa kamu ? Kamu residen GS. Memang nya Pras harus di bedah ? "


" Kami belum tau pak, kebetulan saya yang sedang piket di IGD. "


" Memang dokter yang piket cuman kamu ? Panggilkan dokter lain " Titah Jo.


" Maaf pak, saya tadi sedang memasang selang dada. Kebetulan dokter Dinda menawarkan diri untuk menangani Presdir. " Ucap Rian terburu buru begitu diminta untuk menghadap karena Rian lah dokter yang bertanggung jawab di IGD, Rian juga berkompeten dalam bidang kegawat daruratan ini.


" Kamu dokter tetap di IGD, selagi presdir disini saya mau kamu yang bertanggung jawab. Setelah hasil pemeriksaan keluar segera kabari saya dan pindahkan Presdir ke ruang perawatan. " Titah Jo.


" Baik Pak Jo, segera saya lakukan. "


" Dan kalian, kenapa saling berbisik ? Kalian tidak punya kerjaan atau benar benar ingin kehilangan pekerjaan ? " Tanya Jo ketika banyak dari perawat dan dokter yang malah memandangi perdebatan mereka.


" Udah Jo udah jangan di perbesar " Mitha berusaha meredam amarah Jonathan.


" Iya mas, didenger pasien gak enak. " Tambah Vidya.


Jo menarik nafasnya dalam, jika sudah kedua wanita ini yang turun tangan maka powernya seakan luntur seketika. Jika di pikir saat ini malah Jo yang lebih panik daripada Mitha. Mitha berusaha tenang meski tentu irama jantungnya pun berdetak tak karuan.

__ADS_1


" Lo tenang banget " Ucap Vidya.


" Gue udah sering kesini, udah mati rasa kayanya gue. Udah gak panikan " Jelas Mitha.


" Lo gak khawatir sama kondisi laki Lo ? "


" Gak panik bukan berarti gak khawatir. Lagian Pras udah di tanganin, gue bisa apa Vid ? Gue disini gak punya kapasitas apa apa. Dinda dan dokter dokter lainnya yang jauh di butuhin sama suami gue sekarang. "


" Lah malah ngomong gitu, Lo insecure sama si Dinda ? Come on, Lo istri Pras. Lo ngelahirin 2 anak buat dia. Pras hampir ngundurin diri buat Lo, bahkan dia sampe kerahin semua power dia buat rekrut lebih banyak orang. See ? Lo bukan hanya berpengaruh buat hidup Pras tapi secara gak langsung Lo berpengaruh buat rumah sakit ini dan termasuk semua yang di dalemnya. Jadi, jangan bandingin lagi Lo sama siapapun karena buat Pras gak akan ada wanita yang setara ataupun lebih dari Lo ! " Ceramah Vidya panjang lebar.


Setelah itu barulah mata Mitha berkaca kaca, di rangkulnya Vidya lalu menangis sesenggukan di bahunya. Mitha merasa bersalah, jika bukan karena dirinya memaksa Pras untuk meluangkan banyak waktu untuk keluarga, mungkin Pras tidak harus menghabiskan waktunya untuk melakukan bekerja keras rapat direksi, merekrut dokter sambil tetap menajalankan tugasnya sebagai dokter.


" Yang .. " Panggil Pras begitu merasakan kepala Mitha bertumpu pada bed nya. Pras membelai rambut Mitha lembut.


" Mas udah baikan ? " Tanya Mitha dengan wajah sembapnya.


" Kamu kenapa ? "


" Jangan pikirin aku, yang harus mas pikirin itu kesehatan mas. "


" Mas lebih sakit lihat kamu kaya gini yang. Mas baik baik aja. Namanya juga manusia pasti ada dropnya. " Ucap Pras menenangkan.


" Maaf mas .. "


" Buat apa ? "


" Gara gara aku mas harus kerja lebih keras beberapa hari ini. Aku bahkan gak merhatiin kondisi mas. Aku gak tau mas sakit. Aku gagal mas " Mitha terisak di lengan Pras.


" Gak gitu yang .. Kamu udah sibuk ngurusin anak anak, jangankan merhatiin mas, merhatiin diri kamu sendiri aja kamu susah kan ? Kamu gak salah, mas yang harusnya bisa jaga diri, gak bikin kamu sama anak anak khawatir. " Pras menghapus air mata yang jatuh di pipi Mitha.



Melihat Mitha yang di penuhi rasa bersalah dan khawatir justru lebih menyakitkan untuk Pras. Pras hanya bisa menatap Mitha lalu memeluknya, pasti lelah sekali jadi istrinya. Baru saja anak mereka sembuh kini giliran dirinya sendiri yang sakit.

__ADS_1


" Lama lama aku trauma lihat IGD ini mas " Keluh Mitha. Yang tersenyum dalam tangisnya.


__ADS_2