Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #72


__ADS_3

"Ah, baik lah kalau begitu aku dan Dimas permisi dulu ya. " (Ucap Diva melepaskan pelukan nya.)


"Baik kah non, lain kali datang lah kesini lebih sering. " (Ucap bik Maryam melambaikan tangan nya kepada Diva.)


Diva tidak menjawab perkataan bik Maryam ia hanya tersenyum dan masuk kedalam mobil.


"Sudah lah, hapus air mata mu, jangan terus bersedih. " (Ucap Dimas menghapus air mata Diva.)


"Baik lah, kita pulang sekali. " (Ucap Diva tersenyum paksa.)


"Pulang? Hmm, bagaimana jika kita ke taman hiburan dulu? " (Ucap Dimas tersenyum kearah Diva.)


"Hmmm, untuk apa? " (Tanya Diva menaikan satu alis nya.)


"Tidak, jalan ini tidak jauh dari taman hiburan? aku hanya ingin bermain di sana sudah lama sekali tidak pergi ke sana apa kau mau menemani ku? " (Ucap Dimas beralasan.)


Benar sekali jika jalan rumah Tania dan bik Maryam adalah jalan yang dilewati semua orang untuk pergi ke taman hiburan.


Dan sebnrnya Dimas ingin membawa Diva ke sana agar suasana hati Diva tidak terus terpuruk.


"Hmm, baik lah kalau begitu. " (Ucap Diva menuruti keinginan Dimas.)


Mereka pun melajukan mobil menuju taman hiburan.


Sementara itu di sisi lain.


"Wahh sangat indah." (Ucap Luna turun dari mobil Aziel.)


"Apa kau suka? " (Tanya Aziel kepada Luna.)


"Tentu saja, apa kau ingat dulu kita sering ke sini? " (Tanya Luna.)


"Tentu saja aku mengingat nya. " (Ucap Luna memeluk lengan Aziel.)


Aziel berhenti tepat di depan tempat bermain cepit boneka, seakan bayangan saat Diva dan Sela bermain sampai menghabiskan banyak uang untuk mengambil boneka.


"Ziel, kenapa kau berhenti? " (Ucap Luna menatap Aziel.)


"Ah, maaf kau mau main apa? " (Tanya Aziel.)


"Aku tidak ingin main apa pun sekarang, kita jalan-jalan saja dulu melihat suasana indah ini. " (Ucap Luna kembali menarik tangan Aziel.)


"Tunggu! " (Ucap Aziel memberhentikan langkah nya.)


"Ada apa? " (Ucap Luna.)


"Aku ingin naik biang lala. " (Ucap Aziel melihat permainan yang berbentuk Kincir angin raksasa yang kerap di sebut biang lala.)


Luna kaget dengan apa yang di katakan Aziel, karena sebelumnya Aziel sangat membenci permainan itu.


"Apa? Apa kau serius? " (Ucap Luna memelototi mata nya.)

__ADS_1


"Tentu saja. " (Ucap Aziel.)


Di sisi lain


"Kita sampai. " (Ucap Dimas turun dari mobil nya dan membukakan pintu untuk Diva.)


"Terima kasih. " (Ucap Diva menuruni mobil Dimas dengan pelan sambil memegang bahu Dimas.)


Yang namanya bumil tentu harus berhati-hati apalagi masih baru bener kan gais.


Diva dan Dimas pun berjalan memasuki aula taman hiburan yang satu itu sedeang sangat ramai.


"Pegang tangan ku. " (Ucap Dimas mengulurkan tangan nya ke Diva.)


"Kenapa? Apa aku anak-anak harus berjalan dengan berpegang tangan? " (Ucap Diva membantah.)


"Bukan begitu, lihat lah banyak sekali orang yang berlalu lalang, bagaimana jika kau tersenggol. " (Ucap Dimas begitu menujukan sikap perhatian nya kepada Diva.)


"Baik lah, maaf kan aku. " (Ucap Diva memegang erat tangan Dimas.)


"Kau ingin bermain sesuatu? " (Tanya Dimas kepada Diva.)


"Emmm, biang lala. " (Ucap Diva antusias.)


"Baik lah, tetapi ingat jangan terlalu enthusias. " (Ucap Dimas mencolek hidung Diva.)


"Baik lah bos. " (Ucap Diva tersenyum bahagia.)


Dimas pun membawa Diva ketempat permainan biang lala.


"Tentu saja. " (Ucap Diva.)


Mereka pun menaiki biang lala, tanpa mereka sadari Aziel juga memiliki biang lala yang sama dengan mereka.


"Ziel, aku ingin bertanya. " (Ucap Luna sambil duduk dan melihat pemandangan dari atas biang lala.)


"Apa? " (Ucap Aziel singkat.)


"Mengapa kau tiba-tiba menjadi suka bermain biang lala, bukan kah setau ku kau tidak bisa naik wahana ini dan kau akan muntah. " (Ucap Luna heran menatap Aziel yang kini terlihat biasa saja.)


"Tidak ada apa-apa, apakah aku salah jika sekarang aku suka naik biang lala? " (Ucap Aziel mengalihkan pandangan nya dari Luna.)


"Tidak kau tidak salah. " (Ucap Luna.)


Sementara itu Diva begitu bahagia menikmati suasana indah di atas biang lala.


"Sudah ku bilang jangan terlaku antusias, kau sekarang tidak sendiri. " (Ucap Dimas memegang tangan Diva erat.)


"Aishh, aku tidak antusias." (Ucap Diva nakal.)


"Huh, benar-benar tidak bisa di nasehati." (Ucap Dimas terliat kesal.)

__ADS_1


Sementara itu Aziel hanya menatap kosong langit berbintang sedikit pun ia tidak melirik Luna yang berada di samping nya.


Aziel merasakan jika Diva berada di sana, seiring itu bayangan di mana saat ia Sela dan juga Diva menaiki biang lala itusatu bulan lalu, teriakkan bahagia Diva dan Sela seakan kembali terdengar di telinga nya.


30 menit berlalu, kini mereka pun sudah turun dari wahana tersebut setelah beberapa kali putaran.


"Eoh, kepala ku pusing. " (Ucap Diva turun dari biang lala.)


"Astaga, lihat lah diri mu dari awal aku sudah tidak ingin kau menaiki biang lala. " (Ucap Dimas khawatir menang kedua bahu Diva.)


"Tapi boong. " (Ucap Diva menjulurkan lidah nya ke arah Dimas.)


"Sial, kau menipu ku! " (Ucap Dimas mencubit kedua pipi Diva yang terlihat begitu cabby.)


"Aw, itu sakit. " (Ucap Diva memanyunkan bibir nya.)


"Haha, maaf kan aku kau terlalu imut untuk di biar kan. " (Ucap Dimas tertawa renyah.)


"Dimas, apakah kau bisa bermain itu? " (Tanya Diva menunjukan permainan cepit boneka.)


Dimas melihat arah yang di tunjukkan Diva.


"Cepit boneka? " (Tanya Dimas.)


"Iya, apa kau bisa mendapatkan boneka beruang? " (Tanya Diva bakal seorang anak kecil.)


"Tentu saja, apa yang tidak untuk mu. " (Ucap Dimas menarik tangan Diva menuju tempat permainan cepit boneka.)


Sementara itu Luna dan Aziel juga menuju kesana.


"Aziel, ayo aku ingin kau bermain cepit boneka seperti dulu aku sudah lama tidak melihat mu bermain itu. " (Ucap Luna menarik tangan Aziel.)


"Baik lah. " (Ucap Aziel tidak bersemangat.)


****


"Ayo cepit jangan sampai lepas, Dimas ayo cepat!" (Ucap Diva begitu tidak sabar.)


Tak di sangka Dimas juga jago dalam hal itu beberapa menit saja ia telah mendapat dua boneka beruang.


"Ini untuk mu. " (Ucap Dimas memberi kan dua boneka beruang dengan ukuran berbeda kepada Diva.)


"Aku mau satu saja." (Ucap Diva mengembalikan boneka yang lebih kecil ke Dimas.)


"Mengapa kau memberikan nya kepada ku? " (Tanya Dimas bingung.)


"Aku butuh satu saja. " (Ucap Diva memeluk boneka tersebut.)


"Baik lah, kalau begitu aku akan memberikan nya kepada beby mu. " (Ucap Dimas berlutut di hadapan Diva sambil tersenyum manis.)


"Kyaaa bangun lah, apa yang kau lakukan? " (Tanya Diva bingung melihat tingkat Dimas.)

__ADS_1


Kebetulan sekali pada saat itu Aziel dan Luna tiba di sana.


Bersambung ....


__ADS_2