Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #62


__ADS_3

"Ada apa? " (Tanya Diva kekuar dari kamar mandi.)


"Maaf nona saya mengantar berkas yang perlu di tanda tangani oleh nona, tetapi karena saya tidak melihat nona saya mesra khawatir dan ingin memastikan apa nona akan baik-baik saja. " (Jelas karyawan itu peduli.)


"Ah, Terima kasih tetapi aku merasa sangat tidak enak badan beberapa hari ini aku sering mual. " (Ucap Diva memegang perut nya.)


"Mual? Hal yang nona alami sama persis seperti ku saat aku hamil anak pertama ku, saat itu aku mual, pusing dan jadwal pms ku lewat. " (Ucap karyawan tersebut kepada Diva.)


Diva kaget dengan apa yang di katakan oleh karyawan tersebut, karena jadwal pms nya juga telah lewat dari biasanya.


"Nona, kenapa nona muda diam? " (Tanya karyawan tersebut membuyarkan lamunan Diva.)


"Ah, maaf. " (Ucap Diva memegang kepala nya.)


"Nona, wajahnya nona terlihat sangat pucat, saran ku nona muda sebaiknya ke dokter saja. " (Ucap karyawan tersebut begitu khawatir.)


Belum sempat Diva menjawab ucapan karyawan nya tersebut Diva malah jatuh pingsan.


"Astaga nona muda! " (Ucap karyawan tersebut panik.)


Karena panik karyawan bernama Dewi tersebut berlari keluar dari ruangan Diva sambil berteriak meminta tolong.


"Dewi ada apa dengan mu? " (Tanya karyawan lain.)


"Itu... anu. " (Ucap dewi panik.)


"Astaga cepat katakan. " (Ucap teman Dewi yang lain.)


"Nona muda, dia pingsan! " (Ucap Dewi kaget.)


"Astaga kenapa kau biar kan ayo sekarang cepat bawa kerumah sakit. " (Ucap karyawan lain bergegas keruangan Diva.)


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di rumah sakit.


"Suster tolong Sus! "(Teriak Dewi.)


Mereka pun bergegas membawa Diva ke ruang rawat.


" Huh apa yang terjadi dengan nona Diva? "(Ucap karyawan lain yang menemani Dewi.)


" Aku tidak tau, tadi aku datang ke ruangan nya untuk mengantarkan berkas, tetapi aku tidak melihat nona muda, lalu aku pergi ke kamar mandi karna mendengar suara percikan air, setelah itu aku menghampiri dan memangil nona muda, lalu beberapa saat dia keluar dengan wajah pucat setelah berkata beberapa patah dia mulai pusing dan jatuh pingsan. "(Ucap Dewi panjang lebar.)


" Astaga aku pikir nona Diva mengalami sakit parah. "(Ucap karyawan lain.)


" Tidak, sebelum dia pingsan dia sempat bilang jika dia merasa mual, aku rasa nona Diva hamil. "(Ucap Dewi blak-blakan.)


" Hus, ada-ada saja, apa mungkin gejala hamil sampai segitu nya? "(Ucap karyawan lain.)


" Sudah lah, yang jelas sekarang kita harus menghubungi siapa? "(Tanya Dewi bingung.)

__ADS_1


" Apa kau punya nomer ponsel suami nya? "(Ucap karyawan lain.)


" Tidak, aku hanya punya nomer ponsel Tania dan Sela sekertaris nya. "(Ucap Dewi serba salah.)


" Hubungi saja salah satu dari mereka."(Ucap karyawan lain.)


"Ku rasa aku harus menghubungi sekertaris nya saja, karna dia lah yang paling dekat dengan nona Diva. " (Ucap Dewi mulai menelfon.)


Sela memberhentikan mobil nya karena ada yang menelfon.


"Siapa ini? " (Ucap Sela menatap layar ponsel nya.)


Call onn


"Hallo." (Ucap Sela.)


"Iya hallo, apakah ini benar dengan sekertaris nona Diva? " (Tanya seseorang di sebrang telfon.)


"Benar, ada apa dengan nya? " (Tanya Sela mulai panik.)


"Bisa kah nona segera datang ke rumah sakit yang berada tidak jauh dari kantor, karena nona Diva sedang di rawat di sini. " (Ucap Dewi.)


"Astaga, baik lah aku segera kesana. " (Ucap Sela mematikan telfon secara sepihak.)


Kebetulan sekali saat itu Sela sudah begitu dekat dengan kantor grup Afkar.


Tidak butuh waktu lama Sela pun tiba di rumah sakit tersebut.


"Kami juga belum tau karena dokter nya sama sekali belum keluar. " (Ucap Dewi.)


Sementara itu Diva baru saja sadar dari pingsan nya.


"Ah, kenapa kepala ku sakit sekali? " (Ucap Diva membuka mata nya.)


"Nona mohon jangan terlalu banyak bergerak kondisi nona sedang lemah. " (Ucap dokter yang merawat Diva. Tetunya dokter prempuan.)


"Dokter saya sakit apa? " (Tanya Diva bingung.)


Mendengar pertanyaan Diva dokter itu pun mendekati Diva sambil tersenyum.


"Anda tidak sakit nona, tetapi Anda sedang hamil, usia kandungan anda baru menginjak 12 hari. " (Jelas dokter itu kepada Diva.)


Deg...(Bagai di sambar petir hati Diva semakin hancur, bukan karena dia tidak senang akan bayi yang ada di kandungan nya, tetapi ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang karena ia dan Aziel telah memutuskan untuk berpisah.


"Nona, kenapa nona diam? " (Tanya dokter itu menatap Diva.)


"Ah, tidak, dokter bisa kah aku bicara sesuatu padamu? " (Tanya Diva menatap dokter penuh harapan.)


"Tentu saja boleh nona, katakan apa yang ingin nona katakan. " (Ucap dokter itu memegang pundak Diva.)

__ADS_1


"Dokter, tolong rahasia kan ini kepada semua orang. " (Ucap Diva memegang tangan dokter itu.)


"Lah, bukan kah ini berita baik? Seharusnya nona memberi tahu suami dan keluarga nona. " (Ucap dokter itu bingung.)


"Aku mohon dokter jangan katakan pada siapapun ini demi kebaikan anakku. " (Ucap Diva menangis.)


"Baik lah, jika nona ingin saya merahasiakan ini semua saya juga tidak ada hak untuk membantah. " (Ucap dokter itu tersenyum sambil mengelus lengan Diva.)


"Terima kasih dokter. " (Ucap Diva turun dari ranjang dan berjalan keluar. )


Di luar sudah ada Sela dan juga dia karyawan Diva.


"Kakak ipar. " (Ucap Sela langsung memeluk Diva.)


"Sela? Apa yang kau lakukan di sini? " (Tanya Diva bingung.)


"Bisa-bisa nya kau bertanya seperti itu, apa kau tau aku sangat mengkhawatirkan mu! " (Ucap Sela menahan kesal nya.)


"Aish, maaf kan aku sela, aku baik-baik saja kau tidak perlu khawatir. " (Ucap Diva melepaskan pelukan nya.)


"Nona muda apa yang di katakan dokter? " (Tanya Dewi.)


"Ah, tidak dokter bilang aku hanya kecapean. " (Ucap Diva tersenyum.)


"Huh, benar kah cuma seperti itu? " (Tanya Sela.)


"Benar, sudah lah jangan khawatir, ouh iya Dewi Terima kasih kau telah membantu ku. " (Ucap Diva tersenyum kearah Dewi.)


"Sama-sama nona muda kalau begitu kami permisi dulu. " (Ucap Dewi pergi bersama karyawan lain.)


"Kaka ipar bagaimana jika aku mengantar kan mu pulang? " (Ucap Sela memegang tangan Diva.)


"Baik lah ayo! " (Ucap Diva memegang tangan Sela dan berjalan pelan.)


"Seperti nya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh kakak ipar, tapi apa ya? Aku harus bilang kepada David. " (Batin Sela sambil berjalan.)


Sela pun mengantar kan Diva pulang mengunakan mobil nya.


Tidak butuh waktu lama, Diva dan Sela pun tiba di rumah Diva.


Jangan lupa:


LIKE


KOMEN


FOTE


FOLLOW

__ADS_1


FAVORITE


__ADS_2