Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #83


__ADS_3

" Sayang jangan berkata seperti itu, walaupun hanya berjarak satu jam dia tetap lah kakak mu. "(Ucap Diva mengelus rambut Abel.)


" Baik lah-baik lah, dia ada di depan villa. "(Ucap Abel singkat.)


Alfa Afkar dan Abel Afkar, adalah anak kembar dari Diva Afkar dengan mantan suaminya ya itu Aziel Buana.


Diva berhasil sembuh melawan penyakit tumor yang ada di rahim nya berkat bantuan dari dokter Lukman dan tentunya Dimas juga ikut dalam proses penyembuhan Diva.


Diva berjuang sendiri tampa sosok seorang suami untuk mempertahankan bayi kembar yang ada di rahim nya dan melawan tumor yang hampir saja merengut nyawa kedua bayi termasuk diri nya sendiri, tetapi berkat kegigihan dan keyakinan nya dalam menjalani berbagai macam cara pengobatan dirinya akhirnya sembuh dan berhasil melahirkan dua malaikat kecil kembar. Meskipun ia harus bertaruh nyawa menghadapi dua kali oprasi.


Setelah empat tahun dirinya berhasil merawat dan membesarkan dua malaikat kecil nya yang kini berumur 04 tahun.


Anak laki-laki Diva bernama Alfa, ia mempunyai keperibadian yang sangat-sangat mirip dengan Aziel, keras kepala, sedikit galak, bukan hanya itu, bahkan wajah dan rambut nya pun juga sangat mirip dengan Aziel.


Sementara kembaran Alfa adalah perempuan ia bernama Abel Afkar, umur nya juga sama seperti Alfa, ya itu 04 tahun, hanya saja Alfa keluar satu jam lebih dulu dari Abel, karena setelah Alfa keluar satu jam kemudian baru lah Diva kontraksi lagi. Akan tetapi sikap Abel lebih mirip ke Diva, ia ambekan, baik hati, pintar dan juga cantik. Tetapi juga galak. Dan Abel tidak suka memangil Alfa dengan sebutan kakak meskipun Diva memaksa nya.


"Momy, cepat lah aku sudah tidak sabar untuk bertemu om Dimas." (Ucap Abel menarik tangan Diva ke dapur villa.)


Hari ini adalah hari Diva berjanji untuk membawa Abel dan Alfa untuk ke bandara menjemput Dimas dan setelah itu mereka akan mengunjungi kebun binatang itu lah janji Diva, tentunya mereka masih di kota (P).


"Baik lah tetapi kau harus mandi dulu, sebelum Alfa memakai kamar mandi, karena itu akan sangat lama. " (Ucap Diva sambil tersenyum.)


Kebiasaan Alfa adalah mandi yang sangat lama hal itu sangat mirip dengan prilaku Aziel, yang namanya buah pasti akan jatuh tidak jauh dari pohon nya.


"Momy benar, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. " (Ucap Abel kemudian berlari mengambil handuk di kamar nya dan segera menuju kamar mandi.)


Sementara Diva hanya terkekeh lucu melihat tingkah sang anak.


"Kenapa dimas belum menghubungi ku? Apakah dia sudah sampai? " (Ucap Diva mengambil ponsel nya.)


Ya, sejak Setelah Diva sembuh dan melahirkan Dimas memutuskan untuk pulang karena mendapat kabar dari sang oma tentang papa nya yang sakit dan tidak bisa mengurus rumah sakit, ia meminta izin ke Diva untuk pulang melihat papa nya dan juga mengurus rumah sakit, Diva pun mengizinkan Dimas pergi setelah umur Alfa dan Abel menginjak 02 bulan.

__ADS_1


Meskipun Dimas dan Diva berjauhan dan mereka masih bersahabat begitu dekat dan mereka sering mengabari satu sama lain.


Hingga hari ini Dimas mengabari Diva jika ia akan datang kembali ke kota (P) untuk menjenguk Diva, Abel dan Alfa.


"Om Dimas akan kemari? " (Ucap seseorang dari arah belakang Diva, yang membuat Diva kaget.)


"Astaga, Alfa bisa kah kau untuk tidak mengagetkan momy? " (Tanya Diva mencubit pipi Alfa.)


"Tidak bisa, karena aku senang melihat momy kaget. " (Kekeh Alfa.)


"Sudah lah, kau itu sama saja seperti Az.. " (Diva membekap mulut nya yang hampir menyebutkan nama Aziel.)


"Az? Siapa Az?" (Ucap Alfa layak nya detektif.)


"Ah, tidak, cepat lah mandi seperti nya Abel sudah selesai mandi. " (Ucap Diva mengalihkan pembicaraan.)


"Apakah kita jadi ke kebun binatang hati ini? " (Tanya Alfa lagi.)


"Iya tentu saja, tetapi sebelum itu kita ke bandara untuk menjemput om Dimas. " (Ucap Diva sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk kedua anak nya.)


Sementara itu Abel hanya tau jika mereka akan pergi ke kebun binatang di kota (P) tetapi iya tidak tau jika mereka juga akan ke bandara untuk menjemput Dimas.


Tak lama kemudian ponsel Diva berdering menandakan bawah ada telfon masuk, Diva pun mengambil ponsel nya dan ternyata itu adalah Dimas.


Call onn


"Hallo." (Ucap Diva menempel kan ponsel di telinga nya.)


"Hallo, Diva, kau di mana aku sudah di bandara. " (Ucap Dimas di sebrang telfon.)


"Astaga maaf kan aku, anak-anak mandi begitu lama, kau tunggu lah di sana satu jam lagi aku akan sampai. " (Ucap Diva khawatir akan Dimas yang lama menunggu nya.)

__ADS_1


"Baik lah jangan khawatir aku akan menunggu, sekarang urus mereka terlebih dahulu. " (Ucap Dimas terkekeh pelan.)


"Baik lah, kalau begitu aku tutup dulu. " (Ucap Diva mematikan telpon secara sepihak.)


Call off.


"Huh, memiliki dua anak itu tidak mudah. " (Gumam Dimas sambil me masukan ponsel nya ke saku baju.)


30 Menit berlalu, kini Diva Alfa dan juga Abel telah berada di dalam mobil, ya mobil itu adalah mobil yang di hadiah kan oleh dokter Lukman untuk Diva atas kedua anak kembar nya, karena dokter Lukman sangat menyayangi Diva dan sudah mengajar Diva anak nya sendiri.


"Momy, kenapa jalan nya berbeda? Ini bukan jalan pergi ke kebun binatang momy."(Ucap Abel saat menyadari arah yang berbeda.)


" Abel, diam lah jangan banyak bertanya nanti kau juga tau kita akan kemana. "(Ucap Alfa yang duduk di kursi barisan belakang.)


" Aku tidak bicara dengan mu. "(Ucap Abel mejnjulurkan lidah nya ke arah Alfa.)


" Sudah-sudah, jangan bertengkar, dengar kan momy, Abel kita akan ke bandara terlebih dahulu setelah itu baru kita akan ke kebun binatang. "(Jelas Diva sambil fokus menyetir.)


" Benarkah? Lalu mau apa kita ke bandara momy? "(Ucap Abel penasaran.)


" Kita akan menjemput om Dimas sayang. "(Ucap Diva yang sudah tak bisa menyimpan rahasia lagi.)


" Apa? Om Dimas? Om Dimas akan datang momy? "(Ucap Abel membulat kan mata nya.)


" Iya sayang, makanya sekarang kita akan menjemput Nya. "(Ucap Diva tersenyum.)


" Momy, kenapa momy terlihat sangat bahagia? Apa om Dimas itu pacar momy? "(Ucap Alfa.)


Entah mengapa anak sekecil Alfa bisa bicara seperti itu Diva menjadi kaget dan tidak tau untuk menjawab apa.


" Hey, Alfa apa kau lupa om Dimas itu adalah sahabat momy tentu saja momy senang jika om Dimas datang mengunjungi kita. "(Ucap Abel membela Diva.)

__ADS_1


Alfa yang kesal dengan sikap Abel pun hanya memanyun kan bibir nya.


Bersambung ....


__ADS_2