
Pras ijin untuk menemui Maylinda di ruangannya. Sedang Mecca masih mendapatkan perawatan intensif dan ditemani Mitha. Pras ingin mendiskusikan perihal pengunduran dirinya dari bagian management rumah sakit. Sebenarnya Pras bisa saja memilih mengundurkan diri sebagai dokter lalu fokus mennjadi direktur, namun hati nuraninya, cita citanya, menjadi dokter adalah panggilan jiwa nya.
" Bunda gak setuju Pras ! " Tentang Maylinda, tentu bukan hal yang mudah untuk mempertahankan tonggak kekuasaan itu pasca tumbang nya Abraham.
" Bunda lihat Mecca dan El, Pras gak bisa ngerawat mereka kalo kaya gini terus. Terlebih hubungan Pras sama Mitha jadi renggang karena ini " Curhat Pras.
" Kita masih bisa cari solusi lain Pras. Ayah kamu masih terbaring koma, ini amanah Ayah yang harus kita jaga. Kamu paham kan Pras ? "
" Pras paham bund, tapi .. " Kata kata Pras di potong oleh Maylinda.
" Biar Bunda bicara samaa Mitha, kita bicarain lagi ini setelah kami bicara okay Pras ? "
" Okay Bund "
Ini memang keputusan berat, bukan Maylinda tak peduli pada keluarganya. Namun semua harus berjalan selaras. Maylinda memasuki ruang perawatan Mecca, hari itu Maylinda baru saja tiba di ibu kota dari Bali.
" Sayang .. Maaf Bunda baru bisa pulang "
" Gak papa Bun " Mitha menyambut mertuanya itu lalu memelukny erat.
" Makasih ya Mitha udah ngelakuin yang terbaik sendirian. Bunda sama Pras malah sibuk sama kerjaan. Mitha hebat, jangan nyalahin diri sendiri ya sayang " Maylinda menasehati Mitha.
Mendengar kata kata mertuanya Mitha malah semakin terisak, Mitha tak menyangka masih ada orangtua yang tidaj menyalahkan anak anaknya ketika cucu mereka sampai dalam keadaan sakit. Biasanya mereka akan saling menyalahkan terlebih menyalahkan Ibu nya yang akan di anggap tidak becus merawat anak. Namun Mitha malah mendapat dukungan, tenaganya yang banyak terkuras merawat anak anak seakan bangkit lagi.
" Maafin Mitha ya Bun, Mitha bukan menantu, istri, dan ibu yang baik " Ucap Mitha sambil terisak.
" Engga ko. Jangan minta maaf, mitha di mata Bunda dan Pras itu wanita terbaik yang Allah datangkan buat keluarga kami. Buktinya Pras sampai ajukan pengunduran diri karena Pras tau kamu seberharga itu. " Jawab Maylinda yang berhasil membuat tangis Mitha berhenti.
" Jadi mas Pras serius Bun ? "
" Iya Mit, ini surat nya udah di kasihin ke Bunda tinggal Bunda ajukan pada dewan direksi untuk di lanjutkan pemilihan direktur baru " Jelas Maylinda.
" Bunda setuju ? "
" Jujur Bunda yang paling pertama nentang keputusan Pras. Tapi Bunda gak bisa halangin keinginin Pras. Kalau sampai nanti malam keputusan Pras masih bulat buat mundur. Bunda serahin semua ke Pras. Ke kamu .. "
__ADS_1
" Kenapa Mitha Bun ? "
" Mitha .. Bunda tau betul beratnya ada di posisi kamu. Mungkin malah kamu lebih berat karena harus urus 2 balita sekaligus beda sama Bunda yang cuma punya Pras. Di balik karir besar seorang pria itu ada wanita yang memiliki pengorbanan besar. Kalau kamu gak ada di balik karir Pras, apalagi gak merestuinya, buat apa Pras ngejar semua itu Mit ? " Jelas Maylinda yang membuat Mitha cukup berpikir.
" Bagi kami perubahan direktur itu bukan perkara kecil, ini sama aja menentukan nasib ratusan staff rumah sakit ini. Kamu tau kenapa ? " Lanjut Maylinda.
Mitha menggeleng ..
" Karena dengan adanya Direktur baru, maka akan lahir juga management baru yang bisa saja mengurangi, menambah atau bahkan merubah seluruh SDM yang ada sesuai dengan tujuan dan kepentingannya. "
" Ahh Mitha gak mempertimbangkan sejauh itu Bun " Mitha menundukkan kepalanya bingung.
" Apapun keputusan kalian, Bunda akan mendukung. Tapi mohon di pikirkan dengan baik dan dengan kepala dingin biar kita semua dapat solusi terbaik Mit. Dalam rumah tangga ketidak sejalanan pasti akan ada, di saat seperti ini lah kita harus cari jalan tengah " Jelas Maylinda.
" Iya Bun makasih nasihat dan masukannya. "
" Sama sama sayang .. Bunda pengen lihat Mecca dulu. Oya, hari ini kamu bisa pulang dulu sebentar atau mau tidur di rumah juga gak papa biar Bunda disini. Kamu istirahat sambil temuin El dia pasti kesepian karena kita semua fokus ke Mecca "
" Boleh Bun ? "
Akhirnya Mitha pun pulang untuk semalam menemani El sedang Mecca bersama Maylinda dan pengasuhnya. Keadaannya sudah cukup membaik sehingga tidak terlalu rewel. Namun tentu saja kini El yang rewel, mungkin karena merindukan Ibu nya.
Mitha tiba di rumah dengan di antar Pras, niatnya Pras akan kembali nanti malam. Namun sebelumnya akan beristirahat sejenak di rumah sambil membicarakan perihal meeting besok dan keputusan apa yang harus di ambil olehnya dengan Mitha. Apapun itu, Pras memikih untuk mengikut keinginan Mitha.
" El sayang .. " Mitha mengangkat tubuh El yang meronta minta di gendong.
" El kanen mommy ? "
" Ya Mommy .. Adik mana ? " Tanya El.
" Adik masih sakit sayang. Nanti El main lagi sama adik kalo udah sehat ya "
" Iya Mommy " El memeluk erat Mitha menciumi pipinya.
Setelah puas melepas rindu dan menemani El bermain hingga tertidur, Mitha pun ke kamarnya. Di tatapnya Pras yang sedang tidur lelap. Mitha melihat raut wajah Pras yang nampak begitu lelah. Entahlah di saat seperti ini seringkali Mitha merasa iba melihatnya.
__ADS_1
Waktu menujukkan pukul 8 malam, Mitha tak tega membangunkan Pras untuk kembali ke rumah sakit, hingga dirinya memilih untuk merebahkan diri saja di samping Pras.
Merasakan pergerakan di sampingnya, Pras pun berbalik lalu memeluk istrinya.
" El udah bobo yang ? " Tanya Pras masih dengan mata yang tertutup.
" Udah mas .. "
" Maaf ya aku gak kuat ngantuk sama sakit kepala jadi gak nemenin kalian " Sesal Pras.
" Yaudah mas istirahat lagi aja "
" Engga yang, bentar lagi mas ke rumah sakit nemenin Mecca samaa Bunda. Tapi mau ngecharge dulu tenaga ke kamu yaa " Pras memeluk Mitha makin erat.
" Sini " Mitha membalas pelukan Pras.
Pelukan itu bertahan sekitar 10 menit sampai Pras pun membuka matanya lalu mencium istrinya penuh kasih sayang.
" Makasih yang, battery aku udah penuh kayanya hehe .. Aku mau mandi dulu ya ? Nanti kita ngobrol bentar " Ucap Pras.
" Iya mas "
Pras melakukan rutinitas mandinya sekitar 15 menit lalu bergegas berpakaian dan bersiap untuk kembali ke rumah sakit. Pras pun duduk di tepi ranjang.
" Sini deh yang " Pras menepuk bagian kosong di sampingnya.
Mitha pun segera mendekat.
" Mas minta maaf buat ke alfaan mas selama ini, mas ngerasa bersalah banget buat semua yang terjadi sama kita. Besok penentuan, mas bakal ikutin apa yang kamu mau. Kamu tau kan yang apa yang mas lakuin itu buat kamu sama anak anak. Tapi kalo kalian merasa keberatan dan gak bahagia, mas lebih baik mundur "
" Mas yakin ? "
" Iya, sekarang kamu yang nentuin. Mas ikut mau kamu yang "
" Hmm ..
__ADS_1