Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Emosional


__ADS_3

" Aku gak mau halangin jalan karir kamu. Kamu juga pasti udah susah payah buat sampai di titik ini. " Ucap Mitha.


" Jangan ngomong gitu yang, mas gak mau ya denger kamu sampe kepikiran buat pisah lagi. Daripada gitu, mas lebih rela jadi pengangguran sekalian. "


" Mas pikir dengan dua anak gini aku bakal minta pisah semudah itu ? " Mitha tersenyum smirk.


" Mas tau kamu kalo udah nekad ya di lakuin. Sebelum kamu nekad makannya mas bilang mas yang sekarang bakal ikutan mau nya kamu. "


Tiba tiba saja Mitha memeluk Pras. Suasana menegangkan tadi seketika mencair, Pras pikir istrinya benar benar murka kali ini. Namun entah mengapa Mitha memeluknya penuh kehangatan dan kasih sayang.


" Biar aku berkorban sekali lagi. Semoga mas gak sia siain pengorbanan aku kali ini. Aku akan bertahan sampai titik dimana tak ada yang bisa di pertahankan lagi. Kalo udah sampai titik itu, aku bakal pergi dengan sendirinya. "


" Mas gak akan sia siain kamu yang, mas juga gak akan biarin kamu dan anak anak ninggalin mas. Mas bakal beusaha memperbaiki semua meski gak akan seinstan itu, tapi kamu harus lihat prosesnya ya Mit. Mas mohon bertahan .. "


" Iya mas. Sekarang kamu boleh lanjutin karir dan jabatan yang udah kamu milikin, dengan satu syarat mohon dengan sangat jangan abai sesibuk apapun. "


" Iya sayang .. Mas bakal berusaha sebaik mungkin. Makasih yaa "


Melihat binar bahagia dari sorot mata Pras membuat hati Mitha menghangat. Pras yang merasa bahagia namun Mitha pun sampai bisa merasakannya. Itukah yang namanya cinta sejati ?


Setelah mennyelesaikan percakapan dan mendapatkan keputusan Pras pun berangkat ke rumah sakit untuk bergantian menjaga Mecca sekaligus ingin menyampaikan kabar baik ini pada Maylinda.


Besok rapat dewan direksi akan di laksanakan, karena Pras tak jadi mengundurkan diri maka agenda yang akan di bahas adalah tentang penambahan dokter di seluruh poli dan juga merekrut dokter dokter handal untuk menghandle pasien VVIP karena sumbangsih dari kelas VVIP ini cukup besar untuk rumah sakit terlebih kebanyakan pasien nya pun pejabat dan orang orang ternama.


" Syukurlah Pras, tapi inget kali ini kamu harus bener bener manage waktu sebaik mungkin lihat Mecca sama El mereka masih kecil butuh perhatian kamu. "


" Iya Bun, semua ini juga bukan kemauan Pras. Pras juga maunya banyak waktu di rumah sama anak anak. Tapi Bunda tau sendiri 3 bulan ini rumah sakit kita kekurangan SDM " Jelas Pras.


" Iya makannya bukan sedikit anggaran yang kita alokasikan untuk rekrut banyak dokter di rumah sakit itu demi kamu demi Mitha dan anak anak utamanya "

__ADS_1


" Paham Bun .. Makasih ya Bun "


" Sama sama Pras. Yaudah sekarang giliran Bunda istirahat. Kamu jagain Mecca ya "


" Iya Bun "


Pras bisa bernafas lega akhirnya, beban yang di tanggungnya selama beberapa hari ini serasa menguap. Di saat saat berat ini, entah mengapa meski sudah cukup lama namun Abraham lah yang di ingat Pras. Jika ayahnya itu sehat mungkin semua tak akan seperti ini, terlebih ayahnya pun tau awalnya Pras tak menginginkan jabatan ini. Namun apa daya, karena sakitnya Abraham. Pras tak memiliki pilihan lain.


Pras duduk di samping ranjang Mecca. Menatap putrinya yang baru berusia 5 bulan itu sudah harus mennanggung sakit. Pras mengusap pipi lembut Mecca dengan lembut.


" Sayang .. Maafin Daddy ya ? "


Arrrgghhhh mau nangis


" Daddy belum bisa jadi superhero nya Mecca sama Kakak El. " Lanjut Pras sudah dengan mata yang berkaca.


Pras tau rasanya memiliki kedua orangtua yang super sibuk dengan bisnis dan karir mereka. Pras seringkali merasa kesepian apalagi dirinya adalah anak tunggal. Rasa sepi, mendambakan perhatian dan kasih sayang itu rasanya sangat menyakitkan. Tapi kenapa dirinya sendiri malah melakukan hal yang sama pada kedua anaknya. Pras hanya bisa menangis sesenggukan, luka masa kecilnya seakan berdarah kembali.


Pras pun tertidur di samping Mecca, syukurnya karena kondisi Mecca sudah sangat membaik sehingga tidurnya nyenyak membuat Pras bisa beristirahat dengan tenang untuk mempersiapkan meeting besok.


Pagi harinya setelah memandikan dan menyuapi El, Mitha pun pergi ke rumah sakit. Pukul 9 pagi Pras dan Maylinda akan ada meeting, sehingga Mitha yang bergiliran menjaga Mecca. Sesampainya disana, Mitha tak langsung ke ruangan Mecca karena masih ada Maylinda juga disana. Mitha memilih ke ruangan Pras, sebelumnya Pras sudah memberitaukan melalui pesan singkat bahwa dirinya ada di ruangannya untuk mandi dan bersiap terlebih dulu. Mitha pun menyusul kesana.



" Selamat Pagi Mr.Presdir .. " Sapa Mitha yang setelah bertahun pun menjabat ini pertama kalinya Mitha begitu welcome pada jabatan Pras ini. Apalagi akhir akhir ini biasanya Mitha selalu menyalahkan Pras karena menjadi Presdir hingga tak punya waktu.


" Sayangg .. " Jawab Pras.


" Kayanya kamu belum sarapan mas ? Aku udah bawain sarapan. Terus biar aku bantu juga rapihin baju kamu ya ? "

__ADS_1


" Yangg .. "


" Apa sih manggil mulu aneh haha "


" Aduh mas speechless yang " Jawab Pras haru.


" Semangat ya mas, lakuin yang terbaik buat rumah sakit ini. Maaf mungkin aku masih kurang pengertian. "


" Ko kamu yang minta maaf sih, kamu udah lakui yang terbaik. Justru mas yang terlalu banyak minta kamu berkorban. "


" Emang .. Karena aku udah banyak berkorban. Mas harus semangat oke jangan bikin aku nyesel udah berkorban buat mas. "


" Aduh kan mas jadi nangis lagi "


" Lah emang kapan mas nangis ? "


" Semalem hehe mas kangen Ayah. Kalo ayah ada mungkin ayah gak akan biarin mas susah payah gini. Galak galak gitu ayah orangnya paling peduli loh yang " Pras bercerita hal baik yang di kenangnya tentang Abraham hingga tanpa sadar air matanya sudah bercucuran.


" Ayah pasti bangga punya anak kaya kamu mas " Mitha mengusap air mata di pipi Pras. Barulah saat itu Pras sadar dirinya menangis.


" Lah ko malah nangis sih. Kayanya disini banyak debu sampe kelilipan gini " Celoteh Pras.


" Uhhh cup cup cup ini pasti yang masuk ke mata bukan debu sih tapi batu soalnya sampe nangis bombay haha "


" Ahh Mitha .. Sini biar mas peluk. Mas mau sembunyi di kamu. Malu banget soalnya " Pras pun memeluk Mitha membenamkan kepalanya di ceruk leher istrinya itu.


" Gak papa mas. Namanya juga manusia, kalo sedih cape ya pasti nangis. Kamu boleh peluk aku erat tiap kangen sama Ayah ya .. "


Pras hannya mengangguk sambil masih menangis. Mungkin Pras jarang mengeluh, jarang menangisi sesuatu dan jarang pula mengungkapkan isi hatinya. Semuannya di biarkan menumpuk hingga sakitnya Mecca membuat pertahanan Pras runtuh, semuanya buyar. Pras menjadi sangat emosional.

__ADS_1


__ADS_2