
POV di ajakin ayang nonton ..
Bukannya fokus nonton, malah gagal fokus lihatin ke gantengan ayang ..
Etdah bapak Pras yang biasa pecicilan ternyata bisa secool itu. Mitha saja sampai terheran heran ini suaminya makin sini makin nampak wibawanya. Padahal cuman modal pasang wajah serius.
" Ini film horror kan ? " Tanya Pras pada Mitha.
" He'em .. " Mitha mengangguk sambil masih menatap Pras.
" Tapi ko kamu senyum senyum sendiri. Jangan jangan ini bukan istri aku " Ucap Pras pelan.
" Iyaa ini bukan istri kamu "
" Lah terus siapa ? "
" Ini pacar dunia akhirat kamu mas " Mitha menyeringai kuda.
Kalau saja bukan di bioskop maka Pras mungkin sudah tertawa terbahak. Mungkin kini kebucinan dirinya sudah menular pada Mitha yang ikut ikutan jadi sebucin Pras.
Setelah diskusi yang alot akhirnya Pras pun mengikuti keinginan Mitha yang ingin nonton bersama. Sebelumnya selama menikah bahkan saat masih bersama Reina Pras tidak suka ke bioskop, terlalu bising dan ramai pikirnya. Namun dengan rayuan Mitha pun Pras akhirnya luluh.
" Makasih ya mas .. " Mitha memeeluk Pras.
" Sama sama sayang. Padahal kita bisa loh ke bioskop yang lebih private. Kamu malah milih ke tempat yang rame gini mana tiketnya pake antri dulu " Gerutu Pras.
" Justru itu mas, aku kangen sensasi nya, harus antri rame rame. Kali kali kamu harus mgerasain jadi rakyat jelata mas haha "
" Sembarangan gini gini mas juga pernah susah. Tapi pas susah mas sama ayah fokus bangun usaha jadi gak ada waktu buat ginian " Pras menyendok ice cream ke mulutnya karena setelah menonton, Mitha merengek ingin makan dan beli es.
Mitha melihat ada es di atas bibir Pras, dengan telaten Mitha membersihkannya. Pras mengulum senyum jika di pikir dirinya selalu mendapatkan perlakuan manis akhir akhir ini.
__ADS_1
" Yang kalo pake tissue kurang bersih " Ucap Pras setelahnya.
" Ya terus pake apa ? Tangan ? Lengketlah "
" Pake bibir kamu aja " Bisik Pras seraya mendekat ke telinga Mitha.
" Maaasss .. " Mitha memukul lengan Pras.
" Aku masih masa nifas loh jangan macem macem " Keluh Mitha.
" Haha bercanda ayang bercanda. Udah panik gitu " Pras mencubit pipi Mitha gemas.
" Nyebelin "
Mereka pun selesai dengan urusan nge-date dan sedikit belanja untuk keperluan rumah juga anak anak. Syukurlah Maylinda selalu pengertian bahkan senang jika mendengar anak dan menantu nya ingin mennghabiskan waktu bersama. Maylinda tau untuk sampai di tahap ini mereka banyak mengalami ke sukaran, menurut Maylinda wanita memang sulit untuk di miliki tapi yang lebih sulit adalah mempertahankannya. Itu kenapa Maylinda selalu menekan kan pentingnya menjaga hubungan, salah satunya menghabiskan waktu berdua tanpa anak anak. Biarlah anak anak bersama Maylinda. Pikirnya.
" 5 hari lagi ya yang ? " Tanya Pras, membuka percakapan selagi dirinya mengemudi.
" Apanya mas ? "
" Oh iya mas .. Mas udah ngambil cuti kan ? "
" Udah ko yang "
" Oya kan mas presdir rumah sakit. Kalo mas cuti itu ajuinnya ke siapa ? Haha "
" Gak di ajuin ke siapa siapa, cuman nyesuain jadwal sama info aja. Lagian kalo yang gak dadakan itu schedule nya udah di aturin sama Jo. Jadi mas terima beres aja. Tumben banget deh tanya tanya masalah kerjaan "
" Hmm aku kangen kerja mas. Kayanya seneng gitu ya punya kegiatan di luar, ketemu banyak orang lama ataupun baru. " Curhat Mitha.
" Selesaiin dulu kuliah kamu yang. Kalo udah selesai baru kamu boleh nego kerja sama aku "
" Lah emang boleh ? "
" Ya kalo kamu mau, why not ? Asal keluarga gak terabaikan. Bunda juga kerja meski ya kerja nya sama sama Ayah. Tapi kan emang pasangan itu partner yang paling bisa di percaya. Minimalnya gak akan khawatir ada yang mainin aset kita, kalo yang main main istri sendiri paling buat apa sih ? "
__ADS_1
" Bener juga mas. Yaudah setahunan lagi aku nego kerjanya deh haha "
Malam itu pun berlalu dengan penuh kehangatan, memiliki waktu berdua setelah memiliki anak itu adalah suatu anugrah. Apalagi mereka memiliki bayi new born. Bagaimanapun tentu saja Pras ingin menyenangkan Mitha, Pras paham merawat anak itu bukan perkara lelah fisik saja namun juga mental. Semenjak banyak hal terjadi pada rumah tangga mereka, Pras jadi lebih peka pada kondisi psikis istrinya.
Hari berlalu waktu yang di tunggu pun tiba, acara 40 hari itu pun di langsungkan meriah. Anak perempuan mereka di beri nama " Mecca Aurorae Abraham ".
" Semoga Mecca menjadi anak yang sholehah ya Pras Mit " Banyak orang menyelamati dan mendoakan keluarga mereka.
" Allahumma Aamiin makasih ya, sok makan dulu ya semua. Jangan langsung pulang " Jawab Pras.
" Mas anak anak ngantuk kayanya. Aku ke kamar duluan ya ? " Ijin Mitha.
" Oh iya yang. Nanti mas nyusul kalo udah seleesai ya. "
" Maaf ya semuanya, saya gak bisa nemenin sampai akhir ini anak anaknya sudah ngantuk. Saya permisi dulu " Mitha berpamitan lalu pergi menuju kamar anak anaknya.
Selesai menidurkan kedua anaknya, Mitha pun segera membersihkan diri. Acara tadi cukup menguras tenaganya, sedang Pras masih sibuk di bawah menjamu para tamu yang datang. Mitha mandi tak begitu lama, ingin rasanya segera menyelesaikan urusan mandi dan berpakaian rapih bukan apa apa, ini sudah 40 hari dan tandanyaaaa ...
Ya readerss pasti paham lah awokwok
Mitha menggulung dirinya dengan selimut meski udara tak begitu dingin. Suara pintu di buka pun berhasil membuat jantung Mitha berdetak kencang. Oh God rasanya seperti saay pertama kali saja. Mitha pura pura memejamkan matanya rapat berharap Pras tak akan menyadari ke pura puraan Mitha.
Ranjang terasa bergerak, ternyata Pras naik ke atas ranjang dengan posisi setengah berbaring lalu mendekati Mitha dan berbisik dari arah belakang.
" Mas tau kamu pura pura tidur yang .. Ayo bangun udah waktunya melaksanakan kewajiban sebagai istri yang baik. "
Mitha masih tak bergeming.
" Mas mau mandi dulu, kamu siap siap aja okay. Dosa loh yang kalo nolak suami .. " Lanjut Pras sambil memmijat paha Mitha pelan membuat aliran darah Mitha nerdesir kencang, jantungnya berdetak tak karuan.
Begitu Pras masuk ke kamar mandi Mitha pun membuka mata, huaaahhh dirinya merasa sangat lelah untuk melayani suaminya itu. Namun ya Mitha paham Pras sudah sangat menginginkannya, mau pura pura lebih lama pun dirinya merasa tak tega.
" Baiklah .. Baiklah aku ngalah deh " Monolog Mitha lalu bangkit dari ranjang dan berjalan menuju walk in closet.
Mitha mengambil set lingerie terbaik lalu menngenakannya, tak lupa dirinya menata rambut terlebih dulu lalu mengenakan wewangian yang memikat dan aromanya di sukai Pras.
__ADS_1