Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #65


__ADS_3

Perlahan air mata Diva menetes membasahi pipi mulus nya.


"Ap... apa yang kau katakan? Itu hanya bercanda bukan? " (Ucap Diva menatap Dimas penuh harapan.)


Dimas tidak tahan melihat kondisi Diva bahkan untuk membuka mulut nya saja Dimas tidak sanggup lagi, perlahan Dimas memberikan kertas hasil lab kepada Diva.


"Baca lah. " (Ucap Dimas pelan.)


Diva mengambil kertas hasil lab yang diberikan Dimas dan membaca nya, seketika tangan nya gemeteran, air mata nya mengalir semakin deras tangan nya mengengam erat kertas hasil lab itu Diva mengigit bibir bawah nya menahan sakit hati yang sekarang ia rasakan.


Mana mungkin ia mengugurkan sang buah hati demi nyawanya sendiri.


"Tidak! Aku tidak akan mengugurkan bayi ku. " (Ucap diva merobek kertas hasil lab menjadi beberapa bagian.)


"Tetapi.. " (Ucap Dimas terpotong karena Diva menyela.)


"Keluar!!!! Pergi dari sini kumohon jangan bunuh anaku! "(Ucap Diva layak nya orang gila.)


Karena melihat kondisi Diva yang sedang seperti itu Dimas pun memilih untuk keluar dari sana.


" Bagaimana dok? "(Tanya suster yang sedari tadi menunggu Dimas di luar.)


" Sepertinya kita harus memberi nya sedikit waktu agar dia bisa tenang, dengar jaga dia, aku akan menemui papa. "(Ucap Dimas kepada suster.)


" Baik dokter. "(Ucap suster itu paham.)


Kalau sudah begitu Dimas pasti akan mencari papa nya untuk memberikan solusi.


Di sisi lain


Maya kabur dari kontrakan nya dan menjadi gelandangan, niat hati nya ingin kabur jauh dari kota itu tetapi di jalan ia malah di rampok dan tidak satupun tersisa kecuali koper nya yang berisi baju.


"Aku harus kemana?" (Ucap maya berjalan gontai seperti orang gila.)


"Lapar sekali, aku haus. " (Ucap maya lagi memegang perut sambil mengaruk-garuk kepala nya.)


Itulah hukum karma bagi orang yang zolim dengan orang lain, Maya tega membunuh Sinta ibu kandung Diva yang sudah mengangap nya sebagai keluarga, semua itu di lakukan Maya demi menikah dengan Adnan dan merebut semua harta Sinta.


Tetapi, yang namanya kejahatan tidak lah selalu menang tiba saat nya hukum karma itu datang bahkan dua kali lipat lebih sadis.

__ADS_1


Sementara Adnan menyerahkan diri nya kepada polisi dan di kenakan hukuman seumur hidup penjara, karena terkena pasal berlapis mulai dari korupsi, bersekongkol dengan Maya untuk rencana pembunuhn Sinta dan kasus lain nya.


Sementara itu di sisi lain


"Sela, ada apa? Kenapa kau tiba-tiba ingin bertemu? Bukan kah hari ini kau sudah mulai masuk kerja lagi di kantor Diva? " (Ucap David sambil meminum jus nya.)


Posisi sela dan David sekarang sedang berada di restoran.


"Huh, itu dia masalah nya, tadi pagi kakak ipar masuk rumah sakit dan salah satu karyawan di kantor menelfon ku. " (Ucap Sela sambil makan.)


"Lalu? " (Tanya David penasaran.)


"Lalu aku menanyakan apa yang terjadi, mereka hanya bilang jika kakak ipar mual-mual dan pusing, aku curiga ada yang disembunyikan oleh kakak ipar. " (Ucap Sela menghentikan makan nya.)


"Maksud mu ada hal yang tidak di bicarakan Diva kepada kita? " (Ucap David masih bingung.)


"Iya, aku menduga jika kakak ipar hamil. " (Ucap Sela terang-terangan.)


"Apa? " (Ucap David memelototi Sela.)


"Hey, kondisikan matamu jika menatap ku atau aku akan menusuk matamu dengan garpu. " (Ucap Sela mengacungkan garpu nya ke wajah David.)


"Coba kau pikir, bukan kah gejala-gejala hamil itu adalah mual dan pusing, bahkan bisa sampai pingsan. " (Ucap Sela serius.)


"Benar sekali, tetapi apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus memberi tahu tuan muda? " (Tanya David mendekat kan wajah nya ke wajah Sela.)


Plak.. (Sela memukul pipi David pelan.)


"Aw! Kau kejam sekali. " (Ucap David memegang pipi nya.)


"Kau itu sangat bodoh, bagaimana kita memberi tau kak Ziel jika kita tidak ada bukti! " (Ucap Sela menahan emosi.)


"Benar juga, apalagi tuan muda sekarang semakin sibuk dengan Luna. " (Ucap David pusing.)


"Sudah lah, biar kan aku yang menyelidiki ini. " (Ucap Sela menatap David kasihan.)


"Tidak aku akan membantu mu bagaimana pun cara nya. " (Ucap David memegang tangan Sela.)


Semntara itu di sini lain.

__ADS_1


"Kak, kapan kau akan sadar? Keluarga kita hancur karena perempuan itu. " (Ucap Marisa duduk di samping ranjang tuan Baylor.)


Hari-hari Marisa menjaga dan merawat tuan Baylor sementara itu Aziel selalu sibuk dengan Luna bahkan melalaikan kantor nya.


Semakin Aziel lalai semakin leluasa Luna menjalankan rencana nya, dan ia juga berusaha membuat Aziel tidak peduli dengan kantor nya lagi.


Di sisi lain


Dimas mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah nya.


Tidak butuh waktu lama ia pun tiba di sebuah rumah mewah yang di sekeliling nya penuh dengan tumbuhan hijau yang sengaja di rawat oleh tukang kebun rumah nya.


"Oma di mana papa? " (Ucap Dimas tergesa-gesa.)


"Dimas, ada apa? Seperti nya kau terlihat cemas." (Tanya ma Marya.)


Sama seperti Aziel Dimas juga sudah tidak memiliki seorang ibu lagi, ibu nya telah lama meningal karena sakit keras, hal itu lah yang membuat Dimas bertekad menjadi seorang dokter.


Dimas sempat kecewa kepada papa nya karena papa nya seorang dokter yang sangat pintar tetapi papa nya gagal untuk bisa menyembuhkan penyakit ibu nya, hal itu membuat nya menjauh dari sang papa karena rasa kecewa yang ia rasa kan amat kah besar tetapi hari ini ia kembali menemui papa nya hanya demi Diva.


Dimas memeiliki seorang nenek dari sebelah ibu nya, yang kerap ia pangil oma.


Sementara itu luka yang di rasakan Dimas tidak lah sebanding dengan luka yang di rasakan tuan Anggara, karena ia gagal menyelamatkan nyawa istri nya ia pun memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan rumah sakit itu kepada Dimas meskipun anak dan ayah itu kurang akrab tetapi mereka masih sering berkomunikasi.


"Oma katakan saja di mana papa? " (Ucap Dimas mendesak oma nya.)


"Dimas, ini rumah mu, tentunya kau tau dimana biasanya papa mu mengurang diri. " (Ucap oma Dimas.)


Tampa sepatah kata pun Dimas berlalu menaiki tangga dan mnuju salah satu ruangan yang berada di rumah nya.


"Papa." (Ucap Dimas saat ia membuka pintu ruangan gelap tersebut.)


"Masuk lah. " (Ucap tuan Anggara melirik Dimas yang masih berdiri di depan pintu.)


"Papa, ada hal penting yang ingin ku bicarakan. " (Ucap Dimas masuk menghampiri papa nya.)


"Katakan apa yang ingin kau katakan " (Ucap Tuan Anggara menaruh buku yang ia pegang.)


Ya ruangan itu adalah ruangan perpustakaan tuan Anggara yang di dalam nya penuh dengan berbagai macam buku yang bersangkutan dengan ilmu kedokteran.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2