
" Bukannya jadwal ngampus jam 8 ya yang ? " Tanya Pras sambil bersiap depan cermin.
" Aku ijin aja deh, gak enak badan mas " Keluh Mitha.
Pras yang semula menghadap cermin kini berbalik menuju istrinya, Pras duduk di samping Mitha memegang kedua pipi Mitha yang terasa hangat lebih dari biasanya.
" Kamu demam yang, bentar " Pras keluar menuju ruang kerjanya lalu mengambil medical kit. Setelahnya Pras kembali lagi dengan mengambil alat tempur daruratnya.
" 38,8 derajat. Ini masuknya udah demam tinggi loh yang " Ucap Pras. Lanjut memeriksa Mitha.
" Gak papa mas kamu udah telat, aku nya kasih obat aja nanti juga turun demamnya. "
" Padahal semalem masih baik baik ya ? Aku ambilin dulu makan sama obat ya ? Hari ini kamu bedrest dulu aja takutnya ke El juga nanti nularin" Intruksi Pras.
" Iya mas .. "
Pras segera turun ke dapur, memberitahukan pada orang rumah bahwa istrinya sedang sakit agar di awasi. Kembali ke kamar, Pras membawa makan lengkap dengan buah dan susu.
" Bangun yang, sama aku suapin "
" Aku bisa sendiri mas. Jangan khawatir, kamu ada jadwal praktek kan ? Udah berangkat dulu aja kasian pasien pasti pada nungguin. "
Pras menatap jam tangan di lengannya, waktu memang sudah mepet. Dengan berat hati Pras mengikuti keinginan Mitha. Pras pun berpamitan untuk kerja. Di rumah sakit meski Pras bisa fokus bekerja namun hati dan pikirannya serasa tertinggal di rumah.
Waktu menunjukkan pukul 5 sore, Pras hampir saja hendak pulang sampai panggilan darurat membuatnya harus tertahan lebih lama.
Prasetya
Yang sekarang gimana ? Aku ada pasien darurat, belum bisa pulang
^^^Mitha^^^
^^^Baikan mas tenang aja^^^
Prasetya
Kalo drop langsung ke IGD aja ya yang. Aku udah suruh Jo buat stay disana.
^^^Mitha^^^
^^^Iya sayang ..^^^
Demi apapun panggilan sayang yang Mitha berikan mampu menyunggingkan senyum manis di bibir Pras, seakan kekhawatirannya itu langsung mereda. Pras pun bersiap untuk melakukan operasi.
Sedang di mantion, Vidya memasuki kamar Mitha yang terbaring lemah.
" Beb kata Jo Lo sakit " Panggil Vidya yang segera duduk lalu memeluk Mitha.
" Ya ampun Lo panas banget udah minum obat ? " Tanya Vidya khawatir.
" Udah tadi abis minum obat reda terus kayanya naik lagi " Jawab Mitha lemah.
__ADS_1
" Ke rumah sakit aja yu demam Lo nyampe 40 derajat ini " Ucap Vidya yang baru saja selesai mengukur suhu tubuh Mitha.
" Jangan deh takutnya Pras khawatir. "
" Yang ada Pras lebih khawatir kalo Lo dibiarin gini. Kita ke rumah sakit ya gue anter sama Jo. El biar sama Bunda. " Ajak Vidya yang langsung membantu Mitha bangun lulu mengambilkan jaket.
Seluruh tubuh Mitha terasa amat sakit dan ngilu. Mungkin demamnya memang parah sampai sampai mulai terasa menggigil.
Jam 8 malam Jo dan Vidya membawa Mitha ke IGD saat Pras masih di ruang operasi.
" Perlu saya panggilkan presdir Pak ? Beliau sedang di ruang bedah " Ucap salah seorang perawat.
" Gak usah ga urgent ini. Nanti aja kalo udah keluar di kabari ya istrinya di IGD "
" Baik Pak permisi "
Seorang dokter jaga mulai melakukan tindakan di bantu perawat yang sedang memasangkan infus. Vidya setia mendampingi, menggenggam tangan Mitha yang terasa dingin.
Operasi yang Pras lakukan berlangsung sekitar 4jam, Pras meraih ponselnya lalu keluar dari ruang bedah. Seorang perawat sudah menunggunya disana.
" Dok .. " Panggil perawat, membuat Pras yang menunduk melihat ponselnya seketika mengangkat kepala.
" Hmm iya ? "
" Saya di pesani Pak Jo, bu Mitha masuk IGD barusan jam 8 "
Tanpa menjawab Pras segera berlari seperti yang kesurupan.
" Calm down bro .. " Jo menepuk punggung Pras dari belakang.
" Mana Mitha ? "
" Tuh sebelah sana, sama Vidya " Jo menunjuk ke sudut ruangan.
Pras segera menghampiri.
" Kenapa ? " Tanya Pras sambil menggenggam tangan Mitha.
" Demam nya gak turun tadi aku cek malah sampe 40 derajat " Jawab Vidya karena Mitha tertidur.
" Thanks ya Vid .. Kalo Lo mau istirahat gak papa udah ada gue "
" Okay, call ya kalo ada apa apa "
Vidya meninggalkan ruangan bersama Jo, sedang Mitha tertidur mungkin saking tinggi demamnya Mitha sempat beberapa kali bermimpi buruk entah buruk atau apa hanya saja semua terasa buram dan menakutkan.
Mitha terlihat mengernyitkan dahinya, nafasnya berderu pendek.
" Tenang yang ada aku " Ucap Pras membuat Mitha memmbuka mata.
" Mas .. " Mitha memeluk Pras sambil menangis pelan.
__ADS_1
" Kenapa nangis ? "
" Aku mimpi buruk, awalnya aku kaya yang lagi tiduran lihat langit biru indah banget tapi tiba tiba aku lari dari satu lorong ke lorong lain panjang banget terus aku pindah lagi ke tempat tadi tapi banyak darah disana. " Mitha bercerita sambil tubuhnya bergetar ketakutan.
Menurut tebakan Pras, jika benar saat ini ingatan Mitha ter recall saat tertidur dalam keadaan demam tinggi tadi. Mitha seakan masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
" Gak papa itu cuman mimpi "
" Tapi kaya nyata mas "
" Itu mimpi Mitha. Itu karena kamu sakit, udah biasa kalo orang yang demam tinggi ngigo gitu " Jelas Pras mengalihkan pembicaraan.
Pras mencari dokter jaga yang merawat Mitha tadi untuk menngetahui keadaan Mitha.
" Demam nya bukan dari infeksi dok, tapi menurut bu Mitha beliau juga mengalami mual, pusing dan lemas. "
" GERD ? "
" Saya rasa bukan dok, maaf dok. Apa bu Mitha sudah terlambat datang bulan ? Saya sudah memanggil dokter Kinan untuk pemeriksaan lanjut. "
" Ahh iyaa, sepertinya .. " Pras menyunggingkan senyum lalu meraih ponsel di sakunya.
Meski seorang pria Pras cukup memperhatikan siklus datang bulan istrinya, menurut hitungannya Mitha sudah terlambat sekitar satu minggu. Pras tau karena sehari sebelum sakit mereka masih berhubungan.
" Thanks yaa .. Nanti aya kasih kamu bonus " Pras meninggalkan bagian informasi dan dokter jaga itu kembali menuju bed Mitha.
" Sayang, kamu belum datang bulan kan ? " Tanya Pras menggebu.
Mitha menggelengkan kepala.
" Kayanya jadi ini mah yang "
" Apanya mas ? "
" Program bikin bayi kayanya menghasilkan. Tapi aku mau mastiin sama Kinan. Dia lagi di jalan kesini " Ucap Pras.
" Alhamdulillah kalo iya, semoga ya mas "
Pras memeluk Mitha erat. Sekitar 15 menit Kinan pun datang.
" Bapak Pras anda harus menggaji saya 2x lipat "
" Tenang nan, gue kasih bonus apalagi kalo kabar bahagia nya bener "
" Kenapa gak Lo cek sendiri aja " Kinan menyiapkan alat usg.
" Gak ah melanggar aturan haha "
" Biasanya juga Lo si pelanggar "
Kinan pun mulai mengarahkan alat usg ke perut Mitha, kini terlihat di monitor bulatan kecil yang sukses membuat Pras jingkrak kegirangan.
__ADS_1
" Selamat yaa anak ke 2 bakal launching " Ucap Kinan memperjelas kebahagiaan yang Pras rasakan.