Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #109


__ADS_3

Smentara itu di sisi lain.


Diva pulang kerumah nya karena ia sama sekali belum mandi sejak kemarin, ia terus saja fokus menjaga Aziel.


"Huh, lelah sekali, aku juga merindukan anak-anak, apa sekarang mereka sudah tiba di rumah sakit ya? " Batin Diva sambil keluar dari kamar mandi.


Beberapa menit lalu Sela mengirim kan pesan ke Diva jika ia akan membawa anak-anak kerumah sakit untuk menjenguk Aziel.


Diva pun bergegas memakai pakaian nya dan setelah selesai merias wajahnya ia pun kembali kerumah sakit mengunakan mobil.


Tidak butuh waktu lama ia pun tiba di rumah sakit dan segera menuju ruang rawat Aziel.


"Permisi, suster siapa yang ada di dalam? "Ucap Diva sambil melirik ruang rawat Aziel yang terlihat ramai.


" Ouh itu, keluarga buana yang baru tiba nona. " Jawab suster itu ramah.


"Ouh, boleh kah aku masuk? " Tanya Diva lagi.


"Tentu saja nona silahkan. " Ucap suster itu membuka pintu.


Diva pun masuk ke dalam ruang rawat tersebut.


"Momy, yey momy sudah datang aku sangat merindukan momy. " Ucap Abel berlari memeluk Diva.


Sementara Alfa lebih asik bercanda dengan dady nya.


"Kakak ipar, kau dari mana saja? " Tanya Sela yang duduk di sofa sambil bermain ponsel.


"Aku pulang untuk mandi, maaf membuat mu menunggu lama. " Ucap Diva sambil mengendong Abel.


"Dia tidak menunggu lama tetapi aku lah yang menunggu mungkin begitu lama. " Ucap Aziel dengan wajah kesal yang di buat-buat.


"Kenapa kau menunggu ku? Aku rasa itu tidak penting. " Ucap Diva malas.


"Tentu saja penting karena aku ingin ke toilet. " Jawab Aziel ketus.


"Dady, kenapa ke toilet harus menunggu momy? " Tanya Abel turun dari gendongan Diva.


"Sayang, kan sekarang dady sedang sakit makanya dady minta di temani oleh momy, boleh kan? " Ucap Aziel memanfaatkan anak nya.


"Woah, begitu ya, kalau begitu boleh dong dady Abel kan gak mau dady kenapa-kenapa lagi. " Ucap Abel sambil mendekati Aziel.


"Terima kasih sayang. " Ucap Aziel mecium pipi Abel.


"Benar-benar menyebalkan. " Batin Diva kesal.

__ADS_1


"Ouh iya, kakak ipar, aku dan David sedang ada Undangan makan siang bersama client David, jadi aku dan Reza tidak bisa berlama-lama di sini aku takut David menunggu lama. " Ucap Sela berdiri dari duduk nya sambil memegang tangan Reza.


"Lalu sekarang David di mana? " Tanya Diva bingung.


"Dia sedang di parkir tadi ada telfon dari kantor. " Jawab Sela.


"Baik lah kalau begitu, kau boleh pergi. " Ucap Diva tersenyum.


"Terima kasih kakak ipar, aku permisi dulu, kak Ziel cepat lah sembuh. " Ucap Sela mengendong Reza agar ia bisa cepat.


"Terima kasih. " Ucap Aziel.


"Dadah Abel, Alfa, aku pergi dulu. " Ucap Reza melambaikan tanggan nya.


"Dadaaa." Ucap Abel dan Alfa.


Mereka pun keluar dari ruang rawat Aziel dan menuju David yang sudah menunggu di parkiran rumah sakit.


****


"Aduhhh." Leguh Aziel.


"Kenapa lagi? " Tanya Diva malas.


"Aku ingin buang air kecil apa kau benar-benar tidak dengar aku ngomong apa tadi? " Jawab Aziel emosi.


"Huh, baik lah-Baik lah. " Ucap Diva kesal.


Diva pun memapah Aziel dan memasukkan nya ke dalam kamar mandi.


"Aku tunggu di sini. " Ucap Diva malas.


"Baik lah sayang. " Jawab Aziel jahil.


Diva hanya membuang muka sambil memutar bola matanya karna kesal dengan Aziel yang memangil nya dengan sebutan sayang.


Begitu lah setiap hari selama Aziel di rumah sakit Diva terus merawat nya.


Satu minggu kemudian, kini kondisi Aziel telah semakin membaik ia pun telah pulang dari rumah sakit meskipun begitu ia masih butuh perawatan karena luka di punggung nya itu masih belum terlalu sembuh.


"Kakak ipar, aku mohon tingal lah di mansion untuk beberapa hari setidaknya sampai luka kak Ziel sembuh. " Ucap Sela membujuk Diva.


"Maaf Sela, tapi aku tidak bisa. "Jawab Diva.


" Diva, jika tidak kau siapa lagi yang akan merawat nya, bibi mohon. "Ucap Marisa lagi.

__ADS_1


" Momy, Abel gak mau pisah sama dady lagi. "Ujar Abel memegang tangan Diva.


" Iya momy Alfa juga, di sini enak ada opa, dady, bibi, paman, oma, dan Reza. Alfa mohon momy. "Ucap Alfa dengan wajah yang memelas.


" Begini saja, aku akan datang setiap hari ke sini itu lebih baik. "Ucap Diva tetap tidak mau.


" Ahhhhhh. "Jerit Aziel dari dalam kamar nya.


" Dady! "Teriak Abel dan Alfa kemudian berlari menaiki tangga menuju kamar Aziel.


" Astaga! Ada apa dengan Aziel. "Ucap Marisa kemudian ikut pergi menuju kamar Aziel.


Diva yang ikut panik pun bergegas mengikuti mereka ke kamar Aziel.


Dan saat mereka membuka kamar Aziel, Aziel terlihat kesakitan dan luka di punggung nya terlihat mengeluarkan sedikit darah segar.


" Aziel apa yang terjadi? "Ucap Diva mendekati Aziel.


" Aku... aku mencoba mengobati luka ku dari cermin ah, sakit sekali. "Ucap Aziel sambil menahan rasa sakit nya.


" Astaga, kak Ziel kenapa kau harus melakukan nya sendiri, kau bisa memangil kakak ipar untuk membantu mu. "Ucap Sela ikut khawatir.


"Maaf aku hanya tidak ingin merepotkan kalian. " Ekting Aziel sambil mengedipkan mata nya ke Alfa dan Abel.


Ternyata itu adalah rencana mereka bertiga, agar Diva tidak pulang dan menginap di sana untuk merawat Aziel.


"Diva, kau lihat sendiri, apa kau tidak kasihan melihat Aziel, bagaimana jika dia kenapa-kenapa, dan luka nya menjadi makin parah apa kau tega anak-anak mu itu menjadi tidak memeiliki ayah? " Ucap Marisa Menakut-nakuti anak-anak.


"Baik lah bibi, baik kah, aku akan tingal di sini sampai Aziel sembuh." Ucap Diva tak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Syukur lah, kalau begitu anak-anak Sela, ayo kita keluar, biar kan Diva mengobati luka Aziel. " Ucap Marisa sambil memegang tangan Abel dan Alfa.


"Baik mah. " Jawab Sela.


"Oke oma. " Jawab Abel dan Alfa tersenyum bahagia.


Mereka ber empat pun pergi meninggalkan Aziel dan Diva di kamar.


Sementara Aziel merasa senang karena rencana nya telah berhasil.


"Kemarikan kotak itu. " Ucap Diva menunjuk kotak obat Aziel yang di bawa dari rumah sakit.


"Ini." Ucap Aziel memberikan kotak tersebut.


"Kau ini, benar-benar keras kepala, aku sudah bilang luka mu ini tidak boleh terlalu rentan kapan kau akan sembuh jika kau terus saja melanggar ucapan ku. " Omel Diva sambil mengoleskan obat di luka Aziel.

__ADS_1


Sementara Aziel hanya diam mendengar ocehan Diva ia tidak brani menjawab atau Diva akan memukul pungung nya seperti di rumah sakit beberapa hari lalu.


Bersambung ....


__ADS_2