
Waktu menunjukkan pukul 2 malam, lagi lagi malam ini Pras tak bisa pulang karena ada operasi darurat. Selama sebulan ini Pras seringkali tidur di rumah sakit atau jika tidur di rumah sakit maka akan telat pulang. Faktor kesibukkan dan lelah juga membuat Pras kadang lupa mengabari istrinya. Di tengah nyamannya terlelap pasca prosedur bedah, ponsel Pras berbunyi. Di lihatnya Mitha yang menghubungi.
" Kamu gak pulang lagi mas ? " Cerca Mitha begitu panggilan terhubung.
" Assalamualaikum .. "
" Iya iya .. Waalaikumsalam. Jadi jawab pertanyaan aku yang tadi ? "
" Iya maaf sayang aku kan emang ada operasi darurat " Jawab Pras masih setengah linglung.
" Kapan kamu ngabarin aku ada Op ? Aku gak tau ! Kalo tau mana mungkin jam segini aku nannyain kamu pulang atau engga " Gerutu Mitha.
" Oya ? Mungkin aku lupa yang "
" Lupa ngabarin aku atau lupa malah ngabarinnya ke yang lain ? "
" Yang lain ? Siapa ? " Pras mengerutkan kenningnya lalu bangkit mencuci muka, ponsel masih terhubung menggunakan loudspeaker.
" Ya kali aja ada yang lain yang bikin kamu nyaman sampe lupa pulang "
" Astaga sayang .. Enggak gitu, ya maaf akhir akhir ini aku banyak kerjaan. Jangan overthinking mulu ah udah tengah malem. Tidur gih "
" Kenapa ? Gak suka ngomong sama aku ? Yaudah ! "
" Ih yang bukan gitu .. "
Tuuttt .. Tuuttt Panggilan terputus.
" Ya Allah ini orang marah marah mulu .. " Keluh Pras sambil berjalan menuju ruang kerja bedah umum.
Disana ada beberap dokter yang berjaga termasuk dokter magang dan lainnya. Kebetulan malam ini Dinda pun sama sedang berjaga. Mendengar Pras berkeluh kesah rasanya Dinda ingin bertanya, bersikap pura pura tak peduli pada lelaki yang mungkin sampai saat ini belum lepas dari hatinya itu rasanya berat.
" Aduh aduh Presdir kita kayanya lagi galau nih udah kaya ABG aja .. " Usil dr Rian rekan satu divisinya.
" Berisik Lo yan. Mau gue potong gaji apa mau gue pindahin ke rumah sakit cabang ? " Cerca Pras.
__ADS_1
" Ampun dok, gue cuman bercanda. Lagian jangan kaku ah. Cerita sama gue kenapa ? "
" Biasalah istri gue. Gue lupa ngabarin hari ini harus piket ada op darurat. Udah 3 hari kayanya gue gak pulang. Marah dia. Katanya gue ada yang lain haha "
" Ya wajar sih jadi istri Lo kan banyak trauma nya. Bikin gak tenang makan sama tidur, kalo gue jadi Mitha juga gitu. Keinget mulu kayanya. Udah bukan rahasia umum lagi masalah Lo pernah punya wanita lain selain Mitha. " Rian menatap tajam ke arah Dinda, sedang Pras tak menyadari tatapan Rian itu karena sedang fokus dengan ponsel nya yang tengah mengirimkan pesan bujukan dan rayuan.
" Yakan itu waktu gue pisah sama dia. "
" Pisah ko sampe di susulin ke LN. Lagian ya Pras istri Lo itu cantik, masih muda, berprestasi, karir nya masih panjang. Gue pikir kalo kelamaan kurang belaian jangan salahin kalo banyak laki lain yang lirik buat ngasih perhatian "
" Ish Amit amit sialan Lo "
" Btw rumah Lo dari sini kan gak jauh Pras, kalo Lo mau sih ini juga. Lo boleh deh keluar dulu sampe subuh, nanti abis subuhan Lo balik lagi. Daripada Lo tiduran disini mending Lo benerin kesalah pahaman sama istri Lo. Biar gue yang jaga, ada Dinda juga " Ucap Rian memberi solusi.
" Bener sih .. Lumayan cukup lah ya buat seronde haha "
" Ya cukup lah udah plus fore play itu " Rian terkekeh dengan jokes yang dirinya buat sendiri. Sedang Dinda yang dari tadi mendengarkan hanya bisa tersenyum getir.
Pras pun memutuskan meninggalkan rumah sakit sesaat, bebas lah toh dia yang punya rumah sakit. Tapi tentu saja Pras tak seenaknya begitu, dirinya berani meninggalkan rumah sakit pun setelah Rian menjamin untuk menghandle pekerjaan nya selama bebeerapa jam kedepan.
Ahhh imut sekali, rasanya Pras ingin menciumi mereka namun sayang dirinya belum mandi dan juga kasihan jika nanti anaknya malah terbangun karen Pras kalo sudah gemas susah melepaskan nya. Pras beralih menuju kamar utama. Mitha sedng meringkuk entah tidur atau tidak. Secepat kilat Pras ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Setelah berpakaian hanya dengan mengenakan celana boxer, Pras masuk ke dalam selimut lalu memeluk istrinya dari belakang.
" Sayang .. " Pras mendusel dusel di ceruk leher Mitha.
" Hmm " Mitha melenguh lalu membalikkan badan, dibuka matanya perlahan lalu di tatap Pras.
" Gue mimpi nih .. Saking kangen kali ya " Monolog Mitha yang baru setengah terbuka matanya kini di tutupnya lagi.
" Yang, ini bukan mimpi " Pras menelungkup kedua pipi Mitha.
" Dih beneran kamu mas ? Katanya piket "
" Pulang sebentar mau nemuin istri yang lagi marah marah "
__ADS_1
" Hmm " Mitha mengalungkan kedua tangannya di leher Pras lalu menenggelamkan kepala Pras agar wajah mereka beradu.
" Eh eh .. " Ucap Pras terkaget istrunya jadi liar begini.
" Ayo mas, kamu cuman sebentar disininya kan ? "
" Oh jadi marah marah ada yang mau ini toh .. Padahal tinggal bilang aja sayang " Pras mengikuti permainan yang tengah mitha pimpin.
Mereka saling mengecap menyesap nikmat, sama sama menyalurkan gasrat yang tertahan cukup lama. Kesibukkan Pras tlah merenggut kehangatan dalam hubungan mereka.
Pras memaju mundurkan pinggulnya, memberikan hentakan yang dalam ketika ledakan hangat itu mulai meleleh memenuhi kepemilikan Mitha.
" Gak ada yang lain kan mas ? " Tanya Mitha saat tak lama Pras berbaring di sampingnya.
" Gak ada yang .. Cuman kamu sama anak anak yang ada dalam pikiran aku. Semuanya murni karena mas lagi sibuk. Jo sendiri kan yang atur schedule mas. Gak mungkin dong mas bisa macem macem tanpa Jo kasih tau ke kamu "
" Iya sih. Tapi kan bisa aja yang lainnya itu ada di rumah sakit "
" Yang kamu sekhawatir itu masalah aku sama Dinda ? Kalo kamu ngerasa gak tenang, its okay mas bisa pindahin Dinda ke rumah sakit cabang. Atau ke rumah sakit rekanan "
" Jangan mas nanti di kiranya kamu gak profesional. "
" Ya terus maunya gimana ? Paramitha sayangku .. Mas kerja sepenuhnya hanya buat memenuhi tanggung jawab dan sumpah sebagai dokter selain hasilnya bisa di nikmati kamu dan anak anak kita. Apa yang kamu takutin ? "
" Hmm mas sibuk setelah kita punya Mecca. Aku takut mas sengaja buat kesibukkan karena bosen sama aku, aku pikir mungkin karena fisik aku berubah pasca hamil jadi bikin kamu gak tertarik lagi ke aku " Curhat Mitha.
" Really ? Kamu berpikir kaya gitu ? Mitha pernikahan bukan cuman ketertarikan sek*sual. Tapi masalah komitmen. Dimana saat kita gak bisa sama sama, tapi kita tetep ngerasa sama. "
" maksudnya ? "
" Ya aku tetep ngerasa kamu cantik meski di belakang kamu banyak wanita cantik yang nyapa. Aku tetep ngerasa kamu seksi di balik wanita yang berusaha goda aku dengan tubuh mereka. Jadi mau sejauh apapun, selama apapun, rasa aku ke kamu itu akan selalu sama. Paham ? "
Mitha berkaca kaca sungguh cemburuu yang dirasakannya tak beralasan. Mungkin benar semua faktor trauma apalagi wanita yang membuat dunia nya hancur kala itu, masih berada di sekitar suaminnya.
...****************...
Hllo readers barang kali ada yang belum sempet baca, aku punya novel yang udah tamat judulnya "Istri Pajangan Presdir" Bisa dibaca yaa kalo kalo othor lagi gak up dan kalian kangen gituu karena novel itu udah end. Gak akan deh cape penasaran dan nunggu lagi hihi
__ADS_1