
Dengan kesabaran dan perjalanan yang cukup panjang akhirnya Maylinda sembuh dan kembali ke rumah setelah mendapatkan perawatan hampir 2 bulan lamanya. Komplikasi menyebabkan kesehatan Maylinda naik turun. Melihat keadaannya yang seakan tak mungkin untuk pulih 100% seperti sedia kala, Maylinda memutuskan untuk melepas jabatannya dan mengundurkan diri dari Rumah Sakit yang puluhan tahun di bangun bersama suaminya.
Siang itu Pras memanggil hampir seluruh staff untuk berkumpul di aula mengumumkan perihal mundurnya Maylinda dan ada beberapa pesan yang ingin di sampaikan Maylinda sebagai salam perpisahannya.
Pras naik ke podium dan berniat membuka rapat menggantikan Maylinda yang tidak bisa hadir secara langsung.
" Hmm baiklah " Pras menarik nafasnya.
" Selamat Siang, terimakasih atas kesediaannya untuk menghadiri rapat kali ini. Ada beberapa hal yang mendesak untuk di bahas oleh karena itu saya memanggil hampir seluruh staff berkumpul disini. "
" Selamat siang .. " Jawab para audiens.
" Langsung saja pada inti pembicaraan, seperti yang telah di ketahui bahwa ayah saya Presdir Abraham masih terbaring koma, sedang Ibu saya selaku komisaris utama pun mengalami penurunan kesehatan, oleh karena itu hari ini saya Prasetya Daniel Abraham mewakili kedua orangtua saya mengumumkan pengunduran diri keduanya dari jabatan nya baik dalam dewan direksi maupun management Abraham Group yang menaungi 5 anak perusahaan lainnya. "
Seketika suasana menjadi sangat riuh saling berbisik, Pras hanya membiarkan mereka selama 1 menit sambil dirinya pun menarik nafas mengumpulkan lagi tenaga dan keberaniannya. Karena mulai saat ini Pras selaku anak tunggal benar benar resmi mewarisi seluruh aset keluarga termasuk aset Abraham Group yang menaungi 5 anak perusahaan di antara nya Rumah Sakit Pusat beserta tiga Rumah Sakit Cabang, Laboratorium dan Farmasi, Pabrik Alat Kesehatan, Yayasan Pendidikan dan Yayasan Sosial.
" Din Lo denger ? Presdir resmi jadi pemegang tahta kebesaran Abraham Group, bukan cuman Rumah Sakit ini " Ucap Resa antusias.
" Dengerin dulu, belum lengkap. Belum di jelasin Presdir yang ambil alih semua atau tetep cuman Rumah Sakit "
__ADS_1
" Lalu untuk pengganti Presdir Abraham secara permanen siapa ya ? Seperti yang kita tau pada awalnya anda menjabat sementara semasa Presdir Sakit. " Tanya salah seorang dokter senior.
" Ya tentu saja saya juga akan mengumumkan penggantinya. Setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham dan sesuai yang telah di setujui Dewan Direksi, maka untuk jabatan Presiden Direktur Abraham Group selanjutnya akan di lanjutkan oleh saya Prasetya Daniel Abraham terhitung mulai hari Minggu tanggal 1 Januari 2023 atau tepatnya pada hari kemarin. Saya memohon do'a dan dukungan dari semuanya semoga saya dapat mengemban tugas ini dengan baik dan membawa Abraham Group besarta lebih dari 2.000 jiwa yang mencari nafkah di dalamnya mendapatkan kesejahteraan, tumbuh, berkembang dan bermanfaat. " Jawab Pras.
" Tuhkan apa gue bilang, udah fix kalo udah di setujuin dewan direksi mah. Langsung nih wibawanya naik 1000% Din. Gak pengen Lo punya laki spek Presdir gini ? "
" Setidaknya gue udah pernah rasain hubungan sama Presdir, meski sekarang cuman bergelar mantan pacar "
" Mantan pacar haha Salah din. Lu tuh gelarnya pelakor. Ke PD an banget nyebut mantan pacar. Nama nama nya pacar minimal pernah di up publik, ini di sembunyiin judulnya tuh SIMPANAN. Tolong ya di bedakan ! " Cecar Daffa yang memang dari tadi sengaja diam ingin menguping dari kursi belakang.
Mereka tak menyangka ada Daffa disana karena sebelumnya di isi dokter departemen lain, pintarnya Daffa minta bertukar kursi karena alasan tidak membawa kaca mata dan penglihatannya tidak jelas. Sehingga duduklah Daffa disana tepat di belakang Dinda dan Resa yang terlalu asik menggosip hingga tak menyadari Daffa menguping mereka.
" Dok .. " Ucap Resa ingin mencari alasan namun bingung terlanjur tertangkap basah.
" Ck dokter Daffa. Anda sekarang jadi fansboy nya Bu Mitha gitu ? "
" Iya. Terus kenapa ? Duh masa residen kamu padahal cuman hitungan bulan lagi. Gatel banget mulut gue pengen ngadu ke Mitha. " Daffa menggaruk kepalanya, berpura pura bingung.
" Hmm gimana ya ? Laporin jangan ya ? Mana kalian berduanudah naik SP. Keren sih tegas si Mitha "
Dinda hanya mengepalkan kedua tangannya, ingin rasanya meninju bibir Daffa yang semakin tak berperasaan. Namun Dinda tahan karena bagaimana pun Daffa adalah seniornya, seorang dokter spesialis utama. Dinda hanya menundukkan kepalanya bahkan tak fokus ketika Maylinda memberikan pesan dan salam perpisahan melalui sambungan Video yang dimana Maylinda masih bedrest dan tidak bisa hadir secara langsung.
__ADS_1
Satu jam berlalu, rapat pun selesai. Mitha yang duduk di barisan VVIP kini bangkit dan mendekati suaminya yang baru turun dari podium.
" Congrats ya mas. Meski aku tau ini bukan yang kamu mau. But I'm sure, kamu bakal suvive dan berhasil ngejalanin amanah dari ayah sama Bunda. "
" Pada akhirnya mas gak bisa nghindar dari tanggung jawab dan kewajiban " Pras tersenyum masam. Hatinya masih berat menerima.
" Gak papa mas. Ada aku, kedepannya bakal lebih berat. Tapi aku dengan segala kemampuan aku, bakal bantu dan dukung kamu okay ? Plese don't be sad. " Mitha memeluk Pras seraya mengusap punggung Pras lembut.
" Kelak kalo kita udah gak ada dan semua ini masih Allah percayakan buat jadi rezeki keluarga kita, ini juga bakal jadi tanggung jawab El dan Mecca. Setidaknya kita punya dua anak yang bisa membagi beratnya tanggung jawab ini "
" Mungkin kita harusnya punya 5 orang anak mas, biar gak terlalu berat jadi cukup 1 orang pegang 1 perusahaan haha " Celoteh Mitha berusaha menghibur Pras.
" Hmm ide bagus. Kalo gitu kita harus produksi minimal 3 tahun sekali soalnya sekarang umur mas 40 tahun kalo di lamain terlalu ke tuaan "
" Haha emangnya pabrik pake di produksi segala. " Mitha mencubit pinggang Pras gemas.
" Nah gitu dong, senyum ketawa mas. Harus semangat pokonya. " Mitha mengusap pipi Pras lembut memberikan rasa tenang dan nyaman.
Entah karena faktor usia dan kini sama sama kerja, Mitha jadi lebih pengertian. Bukan hanya pengertian, Mitha juga bertransformasi menjadi rekan kerja dan partner bertukar pikiran yang sebanding jika dalam urusan bisnis dan management. Jika Pras pandai dalam medis maka Mitha pandai dalam management rumah sakit, itulah yang membuat mereka bahkan bisa berjam jam memiliki pembicaraan yang berkualitas mengenai pekerjaan tidak seperti dulu yang justru sering tak sepaham.
" Enak banget ya jadi Bu Mitha bisa haha hihi disana sama orang yang dia cinta " Ucap Dinda pada Resa saat mereka hendak meninggalkan aula.
__ADS_1
" Lo juga punya kesempatan buat bahagia dan perjuangin cinta Lo kalo Lo mau dan bertekad " Jawab Resa.