
"Baik lah, Hati-hati! " (Ucap Diva sedikit menaikan nada suara nya.)
"Semoga Sela berhasil. " (Ucap Tania menyeka air matanya.)
"Tenang lah, Sela orang yang pintar, dia akan menemukan darah yang cocok untuk ibu mu. " (Ucap Diva memenangkan Tania.)
"Terima kasih. " (Ucap Tania memeluk Diva.)
Di sisi lain.
"Kemana anak itu? " (Ucap Gita yang baru saja pulang dari mall.)
Sementara itu Tara baru saja tiba di rumah.
"Dari mana saja kau? " (Ucap Gita dengan nada galak nya.)
"Aku ... aku dari ... dari rumah ibu ku. " (Ucap Tara jujur.)
"Begitu ya brani sekali kau pergi tanpa meminta Izin ku! " (Ucap Gita mendekati Tara.)
"Tadi mama tidak di rumah, bagaimana bisa aku meminta izin." (Ucap Tara menyangkal.)
"Jangan pernah panggil aku mama, aku bukan mama mu dah kau bukan menantu ataupun anak ku! " (Ucap Gita menatap tajam Tara.)
"Baik lah. " (Ucap Tara singkat.)
"Pangil aku nyonya, tetapi jika di depan Brian pangil aku seperti biasanya. " (Ucap Gita menunjuk wajah Tara.)
"Baik nyonya. " (Ucap Tara menahan emosi.)
"Baguy, sekarang pergi siap kan makanan dan minuman yang aku beli tadi, aku ingin mengadakan arisan jam tiga nanti. " (Ucap Gita ingin melangkah pergi)
"Di mana barang nya nyonya? " (Tanya Tara mengepal kan tangan nya.)
"Ambil di bagasi mobil ku. " (Ucap Gita berlaku pergi dan masuk ke kamar nya.)
"Arghhh, lihat saja kau wanita tua, jika aku sudah mendapatkan rekaman itu, lihat bagaimana aku membuat mu menderita tingal di rumah mu sendiri. " (Batin Tara sambil berjalan keluar dari rumah menuju parkiran mobil.)
__ADS_1
Tara pun membuka bagasi mobil terlihat begitu banyak barang belanjaan yang di beli oleh Gita.
"Wanita tua itu benar-benar mengerjai aku, bagaimana bisa aku mengangkat semua ini sendirian, tidak masuk akal. " (Ucap Tara mengumpat.)
Tidak ada pilihan lain, saat ini Tara harus menuruti kehendak Gita jika tidak rencana nya akan gagal.
Di sisi lain
Call onn.
"Hallo, Sela ada apa? " (Ucap David di seberang telfon.)
"David, bisa kah kau kerumah sakit cahaya abadi sekarang? " (Ucap Sela seraya berjalan menuju ruangan tuan Baylor.)
"Ada apa? Apa yang terjadi dengan tuan Baylor? " (Tanya David khawatir.)
"Aku tidak bisa menjelaskan nya di lewat telfon, aku akan menjelaskan saat kau tiba di sini. " (Ucap Sela mengecilkan suaranya agar tidak berisik.)
"Baik kah, aku akan segera kesana. " (Ucap David mematikan telpon secara sepihak.)
Call off.
"Suster, apakah mama saya ada di dalam? " (Tanya Sela kepada suster yang baru saja keluar dari ruangan tuan Baylor.)
"Iya nona, silakan masuk. " (Ucap suster tersebut.)
"Ah, Terima kasih. " (Ucap Sela berlalu memasuki ruang rawat inap tuan Baylor.)
"Sela, Di mana Diva? "(Ucap Marisa menatap Sela yang baru saja masuk.)
" Kakak ipar, tadi dia bersama ku, tetapi sekarang dia sedang menemani sahabat nya. "(Ucap Sela bebicara tidak teratur.)
" Apa yang kau katakan? Tadi dia bersama mu, dan sekarang bersama sahabat nya? Bagaimana kau ini? "(Ucap Marisa terlihat pusing.)
" Huh, mama, aku juga bingung, yang jelas kakak ipar menemani sahabat nya yang bernama Tania, yang saat ini ibu nya Tania itu juga sedang sakit dan di rawat di rumah sakit ini. "(Ucap Sela panjang lebar.)
" Ouh, begitu? Lalu sekarang bagaimana keadaan ibu sahabat nya Diva.? "(Tnya Marisa memperlihatkan sifat peduli nya.)
__ADS_1
" Sangat memperhatikan ma, yang aku dengar ibu nya Tania itu jatuh dari kursi roda dan sekarang membutuhkan donor darah, karena kepala nya terbentur makan kepala nya mengalami pendarahan. "(Jelas Sela kepada Marisa.)
" Kasian sekali, biar kan Diva menemani sahabat nya, lalu apa yang kau lakukan di sini? "(Tanya Marisa menaikan satu alis nya.)
" Mama, apa yang mama katakan, tentu saja aku ingin mengetahui keadaan om Baylor, dan menunggu David. "(Jelas Sela sambil menepuk jidat nya.)
" Aduh, maaf kan mama, mama sangat pusing, ouh iya di mana Aziel? "(Tanya Marisa.)
" Jangan tanyakan dia lagi, rasanya mendengar namanya aku sudah muak, apa mama tau sekarang dia sedang bersenang-senang dengan wanita jala*g itu. "(Ucap Sela duduk di sofa sebelah ranjang tuan Baylor.)
" Astaga, kenapa anak itu menjadi tidak peduli dengan papa nya. "(Ucap Marisa menahan emosi nya.)
" Mah, sudah lah, jangan memikirkan nya lagi, lihat saja dia akan segera menyesal atas apa yang ia lakukan sekarang. Aku tidak mau mama ikutan sakit seperti om Baylor. "(Ucap Sela mengkhawatirkan keadaan mama nya.)
Sementara itu, Aziel sedang asik menikmati makan nya bersama dengan Luna.
" Makan lah dengan pelan. "(Ucap Aziel mengelap sudut bibir Luna.)
Seketika bayangan Diva kembali terlintas di benak Aziel, di mana saat pertama kalinya ia makan bersama di bawah di sebuah restoran lain, saat itu Diva terlihat begitu lapar dan makan sampai belepotan.
" Ziel, mengapa kau melamun? "(Tanya Luna yang menyadari Aziel sedang melamun.)
" Aku, ah tidak aku hanya sedikit menghawatirkan keadaan papa di rumah sakit. "(Ucap Aziel beralasan agar Luna tidak curiga.)
" Baik lah, sebaik nya setelah makan kita ke rumah sakit. "(Ucap Luna pura-pura peduli.)
Sebenarnya Luna sama sekali tidak mencintai Aziel, sejak dulu ia mendekati Aziel hanya karena Aziel pewaris tunggal keluarga buana, saat itu ia beralasan pergi ke kota (A) untuk melanjutkan beasiswa nya, akan tetapi itu semua tidak benar ia ingin bertemu dengan kekasih nya, ya itu mantan sekertaris Aziel "Samuel" yang sudah di pecat Aziel akibat korupsi uang perusahaan.
Saat itu Luna dan Samuel telah lama berselingkuh mereka melakukan trik untuk mengelapkan uang perusahaan, sampai saat nya Aziel mengetahui semuanya tetapi Aziel hanya mengetahui tentang Samuel yang korupsi tetapi soal perselingkuhan antara Samuel dan Luna Aziel sama sekali tidak mengetahui nya.
Karena takut akan masuk penjara, Samuel memutuskan kabur ke kota (A.)
Dengan bantuan Luna, setelah beberapa hari Luna pun ikut menyusul ke kota (A) dengan alasan melanjutkan beasiswa nya, tetapi karena alam berpihak kepada Aziel pesawat yang di tumpangi Luna pun bermasalah dan jatuh ke laut, tetapi entah apa yang terjadi sampai-sampai Luna bisa selamat.
Dan di pungut oleh sepasang suami-istri itu, sampai Aziel kembali menemukan Luna.
Tetapi siapa sangka sampai saat ini Luna masih menaruh dendam kepada Aziel karena telah memecat Samuel dan membuat mereka terpisah.
__ADS_1
Bersambung ....
Hay, Terima kasih jangan lupa like, komen, fote, dan follow biar aku makin semangat up.