Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #89


__ADS_3

Call onn


" Hallo, dengan siapa? "(Ucap Dimas menempelkan ponsel di telinga nya.)


" Hallo dokter Dimas, maaf mengangkat waktu anda, bisa kah anda segera kerumah sakit sekarang? "(Ucap seseorang di sebrang telfon.)


" Ouh baik lah, kalau begitu 20 menit lagi aku tiba di sana. "(Ucap Dimas.)


" Baik pak, terima kasih. "(Ucap orang itu.)


" Sama-sama. "(Ucap Dimas mematikan telfon secara sepihak.)


Call off.


" Dimas ada apa? "(Tanya Diva bingung.)


" Ah Diva seperti nya aku tidak bisa berlama-lama aku ada pangilan dari rumah sakit. "(Ucap Dimas kepada Diva.)


" Ouh begitu, baik lah kau pergi lah dulu selesai kan tugas mu. "(Ucap Diva kepada Dimas.)


" Momy, om Dimas mau kemana? "(Tanya Abel.)


" Sayang om Dimas ada urusan. "(Ucap Diva mengekus rambut Abel.)


" Tapi momy.. "(Ucap Abel terpotong.)


" Sayang, om kan seorang dokter, jadi om harus mengerjakan tugas om sekarang, lain kali om akan kesini lagi menjenguk kalian. "(Ucap Dimas memegang kedua pipi Abel.)


" Baik lah, om hati-hati. "(Ucap Abel melambaikan tangan nya.)


" Iya sayang. "(Ucap Dimas berlaku keluar dari rumah Diva.)


Sementara wajah Abel terlihat murung, ia sedih karena harus berpisah dengan Dimas ia merasa sosok Dimas adalah sosok seorang dady di dalam hati nya.


" Abel, jangan sedih begitu. "(Ucap Diva


kasihan melihat Abel.)


" Tidak momy, Abel tidak sedih. "(Ucap Abel tersenyum paksa.)


" Sudah lah, Abel om Dimas bilang dia akan kembali lagi menjenguk kita kau tidak perlu sedih seperti itu. "(Ucap Alfa malas.)


Abel memang sangat mudah dekat dengan seseorang apalagi itu laki-laki karena bagi nya ada yang menempati posisi dady di hati nya. Dia mematahkan tidak seperti Alfa yang sangat ingin menemui dady mereka tetap yang sebenarnya ia malah lebih sangat menginginkan untuk melihat wajah sang dady.


"Kakak mu benar sayang, sekarang bagaimana jika kalian berdua bantu momy membereskan rumah, dan juga kita mendekorasi kamar kalian. " (Ucap Diva menghibur hati sang anak.)


"Benar kah momy? Kalau begitu ayoooo! "(Ucap Abel berlari.)

__ADS_1


" Abel, jangan lari-lari, nanti jatoh. "(Ucap Diva menyusul Abel yang berlari menuju ruang depan.)


" Biar kan saja momy, dia kan anak kuat. "(Ucap Alfa berjalan santai.)


Diva pun memasukan baju-baju nya ke dalam kembali kamar nya, begitu juga Abel dan Alfa ia juga turut membantu sang momy.


Satu malam berlalu, untuk pertama kali nya Abel dan Alfa tidur di rumah mereka.


Pagi pukul 07.06


"Abel, Alfa, bangun sayang, ini sudah pagi, momy akan mengajak kalian untuk mengunjungi makam oma dan opa. " (Ucap Diva membuka pintu kamar kedua anak nya.)


Terlihat Abel dan Alfa yang masih tertidur pulas.


Perlahan Diva mengusap lembut pipi anak nya secara bergantian.


"Sayang bangun dan mandi, kita akan mengunjungi makan opa dan oma hari ini, apa kalian tidak mau mendoakan oppa dan oma? " (Ucap Diva lembut.)


"Huaaaam, momy maaf Abel baru bangun. " (Ucap Abel mengucek mata nya sambil menguap.)


"Tidak apa sayang, ayo cepat mandi. " (Ucap Diva mengelus rambut Abel.)


"Baik lah. " (Ucap Abel turun dari ranjang sambil berjalan sempoyongan.)


Sementara Alfa, bukan nya bangun ia malah menarik selimut sehingga menutupi seluruh tubuh nya.


"Alfa, sayang kenapa kau tidak bangun? " (Ucap Diva mengeleng kepala nya.)


"Baik lah, tetapi ingat, ketika Abel sudah selesai mandi maka giliran mu yang mandi. " (Ucap Diva kemudian berdiri dan keluar dari kamar anak-anak nya.)


Sementara itu di sisi lain.


"Dari mana saja kau Aziel? " (Ucap tuan Baylor yang duduk di kursi roda nya.)


Sudah dua hari Aziel tidak pulang dan baru pagi itu ia menampakkan wajah nya di mansion.


"Tidak dari mana-mana. " (Ucap Aziel ingin berlalu.)


"Aziel! Aku masih belum selesai bicara! " (Bentak tuan Baylor.)


"Kak, sudah biar kan aku yang bicara pada nya. " (Ucap Marisa memegang pundak tuan Baylor.)


"Baik lah. " (Ucap tuan Baylor memegang kepala nya yang terasa sedikit pusing.)


Marisa pun berjalan menuju kamar Aziel.


"Aziel, Buka pintu nya. " (Ucap Marisa mengetuk pintu kamar Aziel.)

__ADS_1


"Biar kan aku sendiri bibi. " (Ucap Aziel dingin.)


"Aziel, bibi mohon jangan terus begitu bibi minta waktu lima menit saja nakal. " (Ucap Marisa berusaha membujuk Aziel agar ingin bicara dengan nya.)


"Masuk lah. " (Ucap Aziel singkat.)


Marisa oun masuk ke kamar Aziel, ia mendapati Aziel yeng tengah duduk di tepi ranjang.


"Aziel, coba lah untuk mengikhlaskan Diva dan anak mu, kau harus bisa tegar ini sudah empat tahun Aziel, lihat papa mu, apa kau tidak kasian melihat nya? " (Ucap Marisa dengan suara lembut nya.)


"Maaf bibi, aku tidak bisa melupakan mereka, aku mohon tolong jangan pernah berkata seperti itu lagi. " (Ucap Aziel menatap Marisa dengan tatapan yang tidak bisa di arti kan.)


"Begini saja Aziel, sekarang kau mandi, badan mu bau alkohol, setelah kau membersihkan diri mu, pergi lah ke makan ibu mu, tenangkan dirimu di sana coba lah untuk mencurahkan isi hati mu di sana. " (Ucap Marisa.)


Seketika Aziel ingat, sudah lama sejak 04 tahun ia tidak pernah pergi ke makan ibu nya, ia begitu merasa bersalah.


"Bibi benar, maaf kan kelalaian ku bi, kalau begitu aku mandi dulu. " (Ucap Aziel berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi.)


"Baik lah, bibi keluar dulu. " (Ucap Marisa kemudian keluar dari kamar Aziel.)


Marisa oun berjalan keruang tengah menuju di mana tuan Baylor dan Sela duduk di sana.


"Bagaimana ma? Mama ngomong apa ke kak Ziel? " (Ucap Sela penasaran.)


"Mama hanya menyuruh nya agar mengunjungi makam tante mu Sela. " (Ucap Marisa duduk di sebelah Sela.)


"Dia mau? " (Tanya Sela menaikan satu alis nya.)


"Iya dia mau. " (Ucap Marisa.)


"Marisa, aku rasa Aziel itu butuh suasana ramai, tidak Terus-mensrus sendiri dan menghindar dari orang-orang. " (Ucap tuan Baylor.)


"Iya om benar sekali. " (Ucap Sela.)


"Em, aku punya ide, bagaimana jika hati minggu nanti kita jalan-jalan keluarga? " (Ucap Marisa menatap tuan Baylor dan Sela. secara bergantian.)


"Jalan-jalan keluarga? Kemana? " (Ucap tuan Baylor bingung.)


"Ya bukan kah malam minggu nanti adalah malam valentine? " (Ucap Marisa tersenyum.)


"Iya benar, kita akan ajak kak Aziel pergi ke Taman hiburan, di sana pasti suasana nya sangat ramai. " (Ucap Sela tersenyum bahagia.)


"Aku setuju. " (Ucap Tuan Baylor.)


"Deal." (Ucap Marisa.)


"Okey, kita akan gunakan Reza untuk membujuk nya. " (Ucap Sela tersenyum jahil.)

__ADS_1


Marisa dan tuan Baylor pun menganguk setuju dengan ide Sela tersebut.


Bersambung ....


__ADS_2