Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #94


__ADS_3

"Aziel, kecurigaan mu tidak ada manfaat nya. Bukan kah dulu kau yang menginginkan Diva menjauh dari hidup mu, lalu sekarang apa lagi yang kau inginkan dari nya? " (Ucap Dimas santai.)


Emosi Aziel pun semakin meluap, ia sampai hendak memukul Dimas tetapi saat itu Reza tiba di sana.


" Om Jiel, apa yang sedang om lakukan? "(Tanya Reza menatap bingung Aziel.)


" Kali ini kau beruntung. "(Ucap Aziel meningal kan Dimas kemudian berjalan ke arah Reza.)


Dimas yang mendapat pesan dari Diva pun buru-buru masuk kembali ke dalam mobil nya.


Isi pesan tersebut adalah Diva bilang jika dirinya menunggu di taman tidak jauh dari toko tersebut.


Dan Dimas pun kembali melajukan mobil nya menuju taman.


****


"Om, siapa itu tadi? Kenapa om seperti nya ingin memukul orang itu? " (Ucap Reza menaikan satu alis nya.)


"Reza, itu teman om, dan kami hanya sedang bercanda, oh ya apakah kau sudah membeli kembang api mu? " (Tanya Aziel memegang pipi Reza.)


"Sudah om. " (Ucap Reza tersenyum kecil.)


"Baik lah kalau begitu, bagaimana sekarang kita pulang ke mansion? " (Ucap Aziel menunggu jawaban dari keponakan nya.)


"Baik lah. " (Ucap Reza menganguk kan kepala nya.)


Aziel pun membawa Reza masuk kedalam mobil nya.


"Jalan." (Ucap Aziel menyuruh sopir nya.)


Di sisi lain


"Bibi, Sela, tumben kesini, di mana Reza? " (Ucap Tania membawa dua cangkir teh.)


"Tania apakah salah jika aku menjenguk mu? " (Ucap Sela kesal.)


"Tidak sama sekali, ayo minum lah. " (Ucap Tania tersenyum.)


"Tania, bagaimana keadaan kantor ini? " (Ucap Marisa melirik seluruh ruang kerja Tania.)


"Ya begitu lah bibi, sejauh ini masih baik-baik saja. " (Ucap Tania tersenyum kecil.)


Dalam ruangan itu terlihat tidak ada yang berubah masih sama seperti dulu sebelum Diva pergi.


Sela melihat meja kerja Tania di mana terpampang jelas foto Tania bersama Diva.


"Kau masih menaruh foto ini. " (Ucap Sela mengambil foto tersebut.)

__ADS_1


"Iya, di saat aku merindukan Diva aku akan melihat nya makan rasa rindu ku akan terobati. " (Jelas Tania menahan Air mata nya.)


"Sabar lah, aku yakin dia akan kembali meskipun kita tidak tau itu kapan. " (Ucap Sela menghibur Tania.)


"Iya Tania, Sela benar, kau tidak boleh terus menerus terpuruk, apa kau ingat malam ini adalah malam valentine, kami sekeluarga berencana untuk pergi ke taman hiburan apa kau mau ikut? " (Tanya Marisa ikut menghibur Sela.)


"Benar kah? Yaampun aku sampai lupa, bibi aku mau sangat mau sekali. " (Ucap Tania menyeka air mata nya.)


"Nah, gitu dong ceria. " (Ucap Marisa tersenyum.)


Sementara itu di sisi lain.


"Momy, kenapa sih kita harus pergi terburu-buru, dan Reza dia Masih tingal di sana. " (Ucap Abel melihat keluar jendela mobil.)


"Abel benar, baru saja kami ingin mendapatkan teman baru momy. " (Ucap Alfa ikut sedih.)


"Sudah lah sayang, jangan bersedih momy minta maaf, momy yakin nanti malam kalian akan bertemu teman baru di taman hiburan. "(Bujuk Diva.)


" Iya momy ku benar, sekarang kita pulang oke. "(Ucap Dimas yang menyetir mobil.)


" Baik lah. "(Ucap Abel dan Alfa bersamaan.)


****


Malam pukul 07.30


"Pelan-pelan pah. "(Ucap Aziel yang membantu papa nya masuk ke dalam mobil.)


" Yeyyy, akhirnya kita brangkat juga ke taman hiburan. "(Ucap Reza kegirangan.)


" Sayang cepat naik. "(Ucap David.)


" Oke papa. "(Ucap Reza mengulur tangan nya minyak bantuan.)


Sela yang ada di dalam mobil pun memegang tangan Reza dan membantu nya naik, setelah semuanya naik sang sopir pun mulai melajukan mobil nya.


" Mama, tau tidak, tadi di saat aku sedang di toko kembang api, aku bertemu dua orang anak dan satu orang perempuan cantik. "(Ucap Reza menatap mama nya.)


"Dua orang anak dan satu perempuan cantik? " (Ucap Sela menatap Reza.)


"Benar momy, wanita itu sangat mirip dengan foto yang pernah aku lihat di ponsel momy. " (Ucap Reza menunjuk ponsel Sela.)


Sontak Sela kaget dan menatap ke arah Aziel, tuan Baylor, Marisa dan David.


"Lalu? " (Tanya Sela penasaran.)


"Dia punya anak kembar momy, mereka sangat baik, tampan dan cantik tetapi anak laki-laki itu lebih mirip seperti... emm seperti om Jiel. " (Ucap Reza dengan suara lantang nya.)

__ADS_1


"Reza sayang, apa yang kau katakan sudah lah kita kan akan pergi untuk bersenang-senang jadi lupakan soal itu ya. "(Ucap Marisa mengalihkan pembicaraan.)


" Baik lah oma. "(Ucap Reza menurut.)


Sementara Sela dan Aziel saling pandang.


Di sisi lain


" Momy, malam ini aku sangaaat bahagia. "(Ucap Abel girang.)


" Biasa saja. "(Ucap Alfa.)


" Diam kau. "(Ucap Abel.)


" Iya sayang momy juga senang."(Ucap Diva tersenyum lebar.)


Sementara Dimas fokus menyetir.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di taman hiburan, bukan hanya mereka tetapi keluarga buana juga tiba di sana lalu kemudian Tania juga tiba di sana, meskipun begitu mobil Diva sangat berjauhan dengan mobil Aziel dan Tania. Jadi otomatis mereka tidak tahu satu sama lain.


"Ayo anak-anak kita turun. " (Ucap Diva turun dari mobil Dimas.)


"Ayo momy. " (Ucap Alfa dan Abel girang.)


"Tunggu di sini Oke, aku akan membeli tiket untuk masuk ke taman hiburan dulu. " (Ucap Dimas berlalu.)


"Baik lah. " (Ucap Diva.)


Tak lama kemudian Dimas oun kembali dengan membawa empat tiket masuk ia pun memberi kan tiket itu kepada Diva.


"Yeyyy, akhirnya kita bisa masuk, woahhh momy lihat lah biang lala itu sangat tinggi aku ingin sekali naik ke sana. " (Ucap Abel menunjuk biang lala yang begitu tinggi.)


Bukan hanya wajahnya Abel yang mirip Diva tetapi perilaku nya pun sangat begitu mirip dengan Diva.


"Apa? Tidak-tidak aku tidak mau, momy aku tidak mau naik itu, itu akan membuat ku mual. " (Ucap Alfa bergidik melihat baing lala.)


Seketika Diva teringat dengan Aziel, Alfa begitu mirip dengan Aziel, karena Aziel juga akan mual dan muntah saat naik biang lala.


"Siapa yang mengajak mu. " (Ucap Abel kesal.)


"Sudah-sudah, Abel jika kau ingin naik biang lala momy akan menemani mu, dan Alfa tunggu di sini bersama om Dimas. " (Ucap Diva membujuk Alfa.)


"Baik lah momy. " (Ucap Alfa santai.)


Setelah dapat persetujuan Alfa Diva dan Abel pun menaiki biang lala tersebut, karena sudah hampir penuh orang yang naik.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2