Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
We Never Know


__ADS_3

Sudah hari kedua Pras di rawat di rumah sakit ini. Hari ini giliran Mitha yang berjaga di rumah sakit, kemarin Jonathan yang menemani Pras karena Mitha tetap harus merawat anak anak sehingga seharian kemarin Mitha memilih pulang.


Mitha sedang di kafetaria Rumah Sakit saat Vidya tiba tiba saja mengagetkannya. Vidya mendapat kabar kalau Mitha saat ini sedang berjaga di rumah sakit sendiri, sedang suaminya beristirahat di rumah karena semalaman tidak tidur menunggui Pras. Dari pada bosan di rumah, Vidya memutuskan untuk menemani Mitha di rumah sakit.


" Ngapain Lo disini ? " Tanya Mitha heran.


" Gue ? Cari cuan, kali aja Pak Presdir ngegaji gue karena nemenin istrinya yang kesepian "


" Haha sialan Lo, makasih ya Lo ngertiin banget gue. "


" Its okay, lagian Jo bakal tidur seharian karena gadang semaleman nemenin laki Lo. Jadi daripada gue juga kesepian, mending gue disini sama Lo "


" Hmm terharuuu .. " Ucap Mitha manja.


" Paansih, udah ya jangan drama nangis mulu. Sekarang coba Lo senyum gue mau foto Lo. "


" Buat apaan ? "


" Cepetan .. Gue mau kirim ke Pras. Biar dia cepet sembuh kalo tau istrinya happy and ceria ya gak sih ? "



" Lucu banget haha kalo gue post di sosmed, gak akan ada yang nyangka deh ini foto mahmud anak 2 " Ucap Vidya yang segera mengirimkan foto itu pada Pras.


" Padahal doi deket, tinggal naik ke ruang rawat dia. "


" Ya beda lah, kalo kaya gini, Pras tau bininya ke kafe tuh buat makan bukan buat mewek haha " Ejek Vidya, ya memang kenyataannya Mitha itu mudah sekali menangis.


Mereka menikmati pembicaraan dan makan siangnya dengan santai, Mitha sudah tak sekhawatir dan segelisah tempo hari. Melihat keadaan Pras yang berangsur pulih, menjadi obat tersendiri bagi hati dan pikiran Mitha.

__ADS_1


Hingga malam pun menjelang, Vidya pamit harus pulang karena Jonathan sudah bangun dan mencari keberadaannya. Malam ini Mitha memutuskan untuk menginap di rumah sakit, menemani Pras karena ada Maylinda yang menjaga anak anaknya, Mitha juga tak tega jika terus terusan merepotkan Jonathan. Terlebih, kali ini dirinya ingin mengabdi dengan sepenuh tenaga pada Pras.


" Padahal pulang aja yang. Mas bisa disini sendiri. Lagian ya banyak dokter jaga, ada Kinan juga lagi piket deh " Jelas Pras.


" Dokter Kinan bukan istri kamu mas, mana boleh di repotin. Kasih aku kesempatan buat jadi istri yang berbakti ya ? " Ucap Mitha sambil merapihkan selimut Pras.


" Sayang .. Buat mas kamu udah amat sangat berbakti. Kamu istri dan ibu terbaik, mas cuman takut kamu kecapean. "


" Tenang mas, disini juga aku bakalan tidur. Ya kali aku begadang semaleman kaya Jo. Sama aja kan ? Disini tidur, di rumah tidur "


" Yaudah kalo gitu, tapi janji ya jangan bikin diri kamu cape. Kalo gak enak badan, kamu pulang "


" Iya mas iya .. Kamu yang harusnya cepet pulang biar kita kumpul di rumah gak misah misah gini "


" Doain ya biar mas cepet sembuh. Mas juga kangen anak anak " Jawab Pras sambil mengusap punggung tangan Mitha.


" I love you mas. " Mitha menyunggingkan senyum manisnya, tiba tiba saja dia ingin mengatakan itu.


Mitha mengangguk, ya betapa Mitha merindukan kebersamaan mereka. Kesibukkan Pras menuntut dirinya tidak memiliki banyak waktu di rumah, dan saat ini ketika Pras memiliki cukup waktu, dirinya harus terbaring sakit. Namun sakitnya Pras seakan mengingatkan Mitha bahwa suaminya hanya manusia biasa yang ada kalanya sakit, jatuh, terpuruk, hancur. Pras hanya lelaki biasa yang tidak akan selalu mampu memenuhi banyak tuntutan dan memiliki keterbatasan.


Waktu menunjukkan pukul satu malam, Pras sedang tidur lelap sedang Mitha malah membuka matanya. Seingat Mitha kafetaria rumah sakit buka 24 jam, rasanya Mitha ingin membeli cemilan dan mencari udara segar sesaat. Mitha berjalan seorang diri, rumah sakit agak gelap sebagian lampu memang di padamkan jika sudah tengah malam mengingat pentingnya menghemat energi, bukan sekedar untuk menghemat pengeluaran.


Mitha duduk seorang diri, menikmati secangkir kopi dan banana cake kesukaannya.


" Kamu masih suka banana cake ternyata " Ucap seseorang membuat Mitha langsung menoleh ke arah belakang.


" Hmm Daffa ? "


" Iya ini aku Daffa, kamu inget aku ? "

__ADS_1


" No .. Aku cuman inget karena kita pernah ketemu waktu itu. " Jelas Mitha.


" Boleh aku duduk disini ? Setidaknya sampe kopi kamu abis. "


" Sure .. "


" Kamu lagi jaga Presdir ? "


" Iya " Jawab Mitha singkat.


" Aku turut sedih atas sakitnya Presdir. Semoga beliau cepat sembuh. Btw Mitha, aku denger kamu udah punya dua anak setelah hampir 4 tahun ini bersama Presdir ? "


" Iya Alhamdulillah, yang satu umur 3 tahun dan satu lagi umur 7 bulan "


" Gak sangka kamu bakal nikah dan punya anak secepet ini, padahal dulu kamu pengen banget berkarir dulu. Aku inget kamu selalu bilang amu pengen kuliah ke luar negeri kaya aku. "


" Tapi meski punya bayi aku tetep bisa kuliah di luar negeri. Tentu karena Pras bisa handle masalah anak, kalo aja bukan sama Pras nikahnya, aku belum tentu bisa. " Puji Mitha akan suaminya.


" Oya ? Seneng dengernya. Tapi bukan berarti aku gak tau ataupun denger rumor buruk tentang hubungan kalian Mit. " Daffa tersenyum smirk.


" Seburuk apa itu cuman masa lalu Daf, aku gak hidup buat itu. "


" Sure, bagaimana pun aku bahagia buat kehidupan kamu yang sekarang meski aku tau gak mudah buat hidup di sangkar emas. Semoga kamu bisa ngelewatin semua Mit. Hmm kapan kapan kalau kamu mau tau tentang masa lalu kita, ah I mean masa lalu kamu, kehidupan kamu waktu kita sama sama, you can call me anytime. "


" Jangan coba goda aku Daf, aku gak tertarik "


" We never know. Nice meet you Mitha. Sorry aku ada panggilan " Pamit Daffa karena memang penyeranta nya menyala, dirinya di panggil untuk kembali ke ruangan.


Daffa dan Pras berada pada satu departemen yang sama, meski sampai saat ini Daffa belum pernah bekerja bersama dengan Pras namun dirinya merasa tertantang untuk mengetahui seberapa hebat suami dari mantan kekasihnya itu hingga membuat Mitha sejatuh cinta itu padanya. Seingat Daffa, Mitha bukan type wanita yang mudah dekat dengan lelaki. Apa mungkin karena harta dan jabatan mentereng yang Pras miliki hingga merubah prinsip Mitha ? Ah dirinya malah semakin penasaran untuk mengetahui lebih jauh, dan mungkin mendapatkan sedikit 'kesempatan' untuk mendekati cinta pertamanya.

__ADS_1


Sama seperti katanya, we never know ..


__ADS_2