Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #81


__ADS_3

Sementara itu di mansion


"Akhirnya mereka pergi juga, sekarang waktu nya aku bereaksi. " (Ucap Luna masuk ke kamar Aziel.)


Jari-jemari Luna kini mulai mengetikan pesan, dan mengirimkan nya kepada Samuel.


Setelah itu ia mulai mengobrak ambrik kamar Aziel.


"Di mana Aziel menyimpan semua surat-surat berharga? " (Ucap Luna mengobrak abrik kembali setelah itu laci Aziel.)


Tetapi Luna tidak menemukan apapun.


"Sial, apa semua surat-surat penting milik keluarga buana ada di kamar tua bangka itu ya? " (Ucap Luna kesal.)


Sementara itu Samuel hanya menunggu Luna di mobil mereka berencana kabur setelah Luna selesai melakukan tugas nya.


"Sebaiknya aku ke kamar tua bangka itu sekarang." (Ucap Luna berjalan ke luar dari kamar Aziel menuju kamar tuan Baylor.)


Sementara itu di sisi lain Aziel beserta yang lain nya tengah mengawasi kamar tuan Baylor melalui ponsel Marisa yang di setting dengan CCTV kamar tuan Baylor.


"Lihat lah, apa yang akan dia lakukan di kamar tuan Baylor? " (Ucap David.)


Smentara yang lain fokus menatap layar ponsel termasuk Aziel.


Mereka pun dengan fokus mengawasi gerak gerik Luna yang begitu mencurigakan.


"Kau! Apa yang kau lakukan di sini!? " (Ucap tuan Baylor yang masih terbaring lemah di atas ranjang nya.)


"Hahah, apa yang aku lakukan? Aku hanya bintang surat-surat berharga di rumah ini! " (Ucap Luna tertawa jahat.)


"Keluar! " (Ucap tuan Baylor.)


"Hahaha, kau mau mengusir ku? Memang nya kau bisa apa? Hmm? " (Ejek Luna sambil mendekati lembari tuan Baylor.)


"Menjauh dari sana wanita jahat! " (Ucap tuan Baylor memganng dada yang yang masih begitu sakit.)


Sementara itu di sisi lain


"Lihat Aziel, Itu lah Luna mu, wanita yang kau cintai teramat sangat. Lihat apa yang dia lakukan. " (Ucap Marisa.)

__ADS_1


Sementara Aziel menatap lekat ponsel Marisa sambil mencengkram kuat bantal sofa menahan amarah nya.


"Tuan muda, sebelum terlambat kita harus bertindak sekarang. " (Ucap David berdiri dari duduk nya.)


"David ikut aku duluan ke mansion, bibi, Sela dan Tania bawa ponsel ini ke kantor polisi, dengar kan aku cepat susul kami." (Ucap Aziel kemudian berlalu keluar dari sana.)


"Cepat lah. " (Ucap David kepada Sela lalu keluar mengikuti Aziel.)


"Aku tidak menyangka! Jika Luna bisa berbuat demi kian, selama ini aku benar-benar mempercayai nya! " (Ucap Aziel beberapa kali memukul stir mobil nya.)


"Tuan muda, sabar dan fokus lah. " (Ucap David khawatir karena Aziel mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.)


Sementara Marisa, Sela dan Tania mengunakan mobil Tania menuju kantor polisi.


Sementara itu Luna telah berhasil mendapatkan seluruh surat-surat berharga milik keluarga buana, hanya


"Cepat tanda tangan! " (Ucap Luna mendekati tuan Baylor yang terbaring menahan sakit di dada nya.)


"Ti... tidak! Aku tidak akan menuruti keinginan mu, dasar perempuan tidak tau malu. " (Ucap tuan Baylor menahan sakit di dada nya.)


"Benar kah kau tidak mau? baik lah aku akan sedikit bercerita tentang menantu kesayangan dan cucu mu bagaimana? Apa kau ingin mendengar nya?"+Ucap Luna begitu tidak sopan.)


" Apa yang terjadi dengan difa! Katakan! "(Ucap tuan Baylor semakin marah.)


Tujuan Luna berbuat demi kian adalah supaya tuan Baylor semakin drop.


" Tidak! Tidak mungkin Aziel berbuat demi kian, kau! Ah... kau penipu. "(Ucap tuan Baylor menahan sakit nya.)


" Aku memang penipu, seharusnya anak mu tidak bodoh, hahaha, sekarang katakan kau mau tanda tangan atau tidak? Jika kau mau aku akan beri tahu di mana Diva sekarang. "(Bohong Luna.)


Luna sengaja berbohong supaya tuan Baylor mau menandatangani surat yang ia berikan, padahal ia sama sekali tidak tahu dimana Diva berasada.


" Baik lah, jika itu yang kau ingin kan aku akan menandatangani nya, tetapi setelah itu katakan di mana Diva pergi. "(Ucap tuan Baylor terpedaya akan omongan Luna.)


" Baik lah tengah saja, ini. "(Ucap Luna memberikan bulpoint kepada tuan Baylor yang terbaring dengan kondisi yang semakin lemah.)


Tepat di saat itu Aziel dan David pun tiba di mansion buana, mereka bergegas menuju kamar tuan Baylor dan ....


Brak ... (Aziel menendang pintu kamar tuan Baylor.)

__ADS_1


" Papa hentikan! "(Teriak Aziel.)


" Az... Aziel. "(Ucap Luna dengan wajah yang ketakutan.)


" Luna! Aku tidak menyangka jika kau benar-benar wanita busuk! "(Ucap Aziel dengan mata yang memerah.)


" Aziel, aku... aku .. "(Ucap Luna terpotong karena ada yang menyela.)


" Luna, sudah lah tidak usah kau sembunyikan lagi ada aku di sini. "(Ucap Samuel yang tiba-tiba datang dari arah belakang Aziel dan David.)


" Samuel kau! Ternyata kau masih punya nyali untuk masuk kerumah ku! "(Bentak Aziel saat menoleh dan melihat Samuel di belakang nya.)


" Tenang tuan muda, biar kan aku yang menangani nya, tuan muda tangkap Luna jangan sampai dia kabur. "(Ucap David kepada Aziel.)


" David, Berhati-hatilah. "(Ucap Aziel.)


Sementara itu Marisa, Sela, Tania dan juga polisi sedang dalam perjalanan menuju mansion.


" Sela cepat lah nak. "(Ucap Marisa yang terus menatap layar ponsel nya.)


" Sabar mah, aku sudah sangat cepat. "(Ucap Sela mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.)


Sementara itu David sedang berusaha melumpuhkan Samuel.


Terjadi lah perkelahian di antara David dan Samuel beberapa kali David memukul wajah Samuel hingga sudut bibir Samuel mengeluarkan darah.


Tidak hanya Samuel David pun beberapa kali terkena pukulan dari Samuel.


Sementara Aziel berusaha menahan Luna agar tidak kabur.


"Luna kembali kan surat-surat berharga itu! " (Ucap Aziel mendekati Luna.)


Sementara tuan Baylor pingsan karena tidak kuat menahan dada nya yang sakit.


"Mengembalikan? Tidak akan semudah itu Aziel aku sangat membutuhkan ini. " (Ucap Luna tersenyum miring.)


"Kau benar-benar keterlaluan, karena mu aku kehilangan Diva dan anaku!" (Ucap Aziel mulai merasakan penyesalan nya.)


"Slaah siapa, kau begitu bodoh dengan mudah kau mempercayai ku, dengar waktu di rumah sakit Diva memang mendengar aku bertelefon dengan Samuel, maka itu dia merekam nya tetapi sayang aku mengetahui apa yang dia lakukan saat itu lah aku mengejar nya dan mendorong nya, lalu aku juga menghancurkan ponsel nya hahahaha, dan bagus nya kau mempercayai ku. "(Tawa Luna mengenai di dalam kamar tuan Baylor.)

__ADS_1


Aziel mematung mendengar ucapan Luna ia tidak menyangka ia akan sebodoh itu bayangan di mana Diva menangis dan memohon agar Aziel mempercayai nya terlintas di pikiran Aziel sekarang ia sadar jika dirinya telah salah menilai Diva.


Bersambung ....


__ADS_2