Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #36


__ADS_3

Sementara itu Marisa , Diva dan Sela masih berdiri di depan pintu.


"Diva apa yang terjadi?" Ucap Marisa melirik Diva yang sedang menangis.)


"Bibi, sebenarnya aku ini hanyalah istri kontrak Aziel. " (Ucap Diva menunduk.)


"Maksud mu? " (Tanya Marisa bingung.).


Sela sudah tau semua nya melalui David pun mewakili Diva untuk bercerita kepada mama nya.


"Benar kah itu Diva? " (Ucap Marisa menatap lekat Diva.)


"Benarkm bibi, tetapi sekarang aku malah mencintai nya sungguh-sungguh. " (Ucap Diva sambil menangis.)


"Aziel benar-benar keterlaluan, gara-gara wanita itu dia tega membuat penyakit papa nya kumat. " (Tegas Marisa.)


"Kakak ipar sudah jangan menangis lagi, aku dan mama akan selalu ada di pihak kakak ipar, begitu juga dengan om Baylor. " (Ucap Sela memeluk Diva.)


"Iya, Luna adalah wanita licik yang terlibat sangat polos bahkan dengan wajah nya dia bisa menipu kita semua. " (Ucap Marisa memanas.)


"Mama sudah lah, lebih naik sekarang kita kerumah sakit terlebih dahulu masalah ini kita bicarakan nanti." (Ucap Sela bergegas mengambil kunci mobil nya.)


Tak butuh waktu lama mereka pun tiba di rumah sakit di mana tuan Baylor di rawat.


Aziel! Bagaimana keadaan papa mu? "(Tanya Marisa berjalan menuju Aziel yang duduk di ruang ICU papa nya bersama Luna.)


" Aku tidak tau bibi. "(Ucap Aziel khawatir.)


" Astaga lindungi dia. "(Ucap Marisa.)


Seorang pun tidak ada yang mempedulikan keberhasilan Luna.


" Bibi tenag lah kita berdoa bersama. "(Ucap Luna memegang pundak Marisa.)


Seketika Marisa menepis tangan Luna dari bahu nya.


" Jangan sentuh aku. "(Ujar Marisa kasar.)


" Bibi! "(Tegas Aziel.)


" Apa?"(Tanya Sela maju.)


Tak lama kemudian dokter yang menangani tuan Baylor pun keluar.

__ADS_1


"Dokter bagaimana keadaan papa saya? " Ucap Aziel terlihat begitu cemas.)


"Tuan Baylor mengalami serangan jantung, beliau sekat mengalami koma, untung saja kalian membawa nya dengan cepat ke sini, karena jika tidak nyawanya tidak akan bisa tertolong. " (Jelas dokter tersebut.)


"Apa? Papa saya koma dok? " (Ucap Aziel begitu terpuruk.)


"Papa." (Ucap Diva menundukkan kepala nya.)


"Apa kah ini semua semua gara-gara aku? " (Tanya Luna sok polos.)


"Ya tentu saja ini gara-gara kau! " (Ucap Diva dengan emosi nya yang meluap.)


"Aziel, aa ... aku takut. " (Ucap Luna bersembunyi di belakang Aziel.)


"Tenang lah, Kau sama sekali tidak bersalah. " (Ucap Aziel memegang tangan Luna.)


Hal itu semakin membuat Diva merasa hancur, bagaimana tidak, suaminya memegang tangan wanita lain di depan mata nya sendiri meskipun mereka menikah tidak dalam kondisi saling mencintai.


"Aziel, siapa wanita itu? " (Tanya Luna yang bertingkah lugu bersembunyi di belakang Aziel.)


"Aku is .. " (Ucap Diva terpotong saat Aziel membentak nya dengan keras.)


"Tutup mulut mu! " (Mental Aziel kepada Diva.)


Sementara itu Marisa dan Sela berada di kamar rawat inap tuan Baylor.


"Lepas kan aku! " (Bentak Diva melepaskan tangan Aziel dari pergelangan tangan nya.)


"Diva, apa kau ingin papa baik-baik saja? " (Ucap Aziel menatap Diva serius.)


"Tentu saja. " (Jawab Diva memalingkan pandangan nya.)


"Kalau begitu kau harus mengikuti apa yang aku katakan. " (Ucap Aziel serius.)


"Apa? " (Ucap Diva singkat.)


"Sementara papa koma, aku tidak akan menceraikan mu, tetapi kau tidak boleh mengatakan kepada Luna ku, bahwa kau adalah istri ku. " (Ucap Aziel menujuk wajahnya Diva dengan jari telunjuk nya.)


Sekuat apapun Diva karena dia adalah perempuan tetu saja dia akan merasa sakit yang begitu dalam, bahkan ia sangat tidak sanggup untuk menahan bulir bening yang kian turun membasahi pipi mulus nya.


"Apa kau setuju? " (Tanya Aziel.)


"Baik lah. "(Ucap Diva sambil menyeka air matanya.)

__ADS_1


" Satu lagi, kau akan tetap tinggal di masion buana sebagai sepupu ku. "(Ucap Aziel .)


Sungguh Diva tidak akan menyangka ia akan menghadapi hal sesulit ini, dan ia juga tidak menyanga jika Aziel bukan lah lelaki baik yang ia harapkan.


Diva menyadari jika pernikahan nya dan Aziel hanya sebatas kontrak untuk saling menguntungkan, tetapi ia juga tidak tau mengapa sekarang jadi serumit ini, bahkan ia mulai mencintai Aziel.


"Jika itu demi papa, aku akan menyetujui nya. " (Ucap Diva berlalu meningal kan Aziel.)


"Apa yang aku lakukan? Mengapa saat aku membuat nya menangis, hatiku merasa begitu sakit. " (Batin Aziel menatap punggung Diva yang kian semakin menjauh.)


Dengan bodoh nya Aziel selalu membuang rasa yang ia rasakan terhadap Diva.


"Bibi, apakah papa sudah sadar? " (Tanya Diva dengan mata yang sembab masuk ke ruang rawat tuan Baylor.)


"Diva, dari mana kau sayang? Dan mengapa matamu merah begitu? " (Ucap Marisa memegang kedua pundak Diva.)


"Sudah bibi, aku baik-baik saja, sekarang kita fokus kepada kesembuhan papa saja." (Ucap Diva berusaha tersenyum di hadapan Marisa.)


Meskipun tuan Baylor berposisi sebagai papa mertua nya Diva sangat lah menghormati dan menyayangi tuan Baylor layak sebagai ayah kandung nya sendiri, karena selama ini tuan Baylor lah yang mengantikan posisi ayah di hati nya.


"Kakak ipar katakan apa wanita itu menyakiti mu?"(Ucap Sela menatap Diva.)


" Sela, shht jangan bicara terlalu keras, sudah aku baik-baik saja tidak ada yang menyakiti ku. "(Ucap Diva meyakinkan Sela.)


Tak lama kemudian Aziel dan Luna pun masuk ke dalam ruang rawat tuan Baylor tersebut.


" Bibi, Sela bagaimana keadaan papa? "(Tanya Luna pura-pura peduli.)


Marisa dan Sela sudah sejak dulu tidak menyukai hubungan Aziel dan Luna, bahkan saat Luna di kabar kan meningal karena pesawat yang di tumpangi Luna untuk brangkat meneruskan beasiswa nya terjatuh, Marisa dan Sela merasa bersyukur. Bukan karena mereka jahat, tetapi karena mereka fikir Luna tidak lah benar-benar polos dan baik.


Sampai sekarang tiba-tiba wanita itu harus kembali ke dalam kehidupan keluarga buana ini menjadi hal yang paling tidak di ingin kan, apalagi sekarang keluarga biasa sudah memiliki Diva ya itu menantu keluarga buana.


Bukan nya menjawab Marisa dan Sela hanya memilih diam tampa sepatah kata pun.


"Bibi, kenapa kalian menjadi seperti ini? " (Ucap Aziel menatap aneh bibi nya dan adik sepupu nya.)


"Aku hanya malas berbicara. " (Ucap Marisa duduk di sofa.)


"Dan aku sedang sibuk memantau data dari kantor. " (Ucap Sela.)


Sementara Diva hanya bermain ponsel nya.


"Ouh iya Aziel, bukan kah kau bilang wanita itu adalah sepupu mu? " (Tanya Luna menunjuk Diva.)

__ADS_1


Hal ini membuat Sela dan Marisa tercengang.


Bersambung ....


__ADS_2