Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Hukuman Telah Diputuskan


__ADS_3

Pras menunduk, sesekali meremas rambutnya hingga berantakan. Sedang Mitha masih sesenggukan menangis dan Jonathan mondar mandir bingung.



" Sayang .. Mas minta maaf. Mas pasti udah gila " Sesal Pras lalu memeluk Mitha.


" Gak papa mas aku ngerti, yang penting semua masih terkendali. "


" Aaghh .. Harus gue apain tuh cewek Pras ? " Jo cukup dibuat jengkel.


" Keluarin dia. Gue gak mau lihat dia ada disini lagi. "


" OK. Gue bakal urus semua. Lo tenangin diri dulu Pras. Di luar sana pasti banyak yang ngomongin Lo "


Jo melangkahkan kaki nya keluar ruangan namun panggilan Mitha menahannya.


" Jangan Jo .. "


" Jangan apanya ? " Jo berbalik.


" Gue benci banget orang itu, tapi jangan Lo keluarin dia. "


" Kenapa yang ? Dia gak layak buat di pertahanin. "


" Jangan mas. Biarin dia selesain masa residen nya. Cuman tinggal 2 bulan. Kita juga punya anak perempuan mas, jangan sampe kita ngerusak masa depan anak perempuan orang lain. " Ucap Mitha memohon.


Pras terdiam sesaat, sesal sekaligus kagum pada istrinya yang benar benar berjiwa keibuan karena yang kini di pikirkan oleh Mitha pastilah posisi orangtua Dinda.

__ADS_1


" Ok, kalo gitu scors dia selama satu bulan. Dia gak boleh menghadiri semua forum, merawat pasien dan satu hal yang penting pindahkan dia ke rumah sakit cabang. Gue gak akan pernah sudi ketemu dia lagi. " Kali ini keputusan Pras di setujui Mitha.


Jo hanya mengangguk menuruti intruksi Pras. Jo berjalan dengan cepat menuju ruang piket dokter bedah. Disana Dinda di kerumuni banyak orang dan seakan disidang bahkan oleh senior seniornya.


" Sudah sering saya bilang Dinda. Jangan main main dengan Bu Mitha. Dia mungkin menurut mu wanita biasa, tapi pemikiran dan keputusan Presdir banyak yang berpusat dari saran dan usulan Bu Mitha. Sedikit saja Bu Mitha buka suara untuk menjatuhkan mu, maka bukan hanya jatuh kamu pasti di hancurkan oleh Presdir " Ucap Daffa.


" Maaf Dinda, saya tau kamu Dokter yang kompeten. Tapi jujur saya tidak bisa banyak membantu dalam hal ini. Jika saja Pak Jo yang memaki mu seperti tadi maka kami tidak akan kaget kami bisa anggap itu hal biasa dan akan terlupakan seiring waktu. Namun untuk pertama kalinya saya lihat Presdir yang memaki dan emosional seperti itu. Saya tidak yakin kamu masih bisa dipertahankan disini. " Ucap Dokter senior yang belum lama ini di angkat sebagai kepala departemen bedah hingga menyaksikan amarah Pras tadi sepulang dari Ruang Konferensi.


" Dan kamu juga Resa. Harusnya kamu tidak memanas manasi Dinda. Saya dengar Dinda dulu tidak seperti ini. Semenjak bergaul dengan kamu, kamu menebar racun dimana mana " Daffa kini mulai memarahi Resa juga.


" Bu-bukan saya Dok. Saya gak tau menau Dinda akan nekad mengata ngatai Bu Mitha seperti itu. " Sanggah Resa.


" Haha jadi kamu menumbalkan aku sendiri Resa ? Padahal semua ide kamu ! Kamu yang bilang Bu Mitha gak pantes sama Presdir kamu juga bilang Presdir layak buat dapat istri yang lebih baik ! " Dinda bangkit dari kursi lalu mulai berselisih dengan Resa.


" Jangan bawa bawa aku Dinda. Kamu sendiri yang datang ke ruangan Bu Mitha lalu mengatakan hal yang sensitif itu. Aku gak pernah sampe ngehujat anak anak Presdir. "


" CUKUP ATAU SAYA KELUARKAN KALIAN SEMUA " Jo mendengar perselisihan itu dari luar mula lalu dalam satu hentakan saja pintu yang Jo dorong seakan hampir terlempar dari engselnya.


" Pak Jo .. " Sekitar 11 orang disana seketika menunduk begitu datang Jo.


" Kalian benar banar membuat saya muak ! Kalau saja bukan Mitha yang melarang untuk mengeluarkan kalian, sudah saya seret kalian secara langsung dengan kedua tangan saya untuk ke luar. Rumah sakit ini jadi tercemar oleh kalian. "


" Pak Jo ampuunn pak .. " Resa seketika bersimpuh di kaki Jonathan.


" Hentikan drama kalian. Saya jijik dengan wanita penjilat seperti kalian. Panggil seluruh staff Rumah Sakit berkumpul di aula sekarang. Sisakan beberapa orang untuk berjaga ! " Perintah Jo yang langsung hengkang dari ruangan terkutuk itu.


Dalam kurun waktu 15 menit seluruh staff sudah berkumpul memenuhi area aula. Kursi hampir terisi penuh karena hingga cleaning service pun ikut di pertemuan ini. Mereka diam seribu bahasa karena ada Jo di barisan VVIP yang siap untuk melempar siapa saja jika terdengar bersuara.

__ADS_1


Kkrrreeettt .. Pintu berukuran raksasa itu terbuka, nampak lah Pras yang masuk sudah lebih rapih daripada tadi. Bukan hal mudah bagi Pras untuk berdiri disini dengan amarahnya yang masih meledak ledak. Apalagi Pras harus melihat Dinda langsung.


Takk ..Takk .. Langkah kaki Pras menuju podium seperti genderang perang yang mencekam dan menakutkan. Dinda maupun Resa kini benar benar harus menelan salivanya dengan susah payah.



" Saya tidak ingin berbasa basi apapun lagi. " Pras menarik nafasnya dalam dengan harapan api amarah itu sedikit mereda.


" Jangan pandang saya disini hanya sebagai Presdir yang tak punya belas kasih atau robot pekerja yang tak berperasaan. Pandang juga saya sebagai orangtua dan suami yang harga dirinya sedang sangat terluka. " Pras mengalihkan pandangannya ke atas lalu kembali menarik nafas.


Ah Pras merasa sangat emosional hingga matanya berkaca.


" Saya yakin disini bukan hanya Dinda yang berpikiran buruk tentang kehidupan pribadi saya, pernikahan saya bahkan anak anak saya. Bukan saya tidak tau selama ini di belakang saya kalian sering membicarakan kami. Hanya saja saya cukup tau diri, saya manusia biasa yang bisa berbuat salah. Selagi kalian menggunjing saya, saya berusaha memperbaiki diri agar kalian bisa mengubah pandangan kalian pada saya dan keluarga saya. " Air mata Pras mengalir begitu saja.


Terlihat beberapa audiens pun menitikan air mata. Sakit yang Pras rasakan kini seakan menular. Konon katanya air mata pria lebih tulus, hingga audiens pun merasakannya.


" Silahkan kalian kritiki saya atau bahkan gunjing saya, tapi jangan istri apalagi anak anak saya yang tidak tau apa apa, mereka masih sangat kecil dan tidak berdosa. " Pras menghapus air matanya


" Saya sangat kecewa hari ini. Sebagai peringatan, bukan hanya berlaku pada keluarga saya. Siapapun kalian, yang mengusik apalagi sampai menghujat privasi orang lain ataupun keluarga nya. Saya pastikan kalian tidak akan ada disini lagi. Saya memutuskan dengan mempertimbangkan pendidikan Dinda, saya scors Dokter Dinda selama 1 bulan dari kegiatan apapun dan saya rotasikan ke cabang di pulau lain. "


" Satu usulan Presdir. Untuk Dokter Resa juga karena telah menjadi provokator terjadinya insiden ini. " Jo mengangkat tangannya memberi saran.


" Sudah saya duga, Dinda pasti tidak bertindak sendiri. Hukuman ini berlaku juga untuk Dokter Resa. Bersyukurlah kalian istri saya meminta untuk tidak memecat kalian karena pertimbangan masa pendidikan yang hanya dua bulan lagi. Namun, setelah masa pendidikan selesai, saya pastikan kalian berdua masuk daftar hitam Rumah Sakit kami, dan seumur hidup kalian tidak akan bisa menginjakkan kaki berkarir di Rumah Sakit ini beserta seluruh perusahaan di bawah Abraham Group dan rekanan kami. Selain itu, jika kalian penerima beasiswa dari yayasan pendidikan kami, maka beasiswa kalian akan kami cabut dan harus mengganti rugi sebesar yang telah kami keluarkan. Surat Peringatan kalian sudah menunggu di Pak Jonathan dan silahkan untuk meneken persetujuan bersama wali kalian. Sekian "


TOKK .. Hukuman telah di putuskan dan seketika keduanya lemas. Kaki mereka bergetar hebat. Akan bagaimana mereka mengadu pada kedua orangtuanya, apalagi mereka pemegang beasiswa mahasiswa berprestasi. Reputasi mereka hancur seketika.


Pras turun dari podium yang segera membuat seluruh audiens berdiri ngeri, kini mereka yakin untuk tidak pernah bermain api dengan keluarga Presdir.

__ADS_1


__ADS_2