
Sementara itu, Luna khawatir karena dia sama sekali tidak bisa memasak. Dan baru kali ini juga Aziel meminta nya untuk memasak.
"Aduh, bagai mana ini? " (Batin Luna saat melihat begitu banyak bahan makanan.)
"Mengapa kau diam saja? Ayo mulai lah memasak aku sudah lapar. " (Ucap Aziel sambil menarik kursi meja makan untuk duduk.)
"Ah, iya baik lah, tunggu sebentar, kau mau makan apa? " (Tanya Luna sedikit ling-lung.)
"Aku ingin makan sup ayam. " (Ucap Aziel sambil memainkan ponsel nya.)
"Baik lah. " (Ucap Luna.)
"Huh, kalau cuma sup ayam aku masih bisa, aku ingat jika aku hanya perlu menaruh ayam potong di dalam wajan dan me naruh garam. " (Batin Luna.)
"Seperti nya wanita itu memegang sangat bodoh dan tidak tau caranya memasak. "(Ucap Sela yang mengintip.)
Tidak butuh waktu lama Luna pun selesai membuat sup ayam yang di ingin kan oleh Aziel.
" Silahkan di nikmati. "(Ucap Luna menyajikan sup itu di depan Aziel.)
Aziel memberhentikan aktivitas nya bermain ponsel dan melihat sup yang mengepul panas.
" Woah, seperti nya enak, ini kali pertama aku meminta mu memasak aku yakin masakan mu pasti sangat lezat. "(Ucap Aziel sambil menyuap sesendok sup yang telah di sajikan oleh Luna.)
Baru saja sup itu masuk ke mulut Aziel, Aziel dengan cepat kembali memuntahkn sup nya.
" Puihhh. "(Ludah Aziel sambil meminum air putih.)
" Ada apa? Apakah masakan ku tidak enak? "(Ucap Luna merasa kaget dan sekaligus malu.)
" Ahh, bukan ini tidak enak tetapi ini hanya terasa garam saja. "(Ucap Aziel mengerucut kan wajah nya.)
" Ah, maaaf kan aku, sejak kecelakaan itu aku jadi lupa caranya memasak, dan banyak hal lain yang juga aku lupa. "(Ucap Luna begitu pandai beralasan.)
" Bilang saja kau tidak bisa memasak, seperti masakan kak Diva. "(Ucap Sela yang sedari tadi mengintai dari pintu.)
" Sela, apa yang kau katakan? "(Ucap Luna menundukkan kepala nya.)
" Aku hanya berbicara fakta. "(Ucap Sela menehuk air putih.)
" Sela cukup! Pergi dan tidur lah. "(Ucap Aziel menahan emosi.)
" Tentu saja aku akan pergi karena untuk apa di sini, karena sangat terasa panas seperti ada api. "(Ujar Sela berjalan meningal kan Aziel dan Luna.)
__ADS_1
" Arghhh, kurang hajar, kenapa Sela masih saja tidak suka dengan ku, bagaimana caranya aku bisa menikah dengan Aziel. "(Batin Luna.)
" Luna, sudah jangan melamun, jangan pikir kan apa yang di katakan oleh Sela. "(Ucap Aziel memegang tangan Luna.)
" Ttapi kau lapar, aku benar-benar minta maaf. "(Ucap Luna berpura-pura menangis.)
" Hey, jangan menangis, besok saja kita makan ya, sekarang kita istirahat dulu."(Ucap Aziel menahan rasa lapar nya.)
"Baik lah apa kamar mu masih kamar yang dulu?" (Ucap Luna berdiri dari duduk nya.)
Mendengar ucapan Luna seketika Aziel ingat jika Diva pasti ada di kamar nya.
"Ah, benar tetapi tunggu lah di sini sebentar aku akan merapikan nya dulu. " (Ucap Aziel khawatir.)
"Kenapa? Aku bisa membantu mu merapi kan nya buat apa aku harus meningal di sini? " (Ucap Luna heran.)
"Ah, bukan begitu, kamar ku penuh debu aku takut kesehatan mu akan terganggu jadi tunggu di sini dalam 30 menit aku akan kembali, ku pasti kan kau tidak akan melihat sedikit debu pun. " (Ucap Aziel beralasan.)
"Ah baik lah, terima kasih, kau masih saja seperti dulu selalu membuat aku nyaman. " (Ucap Luna.)
"Tentu sayang, kalau begitu duduk lah, jangan kemana-mana. " (Ucap Aziel berlaku menuju kamar nya.)
Setibanya di kamar Aziel melihat Diva yang sudah tertidur lelap, entah apa yang merasuki hati Aziel sekarang sehingga dia tega membagun kan Diva.
Diva pun terbangun karena Aziel mengoyang kan tubuh nya dengan sedikit kasar.
"Ada apa? "(Tanya Diva bangun dan megucek mata nya.)
" Kau harus pindah kamar, karena Luna akan curiga jika dia tahu kita satu kamar, karena dia ingin sekamar dengan ku. "(Ucap Aziel menatap Diva.)
Diva terdiam, hati nya semakin sakit, ternyata sebegitu penting wanita itu di banding kan dengan diri nya.
" Baik lah, jika itu mau mu. "(Ucap Diva berjalan ke arah kembali dan mengambil semua pakaian dan koper nya.)
Selangor 20 menit Diva sudah selesai membereskan barang-barang nya, dan keluar dari kamar Aziel.
Dari mata Diva tidak badan setetes air mata oun yang keluar seperti nya gadis itu mempunyai hati yang beku.
Atau kah memang Diva berusaha untuk tidak terlihat lemah di hadapan siapapun.
Aziel sedikit merasa tidak tega, namun hati nya kini hanya ia berikan untuk Luna Luna dan Luna.
Entah samapai kapan.
__ADS_1
Tok ... tok ... tok.
"Siapa? " (Jawab Sela yang tengah menyapu masker di wajah nya.)
"Ini aku, Diva. " (Jawab Diva.)
"Kakak ipar, masuk lah. " (Ucap Sela masih terus sibuk dengan masker wajah nya.)
"Sela, apa kah aku boleh tidur bersama mu? " (Ucap Diva menarik koper nya masuk ke kamar Sela.)
"Kakak ipar? Apa yang terjadi? Apa Aziel mengusir mu dari kamar? " (Ucap Sela berduri dari duduk nya.)
"Huh, ya seperti yang kau lihat, tapi tidak apa-apa, aku tidak masalah. " (Ucap Diva menaruh koper nya di tepi ranjang Sela.)
"Tidak apa-apa bagaimana? Wajahnya mu terlihat begitu sedih. " (Batin Sela.)
"Sela, apa kau melamun? Apa kau tidak mengizinkan aku tidur bersama mu? " (Tanya Diva berdiri.)
"Ah, tidak malah aku sangat senang jika kakak ipar tidur di kamar ku aku sangat senang berganti kamar dengan mu, jadi aku bisa main dan curhat. " (Ucap Sela memeluk Diva.)
. "Ah, Terima kasih Sela, kau adik ipar yang paling baik. " (Ucap Diva memeluk Sela.)
"Sekarang tidur lah, besok pagi aku akan membantu kakak ipar untuk merapikan pakaian. " (Ucap Sela melepaskan pelukan nya.)
"Baik lah trima kasih. " (Ucap Diva mencubit hidung Sela.)
Mereka pun bersiap untuk tidur.
Sementara utu Aziel menjemput kuna yang menunggu di ruangan makan untuk masuk ke kamar.
"Sayang, ayo! Aku sudah selesai. " (Ucap Aziel menarik tangan Luna menuju kamar nya.)
"Tunggu! Apakah bibi tidak akan marah jika kita tidur bersama, karena kita belum sah. " (Ucap Luna memberhentikan langkah nya.)
"Sudah tenang saja, besok aku akan bilang kepada bibi. " (Ucap Aziel kembali menarik tangan Luna menuju kamar.)
"Nah, bagaimana apa ini sangat rapi? " (Tanya Aziel kepada Luna yang masukin kamar nya.)
Bersambung ....
Hay, terima kasih banyak dan jangan lupa: like dan komen nya ya.
Mohon maaf apabila ada perkataan yang salah dan kurang tepat. (Teypo.)
__ADS_1