
"Kau benar-benar bajingan Luna, kau wanita ular kau pantas mati atas apa yang kau lakukan kepada keluarga buana! " (Ucap Aziel menangkap Luna dan mengambil semua berkas yang berada di tangan Luna.)
"Lepas kan aku! " (Ucap Luna memberontak.)
Di sisi lain Marisa, sela, Tania dan polisi tiba di mansion.
"Ayo cepat! " (Ucap polisi 01 bersama rekan nya memasuki mansion buana.)
"Sela, Tania ayo cepat. " (Ucap Marisa bergegas.)
Mereka semua pun masuk ke mansion dan bergegas menuju kamar tuan Baylor.
"Jangan bergerak! " (Ucap beberapa polisi mengarahkan pistol nya ke arah Samuel.)
Samuel yang tengah berkelahi dengan David pun kaget dan mengangkat tangan nya.
"Gawat, aku tidak boleh tertangkap sebelum dendam ku terbalas." (Batin Samuel.)
Tidak hanya harta yang di ingin kan Samuel, akan tetapi nyawa David, karena ia begitu dendam kepada David yang telah merebut posisi nya.
Tiba-tiba Samuel mengeluarkan pistol nya dari dalam baku nya dan mengarah kan pistol itu kearah David.
"David awas! " (Teriak Sela berlari memeluk David.)
Dor... (Satu tembakan dari Samuel berhasil mengenai punggung Sela sebelah kanan.)
"Selaaaaaaa! " (Jerit Marisa melihat sang putri yang terkena tembakan.)
"Sela." (Ucap David memeluk tubuh sela yang hmpir jatuh ke lantai.)
"Da... David, Kau... kau baik... baik saja? " (Ucap Sela memegang wajahnya David.)
"Sela apa yang kalian lakukan? Mengapa kau melindungi ku! " (Teriak David sambil menangis.)
"Aku... aku mencintaimu. " (Ucap Sela lalu pingsan. )
Semntara Samuel masih terpaku dengan apa yang telah ia lakukan, polisi begitu lengah sehingga Sela terkena tembakan setelah itu baru kah polisi menangkap Samuel.
Sementara Luna, ia masih di dalam kamar bersama Aziel.
Sementara Aziel tidak tahu apa yang terjadi di luar ia mendengar suara tembakan lalu keluar membawa Luna.
Seketika Aziel menjadi lemah, melihat adik sepupu nya Sela terbaring bercucuran darah di pangkuan David.
__ADS_1
"Sala." (Ucap Aziel melepaskan Luna yang ia pegang.)
Luna yang merasa ada kesempatan kabur ia pun berusaha lari akan tetapi naas berpihak kepada Luna.
Dor... dor.. (Dua tembakan dari polisi berhasil mengenai tengah belakang Luna bertepatan jantung dan seketika itu hanya terdengar satu jeritan kesakitan Luna setelah itu nyawa Luna oun melayang.)
Semua orang mengerumuni Sela yang terbaring lemah di pangkuan David, Aziel bergegas memangil ambulan dan membawa Sela kerumah sakit, Tania, Marisa dan juga David ikut kerumah sakit membawa Sela. Sementara Samuel di bawa polisi ke kantor polisi, dan jasad Luna juga di urus oleh beberapa polisi lain.
Sementara Aziel memangil dokter untuk memeriksa keadaan papa nya.
Setiap cinta pasti ada pengorbanan, dan begitu juga dengan kejahatan, setiap kejahatan akan ada balasan nya. Dan setiap kesalahan akan ada penyesalan nya seperti Aziel, yang sekarang menyesal, dan Tania yang melindungi David dari tembakan dan Luna yang meninggal akibat kejahatan nya sendiri dan Samuel yang masuk penjara seumur hidup.
Dua hari kemudian.
"Sela makan lah, kenapa kau tidak mau makan sayang? " (Ucap Marisa yang tengah ingin menyuapi Sela yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit.)
"Aaiiii, aku tidak mau makan. " (Ucap Sela menolak untuk di suapi makan oleh mama nya.)
"Sela sayang, kau tidak akan sembuh jika kau tidak mau makan. " (Ucap Marisa kesal.)
Tak lama kemudian David datang dengan membawa buket bunga ke kamar rawat Sela.
"Pagi sayang. " (Ucap David memberikan buket bunga itu kepada Sela.)
"Pagiii." (Ucap Sela tersenyum sambil menerima buket bunga tersebut.)
"Huh, David aku pusing sekarang kau iris saja anak ini. " (Ucap Marisa sengaja meningal kan Sela dan David berdua di kamar rawat tersebut.)
"Baik lah bibi tenang saja. " (Ucap David duduk di samping ranjang Sela dan mengambil makanan untuk Sela.)
Sementara itu di sisi lain.
"Bagaimana apa semuanya sudah jelas? " (Ucap Tania yang sedang miting di perusahaan Diva.)
Untuk saat ini Tania sendiri lah yang mengurus perusahaan Diva selama Sela sedang sakit.
"Sudah buk. " (Ucap semua karyawan.)
"Baik lah, kalau begitu aku ingin keluar sebentar. " (Ucap Tania berjalan keluar dari ruang miting nya.)
"Baik buk. " (Ucap seluruh karyawan dan ikut bubar adik ruang miting kembali meneruskan pekerjaan nya masing-masing.)
"Huh, aku harus menjenguk Sela hari ini. " (Ucap Tania masuk ke mobil nya kemudian melanjukan mobil kerumah sakit.)
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama Tania pun tiba di rumah sakit tempat Sela di rawat.
"Aku datang. " (Ucap Tania membawa begitu banyak buah-buahan yang ia beli sebelum kerumah sakit tadi.)
"Tania." (Ucap Sela tersenyum.)
"Wah, aku gangu ya? " (Ucap Tania yang melihat David sedang menyuapi Sela makan.)
"Tidak, duduk lah. " (Ucap Sela.)
"Seperti nya kau sudah ada kemajuan Sela. " (Ucap Tania tersenyum.)
"iya dokter bilang besok aku sudah boleh pulak. "(Ucap Sela tersenyum bahagia.)
" Bagus lah. "(Ucap Tania tersenyum bahagia.)
" Semuanya sudah kembali seperti semula, tetapi tetap saja ada yang kurang, di mana kakak ipar sekarang? "(Ucap Sela kembali sedih.)
" Aku juga tidak tahu, kita sudah mencari nya kemana-mana tapi tidak pernah menemukan nya. "(Ucap Tania.)
Sementara David hanya diam karena ia juga tidak tau di mana Diva berada.
Namun di sisi lain Aziel kembali fokus ke perusahaan nya, kini Aziel memiliki keperibadian yang dingin, tidak banyak bicara, bahkan sering mengurang diri di kamar, bahkan ia juga sekarang berubah menjadi sedikit kejam dan tidak suka dekat dengan perempuan kecuali orang terdekat nya. Sikap nya yang dingin sering membuat orang-orang takut karena tatapan mata nya yang tajam. dan sangat sering marah.
Kesalahan yang telah ia perbuat kepada Diva tidak bisa ia lupakan, rasa menyesal nya pun membuat nya semakin tersiksa, berbagai cara ia lakukan untuk mencari Diva termasuk mengerahkan semua anak buah nya untuk mencari ke seluruh tempat tetapi tidak ada hasil sama sekali kini Aziel semakin di siksa karena rasa bersalah yang terus-menerus menghantui nya.
Sementara tuan Baylor sudah semakin pulih tetapi masih menggunakan kursi roda akibat kaki nya yang lemah untuk berdiri.
****
Empat tahun kemudian.
"Momy! Momy, bangun lah momy bilang hayi ini akan mengajak ku untuk ke kebun binatang. " (Ucap seorang anak perempuan mungil berumur empat tahun dengan pipi cabby, kulit putih dan mata hitam pekat.)
"Hummhhh, Abel, Kau sudah bangun? Di mana Kakak mu? " (Ucap wanita cantik sambil mengusap rambut putri kecil nya dengan lembut.)
"Momy aku kan sudah bilang jangan katakan Alfa kakak ku, dia hanya keluar satu jam lebih dulu dari pada aku. "(Ucap Abel memanyun kan bibir nya.)
Wanita cantik itu hanya megeleng kepala melihat tingkah lucu sang malaikat kecil nya.
Bersambung ....
Sedikit tambahan fisual.
__ADS_1
Alfa x Abel anak kembar Diva Afkar dengan Aziel buana.