
Anak anak sudah tidur lelap, suasana yang tadi riuh menjadi sepi. Orang rumah pun sudah masuk ke kamarnya masing-masing.
" Yang .. " Panggil Pras.
" Iya mas " Jawab Mitha yang sedang sibuk di depan meja rias.
" Anak anak udah tidur ? " Tanya Pras yang kini berdiri di belakang Mitha memijat pundak Mitha lembut.
" Udah mas, kenapa ? Mau nagih yang tadi siang ? " Seringai Mitha.
" Hehe tau aja .. "
Mitha berdiri lalu menghadap suaminya, mengalungkan lengannya di leher Pras. Mitha memberikan senyum manis pada Pras yang berhasil membuat Pras semakin meleleh.
" Gak kuat aku di lihatin terus kaya gini. " Pras segera mengangkat tubuh Mitha, membawanya berbaring di ranjang.
Dengan gerak cepat Pras menjamahi seluruh bagian tubuh istrinya itu, menikmati setiap de*sahan dan lenguhan yang membuat dirinya semakin terbakar gairah.
Mentari pagi pun menyapa kedua nya yang terlelap lagi setelah subuhan. Maklum habis bertempur semalaman hingga membuat keduanya cukup lelah. Waktu menunjukkan pukul 6.30 pagi, Pras menayapa istrinya yang masih nyaman bergulung selimut.
Pras bangkit menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi, subub tadi dirinya sudah mandi sehingga dirasa tidak perlu mandi lagi. Setelahnya Pras bersiap mengenakan kemeja formal karena siang ini akan ada meeting lagi pelihat perekrutan dokter-dokter spesialis.
" Sayang .. " Panggil Pras yang sudah siap, mendekati Mitha lalu duduk di samping Mitha.
" Hmm " Jawab Mitha tanpa membuka matanya.
" Mas berangkat ke rumah sakit dulu ya yang. Kalo kamu masih ngantuk tidur lagi aja " Pras mengelus rambut Mitha lembut lalu mencium keningnya.
" Iya mas. Hati hati ya " Ucap Mitha masih dengan mata tertutup.
Pras hanya tersenyum melihat ekspresi ngantyk istrinya yang menurut Pras sangat menggemaskan. Pras pun keluar dari kamar lalu menyempatkan menyapa kedua anaknya yang ternyata sudah bangun dan sedang bermain di ruang keluarga bersama pengasuhnya.
" Pagi sayang .. " Sapa Pras pada El dan Mecca.
" Pagi daddy " Jawab El.
" Ihh udah ganteng aja anak nya daddy. Adik mecca juga udah cantik udah mandi kaya abang " Pras mencubit keduanya bergantian.
" Iya dong, abang sama adik kan pintel daddy .. Daddy mau kelja ? " Celoteh El.
" Iya sayang, abang bisa kan bantu daddy jagain adik sama mommy ? "
" Siap daddy, dadah sampai ketemu lagi nanti " Ucap El yang kembali sibuk dengan mainan kereta apinya.
__ADS_1
" Pras .. Udah mau berangkat ? " Tanya Maylinda yang sedang menyiapkam sarapan.
" Iya Bun .. Pras kan mau prepare buat perekrutan. "
" Yaudah selamat kerja ya Pras. Hati hati di jalannya "
" Iya Bun .. "
Pras yang di jemput oleh Jo pun mulai melajukan kendaraannya memecah lalu lintas pagi yang belum terlalu ramai. Pras menyukai keadaan ini, dimana semua terasa damai, tak ada pertikaian dan drama yang biasanya harus di lalui begitu dirinya berangkat kerja. Ya mungkin berkat pengorbanan dan restu Mitha pula Pras bisa merasakan kedamaian ini.
Sedang Mitha baru membuka matanya tepat di pukul 9 pagi.
" Ah sial ! Serius ini gue kesiangan ? " Mitha menggelengkan kepala tak percaya.
Semua ini terjadi karena Pras yang membuat Mitha harus melayani nya semalaman belum lagi dengan Mecca yang terbangun hingga subuh tiba dan dapat di pastikan Mitha tak tidur sama sekali semalam.
" Pagi Bun .. " Sapa Mitha cengengesan merasa bersalah.
" Pagi Mit "
" Bun maaf ya Mitha kesiangan. "
" Ga papa, mba juga jelasin ke Bunda kamu gak tidur sampe subuh nemenin Mecca. " Ucap Maylinda tenang.
" Yaudah sarapan dulu. Bunda mau ke rumah sakit, jenguk ayah terus siangnya mau meeting " Jelas Maylinda.
" Okay Bun, selamat bekerja "
" Iya sayang " Maylinda mengusap rambut Mitha lalu pergi meninggalkan rumah.
Kini hanya tersisa Mitha, anak anak dan para pengasuhnya. Mitha menyandarkan tubuhnya di sofa sesaat setelah selesai sarapan, jenuh sebenarnya. Hari hari yang di lalui nya selalu saja seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi ? Dirinya sudah berjanji untuk berusaha dan ikhlas menerima keadaan dan kesibukkan Pras.
Ditengah lamunan nya, terdengar suara notifikasi dari handphone nya yang di simpan di meja. Di layar menunjukkan sebuah pesan dari Pras.
Pras
Udah bangun sayang ? Udah sarapan ?
Mitha menyunggingkan senyum nya kala mendapat perhatian kecil itu. Suaminya yang super duper sibuk itu kini mulai membiasakan meluangkan waktu.
^^^Mitha^^^
^^^Iya mas .. Udah ini lg rebahan sambil jaga anak anak^^^
__ADS_1
Pras
Okay nanti jam makan siang mas sempetin pulang makan siang di rumah sama anak anak ya. Have a nice day mommy
^^^Mitha^^^
^^^Makasih mas, Love you^^^
Pras
Love you more sayang ..
" Kenapa Bu ? " Tanya pengasuh yang terheran heran melihat Mitha senyum senyum sendiri.
" Hehe gak papa mba. Ini cuman lagi chatan sama daddy nya anak anak "
" Aduhh Ibu romantis banget deh masih kaya ABG "
" Alhamdulillah mba, mba tau sendiri sebelumnya aku kebanyakan nangisnya dibanding ketawa-ketawa gini " Curhat Mitha yang di angguki para pengasuh, mereka menjadi saksi bagaimana Mitha melalui hari hari berat nya kemarin seorang diri.
" Iya Bu. Semoga bapak bisa terus bahagiain Ibu sama anak anak kaya gini ya Bu ? Kalau ibu happy itu ke anak anaknya juga happy " Jelas si pengasuh.
Ya benar yang di katakannya, Mitha melihat sendiri anak anaknya kini lebih ceria dan aktif. Binar bahagia terpancar dari mata nya. Beberapa bulan kebelakang, saat dirinya terus bersitegang dengan Pras, anak anak pun terlihat lesu dan gelisah. Bahkan Mecca saja sampai sakit keras karenanya. Mungkin anak anak belum bisa mengungkapkan kesedihan mereka, namun jauh di hatinya mereka pun merasakan pergolakan batin yang sedang orangtua mereka rasakan.
Siang itu, Pras datang lebih awal ke rumah padahal Mitha saja belum sempat menyiapkan makan siang karena masih pukul 12 pikirnya. Pras biasa makan siang antara pukul 1 atau 2 siang. Di tatapnya Pras yang sudah berdiri di tembok memperhatikan Mitha yang ternyata fokus menyusui Mecca.
" Ekhemm .. "
" Loh mas, ko udah pulang ? Baru jam 12. Gimana dong aku belum siapin makan siang nya " Sesal Mitha.
" Fokus banget sampe gak sadar suaminya merhatiin udah 5 menit berdiri disini "
" Maaf. Aku tuh suka seneng lihat wajah Mecca kalo lagi tidur gini. Cantik banget mas " Ucap Mitha dengan wajah haru berbinar.
" Sayang .. " Pras mendekati lalu memeluknya.
" Gak usah bikin apa apa, biar mas yang masak. Kamu tidurin dulu aja Mecca nya. Maaf ya yang, mas bikin kamu jarang punya waktu berkualitas sama anak anak. Pasti akhir akhir ini ngerawat mereka malah jadi tekanan buat kamu karena mas gak ada buat support kamu " Ucap Pras tulus.
Mitha tak bisa menjawab Pras, Mitha hanya menengadahkan wajahnya untuk menatap Pras yang posisinya lebih tinggi dari dirinya. Mitha pun menyandarkan kepala di dada Pras.
" Iya mas, kemarin kemari berat banget buat aku. Kamu sering bikin aku nangis kecewa, tapi sekarang kamu bikin aku nangis bahagia. " Jawab Mitha jujur.
__ADS_1