Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Tanpa Suara


__ADS_3

Mitha memejamkan matanya sejenak sambil menghirup udara segar dari balkon kamar lantai dua. Di elusnya janin yang berada di perutnya itu dengan penuh kasih sayang. Apa yang Pras lakkukan memang tak termaafkan, namun anak anaknya tak berdosa sehingga harus menanggung beban berat jika mereka berpisah.


" Mitha aku mohon .. Aku udah berubah kamu sendiri bisa lihat mungkin ingat "


" Aku tau, kalo aku gak tau gimana berusahanya mas buat berubah, aku pasti udah pergi pas ngehadapin kenyataan ini. " Mitha berusaha tegar.


" Pukul dan maki aku kalo kamu, asal janngan gini Mit. Jangan diemin aku kaya gini padahal kamu tau kesalahan aku. "


Pras cukup kelabakan, bukannya memarahi atau meluapkan amarahnya, Mitha justru malah diam. Benar benar diam tanpa bahasa seolah lelah akan dirinya.


" Sekalipun aku nyakitin kamu itu gak ada artinya, malah aku makin tersakiti. Aku cuman mau hidup tenang sama anak anak. Kalo kamu pikir aku bisa lupain semua karena kebaikan kamu selamaa ini, kamu salah. Aku mungkin bisa maafin kamu, tapi aku gak bisa lupain semua hal buruk yang kamu lakuin ke aku. " Mitha tak ingin lagi bicara, pada intinya Pras hanya akan menuntutnya bersikap biasa seperti sedia kala sedangkan hati Mitha masih belum bisa merelakannya.


Mitha berjalan menuju arah Pras lalu memberikan handuk agar Pras mandi dan lekas pergi bekerja sehingga perdebatan ini pun berakhir.


" Pagi sayang .. " Sapa Maylinda pada menantu kesayangannya.


" Pagi Bunda, ko udah pada siap Bun "


" Bunda sama bibi udah siapin, mulai sekarang kamu request aja kalo mau makan apa apa ya ? Jangan bikin sendiri. Kasiham debay udah makin gede pasti makin berat " Maylinda mengusap perut Mitha.


" Bun, Mitha ada 1 permintaan "


" Iya nak ? "


" Mitha minta jangan cabut dulu alat penunjang hidup ayah sampe Mitha melahirkan Bun. Mitha pengen ayah ketemu dulu setidaknya bisa rasain ada cucu cucu nya "

__ADS_1


Mata Maylinda seketika berkaca, wanita yang dulu Maylinda ragukan akan menjadi istri yang baik untuk putra nya dan menantu yang baik untuk mereka ternyata dia lah yang kini paling tulus dan mengorbankan banyak hal untuk keluarga.


" Iya sayang, makasih ya udah sangat mempedulikan ayah. Udah ah jangan melow melow masih pagi, ayo duduk. Suami kamu udah dateng tuh " Titah Maylinda yang segera menghapus air matanya.


" Mas mau di ambilin apa aja ? " Tanya Mitha sudah bersiap dengan piring di tangannya.


" Gak papa sayang biar aku ambil sendiri. " Ucap Pras seraya mengelus perut Mitha, mencium keningnya sejenak lalu duduk bersiap dengan sarapannya.


Hanya ini yang bisa Pras lakukan, menjalarkan segala kerinduannya di depan keluarga pada Mitha karena Mitha tak akan menolak. Setelah sarapan, Mitha ditemani El yang di pangku nanny nya pun ikut mengantar Pras kedepan rumah.


" Daddy kerja dulu ya abang .. " Pras menciumi El.


" Iya daddy "


Pras pun beralih berjongkok di perut istrinya.


" Aku pergi dulu Mit .. " Pras menjulurkan tangannys yang segera di sambut Mitha dengan ciuman di punggung tangannya, tak lupa melakukan kebiasaan mereka sebelum Pras pergi yaitu membiarkan Pras mencium kedua pipinya, keningnya dan bibirnya sejenak lalu berpelukan.


Mitha selalu menunjukkan bahwa mereka saling menyayangi terutama di hadapan El. Mitha berusaha meredam badai sebesar apapun yang ada dalam hubungan mereka dengan apik.


" Lo ada masalah ya sama Mitha Pras ? " Tanya Jo saat mereka di perjalan.


" Kenapa emang ? "


" Kelihatan dari ekspresi Mitha yang selalu kaya di paksain semua. Entah gue salah baca mimik orang "

__ADS_1


" Gak salah sih Jo. Mitha .. Hmm ingetannya udah balik sejak dua bulan yang lalu. Tapi dia selalu pura pura masih gak inget apa apa di hadapan orang orang kecuali gue karena dia gak mau ngerusa kebahagiaan keluarga utamanya. "


" Serius ? " Jo seketika mennghentikan mobilnya teringat kejadian kecelakaan parah yang menimpa Mitha adalah ulah Pras.


" Terus gimana nasib Lo ? "


" Mitha kecewa berat ke gue itu pasti. Dia gak yang marah apalagi balas nyakitin gue. Tapi dia diemin gue dua bulan ini Jo. Dan rasanya malah lebih sakit. " Pras menarik nafas.


" Lo tau marahnya orang sabar itu ya itu, sampe titik dia diem dan gak peduli lagi sama apa yang Lo lakuin " Ucap Jo sambil kembali mengijak gas dan melaju ke tujuan mereka.


Pras justru tak ingin pernikahannya berjalan seperti ini, tak ada pertikaian tak ada solusi yang berusaha sama sama dicari tak ada masalah yang bisa di bicarakan lagi, betapa akan hambarnya. Mitha seakan merenggut keceriaannya, ya Pras terus murung selama sebulan ini. Padahal biasanya dia sangat jenaka dan ramah. Pusat kehidupan Pras kini memang Mitha, jika Mitha sakit dan terluka baik itu fisik atau batinnya maka Pras pun ikut terluka rasanya, kehilangan semangat.


Hari berlalu Pras hanya bisa mengikuti alur bagaimana Mitha membawa hubungan mereka yang semakin lama terasa semakin dingin. Pras menghadapi sift panjang nya selama 36 jam, benar benar tidur di rumah sakit selama itu karena jadwal bedah nya padat. Pras pulang ke rumah pukul 1 malam, di lihatnya Mitha yang sudah lelap. Pras pun segera mandi dan menyusul Mitha berbaring di ranjang mereka. Sudah tiga bulan tak ads kehangatan di ranjangnya.


Pras memeluk Mitha erat, menelusupkan tangannya masuk ke dress Mitha untuk mengusap perut dengan lebih leluasa.


Ohhh sh*it ..


Niat hati hanya ingin menyentuh bayi di perut istrinya, namun kini Pras merasakan seluruh tubuhnya tegang. Bertahan selama tiga bulan tanpa aktivitas sek*sual sudah sangat menyiksa Pras.


Pras memberanikan diri untuk menyentuh dua gundukan yang terasa semakin besar dan menantang itu karena Mitha sedang hamil. Pras memijat meremas lembut, Mitha merasakan sentuhan Pras namun matanya enggan terbangun karena sangat mengantuk. Tak ada perlawanan, justru Pras merasakan bahwa istrinya ter rang*sang dari payu*daranya yang terasa semakin menegang.


Pras memindahkan salah satu tangannya kebawah, memberikan gerakan sensual di sana. Memainkan pusat inti Mitha yang membutnya terasa panas dan berkedut hingga membuat mata Mitha kini terbuka. Mitha menatap ke bawah memperhatikan gaun tidur nya bergerak seiring tangan Pras yang sedang bergrilya di dalamnya sedang Pras sendiri masih nyaman menempelkan tubuhnya di punggung Mitha.


" Hmm .. " Mendengar lenguhan Mitha, Pras sadsr istrinya sudah membuka mata lalu menarik tubuh Mitha agar terlentang.

__ADS_1


Mitha melingkarkan tangannya di pundak Pras, memberikan kebebasam untuk Pras melakukan luma*tan di bibirnya dan mengeksplorenya sampai ke dalam. Jika biasanya saat akan melakukan ini Mitha akan sedikit berbicara ringan dengan Pras namun kali ini Mitha melakukannya tanpa suara.


__ADS_2