
Setelah beberapa menit Diva pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit pucat.
" Diva apa yang terjadi padamu nak? "(Ucap Marisa khawatir.)
" Tidak bibi, sepertinya magh ku kambuh karena aku belum makan apa pun hari ini. "(Ucap Diva memegang perut nya.)
" Benar kah? Hanya magh saja? "(Tanya Marisa sedikit curiga.)
" Benar bibi, aku kembali ke kamar saja. "(Ucap Diva memegang kepala nya yang terasa pusing dan berlalu melewati Aziel dan Luna.)
Aziel hanya menatap aneh Diva yang tiba-tiba mual, selama ini Diva tidak pernah menceritakan apapun tentang sakit magh atau yang lain.
Diva berjalan dengan lemas menuju kamar Sela.
"Kakak ipar? Ada apa dengan mu? " (Tanya sela yang baru saja keluar dari kamar mandi.)
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing Sela maaf kan aku aku tidak bisa memasakkan makanan untuk mu dan bibi. " (Ucap Diva duduk di tepi kasur.)
"Sudah jangan memikirkan soal makanan lagi, wajahnya mu sangat pucat, bagaimana jika kita ke dokter sekarang? " (Ucap Sela khawatir.)
"Tidak Sela, aku hanya kecapean besok sudah akan sembuh. " (Ucap Diva tersenyum paksa.)
"Huh, kakak ipar kenapa kau sangat keras kepala. " (Ucap Sela keasal.)
"Lupakan, sekarang dengar kan aku bibi ada di dapur bantu bibi memasak oke. " (Ucap Diva memegang tangan Sela.)
"Aishh, iya-iya baik lah. " (Ucap Sela berjalan keluar dari kamar nya.)
Sela pun membantu mama nya memasak sedang kan Luna dan Aziel sudah masuk ke kamar.
Selesai makan Sela kembali ke kamar nya untuk melihat Diva.
Sedangkan Marisa kembali ke kamar tuan Baylor.
"Kaka.. " (Ucap Sela terpotong karena melihat Diva yang tertidur pulas di atas ranjang.)
"Huh, ternyata sudah tidur. " (Ucap Sela berjalan pelan dan naik ke kasur nya.)
Karena melihat Diva yang sudah tertidur lelap Sela pun tak sampai hati untuk membangun kan nya karena ia tau saat ini akan sulit bagi Diva untuk memejamkan mata nya.
"Good night. " (Ucap Sela ikut tidur di sebelah Diva.)
05.20
Mansion masih terlihat sunyi karena seluruh penghuni mansion masih tertidur lelap.
__ADS_1
Beda sekali dengan Diva yang sudah selesai dengan semuanya, sudah selesai memasak, dan juga mandi.
Diva berjalan menuruni tangga menuju kamar tuan Baylor.
"Permisi." (Ucap Diva kepada suster yang ada di kamar tuan Baylor.)
"Iya nona muda silahkan masuk. " (Ucap suster tersebut.)
"Kalian boleh keluar dulu. " (Ucap Diva tersenyum manis.)
"Baik nona muda. " (Ucap dua suster itu keluar dari kamar tuan Baylor.)
Diva pun berjalan mendekati ranjang tuan Baylor dan duduk di kursi sebelah kanan ranjang.
"Morning papa. " (Ucap Diva memegang tangan tuan Baylor.)
"Papa, hari ini aku akan pergi dari mansion ini, aku harap papa akan baik-baik saja di sini, aku tidak tau apakah kita akan bertemu lagi karena aku juga tidak tau apakah aku akan terus tingal di kota ini. " (Gumam Diva pelan.)
"Satu hal yang sangat aku harap kan adalah kesembuhan papa. " (Ucap Diva menitikan air mata nya.)
Sementara itu Sela baru saja terbangun dari tidur nya, tetapi ia sama sekali tidak melihat Diva, ia melirik koper Diva dan itu masih ada hati nya pun merasa tenang.
Sela pun berjalan keluar dari kamar nya sambil memangil Diva.
"Kakak ipar! Kau di mana! " (Teriak Sela.)
"Bi Sumi, kapan kau pulang? " (Tanya Sela bingung karena beberapa waktu lalu bi Sumi juga libur akhir tahun.)
"Bibi baru pulang semalam nona, karena nyonya Marisa menelfon bibi agar pulang lebih cepat untuk membantu merawat tuan Baylor. " (Ucap bi Sumi.)
"Ah, baik lah bi apa kau melihat kakak ipar? " (Tanya Sela kebingungan mencari Diva.)
"Iya nona, saat saya sedang membersihkan ruang tamu tadi pagi saya melihat nona Diva masuk ke kamar tuan Baylor. " (Ucap bi Sumi.)
"Terima kasih bi, kalau begitu aku ke kamar om Baylor dulu. " (Ucap Sela berlalu.)
"Baik nona Sela. " (Ucap bi Sumi menatap kepergian Sela.)
"Ada apa dengan keluarga ini? Seperti nya ada masalah, bahkan nona muda Diva yang biasanya selalu ceria terlihat beda karena saat dia lewat di sini bahkan dia tidak menyapa ku. " (Batin bi Sumi.)
Sementara itu Aziel dan Luna baru saja bangun tidur.
"Luna kau mandi lah dulu aku ingin ke kamar papa. " (Ucap Aziel keluar dari kamar nya.)
"Baik lah. " (Ucap Luna mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.)
__ADS_1
Sementara itu Diva baru saja ingin keluar dari kamar tuan Baylor.
"Kakak ipar. " (Ucap Sela baru tiba di depan pintu kamar tuan Baylor.)
"Sela, apa kau ingin masuk?" (Tanya Diva bingung.)
"Tidak aku mencari mu. " (Ucap Sela singkat.)
"Ada apa kau mencari ku? " (Ucap Diva memegang pundak Diva.)
"Tidak aku kira kakak ipar sudah pergi tanpa mengucapkan apapun padaku. " (Ucap Sela menunduk.)
"Apa yang kalian lakukan di sini? " (Ucap Aziel yang baru saja tiba di situ.)
"Tidak ada. " (Ucap Sela menarik tangan Diva meningal kan Aziel.)
Kamar Sela.
"Sela, aku pamit, jaga papa, dan bibi ya. " (Ucap Diva menarik koper nya.)
"Hikssss, bilang padaku jika kita akan bertemu lagi. " (Ucap Sela menangis memeluk Diva.)
"Tentu saja, bukan kah kau kau masih menjadi sekertaris imut ku, dengar kan aku kita hanya berpisah rumah. " (Ucap Diva menghibur Sela padahal ia sendiri tidak tahu apakah ia akan bisa bertemu Sela atau tidak lagi.)
"Baik lah, ayo aku antar. " (Ucap Sela menghapus air mata nya.)
"Tidak usah, aku sudah meminta seseorang untuk mengantar ku. " (Ucap Diva berjalan keluar dari kamar Sela.)
"Baik lah, kalau begitu aku antar ke bawah, mama pasti sudah menunggu." (Ucap Sela memegang tangan Diva.)
Sela dan Diva pun berjalan menuju ruang tengah sambil Sela yang terus memegang tangan Diva.
"Bibi aku pamit. " (Ucap Diva tersenyum ke arah Marisa.)
"Diva." (Ucap Marisa langsung memeluk Diva.)
"Bibi, jaga dirimu baik-baik, dan jaga papa. " (Ucap Diva membalas pelukan Marisa.)
"Bagus sekali, kau menepati janji mu, setelah ini aku akan mengurus penceraian kita di pengadilan agama. " (Ucap Aziel menghampiri Diva dan Marisa yang sedang berpelukan.)
"Diva apa kau tidak bisa mempertimbangkan ini lagi? Bibi merasa ada yang kurang jika kau tidak ada di sini." (Ucap Marisa mengabaikan Aziel dan merusak menangis di pelukan Diva.)
"Bibi, kita masih bisa bertemu, jangan terus bersedih seperti ini aku akan sedih jika bibi sedih. " (Ucap Diva menghapus air mata Marisa dengan lembut.)
Diva tersenyum ke arah Marisa saat ia berusaha menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja.
__ADS_1
Bersambung ....