Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Dibalik Kabar Baik


__ADS_3

" Oh God .. Again ? " Mitha menarik nafas nya panjang.


" Kenapa yang ? "



" Well done mas Pras .. " Mitha menunjukkan hasil testpack nya.


" Aaahh ituu .. " Pras menatap Mitha lalu menyeringai kuda merasa bersalah sebenarnya.


" Benci banget sama kamu " Mitha memukul lengan Pras.


" Maaf yang "


" Kamu ya ! Mikirin enaknya kamu doang. Gak mikirin cape nya aku " Mata Mitha berkaca kaca.


" Sayang maaf. Please ! Mas janji mas bakal bantu kamu semaksimal mungkin biar kamu gak cape gak stress. " Ucap Pras pada Mitha lalu memeluknya erat.


" Tau ah. Udah aku balik ke kasur mau istirahat. " Mitha memaksa tubuhnya yang lemas untuk berjalan menuju ranjang.


" Mas angkat aja ya "


" Gak usah gak perlu. Aku bisa sendiri "


Mitha masih kesal pada suaminya itu sampai sampai rasanya tak ingin Pras menyentuhnya. Mitha menarik selimut lalu kembali berbaring di ranjangnya di susul Prus yang duduk di samping Mitha meski hanya di punggungi Mitha.


" Sayang .. Please maaf, kita ke dokter ya ? "


" Terserah "


" Yang ih "


" Yaudah iya "


" Good girl. Mau makan siang dulu ? Mau apa ? Mas bikinin. Biasanya waktu ngidam yang dulu dulu kamu suka masakan mas "


" Steak " Jawab Mitha singkat.


Pras hanya mengulum senyum karena mengira Mitha akan menolak bujukannya namun ternyata Mitha segera mengiyakan tawaran Pras.


" Siap tunggu ya ? "


" Hmm "


Pras turun dengan semangat dimana anak anak nya pun masih ada di bawah mereka memang senang bermain di jam istirahat Pras, terbiasa dan tau daddy nya sering pulang di jam istirahat.

__ADS_1


" Pasti mau pada main sama daddy kan ? "


" Iya dad. Mommy macih cakit ya? " Tanya El gemas.


" Iya sayang. Mommy nya perlu istirahat. Nanti daddy jelasin ya abis dari rumah sakit soalnya mommy harus di obatin " Jelas Pras.


Pras pun fokus pada aktifitasnya, mengasuh anak anak sambil membuat makan siang untuk mereka. Sesuai yang Mitha inginkan, Pras menyiapkan steak


Pras membawakan makan siang Mitha ke kamar lalu menyuapinya dengan penuh kasih sayang. Bagaimana bisa Mitha marah jika saat hamil suaminya itu bisa 100x lebih hangat dan perhatian dari biasanya padahal hari hari biasa pun sudah cukup perhatian.


" Oke sip udah abis yang. Mas siapin baju buat ke rumah sakit ya ? "


" Makasih mas "


" Cie udah gak marah ya ? "


Mitha menarik nafasnya panjang.


" Gimana bisa aku marah kalo kamu sebaik ini ke aku mas. Aku malah berasa jadi istri durhaka kalo marah marah sama kamu. "


" Jangan mikir gitu. Kamu istri terbaik tentu aja. Kamu juga ibu yang hebat. Demi bakti kamu ke suami kamu rela repot repot hamil buat ke 4x nya. Kamu juga rawat anak anak kita " Ucap Pras mendekati Mitha sambil membawa baju ganti.


Mitha hanya mengangguk lalu memeluk Pras.


Mereka berangkat siang itu menuju rumah sakit. Seperti biasa Kinan sudah di kabari terlebih dulu untuk stay. Dari kehamilan pertama Kinan yang merawat Mitha, maka dari itu Mitha tak menginginkan dokter lain sehingga sudah beberapa tahun terakhir Pras pun menarik Kinan untuk bekerja di rumah sakitnya.


" Siang .. " Jawab Pras dan Mitha bergantian.


" Kinan udah nunggu di poli. " Ucap Pras sambil menggenggam tangan istrinya lalu segera menuju poli kandungan.


" Silahkan Presdir .. " Sambut seorang perawat, asisten Kinan.


" Bapak Pras ini ya senang sekali membuat kejutan tak terduga " Kinan menggeleng gelengkan kepalanya heran.


" Gak ngerti aku juga dok. Bisa bisa nya dia bikin istrinya tiap tahun positif. " Mitha mengerucutkan bibirnya kesal.


" Baring dulu Mit biar di cek. Emang kurang ajar Presdir kita. "


" Eheemmm ini orangnya disini. Bisa bisa nya kalian ngobrolin di depan orangnya langsung "


Mitha hanya memelototi Pras lalu semuanya kini berfokus pada layar yang menampilkan USG. Terlihat disana sudah tumbuh kantung kehamilan, di perkirakan usianya 5 minggu.


" Selamat Bapak Pras official jadi bapak anak 3 nih " Kinan terkekeh begitupun Pras. Hanya Mitha yang nampak agak tertekan.


" Tenang sayang, jangan banyak pikiran. Biar debaynya tumbuh sehat. " Jelas Pras.

__ADS_1


" Paham paham mas. Bawel banget. Oya dok selama asi masih lancar aku masih bisa lanjut ngeasiin Mecca kan ? "


" Yap betul. Yang penting asupan nutrisi terpenuhi karena yang hidup bergantung pada tubuh kamu ada 3 nyawa. Mecca, adek bayi, sama diri kamu sendiri. "


" Tuh dengerin. Jangan susah makan, kalo misal susah makan gak bisa menuhin asupan nutrisi, Mecca nanti bakal berenti asi "


" Lo juga, jangan ngasih khotbah aja. Jagain yang bener istri sama anak anak Lo. Jangan so sibuk, jangan biarin istri Lo cape apalagi stress. Awas aja kalo bini Lo dateng ke gue kenapa napa. Gue penggel kepela Lo duluan " Ucap Kinan serius.


" Haha ampun nan, btw thanks ya. Gue gak akan lama kasihan Lo masih ada pasien. Oya resel kirim aja langsung ke farmasi atas nama gue ya biar di anter ke ruangan sama staff " Titah Pras.


" Lah mas gak akan langsung pulang ? Obat kan bisa di anterin ke rumah. " Wajah Mitha terlihat tak suka.


" Hari ini gak papa ya mas beresin dulu kerjaan karena kan kalo ngedadak ganti schedule bakal ganggu ke kegiatan lainnya. Kalo besok sama kedepannya mas bakal obrolin ke Jo biar atur schedule nya mas banyakin WFH buat nemenin kamu di trimester 1 " Bujuk Pras.


" Yaudah .. Tapi anterin aku dulu pulang baru deh mas balik lagi. Aku gak mau sama supir rumah sakit. Aku gak biasa di bawa orang gak deket "


Pras langsung membawa Mitha pulang sedang tanpa mampir dulu ke rumah, Pras melajukan mobilnya kembali ke rumah sakit. Ada beberapa hal yang harus di urus, ada berkas berkas yang harus di tanda tangani juga dan tidak bisa menunggu lebih lama.


Pras mengkebut semua pekerjaannya karena khawatir jika terlalu lama Mitha akan marah padanya. Padahal Mitha sudah memaklumi namun mungkin efek rasa bersalah karena membuat Mitha hamil lagi menjadikan Pras overthinking.


" Jo udah beres. Mau asisten gue anterin kesana apa Lo kesini ? " Tanya Pras dalam panggilan telpon mengenai beberapa berkas yang baru saja di tinjau dan di setujuinya.


" Gue aja kesana. Cepet banget Lo tumben. "


" Kejar tayang gue haha "


Pras semakin semangat terlebih mendapatkan kiriman foto dari istrinya.



" Cepet pulang sayang ya .. Aku gak mau di tinggal lama lama " Isi pesan Mitha.


Tentu saja pesan itu berhasil membuat Pras berdebar dan segera beristighfar terlebih mengingat bahwa istrinya sedang hamil muda.


" Kuat Pras Kuat. Puasa dulu yak inget bini Lo lagi hamil " Pras mengusap ngusap dadanya sambil bermonolog.


SSRREEEKKK


Tiba tiba saja pintu di geser dengan kencang hingga menimbulkan suara gesekan.


" Kenapa ? Di kejar setan Lo ? Ngagetin gue aja " Gerutu Pras.


" CEPET NAIK KE ROOFTOP PRAS ! " Ucap Jo dengan nada panik.


" Kenapa ? "

__ADS_1


" Ada yang mau bunuh diri ! "


Seketika keduanya berlari bak di kejar setan mungkin mereka sedang berburu waktu dengan malaikat maut. Gilaaaaa hari hari tak pernah tanpa ada ketegangan pikir Pras.


__ADS_2