Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda
Episode #96


__ADS_3

Semakin Dimas menceritakan semua tentang bagaimana Diva berjuang melawan penyakit nya demi sang buah hati semakin sakit pula hati Aziel mendengar nya.


Bukan hanya Aziel, Marisa, David dan tuan Baylor pun ikut kaget dan menangis.


" Aziel, aku juga tidak bisa mengabari mu karena itu permintaan Diva, aku benar-benar minta maaf, dan asal kau tau, Diva berhasil sembuh dari penyakit nya dan melahirkan dua orang anak dengan keadaan sehat."(Ucap Dimas.)


Aziel memeluk erat Alfa sambil menangis, ia tidak menyangka jika begitu besar perjuangan Diva melahirkan dua buah hati nya.


Flashback off.


"Alfa kemari lah. " (Ucap Diva menatap Alfa.)


"Gak mau momy, Alfa mau sama dady.. " (Ucap Alfa memegang erat tangan Aziel.)


"Diva, semuanya sudah terjadi, tidak ada yang bisa kita sembunyikan lagi. " (Ucap Dimas berusaha membujuk Diva.)


"Tidak! Cukup! Hentikan!, Apa yang kau lakukan Dimas? " (Ucap Diva dengan air mata yang berderai.)


"Dimas tidak salah, jika kau ingin marah, ingin menghukum, aku lah orang nya, dan bukan Dimas. " (Ucap Aziel menatap lekat Diva.)


Malam valentine itu menjadi malam paling mengharukan bagi dua keluarga.


"Kau? Mau apa kau? Apa kau mau merebut anak-anak ku? Setelah apa yang kau lakukan pada ku? Tidak Aziel itu tidak akan terjadi aku bukan lah Diva yang dulu. " (Tegas Diva begitu takut jika Alfa dan Abel dekat dengan Aziel.)


"Momy, Abel takut. " (Ucap Abel memegang erat tangan Diva.)


"Sayang, ayo kita pulang oke. " (Ucap Diva mengendong Abel.)


"Ayo Alfa. " (Ucap Diva menarik tangan Alfa.)


"Tidak, Diva aku mohon, izin kan aku bersama mereka, sebentar saja." (Ucap Aziel memohon.)


"Diva, hilang kan ego mu, kali ini saja, demi anak-anak. " (Ucap Dimas.)


Diva menatap Alfa dan Abel bergantian.


"Baik lah, Satu jam, hanya satu jam. " (Ucap Diva kemudian menurun Abel kembali.)


"Kakak ipar, ikut lah dengan ku. " (Ucap Sela memegang tangan Diva.)


"Iya, ayo Diva. " (Ucap Tania.)


Sela dan Tania pun berusaha membawa Diva jauh dari Aziel karena mereka tau jika Diva sangat lah membenci Aziel.

__ADS_1


"Om Dimas Abel mau sama momy. " (Ucap Abel memegang tangan Dimas.)


Hati Aziel semakin sakit saat Abel anak nya sama sekali tidak mau dekat dengan nya.


"Sayang, Abel denger kan momy tadi bilang apa, Abel punya waktu satu jam sama dady, lihat lah itu dady Abel. " (Tunjuk Dimas kearah Aziel.)


Abel menatap Aziel sekilas kemudian kembali menatap Dimas.


"Om Dimas, Abel mau pulang, Abel gak mau di sini. " (Ucap Abel menarik-narik tangan Dimas.)


"Sayang, apa kau tidak ingin memeluk dady? " (Ucap Aziel berjongkok menghadapi Abel.)


"Tidak! Aku tidak mau, hikssss kau bukan dady ku, momy bilang aku tidak punya dady. " (Jerit Abel sambil menangis.)


"Abel, jangan seperti itu. " (Ucap Alfa.)


"Apa? Ini yang kau ingin kan, tetapi bukan yang aku ingin kan, kakak dengar lah yang menjaga kita selama ini momy, bukan dady, dady tidak sayang kita ayo pergiii. " (Ucap Abel menangis menarik tangan Alfa.)


Aziel menarik Abel dan Alfa kedalam pelukan nya.


"Abel, Alfa, maaf kan dady, karena dady bukan dady yang baik untuk kalian tapi dady mohon jangan benci dady sayang. " (Gumam Aziel.)


"Berusaha lah. " (Ucap Dimas menepuk pundak Aziel kemudian berlalu pergi.)


Tetapi Dimas tidak memedulikan nya karena ia tau Aziel akan semakin terpuruk jika ia menuruti keinginan Abel.


" Dady mohon jangan pergi, dady minta maaf, dady janji setelah ini akan selalu ada buat Abel dan Alfa. "(Ucap Aziel menitikan air mata nya.)


Setelah empat tahun, ini lah pertama kali nya Abel dan Alfa merasakan pelukan seorang ayah dalam hidup mereka. Sebenarnya Abel sangat senang namun ia tidak ingin membuat momy nya menjadi bersedih, karena bagi nya dady nya itu telah membuang momy nya dan juga mereka.


Aziel melepaskan pelukan nya dan menatap Abel dan Alfa bergantian.


"Kakak, Abel mau sama mama. " (Ucap Abel masih tidak memperdulikan Aziel dan terus merengek agar Alfa mengantar nya kepada Diva.)


"Abel, apa Abel benar-benar tidak ingin bersama dengan dady? " (Tanya Aziel putus asa.)


Sementara Abel hanya diam. dan memalingkan wajah nya.


"Abel, jawab pertanyaan dady, dari hati Abel, jangan berbohong, jika Abel benar-benar tidak ingin bertemu dady, maka dady akan pergi sekarang. " (Ucap Aziel berdiri.)


Sementara Abel masih diam.


Perlahan Aziel melangkah kan kaki nya ingin pergi dari sana.

__ADS_1


"Dady."(Suara lirih Abel.)


Mendengar Abel memangil nya dengan sebutan dady, Aziel kembali menoleh.


Jelas Abel tidak bisa menahan gejolak di hati nya, tentu saja dia sangat merindukan sosok Aziel dalam hidup nya meskipun ia berusaha untuk membuang perasaan tersebut namun ia hanya lah anak kecil yang membutuhkan kasih sayang kedua orang tua di masa sekarang.


" Dady... "(Tangis Abel berlari memeluk Aziel.)


Melihat hal itu Alfa pun tersenyum sambil menitikan air mata nya ia sangat tau jika sangat adik sangat ingin bertemu dengan dady mereka.


Sementara tuan Baylor, David dan Marisa hanya bisa menatap mereka dengan haru.


"Dady maafin Abel. " (Ucap Abel di sela isak tangis nya memeluk Aziel.)


"Tidak sayang, dady lah yang seharusnya minta maaf, dady sangat merindukan kalian. " (Ucap Aziel mencium Abel beberapa kali.)


"Dady, jangan menangis, kakak bilang laki-laki tidak boleh menangis. " (Ucap Abel menghapus air mata Aziel dengan tangan mungil nya.)


"Benar kah? Dan kau juga jangan menangis. " (Ucap Aziel tersenyum sambil menghapus sisa air mata Abel.)


"Dady, mereka siapa? " (Tanya Alfa menatap David, tuan Baylor dan Marisa.)


Abel pun ikut menoleh ke arah mereka.


"Sayang, lihat lah yang duduk di kursi roda itu, dia adalah opa kalian. " (Ucap Aziel menunjuk tuan Baylor.)


"Opa? " (Ucap Alfa dan Abel bersamaan.)


"Iya, ayo cepat peluk opa. " (Ucap Aziel kepada dua malaikat kembar nya.)


"Opa." (Ucap Alfa dan Abel belari memeluk tuan Baylor.)


Sungguh malam ini adalah malam paling berharga bagi tuan Baylor, meskipun ia tidak bisa berjalan tetapi ia bisa memeluk dua orang cucu nya yang paling ia dambakan selama ini.


"Opa, aku Abel, cucu opa. " (Ucap Abel mendongak kepala nya menatap tuan Baylor.)


Bibir tuan Baylor bergetar, air mata nya mulai mengalir sungguh sekarang ia tidak tau harus bicara apa.


"Opa, jangan menangis. " (Ucap Alfa menghapus air mata tuan Baylor.)


Smentara itu, tidak jauh dari sana, Diva Tania dan Sela menatap harus ke arah Abel dan Alfa.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2